<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bacaan surah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/bacaan-surah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>bacaan surah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keharaman Melaksanakan Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 23:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keharaman Melaksanakan Sholat Fasal ini menjelaskan tentang sholat yang diharamkan dari segi waktunya dan melakukannya. Baca juga artikel tentang Aurat Perempuan Amat Diharamkan melakukan sholat yang tidak memiliki sebab yang mendahuluinya atau menyertainya di selain tanah Haram Mekah pada saat 5 (lima) waktu, seperti yang akan disebutkan nanti. Sholat yang dilakukan pada 5 waktu ini dihukumi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html">Keharaman Melaksanakan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Keharaman Melaksanakan Sholat</h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang sholat yang diharamkan dari segi waktunya dan melakukannya. Baca juga artikel tentang <a title="Aurat Perempuan Amat" href="https://belajarsholat.com/3683-aurat-perempuan-amat.html">Aurat Perempuan Amat</a></p>
<p>Diharamkan melakukan sholat yang tidak memiliki sebab yang mendahuluinya atau menyertainya di selain tanah Haram Mekah pada saat 5 (lima) waktu, seperti yang akan disebutkan nanti. Sholat yang dilakukan pada 5 waktu ini dihukumi tidak sah dan musholli yang melakukannya tidak dihukumi kufur.</p>
<p>Sholat-sholat yang diharamkan dilakukan di 5 (lima) waktu ini adalah</p>
<h3>sholat-sholat yang tidak memiliki sebab,</h3>
<p>sekiranya sholat- sholat tersebut memang tidak memiliki sebab sama sekali, seperti sholat sunah mutlak, atau memiliki sebab yang belakangan (bukan mendahului dan menyertai sholat), seperti sholat Ihram, sholat Istikhoroh, yaitu sholat mencari kebaikan perkara dunia dan akhirat, sholat ketika hendak bepergian, sholat ketika keluar dari rumah dan ketika berperang, dan sholat taubat.</p>
<h4>Berbeda dengan sholat yang memiliki sebab yang mendahului,</h4>
<p>maka tidak diharamkan melakukannya di 5 (lima) waktu ini nanti, seperti sholat faitah (sholat hutang) karena sebabnya telah terjadi di waktu lampau, baik sholat faitah tersebut sunah atau wajib, karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melakukan sholat 4 (empat) rakaat setelah sholat Ashar dan berkata, “Dua sholatan (4 rakaat) ini adalah dua sholat sunah setelah sholat Dzuhur.” Sama seperti sholat faitah adalah sholat mandzuroh (yang dinadzarkan), sholat mu’adah, sholat jenazah, sholat sujud tilawah, dan sholat sujud syukur.</p>
<p>Berbeda juga dengan sholat yang memiliki sebab yang menyertainya maka tidak diharamkan dilakukan di 5 (lima) waktu ini nanti, seperti sholat istisqo, sholat gerhana, karena sebab keduanya, yaitu kekurangan air dan perubahan bulan dan matahari, selalu terjadi bersamaan dengan sholat. Oleh karena itu wajib melakukan takbiratul ihram di saat gerhana masih berlangsung. Apabila gerhana telah hilang maka tidak sah takbiratul ihramnya. Pengertian muqoronah atau sebab yang menyertai adalah jatuhnya takbiratul ihram di saat sebab atau faktor yang menganjurkan sholat masih terjadi, meskipun di tengah-tengah sebab tersebut.</p>
<p>Apabila yang dimaksud dengan muqoronah adalah terjadinya takbiratul ihram dan sebab sholat dalam satu titik waktu yang sama dari segi permulaan maka sudah barang tentu sholat gerhana termasuk sholat yang sebabnya mendahului, karena tidak boleh bertakbiratul ihram sholat kecuali setelah permulaan sebab. Oleh karena alasan ini, ada sebagian ulama yang memasukkan sholat gerhana sebagai salah satu contoh dari sholat yang sebabnya mendahului, bukan menyertai.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html">Keharaman Melaksanakan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan Ketika Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah Tasydid dalam Bacaan Tasyahud Fasal ini menjelaskan tentang jumlah tasydid dalam bacaan tasyahud dan tempat-tempatnya. Tasydid-tasydid tasyahud ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan tasyahud yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  tasyahud  awal  tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Jumlah</strong> <strong><em>Tasydid </em></strong><strong>dalam</strong> <strong>Bacaan</strong> <strong>Tasyahud</strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang jumlah <em>tasydid </em>dalam bacaan <em>tasyahud </em>dan tempat-tempatnya.</h3>
<p><em>Tasydid-tasydid</em> <em>tasyahud</em> ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  <em>tasyahud  awal  </em>tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling minimal, yaitu bacaan yang wajib dalam duduk akhir dan disunahkan sujud sahwi apabila ditinggalkan dalam duduk <em>tasyahud awal</em>.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Tasyahud Akhir Sholat" href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a></p>
