<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>takbir - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/takbir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:51:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>takbir - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 14:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah. Syarat-syarat membaca Fatihah dalam sholat ada 10 (sepuluh)], bahkan lebih banyak; yaitu; Tertib, yaitu musholli membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada. [Muwalah], yaitu musholli membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah.</p>
<p><strong>Syarat-syarat membaca Fatihah </strong>dalam sholat <strong>ada 10 (sepuluh)]</strong>, bahkan lebih banyak; yaitu;</p>
<ol>
<li>Tertib, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada.</li>
<li><strong>[</strong><strong><em>Muwalah</em></strong><strong>]</strong>, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat, meskipun hanya sedikit, seperti bacaan <em>hamdalah </em>ketika <em>musholli </em>bersin, dan meskipun disunahkan untuk dibaca saat di luar sholat, seperti menjawab <em>muadzin</em>, maka <em>muwalah</em>nya terputus dan <em>musholli </em>wajib mengulangi bacaan Fatihah-nya dan sholatnya tidak batal.
<p>Begitu juga dapat memutus <em>muwalah </em>Fatihah adalah apabila bacaan Fatihahnya disela-selai oleh bacaan <em>sholawat </em>atas Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</p>
<p></em>Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain atau <em>sholawat </em>atau bacaan lain seperti di atas, tetapi karena lupa, maka tidak memutus <em>muwalah</em>, sehingga <em>musholli </em>langsung dapat meneruskan bacaan Fatihahnya. Termasuk memutus <em>muwalah </em>bacaan Fatihah adalah bacaan <em>tasbih </em>oleh <em>musholli </em>karena ada orang lain yang meminta izin darinya.</li>
<li>Menjaga huruf-huruf Fatihah (<em>muro’atu hurufiha</em>). Jumlah awal huruf-hurufnya adalah 138 huruf dengan memasukkan <em>alif-alif washol </em>dalam hitungan. Adapun ketika huruf-huruf yang ber<em>tasydid </em>dihitung sendiri serta dua <em>alif </em>dari lafadz ‘صراط’ di dua tempat dan dua <em>alif </em>lafadz ‘الضآلين ’ maka jumlahnya menjadi huruf dengan mengikut sertakan <em>alif</em>. Apabila <em>musholli </em>menggugurkan atau menghilangkan satu huruf saja dari 155 atau 156 huruf tersebut maka sholatnya tidak sah.<br />
Silahkan baca juga artikel tentang : <a title="Syarat Membaca Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3559-syarat-membaca-al-fatihah.html">Syarat Membaca Al-fatihah</a></li>
</ol>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Dikatakan (<em>qiila</em>) bahwa huruf-huruf Fatihah yang tanpa diulang-ulang berjumlah 22 huruf, yaitu sama dengan jumlah tahun dimana lamanya al-Quran diturunkan. Hal ini merupakan sebuah rahasia atau hikmah yang indah. Begitu juga, Surat an-Naas memiliki jumlah huruf yang tidak diulang-ulang sebanyak 22 huruf. Permulaan al-Quran adalah huruf /ب/ dari lafadz ‘ بسم’ dan akhir hurufnya adalah huruf /س / dari lafadz ‘ الناس ’.</p>
<ol start="4">
<li>Menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah. Syaikhul Islam berkata dalam kitab <em>Fathul Wahab </em>bahwa kewajiban menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah berdasarkan alasan karena <em>tasydid </em>adalah <em>hai-at </em>(keadaan) huruf-huruf yang di<em>tasydid </em>itu sendiri sehingga kewajiban menjaga huruf-huruf bacaan Fatihah mencakup kewajiban menjaga <em>hai-ah</em>nya</li>
<li>Tidak diam lama secara mutlak tanpa <em>udzur </em>ketika membaca Fatihah. Sedangkan apabila ada <em>udzur</em>, seperti bodoh, lupa, lalai, atau gagap maka tidak apa-apa.</li>
<li>Tidak diam sebentar saat membaca Fatihah yang mana <em>musholli </em>menyengaja memutus bacaan dengan diam sebentarnya tersebut. Berbeda apabila ia menyengaja memutus bacaan Fatihah tetapiia tidak diam maka bacaannya tidak batal. Perbedaan antara tidak batalnya menyengaja memutus bacaan Fatihah dan batalnya menyengaja memutus niat adalah bahwa niat merupakan salah satu rukun sholat yang wajib di<em>langgeng</em>kan secara hukum, sedangkan proses <em>melanggengkan secara hukum </em>tersebut tidak mungkin terjadi jika disertai dengan niatan memutus. Adapun membaca Fatihah tidak membutuhkan niat tertentu sehingga menyengaja memutusnya pun tidak berpengaruh.<br />
Lanjut kepostingan berikutnya.&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Takbiratul Ihram</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 12:13:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[takbiratul ihram]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Takbiratul ihram Part 2 11 poin syarat takbiratul ihram Terdapat diartikel Sebelumnya, silahkan baca : Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan) Musholli mendengar seluruh huruf-huruf takbiratul ihram ketika ia memiliki pendengaran yang sehat dan kondisi saat ia sholat tidak ada penghalang, seperti ramai atau lainnya. Namun, apabila ada penghalang maka [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html">Syarat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Syarat Takbiratul ihram Part 2</h3>
<ol start="11">
<li>
<h4>11 poin syarat takbiratul ihram Terdapat diartikel Sebelumnya, silahkan baca : <a title="Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)" href="https://belajarsholat.com/329-cara-mengangkat-tangan-saat-takbiratul-ihram-dan-takbir-intiqal-takbir-perpindahan.html">Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)</a></h4>
