<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rukuk - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/rukuk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>rukuk - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saktah Antara Ruku&#8217;</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 19:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[I'tidal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun islam]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3862</guid>

					<description><![CDATA[<p>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang Syarat Wajib Sholat Nawawi berkata; Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu: 1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk</h3>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Syarat Wajib Sholat" href="https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html">Syarat Wajib Sholat</a></p>
<h3>Nawawi berkata;</h3>
<p>Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu:</p>
<p>1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah setelah bertakbiratul ihram untuk membaca doa iftitah. Pada saat saktah ini, hendaklah makmum segera bertakbiratul ihram.</p>
<p>2) Saktah pada saat imam telah selesai dari membaca Fatihah dengan saktah yang sangat sebentar di antara akhir Fatihah dan bacaan amin agar mengajarkan bahwa bacaan amin tidak termasuk bagian dari Surat Fatihah agar tidak terjadi kesalah pahaman kalau amin termasuk bagian darinya.</p>
<p>3) Saktah setelah membaca amin dengan saktah yang cukup lama, sekiranya lamanya saktah tersebut seukuran dengan lamanya makmum membaca Fatihah.</p>
<p>4) Saktah setelah selesai membaca suratan agar saktah tersebut memisahkan antara bacaan suratan dan takbir untuk turun melakukan rukuk.</p>
<p>Yuk subscrib <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keharaman Melaksanakan Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 23:50:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keharaman Melaksanakan Sholat Fasal ini menjelaskan tentang sholat yang diharamkan dari segi waktunya dan melakukannya. Baca juga artikel tentang Aurat Perempuan Amat Diharamkan melakukan sholat yang tidak memiliki sebab yang mendahuluinya atau menyertainya di selain tanah Haram Mekah pada saat 5 (lima) waktu, seperti yang akan disebutkan nanti. Sholat yang dilakukan pada 5 waktu ini dihukumi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html">Keharaman Melaksanakan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Keharaman Melaksanakan Sholat</h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang sholat yang diharamkan dari segi waktunya dan melakukannya. Baca juga artikel tentang <a title="Aurat Perempuan Amat" href="https://belajarsholat.com/3683-aurat-perempuan-amat.html">Aurat Perempuan Amat</a></p>
<p>Diharamkan melakukan sholat yang tidak memiliki sebab yang mendahuluinya atau menyertainya di selain tanah Haram Mekah pada saat 5 (lima) waktu, seperti yang akan disebutkan nanti. Sholat yang dilakukan pada 5 waktu ini dihukumi tidak sah dan musholli yang melakukannya tidak dihukumi kufur.</p>
<p>Sholat-sholat yang diharamkan dilakukan di 5 (lima) waktu ini adalah</p>
<h3>sholat-sholat yang tidak memiliki sebab,</h3>
<p>sekiranya sholat- sholat tersebut memang tidak memiliki sebab sama sekali, seperti sholat sunah mutlak, atau memiliki sebab yang belakangan (bukan mendahului dan menyertai sholat), seperti sholat Ihram, sholat Istikhoroh, yaitu sholat mencari kebaikan perkara dunia dan akhirat, sholat ketika hendak bepergian, sholat ketika keluar dari rumah dan ketika berperang, dan sholat taubat.</p>
<h4>Berbeda dengan sholat yang memiliki sebab yang mendahului,</h4>
<p>maka tidak diharamkan melakukannya di 5 (lima) waktu ini nanti, seperti sholat faitah (sholat hutang) karena sebabnya telah terjadi di waktu lampau, baik sholat faitah tersebut sunah atau wajib, karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama melakukan sholat 4 (empat) rakaat setelah sholat Ashar dan berkata, “Dua sholatan (4 rakaat) ini adalah dua sholat sunah setelah sholat Dzuhur.” Sama seperti sholat faitah adalah sholat mandzuroh (yang dinadzarkan), sholat mu’adah, sholat jenazah, sholat sujud tilawah, dan sholat sujud syukur.</p>
