<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belajar sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/belajar-sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 01:13:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>belajar sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sunah Hai-at Ketiga</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3946-sunah-hai-at-ketiga.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 01:04:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat rukun islam]]></category>
		<category><![CDATA[sujud sahwi]]></category>
		<category><![CDATA[sunah]]></category>
		<category><![CDATA[sunah ab'ad]]></category>
		<category><![CDATA[sunah hai'at]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3946</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sunah Hai-at Yang Ketiga dalam Sholat ‌‌‌ومنها جلوس استراحة ومحله بعد سجدة ثانية يقوم عنها للانباع لا بعد سجدة تلاوة قال الشرقاوي ويكره تطويله فوق الجلوس بين السجدتين ولا تبطل به الصلاة على المعتمد ويأتي به المأموم ندباً وإن تركه الإمام ولا يضر تخلفه لأن الشأن يسير وبه فارق ما لو تخلف للتشهد الأول فلو [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3946-sunah-hai-at-ketiga.html">Sunah Hai-at Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Sunah Hai-at Yang Ketiga dalam Sholat</h1>
<p class="arab">‌‌‌<span style="font-weight: 400;">ومنها جلوس استراحة ومحله بعد سجدة ثانية يقوم عنها للانباع لا بعد سجدة تلاوة قال الشرقاوي ويكره تطويله فوق الجلوس بين السجدتين ولا تبطل به الصلاة على المعتمد ويأتي به المأموم ندباً وإن تركه الإمام ولا يضر تخلفه لأن الشأن يسير وبه فارق ما لو تخلف للتشهد الأول فلو كان بطيء النهضة والإمام سريعها أو سریع بحيث يفوته بعض الفاتحة لو تأخر له جاز تخلفه </span><span style="font-weight: 400;">القراءة</span></p>
<ol start="3">
<li>
<h3>Duduk Istirahat. Waktu duduk istirahat adalah setelah sujud kedua dimana <em>musholli </em>hendakberdiri darinya, bukan setelah sujud tilawah. Kesunahan ini berdasarkan <em>ittibak </em>(mengikuti teladan Rasulullah).</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarqowi  mengatakan  bahwa  dimakruhkan  memperlama duduk istirahat melebihi lamanya duduk di antara dua sujud. Menurut  pendapat  <em>muktamad,  </em>sholat  tidak  menjadi  batal sebab memperlama duduk istirahat. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Tidak Mengusap Wajah" href="https://belajarsholat.com/3929-tidak-mengusap-wajah.html">Tidak Mengusap Wajah</a></p>
<p>Makmum disunahkan melakukan duduk istirahat meskipun imam  tidak  melakukannya.  Dihukumi  tidak  apa-apa  jika makmum tersebut <em>takholuf </em>(tidak mengikuti imam) karena duduk istirahat hanya dilakukan selama waktu yang sebentar. Dengan  alasan  ini,  dapat  dibedakan  antara  <em>takholuf  </em>dari imam dalam duduk istirahat dan <em>takholuf </em>dari imam dalam <em>tasyahud  awal</em>,  artinya,  apabila  imam  tidak  melakukan <em>tasyahud  awal</em>,  kemudian  makmum  melakukannya,  maka sholat   makmum   menjadi   batal   karena   <em>tasyahud   awal </em>dilakukan selama waktu yang lama.</p>
<p>Apabila makmum adalah  orang yang lamban bangun  dari duduk untuk berdiri,  sedangkan  imam  adalah  orang yang cepat bangun dari duduk untuk berdiri atau orang yang cepat bacaan   Fatihahnya   sekiranya   makmum   akan   terlewat sebagian dari Fatihahnya, maka apabila makmum terlambat mengikuti  imam maka  <em>takholuf  </em>dalam keadaan  seperti  ini dihukumi boleh.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3946-sunah-hai-at-ketiga.html">Sunah Hai-at Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebab Sujud Sahwi 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3868-sebab-sujud-sahwi-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 20:11:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Iima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun qouli]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat rawatib]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sujud sahwi]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3868</guid>

					<description><![CDATA[<p>2. Melakukan sesuatu yang dapat membatalkan jika sesuatu tersebut dilakukan secara sengaja dan tidak membatalkan jika sesuatu tersebut dilakukan secara lupa. Sebab kedua sujud sahwi adalah melakukan sesuatu yang membatalkan jika dilakukan secara sengaja dan tidak membatalkan jika dilakukan karena lupa, baik disertai tambahan sebab menambal rukun atau pun tidak disertai demikian, misalnya; memperlama melakukan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3868-sebab-sujud-sahwi-2.html">Sebab Sujud Sahwi 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>2. Melakukan sesuatu yang dapat membatalkan jika sesuatu tersebut dilakukan secara sengaja dan tidak membatalkan jika sesuatu tersebut dilakukan secara lupa.</h3>
<p>Sebab kedua sujud sahwi adalah melakukan sesuatu yang membatalkan jika dilakukan secara sengaja dan tidak membatalkan jika dilakukan karena lupa, baik disertai tambahan sebab menambal rukun atau pun tidak disertai demikian, misalnya; memperlama melakukan rukun qosir (i’tidal) yang tidak dianjurkan untuk diperlama, memperlama duduk antara dua sujud, berbicara sedikit atau makan sedikit karena lupa, menambahi rakaat karena lupa, atau melakukan salam tidak sesuai dengan tempatnya. Yuk baca juga tentang <a title="Bacaan Sujud Sahwi yang Shahih" href="https://belajarsholat.com/2918-bacaan-sujud-sahwi-yang-shahih.html">Bacaan Sujud Sahwi yang Shahih</a></p>
<h3>3. Memindah rukun qouli</h3>
<p>Sebab sujud sahwi ketiga adalah memindah rukun atau lainnya yang qouli atau sebagiannya, meskipun secara sengaja, tidak sesuai pada tempatnya, yang mana memindahnya tersebut tidak membatalkan. Misalnya; membaca al-Fatihah atau Surat Ikhlas atau sebagian dari keduanya di saat duduk dengan berniat qiroah.</p>