</li>
<li><em>Musholli </em>mendengar seluruh huruf-huruf <em>takbiratul ihram </em>ketika ia memiliki pendengaran yang sehat dan kondisi saat ia sholat tidak ada penghalang, seperti ramai atau lainnya. Namun, apabila ada penghalang maka ia mengeraskan suaranya dengan ukuran keras yang andaikan ia tidak tuli maka ia dapat mendengarnya. <em>Musholli </em>yang menderita sakit bisu (bukan bawaaan lahir) wajib menggerak-gerakkan lisan, kedua bibir, dan anak lidah saat ber<em>takbir </em>dan rukun <em>qouli </em>lainnya, seperti <em>tasyahud</em>, <em>salam, </em>dan dzikir-dzikir lainnya. Apabila ia menderita sakit bisu karena bawaan lahir maka tidak wajib atasnya menggerak-gerakkan lisan, kedua bibir dan anak lidah saat ber<em>takbir </em>dan rukun <em>qouli </em>lainnya.</li>
<li>Masuknya waktu sholat, yaitu ketika ber<em>takbiratul ihram </em>melakukan sholat <em>muaqqot</em>, baik fardhu atau sunah. Begitu juga sholat <em>dzu sabab</em>.</li>
<li>Melakukan <em>takbiratul ihram </em>dengan posisi menghadap Kiblat.</li>
<li>Tidak merusak salah satu huruf dari huruf-huruf <em>takbiratul ihram</em>. Dimaafkan bagi <em>musholli </em>yang <em>‘aami </em>mengganti huruf <em>hamzah </em>lafadz ‘ أكبر ’ dengan huruf /و/, seperti yang difaedahkan oleh Syarqowi dan Bajuri. Ditambahkan oleh Bajuri bahwa dimaafkan bagi <em>musholli </em>yang <em>‘aami </em>membaca <em>takbiratul ihram </em>dengan tidak men<em>jazm</em>kan (men<em>sukun</em>) huruf <em>raa </em>(ر) lafadz ‘أكبر ’. Mengakhirkan membaca <em>takbiratul ihram </em>bagi <em>musholli </em>yang menjadi <em>makmum </em>agar imam membacanya terlebih dahulu. Apabila <em>makmum </em>menyertakan (mem<em>bareng</em>kan) sebagian dari <em>takbiratul ihram</em>nya dengan <em>takbiratul ihram </em>imam maka status <em>makmum</em>nya (qudwah) dan sholatnya tidak sah.</li>
<li>Tidak adanya <em>shorif.</em> Dengan demikian, ketika <em>masbuk</em> yang mendapati imam dalam rukuk mengucapkan <em>takbir </em>satu kali dan ia menjatuhkan <em>takbir </em>tersebut di posisi yang mencukupi untuk membaca <em>Fatihah </em>dan ia hanya menyengaja <em>takbir </em>tersebut sebagai <em>takbiratul ihram </em>maka sholatnya sah. Berbeda apabila ia menyengaja <em>takbir </em>tersebut sebagai <em>takbiratul ihram </em>sekaligus <em>takbir </em>perpindahan rukun, atau sebagai <em>takbir </em>perpindahan saja, atau sebagai salah satu dari <em>takbiratul ihram </em>dan <em>takbir </em>perpindahan tetapi tidak jelas yang mana, atau memutlakkan, atau ragu apakah disengaja sebagai <em>takbiratul ihram </em>atau <em>tidak, </em>maka sholatnya tidak sah.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html">Syarat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Niat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 12:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[niat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang muaqqotah (dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat rowatib, atau sholat sunah yang dzatu sabab (memiliki sebab), seperti sholat istisqo, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu; 1) Niat menyengaja melakukan sholat. 2) Menentukan sholat atau takyin. Dengan demikian, musholli menentukan qobliah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol start="2">
<li>
<h2><strong> Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang <em>muaqqotah </em>(dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat <em>rowatib</em>, atau sholat sunah yang <em>dzatu sabab </em>(memiliki sebab), seperti sholat <em>istisqo</em>, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu;</p>
<h3>1) Niat menyengaja melakukan sholat.</h3>
<h3>2) Menentukan sholat atau <em>takyin</em>.</h3>
<p>Dengan demikian, <em>musholli </em>menentukan <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah </em>dalam sholat Dzuhur, Maghrib, dan Isyak karena masing-masing dari tiga sholat ini memiliki sholat sunah <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah</em>. Berbeda dengan sholat sunah dalam sholat Subuh dan Ashar, maka hanya memiliki <em>qobliah </em>saja, sehingga <em>musholli </em>tidak perlu men<em>takyin</em>. Begitu juga, <em>musholli </em>wajib men<em>takyin fitri </em>dan <em>adha </em>dalam sholat sunah Id. Oleh karena itu, tidak cukup kalau ia hanya berniat melakukan sholat sunah Id saja (tanpa meniatkan <em>fitri </em>atau <em>adha</em>).</p>
<p><em>Musholli </em>juga wajib men<em>takyin syamsan </em>(matahari) atau <em>qomaron </em>(bulan) dalam sholat kusuf (gerhana). Yuk baca juga artikel tentang <a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<p>Dalam sholat sunah <em>muaqqotah </em>atau <em>dzatu sabab </em>tidak disyaratkan meniatkan sifat <em>nafliah </em>(kesunahan) karena <em>nafliah </em>sudah melekat pada dzat sholat sunah itu sendiri. Akan tetapi, meniatkan <em>nafliah </em>disini dihukumi sunah. Berbeda dengan meniatkan <em>fardhiah </em>maka <em>fardhiah </em>tidak melekat pada, misalnya, sholat Dzuhur, karena sholat Dzuhur terkadang fardhu dan terkadang tidak, seperti sholat Dzuhur yang dilakukan oleh shobi.</p>
<p>Apabila sholat sunah yang dilakukan adalah sholat sunah mutlak, artinya tidak dibatasi oleh waktu dan sebab, maka dalam niat hanya diwajibkan menyengaja melakukan sholat (الفعل قصد).Disamakan dengan sholat sunah mutlak adalah sholat sunah yang <em>dzu sabab </em>atau memiliki sebab tetapi dapat dicukupi oleh sholat lain, seperti sholat <em>tahiyatul masjid, sunah wudhu, istikhoroh, sholat ihram, towaf, </em>sholat masuk ke dalam rumah, sholat keluar darinya, dan lain-lain.</p>