<p>Berbeda juga dengan sholat yang memiliki sebab yang menyertainya maka tidak diharamkan dilakukan di 5 (lima) waktu ini nanti, seperti sholat istisqo, sholat gerhana, karena sebab keduanya, yaitu kekurangan air dan perubahan bulan dan matahari, selalu terjadi bersamaan dengan sholat. Oleh karena itu wajib melakukan takbiratul ihram di saat gerhana masih berlangsung. Apabila gerhana telah hilang maka tidak sah takbiratul ihramnya. Pengertian muqoronah atau sebab yang menyertai adalah jatuhnya takbiratul ihram di saat sebab atau faktor yang menganjurkan sholat masih terjadi, meskipun di tengah-tengah sebab tersebut.</p>
<p>Apabila yang dimaksud dengan muqoronah adalah terjadinya takbiratul ihram dan sebab sholat dalam satu titik waktu yang sama dari segi permulaan maka sudah barang tentu sholat gerhana termasuk sholat yang sebabnya mendahului, karena tidak boleh bertakbiratul ihram sholat kecuali setelah permulaan sebab. Oleh karena alasan ini, ada sebagian ulama yang memasukkan sholat gerhana sebagai salah satu contoh dari sholat yang sebabnya mendahului, bukan menyertai.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3830-keharaman-melaksanakan-sholat.html">Keharaman Melaksanakan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan Ketika Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah Tasydid dalam Bacaan Tasyahud Fasal ini menjelaskan tentang jumlah tasydid dalam bacaan tasyahud dan tempat-tempatnya. Tasydid-tasydid tasyahud ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan tasyahud yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  tasyahud  awal  tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Jumlah</strong> <strong><em>Tasydid </em></strong><strong>dalam</strong> <strong>Bacaan</strong> <strong>Tasyahud</strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang jumlah <em>tasydid </em>dalam bacaan <em>tasyahud </em>dan tempat-tempatnya.</h3>
<p><em>Tasydid-tasydid</em> <em>tasyahud</em> ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  <em>tasyahud  awal  </em>tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling minimal, yaitu bacaan yang wajib dalam duduk akhir dan disunahkan sujud sahwi apabila ditinggalkan dalam duduk <em>tasyahud awal</em>.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Tasyahud Akhir Sholat" href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a></p>
<p>Romli  berkata  dalam  kitab  <em>Syarah  Minhaj,  </em>“Yang  lebih   utama  adalah  menambahi  lafadz ‘ﺍﻟﺴَﻴﱢﺪ’ karena  mengikuti  perintah.   Selain itu menambahi berita yang sesuai dengan kenyataan termasuk   salah satu sikap beradab. Oleh karena itu menambahi lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’ adalah lebih utama daripada tidak menambahinya.”</p>
<p>Suhaimi juga berkata, “Mengikuti perintah tidakbisa disebut sebagai hal yang lebih utama  daripada  sikap beradab karena kita mengatakan bahwa di dalam sikap beradab terdapat unsur mengikuti perintah  dan menambahi. Pendapat  <em>dzohir</em>nya  adalah bahwa yang lebih utama atau <em>afdhol</em> adalah menyebutkan juga lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’untuk selain Rasulullah.”</p>
<h3>Disunahkan berdoa setelah membaca <em>tasyahud akhir </em></h3>
<p>dengan bentuk  doa  apapun  yang  dikehendaki  <em>musholli</em>,  tetapi  yang  lebih utama adalah berdoa <em>ta’awudz </em>atau meminta perlindungan dari siksa dan fitnah-fitnah karena adanya hadis shohih, “Ketika salah satu dari kalian telah ber<em>tasyahud </em>(akhir) maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) hal, ia berdoa;</p>
<p><em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (1) siksa </em><em>kubur, (2) siksa api neraka,(3)fitnah hidup dan mati, dan(4)fitnah </em><em>Masih ad-Dajjal.</em></p>
<p>Syibromalisi mengatakan, “Dimakruhkan meninggalkan doa di atas. Doa tersebut sangat dianjurkan sekali karena sebagian ulama mewajibkannya. Umairah berkata bahwa Awzai berkata dalam kitab <em>al-Qut, </em>yaitu kitab yang men<em>syarah</em>i kitab <em>al-Minhaj </em>bahwa doa ini (doa berlindung  seperti  yang telah  disebutkan)  sangat  dianjurkan. Sesungguhnya ada hadis shohih yang memerintahkan berdoa dengan doa  ini   dan   sebagian  ulama   mewajibkannya.  Bahkan   Thowus memerintahkan   putranya   untuk   mengulangi   sholat   karena   ia meninggalkan doa tersebut. Hendaknya seorang <em>musholli </em>mengakhiri doanya  dengan  doa  di  atas  karena  berdasarkan  sabda  Rasulullah <em>shollallahu  ‘alaihi  wa  sallama  </em>‘ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻬُﻦﱠ ’.  (Maksudnya, jadikan  doa meminta perlindungan dari 4 perkara sebagai akhir bagi doa yang kamu panjatkan)”</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Niat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 12:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[niat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang muaqqotah (dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat rowatib, atau sholat sunah yang dzatu sabab (memiliki sebab), seperti sholat istisqo, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu; 1) Niat menyengaja melakukan sholat. 2) Menentukan sholat atau takyin. Dengan demikian, musholli menentukan qobliah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol start="2">
<li>
<h2><strong> Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang <em>muaqqotah </em>(dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat <em>rowatib</em>, atau sholat sunah yang <em>dzatu sabab </em>(memiliki sebab), seperti sholat <em>istisqo</em>, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu;</p>
<h3>1) Niat menyengaja melakukan sholat.</h3>
<h3>2) Menentukan sholat atau <em>takyin</em>.</h3>
<p>Dengan demikian, <em>musholli </em>menentukan <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah </em>dalam sholat Dzuhur, Maghrib, dan Isyak karena masing-masing dari tiga sholat ini memiliki sholat sunah <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah</em>. Berbeda dengan sholat sunah dalam sholat Subuh dan Ashar, maka hanya memiliki <em>qobliah </em>saja, sehingga <em>musholli </em>tidak perlu men<em>takyin</em>. Begitu juga, <em>musholli </em>wajib men<em>takyin fitri </em>dan <em>adha </em>dalam sholat sunah Id. Oleh karena itu, tidak cukup kalau ia hanya berniat melakukan sholat sunah Id saja (tanpa meniatkan <em>fitri </em>atau <em>adha</em>).</p>
<p><em>Musholli </em>juga wajib men<em>takyin syamsan </em>(matahari) atau <em>qomaron </em>(bulan) dalam sholat kusuf (gerhana). Yuk baca juga artikel tentang <a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<p>Dalam sholat sunah <em>muaqqotah </em>atau <em>dzatu sabab </em>tidak disyaratkan meniatkan sifat <em>nafliah </em>(kesunahan) karena <em>nafliah </em>sudah melekat pada dzat sholat sunah itu sendiri. Akan tetapi, meniatkan <em>nafliah </em>disini dihukumi sunah. Berbeda dengan meniatkan <em>fardhiah </em>maka <em>fardhiah </em>tidak melekat pada, misalnya, sholat Dzuhur, karena sholat Dzuhur terkadang fardhu dan terkadang tidak, seperti sholat Dzuhur yang dilakukan oleh shobi.</p>
<p>Apabila sholat sunah yang dilakukan adalah sholat sunah mutlak, artinya tidak dibatasi oleh waktu dan sebab, maka dalam niat hanya diwajibkan menyengaja melakukan sholat (الفعل قصد).Disamakan dengan sholat sunah mutlak adalah sholat sunah yang <em>dzu sabab </em>atau memiliki sebab tetapi dapat dicukupi oleh sholat lain, seperti sholat <em>tahiyatul masjid, sunah wudhu, istikhoroh, sholat ihram, towaf, </em>sholat masuk ke dalam rumah, sholat keluar darinya, dan lain-lain.</p>
<p>Sholat sunah mutlak tidak membutuhkan men<em>takyin </em>karena ia dimaksudkan pada kemutlakan. Dengan demikian, sholat sunah mutlak merupakan sholat yang dikecualikan dari sholat sunah yang memiliki sebab.</p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya tidak diperbolehkan men<em>jamak </em>(dengan artian menggabungkan) dua sholatan dengan satu niatan, meskipun sholat yang di<em>jamak</em>kan adalah sholat sunah <em>maqsud</em>. Adapun sholat sunah <em>ghoiru maqsud, </em>seperti <em>tahiyyatul masjid, istikhoroh, </em>sholat sunah <em>ihram, towaf, sunah wudhu, </em>atau <em>mandi, </em>maka diperbolehkan men<em>jamak</em>nya dengan sholat lain dengan satu niatan, baik di<em>jamak</em>kan dengan sholat sunah atau fardhu. Bahkan niat sholah sunah <em>ghoiru maqsud </em>tersebut dapat dihasilkan dan berpahala meskipun tidak diniatkan, seperti yang dikatakan olehSyarqowi.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Niat Harus Ada</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 11:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkara-perkara yang Mu’tabar (harus ada) dalam Niat Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara yang mu’tabar (harus ada) dalam niat. Syeh Salim berkata; Niat memiliki 3 (‘ثلاث’) tingkatan. Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Fardhu Kemudian Mushonnif menjelaskan 3 tingkatan niat dengan perkataannya; Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat fardhu, meskipun fardhu kifayah, seperti sholat jenazah, sholat qodho dari [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html">Niat Harus Ada</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Perkara-perkara yang </strong><strong><em>Mu’tabar </em></strong><strong>(harus ada) dalam Niat</strong></h2>
