<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alfatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/alfatihah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 14:48:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>alfatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-fatihah (2)</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 14:45:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Lanjutan dari postingan Sebelumnya. Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah basmalah secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca basmalah saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa basmalah termasukdari Fatihah) karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama memasukkan basmalah sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah</strong></h2>
<p>Lanjutan dari postingan Sebelumnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong>Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah </strong><strong><em>basmalah </em></strong>secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca <em>basmalah </em>saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa <em>basmalah </em>termasukdari Fatihah) karena Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>memasukkan <em>basmalah </em>sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Mereka berdua men<em>shohih</em>kan hadis tersebut. Tetapnya <em>basmalah </em>secara hukum sebagai salah satu dari ayat Fatihah cukup menurut <em>dzon </em>atau sangkaan, bukan keyakinan. Jumlah ayat Fatihah ada 7 (tujuh). Jumlah kalimahnya ada 29.</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Tidak melakukan <em>lahn </em>(kesalahan membaca) yang dapat merusak makna. Syarqowi mengatakan bahwa istilah <em>lahn </em>menurut Fuqoha mencakup merubah <em>i’rob </em>dan mengganti hurufsatu dengan huruf lain. Adapun <em>lahn </em>menurut ulama bahasa dan Nahwu berarti merubah <em>i’rob </em>dan keliru dalam <em>i’rob</em>.<br />
Yang dimaksud dengan <em>“lahn (kesalahan membaca) yang dapat merusak makna” </em>adalah memindah makna <em>kalimah </em>ke makna lain, atau menjadikan <em>kalimah </em>tidak memiliki makna sama sekali, kemudian <em>lahn </em>menjadi ‘الزاي’, atau meng<em>isybak tasydid </em>pada huruf <em>lam </em>/ل/ dari lafadz ‘الذين’ sekiranya seolah-olah mengeluarkan huruf <em>alif </em>setelahnya karena dapat merubah makna.</li>
</ol>
<ol start="9">
<li>Membaca Fatihah dilakukan pada saat rukun berdiri dalam sholat fardhu. Artinya disyaratkan melakukan bacaan Fatihah dengan setiap huruf-hurufnya pada saat berdiri atau gantinya (duduk, tidur miring, berbaring). Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></li>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar seluruh huruf- huruf Fatihah saat membacanya ketika ia memiliki pendengaran sehat dan tidak ramai tempatnya.</li>
<li>Bacaan Fatihah tidak disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan <em>maslahat </em>sholat, seperti dzikir-dzikir yang telah disebutkan sebelumnya. Berbeda apabila dzikir yang menyela-nyela Fatihah memiliki hubungan dengan <em>maslahah </em>sholat, seperti bacaan <em>amin </em>karena <em>bacaan </em>imam, bacaan <em>fath</em> kepada imam meskipun bukan di saat membaca Fatihah.<br />