<p>Dikecualikan adalah beberapa bacaan tasbih, maka menurut pendapat muktamad tidak perlu sujud sahwi sebab memindah mereka di tempat yang tidak sesuai meskipun secara sengaja karena semua sholat menerima bacaan-bacaan tasbih ketika tidak ada larangan membacanya di bagian sholat tertentu. Berbeda dengan bacaan Fatihah, maka dilarang membacanya di bukan tempatnya.</p>
<p>Mengecualikan dengan keterangan yang telah disebutkan di atas adalah memindah rukun fi’li, salam, dan takbiratul ihram secara sengaja, misalnya; musholli bertakbir untuk yang kedua kali dengan memaksudkan takbiratul ihram maka demikian ini dapat membatalkan sholat sebab orang yang telah mengawali sholat satu, kemudian ia mengawali sholat lain, maka sholat yang pertama dihukumi batal. Dari sini, dapat diketahui perbedaan antara mengapa memindah rukun qouli tidak membatalkan sholat sedangkan memindah rukun fi’li dapat membatalkannya, yaitu karena memindah rukun qouli tidak merubah hai-ah(pertingkah) sholat sedangkan memindah rukun fi’li menyebabkan merubah hai-ah-nya.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3868-sebab-sujud-sahwi-2.html">Sebab Sujud Sahwi 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumakninah dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3864-tumakninah-dalam-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 19:54:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tumakninah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkara-perkara yang Berhubungan dengan Tumakninah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan tumakninah. Rukun-rukun sholat, seperti yang telah disebutkan, ada 17 rukun. Dari 17 rukun ini, ada 4 rukun yang diwajibkan tumakninah di dalamnya. Rukun 4 tersebut adalah: 1. Rukuk 2. I’tidal Rukuk dan i’tidal merupakan dua rukun yang diistimewakan untuk umat Muhammad. Begitu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3864-tumakninah-dalam-sholat.html">Tumakninah dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Perkara-perkara yang Berhubungan dengan Tumakninah</h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan tumakninah.</p>
<p>Rukun-rukun sholat, seperti yang telah disebutkan, ada 17 rukun. Dari 17 rukun ini, ada 4 rukun yang diwajibkan tumakninah di dalamnya. Rukun 4 tersebut adalah:</p>
<h4>1. Rukuk</h4>
<h4>2. I’tidal</h4>
<p>Rukuk dan i’tidal merupakan dua rukun yang diistimewakan untuk umat Muhammad. Begitu juga, membaca amin di belakang imam sholat merupakan keistimewaan bagi umat Muhammad, seperti yang dikatakan oleh Syaubari.</p>
<p>Adapun Firman Allah ta’ala, “Hai Maryam, berqunutlah kepada Tuhan-mu. Bersujud-lah dan rukuk-lah bersama hamba- hamba yang rukuk,” maka yang dimaksud dengan rukuk dalam ayat ini adalah khusyuk, dan yang dimaksud dengan sujud dalam ayat ini adalah sholat, seperti Firman Allah, “Dan sucikanlah Allah di sebagian dari malam dan setelah sujud (sholat)”, dan yang dimaksud dengan qunut dalam ayat tersebut adalah selalu taat kepada Allah, seperti Firman-Nya, “(Apakahkamu hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang qunut (selalu taat) di waktu-waktu malam dengan sujuddan berdiri,”. Baca juga artikel tentang <a title="Tumakninah dalam rukuk" href="https://belajarsholat.com/3729-tumakninah-dalam-rukuk.html">Tumakninah dalam rukuk</a></p>
<h4>3. Sujud</h4>
<h4>4. Duduk antara dua sujud</h4>
<p>Kemudian Mushonnif menjelaskan tentang pengertian tumakninah itu sendiri. Ia berkata; “ Tumakninah adalah tenang setelah bergerak &#8230;,” Maksudnya, tenangnya anggota-anggota tubuh setelah pergerakan naik turun mereka. Apabila Mushonnif berkata, “ Tumakninah adalah tenang di antara dua pergerakan,” maka perkataannya akan lebih jelas. “</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3864-tumakninah-dalam-sholat.html">Tumakninah dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diam Dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3844-diam-dalam-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 01:49:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[makruh sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat 5 waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu makruh]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu-waktu diam (saktah) di dalam Sholat Fasal ini menjelaskan tentang saktah (diam) dalam sholat. Saktah termasuk salah satu sunah hai-ah. Saktah yang disunahkan dalam sholat ada 6 (enam). Semua saktah dalam sholat sangatlah sebentar seukuran membaca &#8216;subhanallah&#8217; Dikecualikan yaitu saktah antara membaca ﺁﻣﲔ dan Surat, maka bagi imam sholat jahriah, lama saktah yang ia lakukan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3844-diam-dalam-sholat.html">Diam Dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Waktu-waktu diam (saktah) di dalam Sholat</h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang saktah (diam) dalam sholat. Saktah termasuk salah satu sunah hai-ah.</p>
<p>Saktah yang disunahkan dalam sholat ada 6 (enam). Semua saktah dalam sholat sangatlah sebentar seukuran membaca &#8216;subhanallah&#8217; Dikecualikan yaitu saktah antara membaca ﺁﻣﲔ dan Surat, maka bagi imam sholat jahriah, lama saktah yang ia lakukan adalah seukuran makmum membaca Fatihah secara sedang dan biasa, bukan seukuran membaca ‘subhanallah&#8217;</p>
<p>Pada saat itu, artinya pada saat makmum membaca Fatihah, imam disunahkan membaca Fatihah atau berdoa dengan pelan, tetapi yang lebih utama baginya adalah membaca Fatihah secara pelan.</p>
<p>Dengan demikian, arti diam bagi imam pada saat makmum membaca Fatihah adalah tidak mengeraskan. Jika arti diam tidak demikian maka sudah barang tentu tidak dianjurkan diam dengan arti sebenarnya dalam sholat. Ibnu Hajar mengatakan, “Diamnya imam pada saat itu adalah ketika ia tidak tahu kalau makmum telah membaca Fatihah.” yuk baca juga artikel <a title="Bacaan Surah Sholat Ashar" href="https://belajarsholat.com/1296-bacaan-surah-sholat-ashar.html">Bacaan Surah Sholat Ashar</a></p>
<h3>1. Saktah antara Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah</h3>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.</p>