<p><strong>Fasal ini </strong>menjelaskan tentang perkara-perkara yang <em>mu’tabar </em>(harus ada) dalam niat.</p>
<p>Syeh Salim berkata; Niat memiliki 3 (‘ثلاث’) tingkatan.</p>
<ol>
<li>
<h3><strong> Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Fardhu </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Kemudian <em>Mushonnif </em>menjelaskan 3 tingkatan niat dengan perkataannya; Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat <em>fardhu</em>, meskipun <em>fardhu kifayah, </em>seperti sholat jenazah, sholat qodho dari sholat wajib(<em>faaitah</em>), sholat <em>mu’aadah </em>(karena melihat asal sholatnya), atau <em>mandzuroh </em>(sholat yangdinadzarkan), maka wajib ada tiga perkara dalam niat, yaitu;</p>
<h4>1) Niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>atau menyengaja melakukan sholat yang dihadirkan oleh <em>musholli </em>dengan tujuan agar niat <em>qosdu </em>tersebut membedakan sholat dari perbuatan-perbuatan selain sholat.</h4>
<p>Tidak wajib meng<em>idhofah</em>kan atau menyandarkan niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>kepada Allah (لهِل) karena yang namanya ibadah tiada lain adalah karena-Nya. Akan tetapi menyandarkan niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>kepada Allah disunahkan agar makna ikhlas benar-benar nyata. dengan menghadap) ‘اِسْتِقْبَالَ القبلة، مُسْتـَقْبِلَ الْقِبـْلَة’ Disunahkan berniat Kiblat atau seraya menghadap Kiblat) dan meniatkan jumlah rakaat, seperti ‘ ِْينَتـَعْكَر’. Namun, apabila <em>musholli </em>meniatkan sholat Dzuhur dengan <em>tiga rakaat </em>atau <em>lima rakaat </em>maka sholatnya tidak sah.</p>
<p><a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<h4>2) Menentukan sholat atau <em>takyin</em>, artinya menentukan apakah sholat Dzuhur, atau Ashar, atau Maghrib atau lainnya. Tujuan <em>takyin </em>ini adalah agar membedakan sholat yang ia lakukan dari sholat lainnya</h4>
<h4>3) Berniat <em>fardhiyah</em>, maksudnya melihat sifat ke<em>fardhu</em>an dan menyengajanya. Oleh karena itu, <em>musholli </em>melihat dan menyengaja kalau sholat yang ia lakukan itu <em>fardhu</em>.</h4>
<p>Tujuan tingkatan niatan ini adalah agar membedakan sholat fardhu yang ia lakukan dari sholat sunah. Berniat <em>fardhiah </em>tidak diwajibkan dalam sholatnya <em>shobi </em>(anak kecil yang belum baligh) karena sholatnya sudah dipastikan akan berstatus sebagai sholat sunah. Berbeda dengan sholat <em>mu’adah</em><em>, </em>maka niat <em>fardhiah </em>di dalamnya masih diperselisihkan(ada yang mengatakan wajib meniatkannya dan ada yang mengatakan tidak wajib). <em>Shobi </em>wajib berniat <em>fardhiah </em>dalam sholat jenazah karena tujuan sholatnya adalah agar menggugurkan tanggungan kewajiban mensholati jenazah dari orang-orang mukallaf, maka niat <em>fardhiah </em>dalam sholat jenazah yang dilakukan oleh <em>shobi </em>harus ada.</p>
<p>Dalam sholat <em>mu’adah </em>dan <em>mandzuroh </em>diwajibkan niat <em>fardhiah, </em>tetapi niat sifat <em>nadzar </em>dalam sholat <em>madzuroh </em>diposisikan di tempat niat <em>fardhiah </em>itu.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html">Niat Harus Ada</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Sholawat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 09:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ke 14 dan rukun sholat yang ke 15 Duduk Tasyahud Akhir Rukun sholat yang keempat belas adalah duduk karena tasyahud akhir, juga karena membaca sholawat kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan karena salam yang pertama. Disebutkan dalam kitab al-Misbah bahwa pengertian ‘الجلوس ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html">Membaca Sholawat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ke 14 dan rukun sholat yang ke 15</h2>
<ol start="14">
<li>