<p>Sholat sunah mutlak tidak membutuhkan men<em>takyin </em>karena ia dimaksudkan pada kemutlakan. Dengan demikian, sholat sunah mutlak merupakan sholat yang dikecualikan dari sholat sunah yang memiliki sebab.</p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya tidak diperbolehkan men<em>jamak </em>(dengan artian menggabungkan) dua sholatan dengan satu niatan, meskipun sholat yang di<em>jamak</em>kan adalah sholat sunah <em>maqsud</em>. Adapun sholat sunah <em>ghoiru maqsud, </em>seperti <em>tahiyyatul masjid, istikhoroh, </em>sholat sunah <em>ihram, towaf, sunah wudhu, </em>atau <em>mandi, </em>maka diperbolehkan men<em>jamak</em>nya dengan sholat lain dengan satu niatan, baik di<em>jamak</em>kan dengan sholat sunah atau fardhu. Bahkan niat sholah sunah <em>ghoiru maqsud </em>tersebut dapat dihasilkan dan berpahala meskipun tidak diniatkan, seperti yang dikatakan olehSyarqowi.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tasyahud Akhir Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Aug 2024 09:38:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Kedua Belas dan Rukun Sholat Yang ke Tiga Belas Tumakninah dalam Duduk di antara Dua Sujud Rukun sholat yang kedua belas adalah tumakninah di dalam duduk antara dua sujud. Tasyahud Akhir Rukun sholat yang ketiga belas adalah tasyahud akhir yang dilakukan sebelum rukun salam. Pernyataan rukun dengan istilah tasyahud akhir menunjukkan bahwa [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang Kedua Belas dan Rukun Sholat Yang ke Tiga Belas</h2>
<ol start="12">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam Duduk di antara Dua Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kedua belas adalah <em>tumakninah </em>di dalam duduk antara dua sujud.</p>
<ol start="13">
<li>
<h3><strong>Tasyahud Akhir </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ketiga belas adalah <em>tasyahud akhir </em>yang dilakukan sebelum rukun <em>salam. </em>Pernyataan rukun dengan istilah <em>tasyahud akhir </em>menunjukkan bahwa ia wajib dilakukan meskipun sholat yang dilakukan tidak memiliki <em>tasyahud awal</em>, seperti Subuh dan Jumat. Atau pernyataan dengan istilah <em>akhir </em>memang mengikuti alasan yang umum dinyatakan oleh para ulama Fiqih, yaitu bahwa sebagian besar sholat memang memiliki dua <em>tasyahud</em>. Yuk Baca Juga Artikel tentang : <a title="Hukum Tasyahud Akhir" href="https://belajarsholat.com/2202-hukum-tasyahud-akhir.html">Hukum Tasyahud Akhir</a></p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya bacaan <em>tasyahud </em>memiliki 4 <em>jumlah </em>(kalam), yaitu;</p>
<p>Syarat-syarat <em>tasyahud </em>ada 9 (sembilan), yaitu;</p>
<ol>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar bacaan <em>tasyahud</em>.</li>
<li>Membaca <em>tasyahud </em>dalam posisi duduk, kecuali apabila ada udzur.</li>
<li>Menggunakan Bahasa Arab saat membaca <em>tasyahud </em>bagi <em>musholli </em>yang mampu meskipun harus melaui belajar terlebih dahulu.</li>
<li>Tidak adanya hal yang menghalang-halangi, seperti saat membaca Fatihah.</li>
<li><em>Muwalah</em>, yaitu tidak memisah antara kalimat-kalimat <em>tasyahud </em>dengan kalimat lain meskipun berupa dzikir atau ayat al-Quran.</li>
<li>Mempertahankan huruf-huruf bacaan <em>tasyahud </em>sesuai dengan <em>makhroj </em>dan sifat-sifatnya.</li>
</ol>
<ol start="7">
<li>Mempertahankan kalimah-kalimah bacaan <em>tasyahud</em>.</li>
<li>Mempertahankan <em>tasydid-tasydid </em>yang ada dalam bacaan <em>tasyahud</em>. Oleh karena itu wajib membaca dengan <em>tasydid </em>atau <em>hamzah </em>dalam lafadz ‘النبى أيها’ baik dalam keadaan <em>washol </em>atau <em>waqof</em>. Apabila <em>musholli </em>meninggalkan keduanya maka tidak sah bacaan <em>tasyahud</em>nya. Apabila ia membaca <em>idzhar </em>huruf /ن / yang seharusnya di<em>idghomkan </em>ke dalam huruf /ل / dalam lafadz maka <em>tasyahud</em>nya batal karena ia telah menghilangkan sifat satu <em>tasydid </em>darinya. Apabila ia adalah orang yang bodoh maka dimaafkan karena masalah <em>idghom </em>ini tidak ia ketahui, seperti yang dikatakan oleh Syarqowi dan seperti yang dikutip oleh Suwaifi dari Romli.</li>
<li>Tertib; dengan catatan apabila tanpa tertib bisa merubah makna.</li>
</ol>
<p>Subscribe Yuk <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembagian Hadas</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 02:52:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hadas]]></category>
		<category><![CDATA[hadas besar]]></category>
		<category><![CDATA[hadas kecil]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3671</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembagian Hadas Hadas dibagi menjadi dua, yaitu: Hadas Kecil atau asghor, yakni dengan memasukkan jinabat ke dalam kategori hadas besar. Pengertian hadas kecil adalah hadas yang mewajibkan wudhu. Al-Jefri berkata, “Yang dimaksud dengan hadas asghor adalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu.” Yuk baca juga tentang Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja Hadas Besar atau [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html">Pembagian Hadas</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Pembagian Hadas </strong></h1>
<h2>Hadas dibagi menjadi dua, yaitu:</h2>
<ol>
<li>