<p>Doa iftitah sangatlah banyak, di antaranya adalah;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3845" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive-300x69.jpg" alt="" width="300" height="69" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive-300x69.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive-1024x237.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive-768x178.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive-750x174.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234531_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Aku menghadapkan diriku kepadaDzat yang telah menciptakan langit-langit dan bumi. Aku menghadap kepada-Nya sebagai hamba yang lurus dan pasrah.  Dan aku bukanlah termasuk golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya milikAllah Yang Merajai seluruh alam semesta. Tidakada sekutu baginya. Dengan itulah aku diperintahkan dan aku termasuk dari kaum muslimin.</p>
<p>Termasuk doa iftitah adalah;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3846" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive-300x44.jpg" alt="" width="300" height="44" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive-300x44.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive-1024x150.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive-768x112.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive-750x110.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234548_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Segalapujian hanya milikAllah dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi.</p>
<p>Termasuk doa iftitah adalah;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3847" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive-300x44.jpg" alt="" width="300" height="44" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive-300x44.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive-1024x150.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive-768x112.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive-750x110.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234554_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Maha Suci Allah. Segalapujian hanya milikAllah. Tidakada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar.</p>
<p>Termasuk doa iftitah adalah;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3848" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive-300x44.jpg" alt="" width="300" height="44" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive-300x44.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive-1024x150.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive-768x112.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive-750x110.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234615_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Allah Maha Besar. Segalapujian hanya milikAllah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktupagi dan sore.</p>
<p>Termasuk doa iftitah adalah;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3849" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive-300x44.jpg" alt="" width="300" height="44" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive-300x44.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive-1024x151.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive-768x113.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive-750x110.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234622_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ya Allah. Jauhkanlah jarak antaraku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah. Bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah. Basuhlah aku dengan air, es, dan embun.</p>
<p>Dengan doa iftitah manapun, musholli telah menghasilkan asal kesunahan, Disunahkan menggabung doa-doa iftitah di atas bagi musholli yang sholat sendirian atau munfarid atau bagi imam yang para makmumnya terbatas jumlahnya dan yang ridho diperlama sholatnya, berbeda dengan pendapat Adzrui. Munfarid atau imam tersebut menambahi bacaan doa iftitah dengan bacaan berikut:</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-3850" src="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive-300x108.jpg" alt="" width="300" height="108" srcset="https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive-300x108.jpg 300w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive-1024x370.jpg 1024w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive-768x277.jpg 768w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive-750x271.jpg 750w, https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot_20241012_234639_Drive.jpg 1080w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Ya Allah. Engkau adalah Raja. Tidak ada tuhan selain Engkau. Ya Tuhan-ku. Aku adalah hamba-Mu. Aku telah menganiaya diriku sendiri. Aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosa karena sesungguhnya tidakada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Tunjukkanlah aku pada akhlak-akhlak yang paling baikkarena sesungguhnya tidakada yang bisa menunjukkan ke akhlak-akhlak yang paling baikkecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari akhlak-akhlak yang buruk karena sesungguhnya tidakada yang bisa menjauhkan darinya kecuali Engkau. Aku sambut panggilan-Mu dengan setia siap menerima perintah-Mu. Seluruh kebaikan ada di kuasa-Mu dan seluruh keburukan bukanlah disandarkan kepada-Mu. Maha Mulia Engkau. Ya Tuhan-ku. MahaLuhur Engkau. Hanya milik-Mu segalapujian sesuai dengan apa yang telah Engkau kehendaki. Aku meminta ampunan dari-Mu. Dan aku bertaubat kepada-Mu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perkataan “seluruh keburukan bukanlah disandarkan kepada-Mu” berarti bahwa tidak ada keburukan yang dapat digunakan untuk mendekat kepada-Mu. Menurut qil, perkataan tersebut berarti bahwa keburukan tidak semata-mata disandarkan kepada-Mu dan hanya ucapan yang baik dan amal yang sholih yang akan naik ke hadapan-Mu. Menurut qil, perkataan tersebut berarti bahwa tidak ada keburukan yang dinisbatkan kepada-Mu karena sesungguhnya Engkau telah menciptakan keburukan karena ada hikmah besar dibaliknya, tetapi keburukan tersebut hanyalah dinisbatkan kepada para makhluk-Mu. Demikian ini dikutip oleh Suwaifi dariMughni al-Khotib.