<h3><strong>Duduk Tasyahud Akhir </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keempat belas adalah duduk karena <em>tasyahud akhir</em>, juga karena membaca <em>sholawat </em>kepada Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</em>, dan karena <em>salam </em>yang pertama.</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em>bahwa pengertian ‘الجلوس ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Sedangkan pengertian ‘القعود ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari atas ke bawah.</p>
<p>Berdasarkan pengertian duduk yang pertama, maka bisa dikatakan kepada orang yang berdiri atau yang sujud (duduklah!) Sedangkan berdasarkan pengertian yang kedua maka hanya bisa dikatakan kepada orang yang berdiri (bukan yang sujud) (duduklah!).</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Bacaan Tasyahud Awal Tanpa Sholawat Nabi" href="https://belajarsholat.com/2167-bacaan-tasyahud-awal-tanpa-sholawat-nabi.html">Bacaan Tasyahud Awal Tanpa Sholawat Nabi</a></p>
<ol start="15">
<li>
<h3><strong>Membaca Sholawat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kelima belas adalah membaca sholawat atas Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>pada saat duduk setelah membaca <em>tasyahud</em>. karena di dalam <em>sholawat </em>disini dituntut untuk lebih berhati-hati.</p>
<p>Oleh karena itu lafadz-lafadz yang menunjukkan arti samar tidak mencukupi. Berbeda dengan <em>khutbah </em>sholat Jumat, maka <em>sholawat </em>disana lebih luas kebebasannya daripada <em>sholawat </em>dalam sholat. Pernyataan <em>sholawat </em>yang paling lengkap dan sempurna adalah <em>sholawat ibrahimiah</em>. Oleh karena itu apabila ada orang yang bersumpah akan bersholawat dengan pernyataan sholawat yang paling sempurna dan lengkap maka sumpahnya sudah gugur dengan membaca <em>sholawat ibrahimiah</em>. Sampai sinilah perkataan Syarqowi berakhir.</p>
<p>Ibnu Hajar berkata dalam kitab <em>al-Minhaj al-Qowim</em>, “Di dalam sholat harus menggunakan pernyataan <em>sholawat </em>tertentu, bukan dalam <em>khutbah </em>karena <em>khutbah </em>merupakan bab Fiqih yang lebih luas masalah-masalahnya, karena diperbolehkan dalam <em>khutbah </em>melakukan perbuatan yang fatal dan banyak (sekiranya kalau dilakukan dalam sholat maka sholatnya batal). Berbeda dengan bab <em>sholat</em>. Syarat-syarat membaca <em>sholawat </em>adalah seperti syarat-syarat <em>tasyahud</em>. Oleh karena itu apabila <em>musholli </em>mengganti lafadz ‘الصلاة ’dengan lafadz ‘السلام ’ atau ‘الرحمة ’ maka belum mencukupi bacaan <em>sholawat</em>nya.”</p>
<p>Yang dimaksud dengan pernyataan (<em>sighot</em>) <em>sholawat </em>adalah pernyataan <em>amr </em>(perintah) atau <em>maadhi </em>(menggunakan <em>fi’il madhi</em>).</p>
<p>Al-Baqri dan ulama <em>fudhola </em>lain berkata, “Yang lebih lengkap dalam <em>sholawat </em>sholat adalah menyertakan lafadz yang menunjukkan arti kepemimpinan, seperti; <em>sayyid </em>atau ‘يِّدَس ’ karena menunjukkan sikap beradab. Abdul Aziz dalam kitab <em>Fathu al-Muin </em>berkata, ‘Mendoakan dengan lafadz ‘السلام ’ telah disebut dalam pernyataan bacaan <em>tasyahud akhir</em>. Oleh karena itu, dalam <em>sholawat </em></p>
<p>yang tanpa menyertakannya disini tidak bisa disebut dengan sikap menyendirikan ‘الصلاة ’ tanpa ‘السلام ’.”</p>
<p>Syarqowi berkata, “Tidak disyaratkan antara <em>sholawat </em>dan <em>tasyahud akhir </em>harus <em>muwalah </em>karena <em>sholawat </em>merupakan rukun tersendiri sehingga tidak apa-apa jika disela-selai dengan dzikir di antara keduanya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html">Membaca Sholawat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tasyahud Akhir Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 09:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Kedua Belas dan Rukun Sholat Yang ke Tiga Belas Tumakninah dalam Duduk di antara Dua Sujud Rukun sholat yang kedua belas adalah tumakninah di dalam duduk antara dua sujud. Tasyahud Akhir Rukun sholat yang ketiga belas adalah tasyahud akhir yang dilakukan sebelum rukun salam. Pernyataan rukun dengan istilah tasyahud akhir menunjukkan bahwa [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang Kedua Belas dan Rukun Sholat Yang ke Tiga Belas</h2>
<ol start="12">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam Duduk di antara Dua Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kedua belas adalah <em>tumakninah </em>di dalam duduk antara dua sujud.</p>