<h3>Hadas Kecil atau <em>asghor</em>, yakni dengan memasukkan <em>jinabat </em>ke dalam kategori hadas besar.</h3>
<p>Pengertian hadas kecil adalah hadas yang mewajibkan wudhu. Al-Jefri berkata, “Yang dimaksud dengan hadas <em>asghor </em>adalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu.”</li>
</ol>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja" href="https://belajarsholat.com/2452-pembatal-pembatal-wudhu-dalam-madzhab-syafiiyah-matan-abi-syuja.html">Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi’iyah – Matan Abi Syuja</a></p>
<ol start="2">
<li>
<h3>Hadas Besar atau <em>akbar</em>, yaitu hadas yang mewajibkan mandi, seperti; jinabat, haid, nifas, dan melahirkan.</h3>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembagian hadas menjadi dua bagian ini berdasarkan ketetapan pembagian yang dilakukan oleh sebagian ulama. Ulama lain ada yang membagi hadas menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu <em>akbar, awsat </em>(sedang), dan <em>asghor</em>. Dikarenakan perkara- perkara yang diharamkan karena haid (seperti memegang mushaf, membaca al-Quran, lewat masjid, dll) adalah lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena selain haid, maka haid disebut dengan hadas <em>akbar</em>.</p>
<p>Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena <em>jinabat </em>adalah lebih sedikit daripada perkara- perkara yang diharamkan karena haid dan lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena hadas kecil, maka jinabat disebut dengan hadas <em>awsat</em>. Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena perkara-perkara yang membatalkan wudhu adalah lebih sedikit daripada perkara-perkara yang diharamkan karena haid dan jinabat, maka perkara-perkara yang membatalkan wudhu itu disebut dengan hadas <em>asghor</em>. Jadi, sifat <em>asghor, awsat</em>, dan <em>akbar </em>dari hadas tergantung dari sedikit tidaknya perkara- perkara yang diharamkan karena masing-masing dari ketiga-tiganya tersebut.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3671-pembagian-hadas.html">Pembagian Hadas</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Lima</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 01:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah 5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau dzon (sangkaan) yang berasal dari ijtihad. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah</h1>
<h2><strong style="font-size: 2.25em; letter-spacing: -0.02em;">5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat</strong></h2>
<p>Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau <em>dzon </em>(sangkaan) yang berasal dari <em>ijtihad</em>. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya dilakukan bertepatan pada waktunya. Alasan ketidak-absahan sholat ini dikarenakan tidak terpenuhinya syarat, yaitu harus mengetahui masuknya waktu sholat terlebih dahulu.</p>
<ul>
<li>
<h2><strong>Kesalahan Hasil </strong><strong><em>Ijtihad </em></strong><strong>dalam Mencari Tahu Masuknya </strong><strong>Waktu Sholat</strong></h2>
</li>
</ul>
<p>Berbeda dengan kasus apabila <em>musholli </em>melaksanakan sholat atas dasar mengetahui masuknya waktu sholat tersebut melalui <em>ijtihad</em>, kemudian kenyataannya adalah sholat tersebut dilakukan sebelum masuk waktunya, maka rincian hukumnya adalah;</p>
<ul>
<li>apabila <em>musholli </em>memiliki sholat <em>faitah </em>(hutang sholat) yang sejenis dengan sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya tersebut maka sholat <em>faitah </em>itu terlunasi.</li>
<li>apabila ia tidak memiliki sholat <em>faitah</em>, maka sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya itu menjadi sholat sunah mutlak.</li>
</ul>
<p>Apabila <em>musholli </em>setiap harinya melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>selama beberapa waktu dalam mengetahui masuknya waktu sholat, kemudian kenyataannya adalah bahwa sholat Subuh yang ia laksanakan setiap hari itu dilakukan sebelum masuk waktunya, maka ia hanya diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat Subuh pada hari terakhir ia melaksanakannya, karena sholat Subuh yang ia lakukan di hari tertentu menjadi ganti dari sholat Subuh di hari sebelumnya. Adapun sholat Subuh yang dilakukan dihari pertama berubah menjadi sholat sunah mutlak. Sementara itu, sholat <em>adak </em>dihukumi sah meskipun dengan niatan <em>qodho, </em>atau sebaliknya, dengan catatan jika <em>musholli </em>benar-benar tidak tahu keadaan sebenarnya.</p>
<p>Yuk baca juga artikel <a title="Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?" href="https://belajarsholat.com/2566-hukum-alat-timer-waktu-iqomah-sholat-apakah-boleh-dibatasi.html">Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?</a></p>
<p><strong>Contoh: </strong></p>
<p>Setiap hari, Zaid melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>dalam mengetahui masuknya waktu sholat. Ia melakukan kebiasaan ini selama, misalnya 30 hari. Kemudian pada hari ke-30 setelah melaksanakan sholat Subuh, ia tahu, ternyata sholat Subuh yang ia lakukan selama itu terjadi sebelum masuk waktunya sholat. Maka;</p>
<p>Hari 1: Sholat Subuh menjadi sholat sunah mutlak. Secara otomatis, Zaid memiliki hutang 1 sholat Subuh.</p>
<p>Hari 2: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 1.</p>
<p>Hari 3: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 2. Dan seterusnya.</p>