<em>Musholli </em>tidak membacakan <em>fath </em>kepada imam kecuali ketika imam berhenti dan diam. Adapun selama imam masih ragu atau bingung tentang ayat yang ia baca maka <em>makmum </em>tidak perlu membaca <em>fath </em>kepadanya, jika <em>makmum </em>membacanya maka bacaan Fatihah terputus. Akan tetapi, apabila waktu wholat mepet, dan imam masih ragu dan bingung tentang ayat yang ia baca, maka <em>makmum </em>membaca bacaan <em>fath </em>dan bacaan Fatihahnya tidak terputus.<br />
Saat membaca bacaan <em>fath</em>, wajib menyengaja membaca (<em>qiroah</em>) meskipun disertai menyengaja mengajari. Apabila <em>musholli </em>menyengaja mengajari saja, atau memutlakkan, atau menyengaja salah satu dari membaca dan mengajari, tetapi tidak jelas yang mana, maka sholatnya batal. Mengecualikan dengan &#8216;karena bacaan imam’ adalah bacaan dari selainnya meskipun <em>makmum lain </em>sehingga apabila <em>musholli </em>membaca <em>amin </em>atau bacaan <em>fath </em>karena bacaan dari selain imam maka Fatihahnya terputus.<br />
Sama seperti bacaan <em>amin </em>adalah <em>sujud tilawah </em>bersama imam. Artinya apabila <em>musholli </em>melakukan <em>sujud tilawah </em>bersama orang lain (bukan imamnya) dengan keadaan tahu dan sengaja maka sholatnya batal.</li>
</ol>
<ol start="12">
<li>Disyaratkan juga membaca Fatihah dengan Bahasa Arab, bukan terjemahannya dengan hahasa lain meskipun ia tidak mampu menggunakan Bahasa Arab. Begitu juga pengganti Fatihah harus dengan Bahasa Arab apabila penggantinya itu adalah Quran. Sedangkan apabila penggantinya bukan Quran, alias dzikir atau doa, maka <em>musholli </em>yang tidak mampu menggunakan Bahasa Arab boleh menerjemahkan dengan Bahasa lain.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah adalah bahwa <em>musholli </em>tidak membacanya dengan jenis bacaan <em>syadz </em>(langka) yang dapat merubah makna.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah tidak adanya <em>shorif.</em> Apabila <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tujuan memuji maka tidak mencukupinya karena adanya <em>shorif </em>yang berupa memuji. Melainkan ia harus membaca Fatihah dengan tujuan <em>qiroah </em>(membaca) atau memutlakkan.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sunnah-sunnah pada Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3562-sunnah-sunnah-pada-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 11:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanya Jawab mengenai Sunnah-sunnah didalam sholat dan sebelum sholat ‌‌‌‌ما سنن الصلاة قبل الدخول فيها؟ Apa Sunnah-sunnah Sebelum masuk waktu sholat? ‌‌‌‌ سُنَنُ الصَّلَاِة قَبْلَ الدُّخُوْلِ فِيْهَا: (1) الأذَانُ لِلصَّلَوَاتِ الخَمْسِ في السَفَرِ وَالحَضَرِ بَعْدَ دُخُوْلِ الوَقْتِ إلَّا في الصُّبْحِ فَإنَّهُ يُسَنُّ لَهُ أذَانَانِ أحَدُهُمَا مِنْ نِصْفِ اللَّيْلِ وَثَانِيْهِمَا بَعْدَ طُلُوْعِ الفَجْرِ. (2) الإقَامَةُ مُتَّصِلَةٌ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3562-sunnah-sunnah-pada-sholat.html">Sunnah-sunnah pada Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Tanya Jawab mengenai Sunnah-sunnah didalam sholat dan sebelum sholat</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌ما سنن الصلاة قبل الدخول فيها؟</p>
<p>Apa Sunnah-sunnah Sebelum masuk waktu sholat?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
سُنَنُ الصَّلَاِة قَبْلَ الدُّخُوْلِ فِيْهَا: (1) الأذَانُ لِلصَّلَوَاتِ الخَمْسِ في السَفَرِ وَالحَضَرِ بَعْدَ دُخُوْلِ الوَقْتِ إلَّا في الصُّبْحِ فَإنَّهُ يُسَنُّ لَهُ أذَانَانِ أحَدُهُمَا مِنْ نِصْفِ اللَّيْلِ وَثَانِيْهِمَا بَعْدَ طُلُوْعِ الفَجْرِ. (2) الإقَامَةُ مُتَّصِلَةٌ بِالصَّلَاةِ. (3) السِّوَاكُ وَهُوَ سُنَّةٌ في كُلِّ وَقْتٍ إلَّا بَعْدَ الزَّوَالِ لِلصَّائِمِ. (4) اتخَاذُ سُتْرَةٍ لِمَنْعِ مُرُوْرِ أَحَدٍ بَيْنَ يَدَيْهِ.</p>