<ol start="13">
<li>
<h3><strong>Tasyahud Akhir </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ketiga belas adalah <em>tasyahud akhir </em>yang dilakukan sebelum rukun <em>salam. </em>Pernyataan rukun dengan istilah <em>tasyahud akhir </em>menunjukkan bahwa ia wajib dilakukan meskipun sholat yang dilakukan tidak memiliki <em>tasyahud awal</em>, seperti Subuh dan Jumat. Atau pernyataan dengan istilah <em>akhir </em>memang mengikuti alasan yang umum dinyatakan oleh para ulama Fiqih, yaitu bahwa sebagian besar sholat memang memiliki dua <em>tasyahud</em>. Yuk Baca Juga Artikel tentang : <a title="Hukum Tasyahud Akhir" href="https://belajarsholat.com/2202-hukum-tasyahud-akhir.html">Hukum Tasyahud Akhir</a></p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya bacaan <em>tasyahud </em>memiliki 4 <em>jumlah </em>(kalam), yaitu;</p>
<p>Syarat-syarat <em>tasyahud </em>ada 9 (sembilan), yaitu;</p>
<ol>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar bacaan <em>tasyahud</em>.</li>
<li>Membaca <em>tasyahud </em>dalam posisi duduk, kecuali apabila ada udzur.</li>
<li>Menggunakan Bahasa Arab saat membaca <em>tasyahud </em>bagi <em>musholli </em>yang mampu meskipun harus melaui belajar terlebih dahulu.</li>
<li>Tidak adanya hal yang menghalang-halangi, seperti saat membaca Fatihah.</li>
<li><em>Muwalah</em>, yaitu tidak memisah antara kalimat-kalimat <em>tasyahud </em>dengan kalimat lain meskipun berupa dzikir atau ayat al-Quran.</li>
<li>Mempertahankan huruf-huruf bacaan <em>tasyahud </em>sesuai dengan <em>makhroj </em>dan sifat-sifatnya.</li>
</ol>
<ol start="7">
<li>Mempertahankan kalimah-kalimah bacaan <em>tasyahud</em>.</li>
<li>Mempertahankan <em>tasydid-tasydid </em>yang ada dalam bacaan <em>tasyahud</em>. Oleh karena itu wajib membaca dengan <em>tasydid </em>atau <em>hamzah </em>dalam lafadz ‘النبى أيها’ baik dalam keadaan <em>washol </em>atau <em>waqof</em>. Apabila <em>musholli </em>meninggalkan keduanya maka tidak sah bacaan <em>tasyahud</em>nya. Apabila ia membaca <em>idzhar </em>huruf /ن / yang seharusnya di<em>idghomkan </em>ke dalam huruf /ل / dalam lafadz maka <em>tasyahud</em>nya batal karena ia telah menghilangkan sifat satu <em>tasydid </em>darinya. Apabila ia adalah orang yang bodoh maka dimaafkan karena masalah <em>idghom </em>ini tidak ia ketahui, seperti yang dikatakan oleh Syarqowi dan seperti yang dikutip oleh Suwaifi dari Romli.</li>
<li>Tertib; dengan catatan apabila tanpa tertib bisa merubah makna.</li>
</ol>
<p>Subscribe Yuk <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sujud Dua Kali</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 09:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun SHolat yang Ke sembilan: Sujud Dua Kali Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat. Disunahkan ketika bersujud membaca; Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta memuji-Nya. Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, maka Rasulullah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Rukun SHolat yang Ke sembilan:</h3>
<ol start="9">
<li>
<h2><strong>Sujud Dua Kali </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat.</p>
<p>Disunahkan ketika bersujud membaca; <em>Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta </em></p>
<p><em>memuji-Nya. </em>Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;<em>Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,</p>
<p>“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam rukukmu.” Kemudian ketika diturunkan ayat; <em>Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Luhur, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam sujudmu.”</p>
<p>Asal kesunahan membaca <em>tasbih </em>dalam sujud dapat diperoleh dengan membacanya satu kali. Minimal yang paling sempurna adalah 3 kali, lalu 5 kali, lalu 7 kali, lalu 9 kali, lalu 11 kali. <em>Musholli </em>tidak boleh membaca <em>tasbih </em>lebih dari 3 kali kecuali apabila ia berstatus sebagai <em>munfarid </em>atau imam dari makmum yang jumlahnya terbatas yang rela kalau imam memperpanjang sujud dengan bacaan <em>tasbih </em>yang lebih tersebut (<em>ridho bit tathwil</em>), atau sebagai <em>makmum</em>. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Diulang-ulangnya Sujud" href="https://belajarsholat.com/3502-diulang-ulangnya-sujud.html">Diulang-ulangnya Sujud</a></p>