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3844-diam-dalam-sholat.html">Diam Dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lanjutan Waktu Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3841-lanjutan-waktu-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 23:22:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar islam]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Haram shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Islam yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat 5 waktu]]></category>
		<category><![CDATA[shalat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sholat makruh]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu haram shalat]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3841</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keharaman waktu Sholat Selain Di Mekkah 3. Waktu di saat kuning-kuning matahari masih terjadi sampai matahari betul-betul terbenam karena memang adanya larangan melakukan sholat pada waktu tersebut. Hasan al- Baghowi berkata dalam kitab al-Mashobih bahwa Utbah bin Amir berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melarang kita melakukan sholat dan mengubur mayit di 3 (tiga) waktu, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3841-lanjutan-waktu-sholat.html">Lanjutan Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Keharaman waktu Sholat Selain Di Mekkah</h2>
<h4>3. Waktu di saat kuning-kuning matahari masih terjadi sampai matahari betul-betul terbenam</h4>
<p>karena memang adanya larangan melakukan sholat pada waktu tersebut. Hasan al- Baghowi berkata dalam kitab al-Mashobih bahwa Utbah bin Amir berkata, “Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melarang kita melakukan sholat dan mengubur mayit di 3 (tiga) waktu, yaitu ketika matahari terbit sampai naik (setinggi satu tombak), ketika matahari di tengah langit (istiwak) sampai ia tergelincir (zawal), dan ketika matahari hampir terbenam sampai benar-benar terbenam.” Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim.</p>
<h4>4. Waktu setelah melaksanakan sholat Subuh,</h4>
<p>yaitu bagi orang yang melaksanakan sholat Subuh secara adak yang tidak perlu menqodho. Apabila sholat Subuh yang ia laksanakan adalah sholat Subuh qodho atau sholat Subuh adak tetapi masih wajib mengqodhonya, seperti sholat Subuh yang dilaksanakan oleh orang yang bertayamum di tempat yang pada umumnya ada air, maka tidak haram baginya sholat setelah sholat Subuh, bahkan baginya sholat sunah mutlak pun sah dilakukan setelah sholat Subuh.</p>
<p>Keharaman sholat setelah sholat Subuh adalah sampai matahari terbit dan naik setinggi satu tombak karena keharaman dari segi perbuatan terus berlangsung sampai matahari naik, tetapi keharaman dari segi perbuatan hanya berlaku sebelum matahari terbit saja. Adapun setelah terbit, maka keharamannya adalah dari segi waktu atau zaman.</p>
<h4>5. Setelah melaksanakan sholat Ashar,</h4>
<p>yaitu bagi orang yang melaksanakan sholat Ashar secara adak yang tidak perlu menqodho. Apabila sholat Ashar yang ia laksanakan adalah sholat Ashar qodho atau sholat Ashar adak tetapi masih wajib mengqodhonya, seperti sholat Ashar yang dilaksanakan oleh orang yang bertayamum di tempat yang pada umumnya ada air, maka tidak haram baginya sholat setelah sholat Ashar, bahkan sholat sunah mutlak pun sah, seperti yang dijelaskan dalam sholat Subuh.</p>
<p>Hukum sholat yang dilaksanakan setelah sholat Ashar adalah haram dan tidak sah, meskipun sholat Ashar-nya dijamakkan secara jamak takdim, seperti seseorang mendahulukan pelaksanakan sholat Ashar dan menjamaknya secarajamak takdim dengan sholat Dzuhur. Oleh karena inilah, di kalangan ulama Syafiiah terdapat suatu ungkapan, “Seseorang dimakruhkan baginya sholat sunah setelah tergelincirnya matahari dan sebelum panjang bayangan suatu benda sama dengan panjang benda tersebut.”</p>
<p>Keharaman sholat setelah sholat Ashar adalah sampai tenggelam matahari. Batasan sampai tenggelam matahari ini mencakup juga waktu di saat nampaknya kuning-kuning sorot matahari karena keharaman sholat yang berhubungan dengan perbuatan akan terus berlangsung sampai tenggelam matahari meskipun setelah terlewatnya kuning-kuning sorot matahari yang keharaman tersebut disertai atau bersamaan dengan keharaman yang berhubungan dengan zaman/waktu.</p>
<p>Larangan sholat setelah sholat Subuh dan Ashar adalah berdasarkan sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama, “Janganlah kalian sholat setelah sholat Subuh sampai matahari naik dan setelah sholat Ashar sampai matahari tenggelam.”</p>
<p>Kesimpulannya adalah bahwa dari 5 (lima) waktu ini, ada 3 (tiga) waktu yang larangan sholatnya berhubungan dengan waktu, yaitu ketika terbit matahari, ketika istiwak, dan ketika kuning sorot matahari.</p>
<p>Dan terkadang larangan sholat pada saat terbit matahari dan kuning sorot matahari juga berhubungan dengan perbuatan (sholat). Baca juga artikel tentang <a title="Makruh-makruh Sholat" href="https://belajarsholat.com/3695-makruh-makruh-sholat.html">Makruh-makruh Sholat</a></p>
<p>Terkadang larangan sholat yang berhubungan dengan waktu dan juga perbuatan terjadi secara bersamaan bagi orang yang melakukan sholat fardhu sedangkan waktu telah memasuki waktu larangan, seperti ada musholli sholat Subuh di saat matahari terbit atau ia sholat Ashar di saat matahari menguning, maka haram baginya sholat sunah pada saat demikian dimana larangan keharaman tersebut dari segi perbuatan dan juga waktu.</p>