<p>Sunah-Sunah shalat sebelum memulainya: 1. Azan, untuk shalat fardhu, baik disaat bepergian atau menetap sesudah masuknya waktu shalat, kecuali shubuh, karena shalat subuh itu diSunahkan memakai dua azan. Azan pertama dipertengahan malam, sedang azan kedua setelah menyingsingnya fajar shadiq yang berarti shalat subuh sudah masuk, 2.iqamah, yang langsung disambung dengan mengerjakan shalat, 3. bersiwak diSunahkan untuk segala waktu, kecuali waktu sesudah tergelincirnya matahari bagi orang yang berpuasa, 4. meletakkan sutra (sajadah) agar jangan ada orang berjalan dimuka orang yang sedang shalat.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ما سنن الصلاة بعد الدخول فيها؟</p>
<h2><strong>Apa sunnah-sunnah Sholat Setelah masuk waktunya?</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌سُنَنُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الدُّخُوْلِ فِيْهَا نَوْعَانِ: أبْعَاضٌ وَهَيْئَاتٌ.</p>
<p>Sunah-Sunah shalat setelah berada dalam keadaan shalat; itu ada 2 macam, yaitu: 1. Sunah ab’ad, 2. Sunah hai’at.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
أبْعَاضُ الصَّلَاةِ سَبْعَةٌ، مَنْ تَرَكَ شَيْئًا مِنْهَا يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ هِيَ: (1) الجُلُوْسُ الأوَّلُ. (2) وَالتَّشَهُّدَ فِيْهِ. (3) وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِي فِيْهِ. (4) الصَّلَاةُ عَلَى آل النَّبِيِّ في التَّشَهُّدِ الأخِيْرِ. (5) القُنُوْتُ في صَلَاةِ الصُّبْحِ وَفي الوِتْرِ في النِّصْفِ الأخِيْرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ. (6) القِيَامُ لِلقُنُوْتِ. (7) الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ واله وَصَحْبِهِ فِيْهِ.</p>
<p>Yang termasuk Sunah ab’adnya shalat: Ada 7 hal, barang siapa meninggalkan salah satu dari padanya, maka hendaklah melakukan sujud sahwi (sujud karena lupa): 1. Duduk tahiyat awal, 2. membaca tasyahud diwaktu duduk tahiyat awal, 3.membaca shalawat atas nabi Muhammad SAW. di waktu duduk tahiyat awal, 4. membaca shalawat yang ditujukan kepada keluarga nabi dalam tasyahhud akhir, 5. membaca qunut diwaktu shalat shubuh dan diwaktu melakukan shalat Sunah witir setelah pertengahan yang akhir dari bulan ramadhan, 6. membaca qunut dengan berdiri, 7. membaca shalawat atas nabi muhammad  SAW. juga atas seluruh keluarga serta para sahabatnya dalam qunut. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Sholat Sunnah Setelah Wudhu" href="https://belajarsholat.com/2144-sholat-sunnah-setelah-wudhu.html">Sholat Sunnah Setelah Wudhu</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌ما سجود السهو؟</p>
<p>Apa definisi Sujud Sahwi?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌سُجُوْدُ السَّهْوِ هُوَ: سَجْدَتَانِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ وَقَبْلَ السَّلَامِ.</p>
<p>Sujud sahwi adalah sujud dua kali sesudah tasyahud akhir sebelum mengucapkan salam.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ما أسبابه؟</p>
<p>Apa sebab Seseorang Sujud Sahwi?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
أسْبَابُ سُجُوْدِ السَّهْوِ: (1) تَرْكُ بَعْضٍ مِنْ أبْعَاضِ الصَّلَاةِ. (2) فِعْلُ شَيْءٍ سَهْوًا يُبْطِلُ عَمْدُهُ الصَّلَاةَ كَالكَلَامِ القَلِيْلِ سَهْوًا. (3) الشَّكُّ في الرَّكَعَاتِ، فَلَوْ شَكَّ في عَدَدِ الرَّكَعَاتِ الَّتِي صَلَّاهَا بَنَى عَلَى اليَقِيْنِ وَتَمَّمَ الصَّلَاةَ وَسَجَدَ لِلسَّهْوِ. (4) نَقْلُ رُكْنٍ قَوْلِيٍّ غَيْرِ مُبْطِلٍ في غَيْرِ مَحَلِّهِ كإعَادَةِ الفَاتِحَةِ في الرُّكُوْعِ أوِ السُّجُوْدِ أوِ الجُلُوْسِ.</p>