<p>Romli  berkata  dalam  kitab  <em>Syarah  Minhaj,  </em>“Yang  lebih   utama  adalah  menambahi  lafadz ‘ﺍﻟﺴَﻴﱢﺪ’ karena  mengikuti  perintah.   Selain itu menambahi berita yang sesuai dengan kenyataan termasuk   salah satu sikap beradab. Oleh karena itu menambahi lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’ adalah lebih utama daripada tidak menambahinya.”</p>
<p>Suhaimi juga berkata, “Mengikuti perintah tidakbisa disebut sebagai hal yang lebih utama  daripada  sikap beradab karena kita mengatakan bahwa di dalam sikap beradab terdapat unsur mengikuti perintah  dan menambahi. Pendapat  <em>dzohir</em>nya  adalah bahwa yang lebih utama atau <em>afdhol</em> adalah menyebutkan juga lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’untuk selain Rasulullah.”</p>
<h3>Disunahkan berdoa setelah membaca <em>tasyahud akhir </em></h3>
<p>dengan bentuk  doa  apapun  yang  dikehendaki  <em>musholli</em>,  tetapi  yang  lebih utama adalah berdoa <em>ta’awudz </em>atau meminta perlindungan dari siksa dan fitnah-fitnah karena adanya hadis shohih, “Ketika salah satu dari kalian telah ber<em>tasyahud </em>(akhir) maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) hal, ia berdoa;</p>
<p><em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (1) siksa </em><em>kubur, (2) siksa api neraka,(3)fitnah hidup dan mati, dan(4)fitnah </em><em>Masih ad-Dajjal.</em></p>
<p>Syibromalisi mengatakan, “Dimakruhkan meninggalkan doa di atas. Doa tersebut sangat dianjurkan sekali karena sebagian ulama mewajibkannya. Umairah berkata bahwa Awzai berkata dalam kitab <em>al-Qut, </em>yaitu kitab yang men<em>syarah</em>i kitab <em>al-Minhaj </em>bahwa doa ini (doa berlindung  seperti  yang telah  disebutkan)  sangat  dianjurkan. Sesungguhnya ada hadis shohih yang memerintahkan berdoa dengan doa  ini   dan   sebagian  ulama   mewajibkannya.  Bahkan   Thowus memerintahkan   putranya   untuk   mengulangi   sholat   karena   ia meninggalkan doa tersebut. Hendaknya seorang <em>musholli </em>mengakhiri doanya  dengan  doa  di  atas  karena  berdasarkan  sabda  Rasulullah <em>shollallahu  ‘alaihi  wa  sallama  </em>‘ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻬُﻦﱠ ’.  (Maksudnya, jadikan  doa meminta perlindungan dari 4 perkara sebagai akhir bagi doa yang kamu panjatkan)”</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Membaca Al-fatihah (2)</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 14:45:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Lanjutan dari postingan Sebelumnya. Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah basmalah secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca basmalah saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa basmalah termasukdari Fatihah) karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama memasukkan basmalah sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah</strong></h2>
<p>Lanjutan dari postingan Sebelumnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong>Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah </strong><strong><em>basmalah </em></strong>secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca <em>basmalah </em>saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa <em>basmalah </em>termasukdari Fatihah) karena Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>memasukkan <em>basmalah </em>sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Mereka berdua men<em>shohih</em>kan hadis tersebut. Tetapnya <em>basmalah </em>secara hukum sebagai salah satu dari ayat Fatihah cukup menurut <em>dzon </em>atau sangkaan, bukan keyakinan. Jumlah ayat Fatihah ada 7 (tujuh). Jumlah kalimahnya ada 29.</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Tidak melakukan <em>lahn </em>(kesalahan membaca) yang dapat merusak makna. Syarqowi mengatakan bahwa istilah <em>lahn </em>menurut Fuqoha mencakup merubah <em>i’rob </em>dan mengganti hurufsatu dengan huruf lain. Adapun <em>lahn </em>menurut ulama bahasa dan Nahwu berarti merubah <em>i’rob </em>dan keliru dalam <em>i’rob</em>.<br />
Yang dimaksud dengan <em>“lahn (kesalahan membaca) yang dapat merusak makna” </em>adalah memindah makna <em>kalimah </em>ke makna lain, atau menjadikan <em>kalimah </em>tidak memiliki makna sama sekali, kemudian <em>lahn </em>menjadi ‘الزاي’, atau meng<em>isybak tasydid </em>pada huruf <em>lam </em>/ل/ dari lafadz ‘الذين’ sekiranya seolah-olah mengeluarkan huruf <em>alif </em>setelahnya karena dapat merubah makna.</li>
</ol>
<ol start="9">
<li>Membaca Fatihah dilakukan pada saat rukun berdiri dalam sholat fardhu. Artinya disyaratkan melakukan bacaan Fatihah dengan setiap huruf-hurufnya pada saat berdiri atau gantinya (duduk, tidur miring, berbaring). Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></li>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar seluruh huruf- huruf Fatihah saat membacanya ketika ia memiliki pendengaran sehat dan tidak ramai tempatnya.</li>