<p>Adapun larangan nomer [4] dan [5], yaitu setelah sholat Subuh dan sholat Ashar maka larangan sholat hanya berhubungan dengan perbuatan saja.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3841-lanjutan-waktu-sholat.html">Lanjutan Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Dalam Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 19:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[haram sujud]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3789</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kewajiban-kewajiban Dalam Sujud Fasal ini menjelaskan tentang hal-hal yang wajib dalam Sujud. Sujud menurut bahasa memiliki arti condong. Syarat-syarat sujud ada 7 (tujuh), bahkan lebih banyak, yaitu; Bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh. Syarat sujud pertama adalah bahwa sujud dilakukan dengan bertumpu pada 7 (tujuh) anggota tubuh, artinya 7 anggota ini harus menempel di [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html">Kewajiban Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kewajiban-kewajiban Dalam Sujud </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang hal-hal yang wajib dalam Sujud. Sujud menurut bahasa memiliki arti <em>condong. </em>Syarat-syarat sujud ada 7 (tujuh), bahkan lebih banyak, yaitu;</p>
<ol>
<li>
<h3>Bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh.</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud pertama adalah bahwa sujud dilakukan dengan bertumpu pada 7 (tujuh) anggota tubuh, artinya 7 anggota ini harus menempel di atas lantai atau tempat sholat. Dasar syarat ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Saya diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh, yaitu [1] dahi, [2 dan 3] kedua tangan, [4 dan 5] kedua lutut, [6 dan 7] ujung jari-jari kaki (kiri dan kanan), dan aku tidak mengumpulkan pakaian dan rambut.” Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim</p>
<p>Baca juga artikel tentang <a title="Tumakninah Dalam Sujud" href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a></p>
<ol start="2">
<li>
<h2>Dahi Terbuka</h2>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah dahi terbuka kecuali apabila ada <em>udzur</em>, seperti adanya rambut yang tumbuh di atas dahi atau perban yang terbalut karena sakit sekiranya tidak memungkinkan untuk melepasnya. Apabila perban dipasang saat kondisi suci dari hadas dan dibawahnya tidak ada najis yang tidak di<em>ma’fu </em>maka tidak perlu mengulangi sholat. Sebaliknya, jika perban dipasang saat kondisi hadas atau di bawahnya ada najis yang tidak di<em>ma’fu </em>maka wajib mengulangi sholatnya. Lubang yang terbuka pada dahi dimana asalnya tertutup harus ditutupi.</p>
<p>Apabila pada dahi terdapat kulit kering hingga tidak dapat merasa jika disentuh maka sujud bertumpu padanya dihukumi sah dan tidak dituntut untuk menghilangkan kulit mati tersebut meskipun tidak ada kesulitan untuk menghilangkannya.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3>Menekan Dahi</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah menekan dahi saja dengan kepala, bukan menekan anggota-anggota sujud lain. Pengertian menekan disini adalah sekiranya berat kepala mengenai tempat sujud.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3>Tidak Menyengaja Selain Sujud</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah bahwa <em>Orang yang sholat </em>turun untuk bersujud dengan menyengaja melakukan sujud. Oleh karena ituapabila <em>Orang yang sholat </em>merasa kaget hingga ia bersujud maka sujudnya tidak sah dan ia harus kembali mengulanginya.</p>
<p>Lafadz ’ dengan <em>dhommah </em>dan <em>fathah </em>pada huruf <em>haa</em> berartii <em>jatuh dari atas ke bawah</em>. Adapun apabila dengan <em>dhommah </em>saja maka berarti naik. Demikian disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em></p>
<ol start="5">
<li>
<h3>Tidak bersujud di atas benda yang <em>muttasil</em> yang ikut bergerak</h3>
</li>
</ol>
<p>karena gerakan <em>Orang yang sholat </em>saat berdiri. Apabila <em>Orang yang sholat </em>sholat dengan duduk, kemudian ia bersujud di atas benda yang tidak bergerak karena gerakannya saat duduk, akan tetapi benda tersebut akan bergerak andai ia sholat dengan berdiri maka tidak sah sujudnya. Termasuk benda yang <em>muttasil </em>yang bergerak karena gerakan <em>Orang yang sholat </em>adalah bagian tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, tidak sah bersujud di atas tangannya.</p>
<p>Adapun benda yang <em>munfasil,</em> seperti kayu atau sapu tangan di tangannya maka sah sujud di atasnya karena benda-benda tersebut tidak dianggap <em>muttasil </em>menurut <em>‘urf</em>. Begitu juga, ujung serban yang panjang sekali dihukumi sebagai benda yang <em>munfasil </em>sekiranya tidak ikut bergerak karena gerakan <em>Orang yang sholat</em>.</p>
<p>Yuk subcribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html">Kewajiban Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Wajib Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 08:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sifat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[syarat]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3692</guid>

					<description><![CDATA[<p>B. Syarat-syarat Wajib Sholat Sholat diwajibkan atas orang-orang yang memiliki sifat-sifat 6 (enam) berikut; Islam Syarat wajib sholat yang pertama adalah Islam, meskipun keislamannya telah berlalu, seperti orang murtad. Oleh karena itu, sholat tidak diwajibkan atas orang kafir asli dengan kewajiban adanya siksa kelak di akhirat baginya karena meninggalkan sholat. Ketika kafir asli telah masuk [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html">Syarat Wajib Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>B. Syarat-syarat Wajib Sholat </strong></h3>
<p>Sholat diwajibkan atas orang-orang yang memiliki sifat-sifat 6 (enam) berikut;</p>
<ol>
<li>