<p>Hari 30: Sholat Subuh belum tergantikan. Oleh karena itu, Zaid wajib meng<em>qodho </em>sholat Subuh di hari ke-30 yang menjadi hari terakhir.</p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat telah habis karena adanya mendung atau lainnya,</h3>
<p>kemudian ia sholat dengan niatan <em>qodho</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat belum habis, ATAU apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat belum habis, kemudian ia sholat dengan niatan <em>adak</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat telah habis, maka sholat dalam dua kasus ini hukumnya sah dengan catatan <em>musholli </em>tidak tahu dan tidak sengaja, karena menurut bahasa, arti <em>adak </em>digunakan untuk arti <em>qodho</em>, dan sebaliknya.</p>
<p>Tetapi apabila ia tahu dan sengaja, maka sholatnya tidak sah karena ia tidak serius dalam melaksanakan sholat. Apabila di awal sholat, ia menyengaja memaksudkan arti <em>adak </em>dan <em>qodhok </em>dengan artian menurut bahasa maka tidak apa-apa karena arti dua kata tersebut menurut bahasa adalah sama, yaitu berarti <em>melaksanakan</em>.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ketiga</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 01:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat Menutup aurat Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap. Syarat menutup aurat ini dibebankan atas musholli yang mampu menutupinya, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat</h2>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong> Menutup aurat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap.</p>
<p>Syarat menutup aurat ini dibebankan atas <em>musholli </em>yang mampu menutupinya, meskipun harus dengan cara meminjam atau menyewa. Oleh karena menutup aurat adalah syarat, maka apabila <em>musholli </em>sholat di tempat sepi dan gelap, padahal ia mampu menutup aurat, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam menutup aurat, hal yang wajib adalah menutupinya agar tidak terlihat dari arah atas dan samping. Oleh karena itu, apabila aurat <em>musholli </em>terlihat olehnya sendiri atau oleh yang lainnya dari sisi kerah baju, mungkin karena saking lebarnya, saat ia rukuk atau sujud, maka sholatnya batal, meskipun auratnya tidak terlihat secara nyata. Begitu juga, apabila bagian bawah baju itu pendek, sekiranya ketika <em>musholli </em>rukuk maka bagian bawah baju tersebut naik, kemudian aurat terlihat, maka sholatnya pun juga batal ketika <em>musholli </em>tidak segera menutupnya sebelum rukuk.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat" href="https://belajarsholat.com/2162-hukum-baju-sempit-yang-terlihat-lekuk-tubuh-untuk-sholat.html">Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat</a></p>
<h3>Adapun menutup aurat agar tidak terlihat dari arah bawah maka tidak wajib.</h3>
<p>Oleh karena itu, apabila <em>musholli </em>sholat di tempat yang tinggi, sedangkan di tempat bawah ada orang yang melihat auratnya dari sisi arah bawah, maka sholatnya tidak batal. Syibromalisi berkata dalam <em>Khasyiah ‘Ala </em><em>Nihayah Lir Romli</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli</em>, ketika sholat, untuk memakai baju yang paling bagus dari baju-baju yang ia miliki dan menambahinya dengan pakaian-pakaian lain yang biasa ia gunakan untuk berhias, meskipun lebih dari dua pakaian, dan mengenakan celana.</p>
<p>Diriwayatkan dari Malik bin Atahiah bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Sesungguhnya bumi memintakan ampunan untuk <em>musholli </em>yang mengenakan celana.” Penutup aurat yang lebih utama adalah dengan mengenakan baju gamis serta celana, kemudian baju gemis serta sarung, kemudian selendang.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shalat Jenazah dan Hukumnya</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 11:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalat Jenazah Dan Hukum Seputar Takziyah dalam pendapat mazhab al imam asy syafii Shalat Janazah &#124; ‌‌‌‌صَلَاةُ الجَنَازَةِ ‌‌‌‌مَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ: غَسْلُ الْمَيِّتِ الْمُسْلِمِ وَتَكْفِيْنُهُ وَحَمْلُهُ  وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ perkara yang wajib bagi mayat : memandikan mayat seorang yang islam, memberinya kain kafan, membawanya ke kubur, menshalatinya , dan menguburnya, itu semua hukumnya fardlu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html">Shalat Jenazah dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Shalat Jenazah Dan Hukum Seputar Takziyah dalam pendapat mazhab al imam asy syafii</h2>
<h3>Shalat Janazah |</h3>
<p class="arab">‌‌‌‌صَلَاةُ الجَنَازَةِ</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ: غَسْلُ الْمَيِّتِ الْمُسْلِمِ وَتَكْفِيْنُهُ وَحَمْلُهُ  وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ</p>
<p>perkara yang wajib bagi mayat : memandikan mayat seorang yang islam, memberinya kain kafan, membawanya ke kubur, menshalatinya , dan menguburnya, itu semua hukumnya fardlu kifayah .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌كَيْفِيَّةُ الْغُسْلِ: يُغْسَلُ الْمَيِّتُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: الْاُوْلَى بِسِدْرٍ أَوْ صَابُوْنٍ وَالثَّانِيَةُ بِمَاءٍ قَرَاحٍ وَالثَّالِثَةُ فِيْهَا قَلِيْلٌ كَافُوْرٍوَالْأَفْضَلُ أَنْ يُكَفَّنَ الرَّجُلُ فِي ثَلَاثِ لَفَائِفَ لَيْسَ فِيْهَا قَمِيْصٌ وَلاَ عِمَامَةٌ وَالْمَرْأَةُ تُكَفَّنُ بِإِزَارٍ وَخِمَارٍ وَقَمِيْصٍ وَلَفَتَيْنِ</p>
<h3>cara memandikan :</h3>
<p>mayat itu dimandikan tiga kali, yang pertama dengan daun bidara atau sabun, yang kedua dengan air murni yakni tanpa campuran suatu apapun, dan yang ketiga dengan sedikit campuran kapur barus</p>