<p>Sebab-sebab sujud sahwi: 1. dikarenakan meninggalkan sebagaian dari ab’adnya shalat, 2. melkukan sesuatu karena lupa, andaikan disengaja sudah tentu membatalkan shalat, misalnya: berbicara hanya sedikit dan pula disebabkan lupa, 3. ragu-ragu dalam hal raka’atnya, 4. tanpa disengaja orang itu memindahkan ”rukun qauli (ucapan)” walaupun bukan pada tempatnya, tetapi tidak membatalkan shalatnya, misalkan: mengulangi membaca fatihah dalam ruku’, sujud dan duduk.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌كم هيئات الصلاة فيم تخالف المرأة الرجل؟</p>
<h2><strong>Berapa Jumlah Sunnah-sunnah Hai’at Shalat diantara laki-laki dan perempuan?</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌فِيْمَا تُخَالِفُ المَرْأَةُ الرَّجُلَ فِي الصَّلَاةِ: تُخَالِفُ الْمَرْأَةُ الرَّجُلَ في أرْبَعَةِ مَوَاضِعَ: يُبَاعِدُ الرَّجُلُ عَنْ مِرْفَقَيْهِ، وَيَرْفَعُ بَطْنَهُ عَنْ فَخِذَيْهِ فِي السُّجُوْدِ وَالرُّكُوْعِ، يَجْهَرُ فِي مَوْضِعِ الجَهْرِ، وَإذَا نَابَهُ شَيْءٌ في الصَّلَاةِ سَبَّحَ. أمَّا المَرْأةُ فَتُضَمُّ بَعْضَهَا إلَى بَعْضٍ، وَتُسِرُّ فِي صَلَاتِهَا كُلِّهَا إنْ كَانَتْ بِحَضْرَةِ أجْنَبِيٍّ، وَإذَا نَابَهَا شَيْءٌ فِي صَلَاتِهَا صَفَقَتْ.</p>
<p>Perbedaan orang perempuan dengan lelaki dalam 4 hal: Bagi Orang lelaki<strong>:</strong> supaya menjauhkan kedua sikunya dan merenggangkan perutnya dari kedua paha pada saatnya bersujut, mengeraskan suaranya pada tempat yang semestinya dikeraskan, dan bila ada sesuatu hal supaya membaca ”SUBHANAALLAH”. Bagi orang perempuan<strong>:</strong> merapatkan sebagian anggota dengan anggota yang lain, menahan suaranya dalam bersholat jika disampingnya ada lelaki yang bukan mahramnya (ajnabi), apabila ada sesuatu hal supaya bertepuk tanggan.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3562-sunnah-sunnah-pada-sholat.html">Sunnah-sunnah pada Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sunah-sunah Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3497-sunah-sunah-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jun 2024 07:31:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sujud]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sunah-sunah Sujud ‌‌‌‌‌‌سنن السجود ‌‌‌‌وكان النبي صلى الله عليه وسلم لا يتقي الأرض بوجهه قصدًا بل إذا اتفق له ذلك فعله، ولذلك سجد في الماء والطين (1). ‌‌‌‌ولهذا كان من كمال السجود الواجب أنه يسجد على الأعضاء السبعة: الوجه واليدين والركبتين وأطراف القدمين، فهذا فرض أمر الله به ورسوله، وبلغه الرسول لأمته. ‌‌‌‌ومن كماله الواجب [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3497-sunah-sunah-sujud.html">Sunah-sunah Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Sunah-sunah Sujud</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌سنن السجود</p>
<p class="arab">‌‌‌‌وكان النبي صلى الله عليه وسلم لا يتقي الأرض بوجهه قصدًا بل إذا اتفق له ذلك فعله، ولذلك سجد في الماء والطين (1).</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ولهذا كان من كمال السجود الواجب أنه يسجد على الأعضاء السبعة: الوجه واليدين والركبتين وأطراف القدمين، فهذا فرض أمر الله به ورسوله، وبلغه الرسول لأمته.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ومن كماله الواجب أو المستحب مباشرة مصلاه بأديم وجهه، واعتماده على الأرض بحيث ينالها ثقل رأسه وارتفاع أسافله على أعاليه، فهذا من تمام السجود.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ومن كماله: أن يكون على هيئة يأخذ فيها كل عضو من البدن بحظه من الخضوع، فَيَقُلُّ بطنه عن فخذيه، وفخذيه عن ساقيه، ويجافي عضديه عن جنبيه، ولا يفرشهما على الأرض ليستقل كل عضو منه بالعبودية.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ولذلك إذا رأى الشيطان ابن آدم ساجدًا لله اعتزل ناحية يبكي ويقول: يا ويله أمر ابن آدم بالسجود، فسجد، فله الجنة، وأمرت بالسجود فعصيت فلي النار</p>