<h3><strong> Islam </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang pertama adalah Islam, meskipun keislamannya telah berlalu, seperti orang murtad. Oleh karena itu, sholat tidak diwajibkan atas orang kafir asli dengan kewajiban adanya siksa kelak di akhirat baginya karena meninggalkan sholat. Ketika kafir asli telah masuk Islam, maka ia tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat yang telah ia tinggalkan selama kekufurannya, bahkan apabila ia meng<em>qodho</em>nya, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Adapun orang murtad maka wajib atasnya meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan selama murtad, bahkan sholat yang ia tinggalkan saat ia mengalami gila di waktu kemurtadannya, bukan pada saat ia mengalami haid dan nifas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong> Baligh </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang kedua adalah baligh, baik baligh dengan usia, atau mimpi basah, atau haid.</p>
<p>Oleh karena itu, sholat tidak diwajibkan atas anak kecil. Ketika anak kecil telah baligh, maka ia tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat, tetapi ia disunahkan meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan selama masa <em>tamyiz </em>hingga masa baligh, bukan meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan sebelum masa <em>tamyiz </em>karena meng<em>qodho</em>nya hukumnya haram, bahkan apabila ia meng<em>qodho</em>nya maka sholatnya tidak sah, berbeda dengan kesalah pahaman para sufi yang bodoh, seperti yang dikatakan oleh Abdul Karim.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui" href="https://belajarsholat.com/265-syarat-syarat-sah-sholat-yang-wajib-diketahui.html">Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui</a></p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong> Berakal </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang ketiga adalah berakal. Oleh karena itu, apabila orang gila telah sadar akalnya makaia tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan selama masa gila, kecuali apabila ia mengalami gila dalam kondisi murtad atau apabila penyakit gila yang ia alami terjadi karena kecerobohan maka ia wajib meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan pada saat gila tersebut. Begitu juga, ketika orang ayan telah sadar akalnya maka ia tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat yang ia tinggalkan selama masa ayan, kecuali apabila ayannya terjadi karena kecerobohan maka ia berkewajiban meng<em>qodho</em>. Akan tetapi, apabila penyakit gila dan ayan terjadi bukan karena kecerobohan maka tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat, tetapi menurut pendapat <em>mu’tamad </em>disunahkan mengqodho-nya.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong>Memiliki Indera Pendengar dan Penglihatan yang Sehat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang keempat adalah memiliki inder pendengar dan penglihatan yang sehat. Oleh karena itu, sholat tidak diwajibkan atas orang yang terlahir sudah dalam kondisi menderita</p>
<p>tuli atau buta, meskipun ia masih bisa berbicara. Kelak apabila penyakit tuli atau butanya telah sembuh maka ia tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat.</p>
<ol start="5">
<li>
<h3><strong> Kesampaian Dakwah Islamiah </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang kelima adalah kesampaian dakwah Islam. Oleh karena itu, sholat tidak diwajibkan atas orang yangbelum menerima atau belum kesampaian dakwah Islam. Namun, apabila ia telah masuk Islam maka ia diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat, demikian dikatakan oleh Syabromalisi.</p>
<ol start="6">
<li>
<h3><strong> Suci dari Haid dan Nifas </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat wajib sholat yang keenam adalah suci dari haid dan nifas. Oleh karena itu, perempuan haid dan nifas tidak diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat, meskipun pada saat haid atau nifas mengalami murtad, tetapi disunahkan meng<em>qodho</em>nya. Muhammad al-Baqri berkata, “Apabila perempuan haid dan nifas hendak meng<em>qodho </em>(sholat yang ia tinggalkan selama masa haid dan nifas) maka sholatnya sah dan makruh.”</p>
<p>Ketika <em>al-mawanik</em>6 telah hilang dari diri seseorang, sedangkan waktu sholat masih menyisakan waktu yang memuat untuk membaca <em>takbiratul ihram </em>maka wajib atasnya meng<em>qodho </em>sholat tersebut dan sholat sebelumnya jika memang kedua sholat itu bisa dijamakkan.</p>
<h3><strong>Contoh: </strong></h3>
<p>Ada seorang perempuan mengalami haid dari pagi hari. Waktu Dzuhur berakhir pada jam 15.00 WIB. Kemudian haidnya berhenti pada jam 15.00 WIB kurang setengah menit. Maka ia wajib meng<em>qodho </em>sholat Dzuhur karena waktu setengah menit masih muat untuk membaca <em>takbiratul ihram</em> Ada seorang perempuan mengalami haid dari pagi hari. Waktu Ashar berakhir pada jam 18.00 WIB. Kemudian haidnya berhenti pada jam 18.00 WIB kurang setengah menit. Maka ia wajib meng<em>qodho </em>sholat Ashar, dan juga sholat Dzuhur, karena waktu setengah menit masih cukup untuk membaca <em>takbiratul ihram </em>dan karena sholat Ashar dapat dijamakkan dengan sholat Dzuhur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html">Syarat Wajib Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengilmui Tentang Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3668-mengilmui-tentang-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jul 2024 02:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmui sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tentang sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3668</guid>

					<description><![CDATA[<p>3 syarat sah nya sholat yaitu : Mengetahui Kefardhuan Sholat Syarat sah sholat yang keenam adalah mengetahui kefardhuan sholat sekiranya musholli mengetahui kalau sholat yang difardhukan itu adalah fardhu. Syarat ini berlaku bagi musholli yang ‘aami atau bukan ‘aami. Syarqowi mengatakan, “Mengetahui kefardhuan adalah syarat setiap ibadah. Oleh karena itu, lebih baik tidak perlu menyebutkan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3668-mengilmui-tentang-sholat.html">Mengilmui Tentang Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>3 syarat sah nya sholat yaitu :</h2>