<p class="arab">‌‌‌‌كَيْفِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ : (1) نِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ (2) التَّكْبِيْرُ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ (3) قِرَاءَةُ الْفَتِحَةِ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الْأُوْلَى (4) الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الثَّانِيَةِ (5) الدُّعَاءُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ الثَّالِثَةِ (6)السَّلَامُ بَعْدَ الرَّابِعَةِ</p>
<h3>cara menshalati mayat :</h3>
<p>(1) niat menshalati mayat (2) takbir empat kali pada mayat (3) membaca al  fatihah setelah takbir yang pertama (4) membaca sholawat kepada nabi setelah takbir yang ke dua (5) membaca doa untuk mayat setelah takbir ke tiga  ( 6) salam setelah takbir ke empat .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌الشَّهِيْدُ وَالسِّقْطُ : لَا يُغْسَلُ الشَّهِيْدُ فِيْ حَرْبٍ مَعَ الْكُفَّارِ وَلَا يُصَلَّى عَلَيْهِ وَالسِّقْطُ يُغْسَلُ اَنْ نُفِخَ فِيْهِ الرُّوْحُ وُيُصَلَّى عَلَيْهِ اِنْ صَرَخَ</p>
<p>orang yang mati syahid dan lahir keguguran : orang yang mati syahid didalam peperangan memerangi orang kafir itu tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dishalati . adapun anak yang mati keguguran itu dimandikan tanpa dishalati  mayatnya  jika rohnya  sudah ditiupkan dalam tubuhnya atau sudah bergerak gerak waktu lahir, dan selain memandikan juga  menshalati apabila anak itu menjerit yakni terdengar suara sewaktu dilahirkan sekalipun hanya perlahan lahan</p>
<p class="arab">‌‌‌‌تَشْيِيْعُ الْمَيِّتِ : سُنَّةٌ وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُشَيِّعِ أَنْ يَتَقَدَّمَ اَمَامَ الْجَنَازَةِ وَيُكْرَهُ رَفْعُ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ وَقِرَاءَةِ اْلقُرْاَنِ وَمَنْ اَرَادَ اَنْ يَذْكُرَ اللهَ فَيَذْكُرْهُ فِي سِرِّهِ لقوله صلى لله عليه وسلم لَا تَتْبَعُوْا الْجَنَازَةَ بِصَوْتٍ وَلَا نَارٍ</p>
<h3>mengantarkan mayat :</h3>
<p>mengantarkan mayat itu hukumnya sunah dan disunahkan bagi orang yang mengantarkan mayat supaya berjalan lebih dulu didepan mayat . dan dimakruhkan mengeraskan suara dengan bacaan  dzikir dan bacaan al quran, hendaknya melakukan dzikir tadi dengan sembunyi sembunyi saja, karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM : janganlah kamu mengikuti jenazah dengan bersuara dan jangan pula dengan membawa api .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌دَفْنُ الْمَيِّتِ: يَجِبُ دَفْنُ الْمَيِّتِ مُسْتَقْبِلَا الْقِبْلَةَ وَيُسَنُّ فِيْ لَحْدٍ وَيُسَطَّحُ الْقَبْرُ بَعْدَ أَنْ يُعَمَّقَ وَلاَ يُبْنَى عَلَيْهِ وَلَا يُجَصَّصُ وَيَحْرُمُ نَقْلُ الْمَيِّتِ قَبْلَ دَفْنِهِ إِلَى مَحَلٍّ أَخَرَ لِيُدْفَنَ فِيْهِ وَلَوْ أُمِنَ تَغَيُّرُهُ إِلَّا إِنْ جَرَتِ الْعَادَةُ بِدَفْنِ الْمَوْتَى فِيْ غَيْرِ بَلْدَتِهِمْ أَوْ كَانَ مَوْتُهُ قَرِيْبًا مِنْ مَكَّةَ أَوِ الْمَدِيْنَةِ</p>
<h3>mengkuburkan mayat :</h3>
<p>wajib mengkuburkan mayat dengan menghadapkan qiblat dan disunahkan meletakkan pada liang lahad, disunahkan pula supaya kuburannya itu diratakan sesudah di perdalamkan penggaliannya, kuburan itu jangan diberi bangunan apa apa di atasnya, dan jangan pula diperkuat dengan dinding . dan diharamkan memindah mayat itu sebelum dikuburkan untuk dibawa ke tempat yang lain agar dapat dikuburkan ditempat yang lain tersebut, sekalipun dianggap aman perubahannya kecuali apabila menurut adat istiadat dikalangan penduduk daerah bahwa mengkuburkan orang orang mati dilakukan di negeri selain negeri mereka sendiri atau kematian mayat itu dekat tempatnya dengan kota mekkah atau madinah maka boleh dipindahkan kekedua kota tersebut .</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita" href="https://belajarsholat.com/2699-ringkasan-tata-cara-shalat-jenazah-untuk-laki-laki-dan-wanita.html">Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌الْبُكَاءُ عَلَى الْمَيِّتِ : يَجُوْزُ الْبُكَاءُ عَلَى الْمَيِّتِ مِنْ غَيْرِ نُوْحٍ وَلَا شَقِّ ثَوْبٍ وَلَا ضَرْبِ خَدٍّ</p>
<h3>menangisi mayat  :</h3>
<p>boleh saja menangisi mayat itu, asalkan tanpa menyatakan ratapan, tanpa merobek robek pakaian, dan tanpa memukul-mukul pipi sendiri .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌التَّعْزِيَةُ: تَعْزِيَةُ صَاحِبَ الْمُصِيْبَةِ سُنَّةٌ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ إِلَى ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ تَعُمُّ التَّعْزِيَةُ جَمِيْعَ أَقَارِبِ الْمَيِّتِ</p>
<p>takziyah : melakukan takziyah atau menyatakan berduka cita kepada orang yang terkena musibah itu hukumnya sunah, yaitu sejak dikuburnya mayat sampai tiga hari sesudahnya, juga disunahkan agar supaya melakukan takziyah itu diratakan kepada seluruh kerabat mayat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌الذَّبْحُ وَالطَّعَامُ: يُسْتَحَبُّ لِجِيْرَانِ أَهْلِ الْمَيِّتِ وَاَصْدِقَائِهِمْ اَنْ يَصْنَعُوْا لَهُمْ طَعَامًا وَيَبْعَثُوْنَ بِهِ إِلَيْهِمْ وَيُلِحُّوْنَ عَلَيْهِمْ فِي الْأَكْلِ لِأَنَّ الْحُزْنَ قَدْ يَمْنَعُهُمْ عَنْهُ</p>
<h3>menyembelih dan membuat makan :</h3>
<p>disunahkan bagi tetangga keluarga mayat dan kawan kawannya, agar supaya mereka membuat makanan untuk keluarga mayat yang ditinggalkan, dan mengirimkan makanan itu kepada mereka, juga menyuruh mereka dengan paksa agar suka makan, sebab kesedihan itu adakalanya mencegah mereka dari makan, maksudnya karena adanya kesedihan ditinggalkn salah seorang keluarga yang mati lalu tidak suka makan .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌أَمَّا اْلاِجْتِمَاعُ فِيْ بَيْتِ الْمَيِّتِ وَإِعْدَادُ الطَّعَاِم لِمَنْ يَجْتَمِعُ لِلتَّعْزِيَةِ فَلَا يَجُوْزُ لِقَوْلِ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعَ اِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصُنْعَهُمُ الطَّعَامَ مِنَ النِّيَاحَةِ</p>