<p>M<em>usholli </em>yang sebagai <em>munfarid</em>, atau imam dari makmum yang <em>ridho bit tathwil</em>, atau makmum, hendaknya menambahi <em>tasbih </em>dalam sujud dengan membaca; <em>Ya Allah. Kepada-Mu, aku bersujud. Kepada-Mu, aku beriman. Kepada-Mu, aku pasrah. Diriku bersujud kepada Allah yang telah menciptakanku, membentuk jasadku, memberikan pendengaranku dan penglihatanku sebagai makhluk yang terbaik (manusia). Tabaarakallah</em></p>
<h2>Disunahkan memperbanyak doa di dalam sujud</h2>
<p>karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, “Hal yang paling mendekatkan hamba dengan Tuhannya (rahmat dan ampunan-Nya) adalah ketika ia bersujud. Oleh karena itu perbanyaklah berdoa [di dalam sujud kalian maka nyata jelas dikabulkan doa itu untuk kalian.” Al-Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih </em>dari riwayat Bukhori dan Muslim bahwa Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>berdoa di dalam sujudnya;<em>Ya Allah. Ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil ataupun besar, baik yang awal ataupun yang akhir, dan baik yang dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. </em></p>
<p>Aisyah berkata, “Aku kehilangan Rasulullah <em>shollallahu </em><em>‘alaihi wa sallama </em>di suatu malam. Kemudian aku mencarinya. Ternyata aku mendapatinya sedang berada di masjid. Ia sedang bersujud membaca; <em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemurkaan-Mu dan dengan penjagaan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung dengan-Mu dan dari-Mu. Aku tidak akan bisa </em><em>menghitung pujian untukmu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. </em>Disunahkan membuka kedua mata ketika bersujud.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumakninah dalam rukuk</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3729-tumakninah-dalam-rukuk.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 20:06:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tumakninah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ke enam sampai yang ke delapan adalah : Tumakninah dalam Rukuk Rukun sholat yang ke-enam adalah tumakninah di dalam rukuk. Menambahi gerakan turun tidak dapat menggantikan status tumakninah. Minimal dalam tumakninah adalah anggota-anggota tubuh menetap tenang dan diam dengan posisi rukuk sekiranya antara naik dan turun dapat dibedakan atau terpisah oleh jeda. [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3729-tumakninah-dalam-rukuk.html">Tumakninah dalam rukuk</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ke enam sampai yang ke delapan adalah :</p>
<ol start="6">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam Rukuk </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ke-enam adalah <em>tumakninah </em>di dalam rukuk. Menambahi gerakan turun tidak dapat menggantikan status <em>tumakninah</em>. Minimal dalam <em>tumakninah </em>adalah anggota-anggota tubuh menetap tenang dan diam dengan posisi rukuk sekiranya antara naik dan turun dapat dibedakan atau terpisah oleh jeda. Yuk baca Juga artikel tentang : <a title="Hukum Tuma’ninah Dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/1336-hukum-tumaninah-dalam-sholat.html">Hukum Tuma’ninah Dalam Sholat</a></p>
<ol start="7">
<li>
<h3><strong>I’tidal </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ketujuh adalah <em>i’tidal </em>meskipun saat melakukan sholat sunah. <em>I’tidal </em>adalah <em>musholli </em>kembali ke posisi sebelum ia rukuk, yaitu posisi berdiri atau duduk. Ketika melakukan <em>i’tidal </em>maka diwajibkan atas <em>musholli </em>tidak menyengaja melakukan perbuatan selainnya. Bangun dari rukuk merupakan pendahuluan bagi <em>i’tidal </em>sebagaimana turun juga pendahuluan bagi <em>rukuk </em>dan <em>sujud</em>. Ada yang mengatakan bahwa yang menjadi rukunnya adalah bangun dari rukuk dan <em>i’tidal</em>nya.</p>
<p>Ketika <em>musholli </em>bangun dari rukuk maka ia disunahkan membaca; <em>Allah menerima pujian bagi-Nya dari hamba yang memuji-Nya. </em></p>
<p>Begitu juga, ketika ia <em>i’tidal </em>disunahkan membaca; <em>Ya Tuhan kami. Bagi-Mu lah pujian yang banyak, yang indah, dan yang terus bertambah, yaitu pujian yang memenuhi langit, bumi, dan segala sesuatu yang Engkau kehendaki setelah langit dan bumi.</em></p>