<ol start="6">
<li>
<h3><strong> Mengetahui Kefardhuan Sholat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang keenam adalah mengetahui kefardhuan sholat sekiranya <em>musholli </em>mengetahui kalau sholat yang difardhukan itu adalah fardhu. Syarat ini berlaku bagi <em>musholli </em>yang <em>‘aami </em>atau bukan <em>‘aami</em>. Syarqowi mengatakan, “Mengetahui kefardhuan adalah syarat setiap ibadah. Oleh karena itu, lebih baik tidak perlu menyebutkan perihal mengetahui kefardhuan termasuk sebagai salah satu syarat sholat.”</p>
<p><strong> Baca juga tentang <a title="Sunnah-sunnah pada Sholat" href="https://belajarsholat.com/3562-sunnah-sunnah-pada-sholat.html">Sunnah-sunnah pada Sholat</a></strong></p>
<ol start="7">
<li>
<h3><strong> Tidak Meyakini Fardhu-fardhu Sholat sebagai Kesunahan </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang ketujuh adalah <em>musholli </em>tidak meyakini perkara yang fardhu ain dari fardhu-fardhu sholat sebagai perkara yang sunah. Syarat ini berlaku bagi <em>musholli </em>yang ‘<em>aami</em>, yaitu orang yang belum mengetahui satu pemahaman (fiqih) yang dapat ia gunakan untuk mengetahui pemahaman-pemahaman (fiqih) lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="8">
<li>
<h3><strong> Menjauhi Perkara-perkara yang Membatalkan Sholat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang kedelapan adalah menghindari perkara-perkara yang dapat membatalkan sholat, seperti; memanjangkan rukun yang pendek secara sengaja dan perkara- perkara lain yang akan dijelaskan nanti, <em>insya Allah</em>, dalam keterangan <em>Mushonnif</em>. Adapun <em>mushonnif </em>tidak menyebutkan Islam dan Tamyiz sebagai termasuk syarat-syarat sah sholat karena keduanya telah diketahui dalam bagian syarat <em>suci dari dua hadas</em>, karena syarat bersuci adalah niat, sedangkan syarat niat adalah Islam dan <em>tamyiz. </em></p>
<p>Begitu juga, <em>tamyiz </em>dapat diketahui dari disyaratkannya mengetahui masuknya waktu sholat.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3668-mengilmui-tentang-sholat.html">Mengilmui Tentang Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suplemen Hati</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3386-suplemen-hati.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 04:16:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah hati]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Suplemen Hati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3386</guid>

					<description><![CDATA[<p>As-salâmu alan-nabiyyi shallallahu alayhi wa sallama wa &#8216;ala ibadillahish-shalihina ‌‌السلام على النبي صلى الله عليه وسلم وعلى عباد الله الصالحين ‌‌ثم شرع له أن يسلم على عباد الله الذين اصطفى بعد تقدم الحمد والثناء عليه بما هو أهله فطابق ذلك قوله تعالى: {قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى آَللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ} [النمل: [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3386-suplemen-hati.html">Suplemen Hati</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>As-salâmu alan-nabiyyi shallallahu alayhi wa sallama wa &#8216;ala ibadillahish-shalihina</strong></h2>
<p class="arab">‌‌السلام على النبي صلى الله عليه وسلم وعلى عباد الله الصالحين</p>
<p class="arab">‌‌ثم شرع له أن يسلم على عباد الله الذين اصطفى بعد تقدم الحمد والثناء عليه بما هو أهله فطابق ذلك قوله تعالى: {قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى آَللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ} [النمل: 59] وكأنه امتثال له.</p>
<p class="arab">‌‌وأيضًا فإن هذه تحية المخلوق فشرعت بعد تحية الخالق وقدم في هذه التحية أولى الخلق بها، وهو النبي صلى الله عليه وسلم الذي نالت أمته على يده كل خير، وعلى نفسه بعده، وعلى سائر عباد الله الصالحين وأخصهم بهذه التحية الأنبياء، ثم أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، مع عمومها لكل عبد لله صالح في الأرض والسماء</p>
<p>(Semoga Keselamatan Tetap Ter curahkan kepada Nabi shallallahu Alaihi Wa Sallam dan Hamba-hamba Allah yang Saleh). Setelah memanjatkan pujian dan sanjungan kepada Allah, disyariatkan untuk mengucapkan salam kepada para hamba Allah yang terpilih. Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,</p>
<p>Katakanlah, *Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan alas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya.&#8221; (an-Naml [27]: 59)</p>
<p>Seakan-akan perbuatan ini meniru kepada ayat di atas.</p>
<p>Selain itu, keselamatan itu juga merupakan penghormatan kepada sesama makhluk Oleh karenanya, peletakannya disyariat-kan setelah memberi penghormatan kepada Sang Pencipta.</p>
<p>Dalam penghormatan ini tetlebih dahulu diberikan kepada makhluk yang paling mulia yaitu nabi Muhammad yang lewat tangannya, para umatnya mendapatkan kebaikan, setelah itu baru dirinya sendiri.</p>
<p>Selanjutya penghormatan diberikan kepada hamba-hamba Allah yang saleh khusunya para nabi, dan setelah itu kepada para sahabat Nabi. Pengimormatan ini diberikan juga secara umum kepada setiap hamba Allah yang saleh, bail yang berada di bumi maupun di langit.</p>
<h1><strong>Suplemen Hati</strong></h1>
<p>Perbuatan dan ucapan hendaknya ini diulang-ulang karena ia adalah suplemen hati dan ruh yang mana keduanya tidak bisa berdiri tanpa suplemen itu. Dengan demikian mengulang-ulang hal tersebut sama seperti mengulang-ulang makanan hingga perut merasa kenyang dan mengulang-ulang minuman hingga tenggorokan terasa segar.</p>
<p>Jika seseorang yang lapar hanya makan sesuap makanan dan selebihnya dia tidak mau makan, apakah hal itu bisa mencukupi kebutuhannya? Baca Juga Artikel tentang : <a title="Sholat Berjamaah Berdua Posisi Imam dan Makmum" href="https://belajarsholat.com/2600-sholat-berjamaah-berdua-posisi-imam-dan-makmum.html">Sholat Berjamaah Berdua Posisi Imam dan Makmum</a></p>