<p>adapun berkumpul dalam rumah mayat dan mempersiapkan makanan untuk orang orang yang berkumpul sewaktu bertakziyah, maka hal itu tidak dibolehkan, karena hadist jarir bin abdullah yang artinya : kita semua ini menganggap bahwa berkumpul ke tempat keluarga mayat dan keluarga itu membuatkan makanan untuk orang orang yang berkumpul itu termasuk ratapan pada mayat .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html">Shalat Jenazah dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sholat Jum&#8217;at dan Hukumnya</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3621-sholat-jumat-dan-hukumnya.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 07:58:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3621</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Sholat Jumat Menurut Pendapat Imam Asy-syafii Shalat Jum’at &#124; ‌‌‌‌ صَلَاةُ الجُمْعَةِ ‌‌‌‌حُكْمُ الْجُمْعَةِ : فَرْضُ عَيْنٍ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ حُرٍّ مُكَلَّفٍ ذَكَرٍ صَحِيْحٍ مُسْتَوْطِنٍ hukum jumat: fardlu ain bagi setiap muslim merdeka mukallaf laki-laki sehat dan bertempat tinggal ‌‌‌‌لقوله تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اِذَا نُوْدِىَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3621-sholat-jumat-dan-hukumnya.html">Sholat Jum’at dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Hukum Sholat Jumat Menurut Pendapat Imam Asy-syafii</h2>
<h3>Shalat Jum’at |</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ صَلَاةُ الجُمْعَةِ</h3>
<p class="arab">‌‌‌‌حُكْمُ الْجُمْعَةِ : فَرْضُ عَيْنٍ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ حُرٍّ مُكَلَّفٍ ذَكَرٍ صَحِيْحٍ مُسْتَوْطِنٍ<br />
hukum jumat: fardlu ain bagi setiap muslim merdeka mukallaf laki-laki sehat dan bertempat tinggal</p>
<p class="arab">‌‌‌‌لقوله تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اِذَا نُوْدِىَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ<br />
karena firman Allah: wahai orang-orang yang beriman jika di shalat di serukan di hari jumat maka berlarilah untuk dzikir Allah</p>
<p class="arab">‌‌‌‌وقوله صلى الله عليه وسلم الْجُمُعَةُ وَاجِةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِلَّا عَلَى أَرْبَعَةٍ عَبْدٍ مَمْلُوْكٍ وَامْرَاَةٍ وَصَبِيٍّ وَمَرِيْضٍ<br />
dan sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM : shalat jumat itu wajib bagi setiap muslim kecuali bagi empat orang: hamba, wanita, anak kecil, orang sakit</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Sholat Sunnah Ba’diyah Jumat" href="https://belajarsholat.com/2097-sholat-sunnah-badiyah-jumat.html">Sholat Sunnah Ba’diyah Jumat</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌شُرُوْطُ الْجُمُعَةِ:<br />
SYARAT-SYARAT SHALAT JUMAT</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(1) أَنْ تَكُوْنَ فِي أَبْنِة ٍاِسْتَوْطَنَهَا الْمُجَمِّعُوْنَ سَوَاءٌ كَانَتْ مَدِيْنَةً أَوْ بَلَدًا أَوْ قَرْيَةً<br />
hendaknya di pemukiman yang dihuni oleh orang-orang yang shalat jumat, baik berupa kota, atau negara atau desa</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(2) أَنْ تَكُوْنُ فِي جَمَاعَةٍ مِمَّنْ تَجِبُ عَلَيْهِمْ لَا يَقِلُّوْنَ عَنْ أَرْبَعِيْنَ<br />
hendaknya shalat dengan berjamaah orang orang yang wajib shalat jumat, yang tidak kurang dari 40</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(3) أَنْ يَكُوْنَ الْوَقْتُ بَاقِيًا<br />
waktu masih tersisa</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(4) أَنْ يَخْطُبَ الْإِمَامُ فِيْهَا خُطْبَتَيْنِ يَقُوْمُ فِيْهِمَا وَيَجْلِسُ بَيْنَهُمَا<br />
imam hendaknya berkhutbah dengan dua kali khutbah, ia berdiri di kedua khutbah, dan duduk di antara dua khutbah</p>
<p class="arab">‌‌‌‌سُنَنُ الْجُمُعَةِ : الْغُسْلُ وَتَنْظِيْفُ الْجَسَدِ وَلُبْسَ الْأَبْيَضِ وَتَقْلِيْمُ الْأَظَافِرِ وَالطِّيْبُ وَالْاِِنْصَاتُ لِلْخُطْبَةِ وَتَخْفِيْفُ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ<br />
SUNAH-SUNAH JUMAH: mandi, membersihkan jasad, memakai pakain putih, memotong kuku, minyak wangi, mendengarkan khutbah, meringankan shalat tahiyatul masjid ketika imam khutbah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3621-sholat-jumat-dan-hukumnya.html">Sholat Jum’at dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembatal-Pembatal Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3622-pembatal-pembatal-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 07:58:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[ruku']]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3622</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembatal-Pembatal Sholat Menurut Pendapat Al-imam Asy-syafii Rahimahullahu Ta&#8217;ala ‌‌‌‌مُبْطِلاَتُ الصَّلَاةِ : (1) الْكَلَامُ الْعَمْدُ لقوله صلى الله عليه وسلم إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاِس إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيْحُ وَالتَّكْبِيْرُ وَقِرَاءَةِ الْقُرْاَنِ Perkara-Perkara Yang Membatalkan Shalat: berbicara dengan sengaja karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: sesungguhnya shalat ini itu tidak layak [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3622-pembatal-pembatal-sholat.html">Pembatal-Pembatal Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembatal-Pembatal Sholat Menurut Pendapat Al-imam Asy-syafii Rahimahullahu Ta&#8217;ala</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مُبْطِلاَتُ الصَّلَاةِ : (1) الْكَلَامُ الْعَمْدُ لقوله صلى الله عليه وسلم إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاِس إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيْحُ وَالتَّكْبِيْرُ وَقِرَاءَةِ الْقُرْاَنِ<br />