<li>Bacaan Fatihah tidak disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan <em>maslahat </em>sholat, seperti dzikir-dzikir yang telah disebutkan sebelumnya. Berbeda apabila dzikir yang menyela-nyela Fatihah memiliki hubungan dengan <em>maslahah </em>sholat, seperti bacaan <em>amin </em>karena <em>bacaan </em>imam, bacaan <em>fath</em> kepada imam meskipun bukan di saat membaca Fatihah.<br />
<em>Musholli </em>tidak membacakan <em>fath </em>kepada imam kecuali ketika imam berhenti dan diam. Adapun selama imam masih ragu atau bingung tentang ayat yang ia baca maka <em>makmum </em>tidak perlu membaca <em>fath </em>kepadanya, jika <em>makmum </em>membacanya maka bacaan Fatihah terputus. Akan tetapi, apabila waktu wholat mepet, dan imam masih ragu dan bingung tentang ayat yang ia baca, maka <em>makmum </em>membaca bacaan <em>fath </em>dan bacaan Fatihahnya tidak terputus.<br />
Saat membaca bacaan <em>fath</em>, wajib menyengaja membaca (<em>qiroah</em>) meskipun disertai menyengaja mengajari. Apabila <em>musholli </em>menyengaja mengajari saja, atau memutlakkan, atau menyengaja salah satu dari membaca dan mengajari, tetapi tidak jelas yang mana, maka sholatnya batal. Mengecualikan dengan &#8216;karena bacaan imam’ adalah bacaan dari selainnya meskipun <em>makmum lain </em>sehingga apabila <em>musholli </em>membaca <em>amin </em>atau bacaan <em>fath </em>karena bacaan dari selain imam maka Fatihahnya terputus.<br />
Sama seperti bacaan <em>amin </em>adalah <em>sujud tilawah </em>bersama imam. Artinya apabila <em>musholli </em>melakukan <em>sujud tilawah </em>bersama orang lain (bukan imamnya) dengan keadaan tahu dan sengaja maka sholatnya batal.</li>
</ol>
<ol start="12">
<li>Disyaratkan juga membaca Fatihah dengan Bahasa Arab, bukan terjemahannya dengan hahasa lain meskipun ia tidak mampu menggunakan Bahasa Arab. Begitu juga pengganti Fatihah harus dengan Bahasa Arab apabila penggantinya itu adalah Quran. Sedangkan apabila penggantinya bukan Quran, alias dzikir atau doa, maka <em>musholli </em>yang tidak mampu menggunakan Bahasa Arab boleh menerjemahkan dengan Bahasa lain.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah adalah bahwa <em>musholli </em>tidak membacanya dengan jenis bacaan <em>syadz </em>(langka) yang dapat merubah makna.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah tidak adanya <em>shorif.</em> Apabila <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tujuan memuji maka tidak mencukupinya karena adanya <em>shorif </em>yang berupa memuji. Melainkan ia harus membaca Fatihah dengan tujuan <em>qiroah </em>(membaca) atau memutlakkan.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Ke16 Salam</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3745-rukun-ke16-salam.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 09:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat Yang Ke enam belas Salam Rukun sholat yang keenam belas adalah mengucapkan salam yang pertama. Syarat-syarat salam dalam sholat ada 10, yaitu; 1) Menyertakan huruf al (ال ). Oleh karena itu tidak cukup hanya karena tidak ada dalil yang mengucapkan menyebutkannya. 2) Menggunakan huruf kaaf khitob. Oleh karena itu tidak cukup 3) Menyertakan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3745-rukun-ke16-salam.html">Rukun Ke16 Salam</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat Yang Ke enam belas</h2>
<ol start="16">
<li>
<h3><strong>Salam</strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keenam belas adalah mengucapkan salam yang pertama. Syarat-syarat <em>salam </em>dalam sholat ada 10, yaitu;</p>
<p>1) Menyertakan huruf <em>al </em>(ال ). Oleh karena itu tidak cukup hanya karena tidak ada dalil yang mengucapkan menyebutkannya.</p>
<p>2) Menggunakan huruf <em>kaaf khitob</em>. Oleh karena itu tidak cukup</p>
<p>3) Menyertakan <em>mim jamak</em>.</p>
<p><em>4) </em>Mengucapkan salam dengan menggunakan Bahasa Arab. Apabila tidak mampu dengannya maka</p>
<p><em>musholli </em>menerjemahkan salam dan melafadzkannya. Maka tidak cukup mengucapkan salam dengan lafadz atau terjemahan yang bersinonim.</p>
<p>5) <em>Musholli </em>mendengar ucapan salamnya sendiri sekiranya tidak ada penghalang yang menghalangi pendengaran (seperti ramai, dan lain-lain). Apabila ia membisikkan salam tanpa dirinya mendengarnya maka salamnya tidak dianggap dan wajib diulangi. Apabila ia mengucapkan salam yang belum mencukupi menurut syariat disertai dengan ia berniat keluar dari sholat maka sholatnya batal karena ia berniat keluar dari sholat sebelum mengucapkan salamnya.</p>
<p>Yuk baca Juga Artikel Tentang <a title="Salam Dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/2219-salam-dalam-sholat.html">Salam Dalam Sholat</a></p>