<p>Oleh karenanya, sebagian ulama salaf mengatakan, &#8220;Perumpamaan orang yang shalat tetapi tidak thuma’ninah (tidak tenang) seperti halnya orang yang kelaparan dan hanya diberi satu atau dua suap.&#8221; Apakah hal itu bisa mencukupinya?</p>
<p>Demikianlah, setiap ucapan dan perbuatan yang diulang-ulang tergolong suatu ibadah dan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Melakukan yang kedua berarti secara tidak langsung menyukuri yang pertama, bahkan lebih dari itu.</p>
<p>Sedangkan makrifat, menghadapkan hati, menguatkan hati, lapangnya dada, menghilangkan kotoran dan noda-noda yang melekat dalam hati sama hanya seperti mencuci pakaian berulang melekat dalam hati sama halnya seperti mencuci pakaian berulang kali. Inilah penciptaan dan perintah Allah yang hikmah-Nya mampu menerangi akal dan dalil atas kesempurnaan kasih sayang dan kelembutan-Nya. Subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3386-suplemen-hati.html">Suplemen Hati</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan Takbiratul Ihram yang Benar dan Kesalahan-Kesalahan Saat Takbiratul Ihram</title>
		<link>https://belajarsholat.com/296-bacaan-takbiratul-ihram-yang-benar-dan-kesalahan-kesalahan-saat-takbiratul-ihram.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/296-bacaan-takbiratul-ihram-yang-benar-dan-kesalahan-kesalahan-saat-takbiratul-ihram.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2022 05:42:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[takbiratul ihram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Takbiratul Ihram Takbiratul ihram salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan, jika seseorang tanpa mengucapkan takbiratul ihram naka sholatnya tidak sah. Hal ini sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama, مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ “Kunci sholat adalah bersuci, pembatas antara sholat dan kegiatan lain adalah takbir, dan pemboleh [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/296-bacaan-takbiratul-ihram-yang-benar-dan-kesalahan-kesalahan-saat-takbiratul-ihram.html">Bacaan Takbiratul Ihram yang Benar dan Kesalahan-Kesalahan Saat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Takbiratul Ihram</strong></h2>
<p>Takbiratul ihram salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan, jika seseorang tanpa mengucapkan takbiratul ihram naka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Hal ini sebagaimana penjelasan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama,</p>
<p class="arab">مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ</p>
<p><em>“Kunci sholat adalah bersuci, pembatas antara sholat dan kegiatan lain adalah takbir, dan pemboleh untuk melakukan kegiatan di luar sholat adalah salam.</em>” HR. Abu Dawud 61. Imam an Nawawi rahimahullahu mengatakan, hadis ini hasan.</p>
<p>Takbiratul Ihram ini wajib diucapkan seseorang ketika mulai sholat, baik sholat sendiri maupun sholat jamaah, baik imam ataupun makmum, baik makmum itu mudrik yang tidak tertinggal rakaat sholat, ataupun makmum masbuk yang tertinggal sholat.</p>
<p>Hal ini apa yang disampaikan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam sebuah hadis,</p>
<p class="arab">إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا.. رواه مسلم (404) والنسائي (921)</p>
<p><em>“Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti. Ketika dia takbir, maka  bertakbirlah kalian dan ketika dia membaca, maka diamlah.”</em> HR. Muslim, (404) dan Nasa’I, (921)</p>
<p>Dari hadis diatas para ulama berkesimpulan bahwa takbiratul Ihram itu <a href="https://belajarsholat.com/rukun-sholat-yang-wajib-diketahui-biar-tidak-batal-sholatnya-214.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>rukun sholat</strong></a> yang wajib diucapkan, jika tidak terucapkan maka sholat seseorang tidaklah sah.</p>
<h3><strong>Bacaan Takbiratul Ihram</strong></h3>
<p class="arab">الله أكبر</p>
<p><strong>Allahu Akbar</strong><br />
<strong>Arti: Allah Maha Besar</strong></p>
<ul>
<li>Lafaz Allahu akbar, الله dengan huruf alif difathah dengan memendekkan bacaannya, huruf lam dengan tasydid dan dipanjangkan.</li>
<li>Lafaz Akbar, أكبر dengan alif fathah dengan bacaan pendek, dan huruf ب difathah dibaca pendek.</li>
</ul>
<h3><strong>Kesalahan Umum Saat Membaca Takbiratul Ihram</strong></h3>
<p>Banyak yang terjadi ditengah masyarakat mereka melakukan kesalahan-kesalahan fatal tatkala membaca <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener">takbiratul ihram</a>, diantaranya:</p>
<p><strong>Kesalahan Membaca Lafadz Takbiratul Ihram</strong></p>
<ol>
<li>Memanjangkan huruf Alif pada lafadz Allah.. menjadi Aallahu akbar أالله أكبر, sehingga merubah makna menjadi kalimat istifham, yang mempunyai arti, &#8220;Apakah Allah Maha Besar?&#8221;</li>
<li>Atau memanjangkan huruf Alif pada lafadz Akbar.. menjadi Allahu Aakbar الله أاكبر, sehingga merubah makna menjadi kalimat istifham, yang mempunyai arti, Allah Apakah Maha Besar?&#8221;</li>
<li>Bahkan ada yanng memanjangkan huruf ba&#8217;pada lafadz Akbar.. menjadi Allahu Akbaar الله أكبار, sehingga merubah makna menjadi kalimat الكَبر ج كِبَار و أكبَار : الطَبلُ, yang mempunyai arti bedug atau kendang. Subhanallah, Maha Suci Allah dari gelaran-gelaran buruk.</li>
</ol>
<p><strong>Kesalahan waktu mengucapkan Takbiratul Ihram</strong></p>
<ol>
<li>Tidak keluar suara ketika takbir, ataupun bibir tidak bergerak sama sekali.</li>
<li>Mendahului imam dalam takbiratul Ihram.</li>
<li>Menunda-nunda takbiratul ihram hingga imam pindah gerakan.</li>
</ol>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/296-bacaan-takbiratul-ihram-yang-benar-dan-kesalahan-kesalahan-saat-takbiratul-ihram.html">Bacaan Takbiratul Ihram yang Benar dan Kesalahan-Kesalahan Saat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/296-bacaan-takbiratul-ihram-yang-benar-dan-kesalahan-kesalahan-saat-takbiratul-ihram.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