Perkara-Perkara Yang Membatalkan Shalat: berbicara dengan sengaja karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: sesungguhnya shalat ini itu tidak layak ucapan manusia di dalamnya, sesungguhnya shalat itu tasbih, takbir dan membaca al quran</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(2) الْعَمَلُ الْكَثِيْرُ لقوله صلى الله عليه وسلم فِي مَسِّ الْحَصَى : إِنْ كُنْتَ فَاعِلًا فَمَرَّةً وَاحِدَةً<br />
pekerjaan yang banyak karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM : tentang memegang krikil jika kau melakukan maka satu kali</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(3) وَالْقَهْقَهَةُ وَمِثْلُهَا الْبُكَاءُ وَالْاَنِيْنَ والتَّنَحْنُحُ إِنْ ظَهَرَ مِنْ ذَلِكَ حَرْفٌ لَهُ مَعْنًى اَوْ حَرْفَانِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمَا مَعْنًى<br />
terbahak bahak dan seperti itu adalah menangis, merintih, berdahak jika keluar satu huruf yang mempunyai makna atau dua huruf walaupun tidak memiliki makna</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(4) الْأَكْلُ وَالشُّرْبُ عَمْدًا كَثِيْرًا كَاَن أَوْ قَلِيْلًا أَوْ كَثِيْرًا وَإِنْ كَانَ نَاسِيًا أَوْ جَاهِلًا<br />
makan dan minum secara sengaja, banyak atau sedikit, atau banyak walaupun secara lupa atau tidak mengerti</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(5) تَرْكُ رُكْنٍ مِنْ أَرْكَانِهَا أَوْ فَوَاتُ شَرْطٌ مِنْ شُرُوْطِهَا<br />
meninggalkan suatu rukun dari rukun-rukun shalat atau kehilangan suatu syarat dari syarat-syarat shalat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌قَضَاءُ الْفَوَائِتِ: (1) مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ عُذْرٍ وَجَبَ عَلَيْهِ قَضَاءُهَا مَتَى تَذَكَّرَهَا فَوْرًا<br />
Mengqodlo shalat yang tertinggal: barang siapa meninggalkan shalat tanpa udzur maka wajib menqodlo(mengganti) shalat, ketika ia ingat secara langsung</p>
<p>Yuk baca Juga artikel : <a title="Sujud Kepada Allah" href="https://belajarsholat.com/3491-sujud-kepada-allah.html">Sujud Kepada Allah</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌(2) وَأَعْذَارُ الصَّلَاةِ هِيَ النَّوْمُ وَالنِّسْيَانُ<br />
udzur-udzur shalat itu tidur dan lupa</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(3) وَيَجِبُ قَضَاءُ الْفَوَائِتِ فَاِنْ كَانَ مُسَافِرًا وَفَاتَتْهُ صَلَاةٌ رُبَاعِيَّةٌ قَضَاهَا رَكْعَتَيْنِ فِي السَّفَرِ لَا فِي الْحَضَرِ فَاِنَّهُ يَتِمُّهَا<br />
wajib menqodlo shalat, jika ia musafir dan meninggalkan shalat empat rakaat maka ia menqodlo dua rakaat di perjalanan, tidak di rumah, maka ia menyempurnakan shalat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌وَ اِنْ كَانَ مُقِيْمًا وَفَاتَتْهُ الصَّلَاةُ فِي الْحَضَرِ قَضَاهَا أَرْبَعًا وَلَوْ كَانَ الْقَضَاءُ فِي السَّفَرِ<br />
dan jika ia mukim dan meninggalkan shalat di rumah maka ia menqodlo empat walaupun qodlo’nya di perjalanan</p>
<p class="arab">‌‌‌‌صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ : فَرْضُ كِفَايَةٍ لقوله تعالى وَاِذَا كُنْتَ فِيْهِمْ فَاقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ<br />
shalat jamaah itu fardlu kifayah karena firman Allah: dan jika engkau dengan sahabat lalu engkau mendirikan shalat maka hendaknya suatu kelompok berdiri bersamamu</p>
<p class="arab">‌‌‌‌وقال صلى الله عليه وسلم صَلَاةَ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاِة الْفَذِّ بِسَبْعِ وَعِْرِيْنَ دَرَجَةً<br />
dan nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: shalat jamaah itu lebih baik dari shalat sendiri, terpaut dua puluh derajat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا تُدْرُكُ بِهِ الرَّكْعَةُ :  تُدْرَكُ الرَّكْعَةُ بِإِدْرَاكِ الرُّكُوْعِ لقوله صلى الله عليه وسلم إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ ِإلَى الصَّلَاةِ وَنَحْنُ سُجُوْدٌ فَاسْجُدُوْا وَلَا تَعُدُّوْهَا شَيْئًا وَمَنْ أَدْرَكَ الرُّكُوْع َفَقَدْ اَدْرَكَ الرَّكْعَةَ<br />
perkara untuk menemui rakaat: rakaat di temui dengan menemui rukuk karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM jika salah seorang di antara kalian datang ke shalat dan kita dalam keadaan sujud maka sujudlah dan jangan dihitung, dan barang siapa menemui rukuk maka ia menumui rakaat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌شُرُوْطُ صِحَّةِ الْجَمَاعَةِ: (1) نِيَّةُ الْاِقْتِدَاءِ<br />
Syarat Sah Jamaah: niat mengikuti</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(2) الْعِلْمُ بِصَلَاِة الْاِمَامِ وَلَوْ بِوَاسِطَةٍ<br />
mengetahui shalatnya imam walaupun dengan perantara</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(3) اَنْ لَا يَتَقَدَّمَ الْمَأْمُوْمُ عَلَى الْإِمَامِ<br />
hendaknya makmum tidak mendahului imam</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(4) اَنْ يَقْرُبَ مِنَ الْاِمَامِ فِي غَيْرِ الْمَسْجِدِ ثَلَاثَمِائَةٍ ذِرَاءٍ فَأَقَلَّ وَأَنْ لَا يَحُوْلَ بَيْنَهُمَا حَائِلٌ<br />
hendaknya makmum mendekat ke imam di selain masjid 300 dzira atau kurang, dan hendaknya tiada penghalang antara keduanya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Subscribe yuk <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3622-pembatal-pembatal-sholat.html">Pembatal-Pembatal Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