<p>6) <em>Muwalah </em>atau berturut-turut antara dua <em>kalimah </em>salam, yaitu kalimah ‘السلام ’ dan ‘عليكم ’. Apabila <em>musholli </em>tidak <em>muwalah </em>antara mereka, sekiranya ia diam lama atau pendek dengan tujuan memutus, maka salamnya batal. Begitu juga batal salamnya apabila <em>musholli </em>memisah antara dua <em>kalimah </em>salam dengan perkataan lain, seperti pemisahan dengannya yang terjadi dalam membaca Surat al-Fatihah.</p>
<p>7) Mengucapkan salam di saat <em>musholli </em>dalam posisi duduk atau gantinya. Maka tidak sah salam yang diucapkan saat ia masih dalam posisi berdiri.</p>
<p>8) Mengucapkan salam di saat <em>musholli </em>menghadap ke arah Kiblat dengan dadanya. Apabila dada <em>musholli </em>menyimpang dari arah Kiblat sebelum ia menyelesaikan <em>salam</em>nya maka sholatnya batal. Berbeda dengan mengucapkan salam disertai menolehkanwajah maka tidak apa-apa, bahkan malah disunahkan menolehkannya ke arah kanan pada saat salam yang pertama sampai orang yang berada di belakang <em>musholli </em>bisa melihat pipinya yang kanan dan disunahkan menolehkannya ke arah kiri</p>
<p>pada saat salam kedua sampai orang di belakangnya melihat pipinya yang kiri.</p>
<p>9) Ketika mengucapkan salam, <em>musholli </em>tidak menyengaja melakukan selainnya. Ia bisa menyengaja <em>tahallul</em> saat salam, atau menyangaja <em>tahallul </em>disertai dengan <em>khobar</em>, atau penyengajaannya dimutlakkan. Apabila <em>musholli </em>menyengaja <em>khobar </em>saja maka tidak sah salamnya.</p>
<p>10) <em>Musholli </em>tidak menambah-nambahi pernyataan salam lebih dari yang sampai pada kita dengan tambahan yang dapat merubah makna, seperti ia mengucapkan; yaitu dengan menambahkan huruf <em>wawu </em>antara <em>mubtadak </em>dan <em>khobar</em>. ATAU ia mengurangi pernyataan salam dengan pengurangan yang dapat merubah makna.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3745-rukun-ke16-salam.html">Rukun Ke16 Salam</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sujud Dua Kali</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 09:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun SHolat yang Ke sembilan: Sujud Dua Kali Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat. Disunahkan ketika bersujud membaca; Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta memuji-Nya. Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, maka Rasulullah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Rukun SHolat yang Ke sembilan:</h3>
<ol start="9">
<li>
<h2><strong>Sujud Dua Kali </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat.</p>
<p>Disunahkan ketika bersujud membaca; <em>Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta </em></p>
<p><em>memuji-Nya. </em>Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;<em>Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,</p>
<p>“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam rukukmu.” Kemudian ketika diturunkan ayat; <em>Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Luhur, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam sujudmu.”</p>
<p>Asal kesunahan membaca <em>tasbih </em>dalam sujud dapat diperoleh dengan membacanya satu kali. Minimal yang paling sempurna adalah 3 kali, lalu 5 kali, lalu 7 kali, lalu 9 kali, lalu 11 kali. <em>Musholli </em>tidak boleh membaca <em>tasbih </em>lebih dari 3 kali kecuali apabila ia berstatus sebagai <em>munfarid </em>atau imam dari makmum yang jumlahnya terbatas yang rela kalau imam memperpanjang sujud dengan bacaan <em>tasbih </em>yang lebih tersebut (<em>ridho bit tathwil</em>), atau sebagai <em>makmum</em>. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Diulang-ulangnya Sujud" href="https://belajarsholat.com/3502-diulang-ulangnya-sujud.html">Diulang-ulangnya Sujud</a></p>
<p>M<em>usholli </em>yang sebagai <em>munfarid</em>, atau imam dari makmum yang <em>ridho bit tathwil</em>, atau makmum, hendaknya menambahi <em>tasbih </em>dalam sujud dengan membaca; <em>Ya Allah. Kepada-Mu, aku bersujud. Kepada-Mu, aku beriman. Kepada-Mu, aku pasrah. Diriku bersujud kepada Allah yang telah menciptakanku, membentuk jasadku, memberikan pendengaranku dan penglihatanku sebagai makhluk yang terbaik (manusia). Tabaarakallah</em></p>
<h2>Disunahkan memperbanyak doa di dalam sujud</h2>
<p>karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, “Hal yang paling mendekatkan hamba dengan Tuhannya (rahmat dan ampunan-Nya) adalah ketika ia bersujud. Oleh karena itu perbanyaklah berdoa [di dalam sujud kalian maka nyata jelas dikabulkan doa itu untuk kalian.” Al-Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih </em>dari riwayat Bukhori dan Muslim bahwa Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>berdoa di dalam sujudnya;<em>Ya Allah. Ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil ataupun besar, baik yang awal ataupun yang akhir, dan baik yang dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. </em></p>