<h2>Rasulullah tidak pernah secara sengaja menghindari wajahnya dari mencium tanah.</h2>
<p>Sebaliknya, jika memang itu memungkinkan, maka Rasulullah akan melakukan agar wajahnya mencium tanah. Oleh karenanya, Rasulullah biasa bersujud di atas air maupun lumpur.&#8221;</p>
<p>Salah satu kesempurnaan dan sujud yang wajib dilakukan adalah sujud di atas tujuh anggota badan, yaitu; wajah, kedua belah tangan, kedua belah lutut, dan jari-jari telapak kaki. Hal ini merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah melalui Rasul-Nya dan telah disampaikan oleh Rasulullah kepada para umatnya.</p>
<p>Kesempurnaan sujud lainnya yang wajib atau sunnah dilakukan adalah menempelkan dahi pada tempat sholat dengan bertumpu pada tanah, sekira beratnya kepala bisa dirasakan serta mengangkat anggota bagian bawah ke atas. Inilah salah satu kesempurnaan dari sujud. Yuk Baca Artikel : <a title="Tata Cara Sujud dan Bacaan Sujud" href="https://belajarsholat.com/1992-tata-cara-sujud-dan-bacaan-sujud.html">Tata Cara Sujud dan Bacaan Sujud</a></p>
<h2>Salah satu kesempurnaan sujud lainnya adalah sujud dengan keadaan seluruh anggota badan dalam keadaan khusyuk.</h2>
<p>Hal ini dengan cara meringankan beban perut yang ada di atas kedua belah paha dan meringankan beban kedua belah paha yang berada di atas kedua belah betis. selain itu, membengang (melebarkan) kedua lengan dari kedua belah lambung, serta kedua lengan tidak diletakkan di atas tanah, supaya setiap anggota badan melakukan ibadah secara mandiri.</p>
<p>Oleh karenanya, ketika setan melihat anak cucu Âdam bersujud kepada Allah, serta merta menangis dan menyingkir di pojokan seraya berkata, celakalah aku. Anak cucu Adam diperintahkan untuk sujud kemudian dia bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah untuk sujud tetapi aku menolak sehingga bagiku neraka.&#8221;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
ولذلك أثنى الله سبحانه على الذين يخرون سجدًا عند سماع كلامه، وذم من لا يقع ساجدًا عنده؛ ولذلك كان قول من أوجبه قويًا في الدليل ولما علمت السحرة صدق موسى وكذب فرعون، خروا سجدًا لربهم، فكانت تلك السجدة أول سعادتهم وغفران ما أفنوا فيه أعمارهم من السحر؛ ولذلك أخبر سبحانه عن سجود جميع المخلوقات له فقال تعالى: {وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ * يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ} [النحل: 49، 50] فأخبر عن إيمانهم بعلوه وفوقيته وخضوعهم له بالسجود تعظيمًا وإجلالاً وقال تعالى: {أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ} [الحج: 18].</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
فالذي حق عليه العذاب هو الذي لا يسجد له سبحانه، وهو الذي أهانه بترك السجود له، وأخبر أنه لا مكرم له، وقد هان على ربه حيث لم يسجد له وقال تعالى: {وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ} [الرعد: 15]</p>
<p>Oleh karenanya, Allah memuji orang-orang yang mau bersujud tatkala mendengar kalam-Nya dan mencela orang yang tidak mau bersujud. Dengan demikian, pendapat yang menyatakan bahwa sujud hukumnya wajib, dalilnya sangat kuat.</p>
<p>Tatkala para tukang sihir mengetahui kejujuran nabi Musa dan kebohongan Fir&#8217;aun, serta merta mereka bersujud kepada Tuhan-nya. Sujud yang mereka lakukan merupakan awal dari kebahagiaan mereka dan penghapus dosa-dosa sihir yang mereka Lakukan sepanjang hidupnya.</p>
<h2>Oleh karnanya, Allah menceritakan tentang sujud yang dilakukan para makhluk-Nya kepada-Nya,</h2>