<ol start="8">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam i’tidal </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kedelapan adalah <em>tumakninah </em>di dalam <em>i’tidal</em>. Apabila <em>musholli </em>bersujud, kemudian ia ragu apakah ia telah menyempurnakan <em>i’tidal</em>nya atau belum, maka ia wajib kembali melakukan <em>i’tidal</em>, kemudian <em>tumakninah</em>, kemudian bersujud.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3729-tumakninah-dalam-rukuk.html">Tumakninah dalam rukuk</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Sholat KeLima</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3726-rukun-sholat-kelima.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jul 2024 20:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang kelima adalah : Rukuk Rukun sholat yang kelima adalah rukuk. Dalam rukuk, minimal musholli yang berdiri membungkukkan punggung sampai kedua telapak tangannya mencapai kedua lutut secara yakin. Yang dimaksud dengan telapak tangan disini adalah bagian dalamnya. Tidak cukup jika jari-jari tangan yang hanya sampai pada kedua lutut. Rukuk yang paling sempurna memiliki [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3726-rukun-sholat-kelima.html">Rukun Sholat KeLima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang kelima adalah :</p>
<ol start="5">
<li>
<h2><strong>Rukuk</strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kelima adalah rukuk. Dalam rukuk, minimal <em>musholli </em>yang berdiri membungkukkan punggung sampai kedua telapak tangannya mencapai kedua lutut secara yakin. Yang dimaksud dengan telapak tangan disini adalah bagian dalamnya. Tidak cukup jika jari-jari tangan yang hanya sampai pada kedua lutut.</p>
<h4>Rukuk yang paling sempurna memiliki 4 tahap, yaitu;</h4>
<ol>
<li>Meratakan punggung, leher, dan kepala sekiranya seperti papan datar rata yang tidak melengkung sama sekali.</li>
<li>Meluruskan kedua lutut.</li>
<li>Menggenggam kedua lutut dengan kedua telapak tangan.</li>
<li>Meregangkan jari-jari tangan mengarah ke arah Kiblat dengan bentuk regangan yang sedang, bukan berlebihan dan dirapatkan.</li>
</ol>
<p>Adapun rukuk <em>musholli </em>yang duduk maka minimal adalah mensejajarkan dahi dengan bagian depan lututnya. Sedangkan yang paling sempurna baginya adalah mensejajarkan dahi dengan tempat sujud tanpa saling bersentuhan. Apabila dahi menyentuh tempat sujud maka disebut dengan sujud, bukan rukuk.</p>
<p>Yuk Baca juga artikel tentang : <a title="Sujudnya Hati dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/3371-sujudnya-hati-dalam-sholat.html">Sujudnya Hati dalam Sholat</a></p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya ketika melakukan rukuk diwajibkan tidak menyengaja selainnya. <em>Musholli </em>disunahkan membaca; <em>Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung. Aku mensucikan-Nya bersamaan dengan memuji-Nya. </em>Paling sedikit dibaca satu kali. Apabila hanya membaca satu kali saja maka hukumnya <em>khilaf al-aula</em>. <em>Musholli </em>yang menjadi imam sebaiknya membacanya sebanyak 3 kali meskipun makmum tidak ridho (Jawa: Nggrundel). Adapun apabila ia membacanya lebih dari 3 kali, sedangkan makmum tidak ridho, maka hukumnya makruh. Apabila makmum ridho maka sebaiknya imam melengkapi bacaan <em>tasbih </em>di atas sebanyak 5 kali hingga 11 kali. <em>Musholli </em>yang sholat sebagai <em>munfarid </em>(sendirian) atau sebagai imam dari para makmum yang terbatas jumlahnya serta yang ridho dengan dipanjangkannya sholat.</p>
<p>Membaca <em>tasbih </em>dengan sebanyak 3 kali disertai dengan membaca doa di atas adalah lebih utama daripada menambahi bacaan <em>tasbih </em>lebih dari 3 kali disertai dengan tidak membaca doa tersebut.</p>
<p>Di dalam kitab <em>al-Mashoobih </em>disebutkan bahwa Anas berkata bahwa Rasulullah</p>
<p><em>shollal</em><em>lahu ‘alaihi wa sallama </em>selalu memperbanyak membaca di dalam sujud dan rukuknya;</p>
<p><em>Maha Suci Allah. Ya Allah Ya Tuhan kami. Aku mensucikan-Mu serta memuji-Mu. Ya Allah. Ampunilah aku. </em></p>
<p>Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah <em>shollallahu </em><em>‘alaihi wa sallama </em>berkata dalam rukuk dan sujudnya; <em>Allah adalah Dzat Yang Maha Suci, Mulia, Raja seluruh malaikat dan ruh.</em></p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3726-rukun-sholat-kelima.html">Rukun Sholat KeLima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