<p>Aisyah berkata, “Aku kehilangan Rasulullah <em>shollallahu </em><em>‘alaihi wa sallama </em>di suatu malam. Kemudian aku mencarinya. Ternyata aku mendapatinya sedang berada di masjid. Ia sedang bersujud membaca; <em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemurkaan-Mu dan dengan penjagaan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung dengan-Mu dan dari-Mu. Aku tidak akan bisa </em><em>menghitung pujian untukmu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. </em>Disunahkan membuka kedua mata ketika bersujud.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Keempat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 19:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aamiin al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[eukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3723</guid>

					<description><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah : Membaca Surat al-Fatihah Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi musholli yang sholat di tempat yang gelap. Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah :</p>
<ol start="4">
<li>
<h2><strong>Membaca Surat al-Fatihah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi <em>musholli </em>yang sholat di tempat yang gelap.</p>
<p>Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, baik berupa sholat <em>sirriah</em>7 atau <em>jahriah</em>, baik <em>musholli </em>adalah sebagai imam, atau makmum, atau <em>munfarid </em>(sendirian).</p>
<p>Kewajiban membaca Fatihah dalam sholat berdasarkan pada hadis yang terdapat di dua kitab <em>Shohih</em>, “Tidaklah sah sholat orang yang belum membaca al-Fatihah.” Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih</em>, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama. Baca juga artikel Tentang :<a title="Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html">Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</a></em></p>
<p>bahwa beliau bersabda, ‘Barang siapa melaksanakan sholat sedangkan ia tidak membaca al-Fatihah maka sholatnya tidak sempurna (3 x diucapkan).’ Kemudian dikatakan kepada Abu Hurairah, ‘Kalau sebagai makmum yang berada di belakang imam, bagaimana membaca al-Fatihah-nya?’ Abu Hurairah menjawab,‘Bacalah al-Fatihah di dalam hatimu karena aku mendengar Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>mengatakan; <em>Allah </em><em>berfirman, ‘Aku telah membagi sholat antara Diri</em><em>-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Bagi hamba-Ku, ia memperoleh apa yang ia </em><em>minta.’ Ketika hamba mengucapkan </em>Alhamdulillahi rabbil ‘alamin <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuji-</em><em>Ku.’ </em></p>
<p><em>Ketika hamba </em><em>mengucapkan,</em> <em>maka Allah berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuja-</em><em>Ku.’ Ke</em><em>tika hamba mengucapkan </em>Arrahman Arrahim <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah mengagungkan-</em><em>Ku.’ Ketika hamba </em><em>Mengucapkan</em> Iyyakana’budu Wa Iyyaka Nas ta’in <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah </em><em>hubungan antara diri-Ku dan hamba-Ku. Baginya memperoleh apa </em><em>yang ia minta.’ </em><em>Ketika hamba mengucapkan </em>Ihdinash shirotol mustaqim <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah untuk hamba</em><em>-Ku. Baginya </em><em>memperoleh apa yang ia minta.’ </em>Hadis ini riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca Fatihah maka wajib atasnya membaca ayat-ayat lain dari al-Quran yang seukuran dengan kuantitas Fatihah meskipun terpisah-pisah sebagaimana menurut pendapat <em>mu’tamad</em>. Kemudian apabila ia tidak mampu membaca ayat-ayat lain dari al-Quran maka wajib atasnya membaca dzikir atau doa yang sama kuantitasnya dengan Fatihah. Dalam bacaan dzikir atau doa ini, disyaratkan harus berjumlah 7 (tujuh) jenis.</p>
<h2>Doa dihukumi sama seperti dzikir.</h2>
<p>Yang <em>mu’tabar</em><em>, </em>doa-doa yang dibaca sebagai ganti al-Fatihah adalah doa-doa yang berhubungan dengan perkara-perkara akhirat. Apabila <em>musholli </em>tidak hafal doa-doa akhirat maka ia berdoa dengan doa-doa yang berkaitan dengan duniawi.</p>
<p>Dalam berdoa, <em>musholli </em>diwajibkan menggunakan Bahasa Arab, jika tidak mampu menggunakannya maka ia menerjemahkan doa dengan bahasa manapun (seperti Jawa, Indonesia, dan lain-lain). Dalam membaca doa, <em>musholli </em>diwajibkan mendahulukan menerjemahkan doa akhirat daripada doa duniawi yang berbahasa Arab. Apabila ia hanya mengetahui doa duniawi, maka ia membaca doa tersebut dan dihukumi sudah mencukupi.Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal akhirat</p>
<p>adalah;<em>Ya Allah! Ampunilah aku. Sayangilah aku. Maafkanlah aku. Dan ridhoilah aku. </em></p>
<p>Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal dunia adalah;<em>Ya Allah! Berilah aku rizki istri yang cantik atau yang kaya. </em></p>
<p>Kemudian apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca dzikir atau doa maka ia wajib berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah. Ia tidak boleh menerjemahkan Fatihah dan ayat-ayat lain dari al-Quran yang sebagai ganti dari Fatihah ke bahasa lain.</p>