<p>Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). (an-Nahl [16]: 49-50)</p>
<p>Dalam ayat itu Allah mengabadikan bahwa para makhluk meyakini ketinggian-Nya sehingga mereka pun bersujud kepada-Nya karena mengagungkan dan memuliakan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala ber firman,</p>
<p>“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (al-Hajj [22]: 18)</p>
<p>Orang yang berhak mendapatkan siksa adalah yang tidak mau bersujud kepada-Nya. Allah akan menghinakan orang yang tidak mau bersujud kepada-Nya. Allah juga mengabarkan bahwa orang itu tidak pantas dimuliakan dan pantas dihinakan karena tidak mau sujud kepada-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,</p>
<p>Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang. (ar-Ra&#8217;d [13]: 15)</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3497-sunah-sunah-sujud.html">Sunah-sunah Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Dan Hidayah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 01:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[cara rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia dan Hidayah ‌‌الناس والهداية ‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية: ‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها. ‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها. ‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Manusia dan Hidayah</strong></h1>
<p class"arab">‌‌الناس والهداية</p>
<p class"arab">‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية:</p>
<p class"arab">‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها.</p>
<p class"arab">‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها.</p>
<p class"arab">‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه عرفها ولم يوفق للعمل بموجبها.</p>
<p class"arab">‌‌فالأول: المُنعم عليه قام بالهدى ودين الحق علمًا، عملاً والضال منسلخ عنه علمًا وعملاً والمغضوب عليه عارف به علمًا منسلخ منه عملاً</p>
<h3>Selanjutnya Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa jalan ahli hidayah ini berseberangan dengan ahli emosi dan sesat. Karena itu makhluk dibagi menjadi tiga menurut kategori hidayah:</h3>
<ol>
<li>
<h5>Diberi nikmat dengan mendapatkannya, dan dia terus mendapatkan nasib baiknya dari kenikmatan sesuai dengan nasibnya mendapatkan rincian dan bagian-bagian hidayahnya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Sesat, tidak diberi hidayah dan tidak dikehendaki untuk mendapatkannya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Yang dimurkai, dia mengetahui hidayah tapi tidak dibcri petunjuk untuk mongamalkannya.</h5>
</li>
</ol>
<h5>Golongan pertama, yang diberi nikmat berjalan dengan hidayah dan agama yang benar, disertai ilmu dan amal. Golongan kedua, yang sesat dan lepas, baik ilmu maupun amalnya dari hidayah. Sementara golongan ketiga yang dimurkai; dia mengetahui secara ilmu tapi lepas dari amal.</h5>
<h2></h2>
<h2><strong>Disyariatkannya Mengucapkan &#8220;âmin&#8221;</strong></h2>
<p class"arab">‌‌مشروعية التأمين</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التأمين عند هذا الدعاء تفاؤلاً بإجابته وحصوله وطابعًا عليه وتحقيقًا له، ولهذا اشتد حسد اليهود للمسلمين عليه حين سمعوهم يجهرون به في صلاتهم</p>
<p>Disyariatkan mengucapkan âmin (at-ta’min) setelah membaca doa ini (surah al-Fâtihah) sebagai harapan agar doanya dikabulkannya, serta diwujudkan oleh Allah. Dengan ini orang-orang Yahudi dengki terhadap orang-orang Muslim ketika mereka mendengar saat shalat menyaringkan bacaan &#8220;àmin.&#8221; Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html">Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Rukuk</strong></h2>