<p>Berbeda dengan <em>takbir</em>, maka ketika <em>musholli </em>tidak mampu mengucapkannya dengan Bahasa Arab maka ia menerjemahkannya ke bahasa lain. Bagi <em>musholli </em>yang hanya berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah tidak diwajibkan men<em>komat-kamit</em>kan atau menggerak-gerakkan lisannya, kecuali bagi <em>musholli </em>yang bisu bukan bawaan lahir.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembagian Hadas</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 02:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hadas]]></category>
		<category><![CDATA[hadas besar]]></category>
		<category><![CDATA[hadas kecil]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3671</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembagian Hadas Hadas dibagi menjadi dua, yaitu: Hadas Kecil atau asghor, yakni dengan memasukkan jinabat ke dalam kategori hadas besar. Pengertian hadas kecil adalah hadas yang mewajibkan wudhu. Al-Jefri berkata, “Yang dimaksud dengan hadas asghor adalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu.” Yuk baca juga tentang Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja Hadas Besar atau [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html">Pembagian Hadas</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Pembagian Hadas </strong></h1>
<h2>Hadas dibagi menjadi dua, yaitu:</h2>
<ol>
<li>
<h3>Hadas Kecil atau <em>asghor</em>, yakni dengan memasukkan <em>jinabat </em>ke dalam kategori hadas besar.</h3>
<p>Pengertian hadas kecil adalah hadas yang mewajibkan wudhu. Al-Jefri berkata, “Yang dimaksud dengan hadas <em>asghor </em>adalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu.”</li>
</ol>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja" href="https://belajarsholat.com/2452-pembatal-pembatal-wudhu-dalam-madzhab-syafiiyah-matan-abi-syuja.html">Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja</a></p>
<ol start="2">
<li>
<h3>Hadas Besar atau <em>akbar</em>, yaitu hadas yang mewajibkan mandi, seperti; jinabat, haid, nifas, dan melahirkan.</h3>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembagian hadas menjadi dua bagian ini berdasarkan ketetapan pembagian yang dilakukan oleh sebagian ulama. Ulama lain ada yang membagi hadas menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu <em>akbar, awsat </em>(sedang), dan <em>asghor</em>. Dikarenakan perkara- perkara yang diharamkan karena haid (seperti memegang mushaf, membaca al-Quran, lewat masjid, dll) adalah lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena selain haid, maka haid disebut dengan hadas <em>akbar</em>.</p>
<p>Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena <em>jinabat </em>adalah lebih sedikit daripada perkara- perkara yang diharamkan karena haid dan lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena hadas kecil, maka jinabat disebut dengan hadas <em>awsat</em>. Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena perkara-perkara yang membatalkan wudhu adalah lebih sedikit daripada perkara-perkara yang diharamkan karena haid dan jinabat, maka perkara-perkara yang membatalkan wudhu itu disebut dengan hadas <em>asghor</em>. Jadi, sifat <em>asghor, awsat</em>, dan <em>akbar </em>dari hadas tergantung dari sedikit tidaknya perkara- perkara yang diharamkan karena masing-masing dari ketiga-tiganya tersebut.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html">Pembagian Hadas</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Lima</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 01:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah 5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau dzon (sangkaan) yang berasal dari ijtihad. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah</h1>
<h2><strong style="font-size: 2.25em; letter-spacing: -0.02em;">5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat</strong></h2>
<p>Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau <em>dzon </em>(sangkaan) yang berasal dari <em>ijtihad</em>. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya dilakukan bertepatan pada waktunya. Alasan ketidak-absahan sholat ini dikarenakan tidak terpenuhinya syarat, yaitu harus mengetahui masuknya waktu sholat terlebih dahulu.</p>
<ul>
<li>
<h2><strong>Kesalahan Hasil </strong><strong><em>Ijtihad </em></strong><strong>dalam Mencari Tahu Masuknya </strong><strong>Waktu Sholat</strong></h2>
</li>
</ul>
<p>Berbeda dengan kasus apabila <em>musholli </em>melaksanakan sholat atas dasar mengetahui masuknya waktu sholat tersebut melalui <em>ijtihad</em>, kemudian kenyataannya adalah sholat tersebut dilakukan sebelum masuk waktunya, maka rincian hukumnya adalah;</p>
<ul>
<li>apabila <em>musholli </em>memiliki sholat <em>faitah </em>(hutang sholat) yang sejenis dengan sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya tersebut maka sholat <em>faitah </em>itu terlunasi.</li>
<li>apabila ia tidak memiliki sholat <em>faitah</em>, maka sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya itu menjadi sholat sunah mutlak.</li>
</ul>
<p>Apabila <em>musholli </em>setiap harinya melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>selama beberapa waktu dalam mengetahui masuknya waktu sholat, kemudian kenyataannya adalah bahwa sholat Subuh yang ia laksanakan setiap hari itu dilakukan sebelum masuk waktunya, maka ia hanya diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat Subuh pada hari terakhir ia melaksanakannya, karena sholat Subuh yang ia lakukan di hari tertentu menjadi ganti dari sholat Subuh di hari sebelumnya. Adapun sholat Subuh yang dilakukan dihari pertama berubah menjadi sholat sunah mutlak. Sementara itu, sholat <em>adak </em>dihukumi sah meskipun dengan niatan <em>qodho, </em>atau sebaliknya, dengan catatan jika <em>musholli </em>benar-benar tidak tahu keadaan sebenarnya.</p>
<p>Yuk baca juga artikel <a title="Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?" href="https://belajarsholat.com/2566-hukum-alat-timer-waktu-iqomah-sholat-apakah-boleh-dibatasi.html">Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?</a></p>
<p><strong>Contoh: </strong></p>
<p>Setiap hari, Zaid melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>dalam mengetahui masuknya waktu sholat. Ia melakukan kebiasaan ini selama, misalnya 30 hari. Kemudian pada hari ke-30 setelah melaksanakan sholat Subuh, ia tahu, ternyata sholat Subuh yang ia lakukan selama itu terjadi sebelum masuk waktunya sholat. Maka;</p>
<p>Hari 1: Sholat Subuh menjadi sholat sunah mutlak. Secara otomatis, Zaid memiliki hutang 1 sholat Subuh.</p>
<p>Hari 2: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 1.</p>
<p>Hari 3: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 2. Dan seterusnya.</p>
<p>Hari 30: Sholat Subuh belum tergantikan. Oleh karena itu, Zaid wajib meng<em>qodho </em>sholat Subuh di hari ke-30 yang menjadi hari terakhir.</p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat telah habis karena adanya mendung atau lainnya,</h3>
<p>kemudian ia sholat dengan niatan <em>qodho</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat belum habis, ATAU apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat belum habis, kemudian ia sholat dengan niatan <em>adak</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat telah habis, maka sholat dalam dua kasus ini hukumnya sah dengan catatan <em>musholli </em>tidak tahu dan tidak sengaja, karena menurut bahasa, arti <em>adak </em>digunakan untuk arti <em>qodho</em>, dan sebaliknya.</p>
<p>Tetapi apabila ia tahu dan sengaja, maka sholatnya tidak sah karena ia tidak serius dalam melaksanakan sholat. Apabila di awal sholat, ia menyengaja memaksudkan arti <em>adak </em>dan <em>qodhok </em>dengan artian menurut bahasa maka tidak apa-apa karena arti dua kata tersebut menurut bahasa adalah sama, yaitu berarti <em>melaksanakan</em>.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Menghadap Kiblat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 01:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[menghadap kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat menghadap kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kondisi-kondisi yang Memperbolehkan Tidak Menghadap Kiblat Diperbolehkan tidak menghadap Kiblat saat sholat ketika mengalami dua kondisi atau keadaan, yaitu: 1) Ketika mengalami ketakutan yang sangat. Oleh karena itu, ketika terjadi peperangan yang sengit sehingga tidak memungkinkan bagi orang-orang muslim untuk meninggalkan peperangan sama sekali karena sedikitnya pasukan mereka dan banyaknya musuh, ATAU ketika peperangan tidak [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html">Kondisi Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kondisi-kondisi yang Memperbolehkan Tidak Menghadap Kiblat </strong></h2>
<h3>Diperbolehkan tidak menghadap Kiblat saat sholat ketika mengalami dua kondisi atau keadaan, yaitu:</h3>
<h4>1) Ketika mengalami ketakutan yang sangat.</h4>
<p>Oleh karena itu, ketika terjadi peperangan yang sengit sehingga tidak memungkinkan bagi orang-orang muslim untuk meninggalkan peperangan sama sekali karena sedikitnya pasukan mereka dan banyaknya musuh, ATAU ketika peperangan tidak terlalu sengit tetapi orang-orang muslim kuatir musuh akan menguasai dan mengocar-kacirkan mereka jika mereka menghadap Kiblat, maka dalam dua keadaan seperti, mereka diperbolehkan sholat sebisa mungkin meski tanpa menghadap Kiblat, dengan catatan mereka tidak ada kesempatan mengakhirkan sholat dengan cara menghadap Kiblat.</p>
<h4>2) Kondisi ketika melaksanakan sholat sunah pada saat mengalami perjalanan yang diperbolehkan.</h4>
<p>Tidak disyaratkan apakah perjalanan itu jauh. Minimalnya adalah perjalanan menuju tempat yang tidak terdengar suara azan sholat Jumat di sana. Dengan demikian, diperbolehkan bagi <em>musafir </em>melaksanakan ibadah sholat sunah sambil naik kendaraan atau berjalan dengan cara menghadap ke arah tempat tujuannya, bukan ke arah Kiblat, pada saat melakukan perjalanan jauh atau dekat.</p>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Hukum Sholat Idul Fitri Bagi Musafir" href="https://belajarsholat.com/2407-hukum-sholat-idul-fitri-bagi-musafir.html">Hukum Sholat Idul Fitri Bagi Musafir</a></p>
<p>Bagi <em>musafir </em>yang menaiki kendaraan hewan, meskipun saat melewati jalan turunan, ia tidak diwajibkan meletakkan dahinya di atas pelana kendaraannya disaat rukuk dan sujud, melainkan ia berisyarat dengan menundukkan kepala, dengan catatan bahwa isyarat dengan menundukkan kepala pada saat sujud adalah lebih rendah daripada isyarat pada saat rukuk. Tidak diwajibkannya meletakkan dahi dalam kasus ini adalah ketika memang <em>musafir </em>tidak mampu melakukan rukuk dan sujud secara sempurna dan tidak memungkinkan baginya menghadap ke arah Kiblat di seluruh aktivitas sholatnya. Sedangkan apabila ia mampu menyempurnakan rukuk dan sujud, serta memungkinkan baginya menghadap Kiblat di seluruh aktivitas sholatnya, maka ia wajib meletakkan dahi di atas pelana ketika rukuk dan sujud.</p>
<p>Apabila <em>musafir </em>di atas mudah untuk melakukan rukun-rukun sholat selain rukuk dan sujud, maka tidak diwajibkan atasnya kecuali hanya menghadap ke arah Kiblat pada saat takbiratul ihram saja dengan catatan kalau memang mudah.</p>
<p>Tetapi apabila menghadap Kiblat pada saat takbiratul ihram juga sulit, maka tidak ada kewajiban atasnya menghadap Kiblat dalam sholat. Adapun <em>musafir </em>yang berjalan kaki, maka ketika ia sholat sunah, ia berjalan dengan tidak menghadap Kiblat pada saat melakukan 4 (empat) rukun, yaitu berdiri, i’tidal, membaca tasyahud, dan salam.</p>
<p>Sedangkan ia harus menghadap Kiblat dalam 4 (empat) rukun lain, yaitu ketika takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan duduk antara dua sujud yang mana 4 rukun ini harus dilakukan secara sempurna, bukan hanya dengan cara berisyarat. Oleh karena itu, tidak cukup baginya berisyarat sebagai ganti dari rukuk dan sujud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html">Kondisi Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ketiga</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 01:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat Menutup aurat Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap. Syarat menutup aurat ini dibebankan atas musholli yang mampu menutupinya, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat</h2>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong> Menutup aurat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap.</p>
<p>Syarat menutup aurat ini dibebankan atas <em>musholli </em>yang mampu menutupinya, meskipun harus dengan cara meminjam atau menyewa. Oleh karena menutup aurat adalah syarat, maka apabila <em>musholli </em>sholat di tempat sepi dan gelap, padahal ia mampu menutup aurat, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam menutup aurat, hal yang wajib adalah menutupinya agar tidak terlihat dari arah atas dan samping. Oleh karena itu, apabila aurat <em>musholli </em>terlihat olehnya sendiri atau oleh yang lainnya dari sisi kerah baju, mungkin karena saking lebarnya, saat ia rukuk atau sujud, maka sholatnya batal, meskipun auratnya tidak terlihat secara nyata. Begitu juga, apabila bagian bawah baju itu pendek, sekiranya ketika <em>musholli </em>rukuk maka bagian bawah baju tersebut naik, kemudian aurat terlihat, maka sholatnya pun juga batal ketika <em>musholli </em>tidak segera menutupnya sebelum rukuk.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat" href="https://belajarsholat.com/2162-hukum-baju-sempit-yang-terlihat-lekuk-tubuh-untuk-sholat.html">Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat</a></p>
<h3>Adapun menutup aurat agar tidak terlihat dari arah bawah maka tidak wajib.</h3>
<p>Oleh karena itu, apabila <em>musholli </em>sholat di tempat yang tinggi, sedangkan di tempat bawah ada orang yang melihat auratnya dari sisi arah bawah, maka sholatnya tidak batal. Syibromalisi berkata dalam <em>Khasyiah ‘Ala </em><em>Nihayah Lir Romli</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli</em>, ketika sholat, untuk memakai baju yang paling bagus dari baju-baju yang ia miliki dan menambahinya dengan pakaian-pakaian lain yang biasa ia gunakan untuk berhias, meskipun lebih dari dua pakaian, dan mengenakan celana.</p>
<p>Diriwayatkan dari Malik bin Atahiah bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Sesungguhnya bumi memintakan ampunan untuk <em>musholli </em>yang mengenakan celana.” Penutup aurat yang lebih utama adalah dengan mengenakan baju gamis serta celana, kemudian baju gemis serta sarung, kemudian selendang.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