<p class"arab">‌‌الركوع</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له رفع اليدين عند الركوع؛ تعظيمًا لأمر الله وزينة للصلاة وعبودية خاصة لليدين كعبودية باقي الجوارح، واتباعًا لسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو حلية الصلاة، وزينتها، وتعظيمًا لشعائرها.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التكبير الذي هو في انتقالات الصلاة من ركن إلى ركن كالتلبية في انتقالات الحاج من مشعر إلى مشعر، فهو شعار الصلاة كما أن التلبية شعار الحج؛ ليعلم العبد أن سر الصلاة هو تعظيم الرب تعالى وتكبيره بعبادته وحده.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له بأن يخضع للمعبود سبحانه بالركوع خضوعًا لعظمته واستكانة لهيبته وتذللا لعزته، فثنى العبد له صلبه ووضع له قامته ونكس له رأسه وحنى له ظهره معظمًا له ناطقًا بتسبيحه المقترن بتعظيمه، فاجتمع له خضوع القلب وخضوع الجوارح، وخضوع القول، على أتم الأحوال وجمع له في هذا الذكر بين الخضوع والتعظيم لربه والتنزيه له عن خضوع العبيد وأن الخضوع وصف العبد والعظمة وصف الرب.</p>
<p class"arab">‌‌وتمام عبودية الركوع أن يتصاغر العبد ويتضاءل بحيث يمحو تصاغره كل تعظيم منه لنفسه ويثبت مكانه تعظيمه لربه وكلما استولى على قلبه تعظيم الرب ازداد تصاغره هو عند نفسه، فالركوع للقلب بالذات والقصد وللجوارح بالتبع والتكملة</p>
<p>Setelah berdiri dan membaca surah al-Fâtihah disunahkan melanjutkan membaca surah dari al-Qur&#8217;an. Setelah itu orang yang shalat disyariatkan untuk mengangkat kedua tangannya ketika hendak rukuk, sebagai bentuk pengagungan terhadap perintah Allah, hiasan shalat dan sebagai ibadah khusus bagi kedua tangan sebagaimana ibadah dari anggota tubuh yang lain, tentu selain mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Rukuk adalah ornamen, perhiasan shalat dan bentuk pengagungan ibadah tersebut.</p>
<p>Selanjutnya disyariatkan mengucapkan takbir &#8216;Allahu Akbar, karna ucapan takbir ketika peralihan gerakan dalam shalat dari satu rukun ke rukun yang lain, seperti ucapan talbiah dalam peralihan rangkaian ibadah haji dari tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain. Takbir adalah syiar shalat sebagaimana talbiyah dalam haji, agar hamba tahu bahwa rahasia shalat adalah mengagungkan Allah dan membesarkan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Ketika rukuk disyariatkan untuk tunduk kepada Tuhan yang disembahnya, tunduk atas keagungan dan tenang karena kekuasaan-Nya dan merendah karna kemuliaan-Nya. Maka orang yang membungkukkan tulang belakangnya, meletakkan tubuhnya, disejajarkan kepalanya dan diluruskan sejajar dengan punggung sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya, dan mengucapkan tasbih pada-Nya yang diiringi ucapan pengagungan untuk-Nya, Subhâna Rabbiyal Azhimi.</p>
<p>Maka berkumpullah ketundukan hati dan ketundukan anggota badan, ketundukan ucapan dalam keadaan yang sempurna, serta berkumpul pada dzikir ini antara tunduk dan pengagungan kepada Tuhan-Nya dan menyucikan dirinya dari tunduk terhadap hamba. Tunduk adalah karakteristik seorang hamba dan keagungan adalah sifat Tuhan.</p>
<p>Kesempurnaan ibadah rukuk bertujuan agar hamba mengecilkan diri dan merasa lemah, di mana dengan menganggap diri kecil akan menghapus setiap bentuk pengagungan pada diri sendiri, dan menetapkan tempat itu untuk pengagungan kepada Tuhannya. Ketika di setiap pengagungan pada Allah mengambil tempat di hatinya, maka bertambahlah perasan kecil dan lemah pada dirinya. Maka proses rukuk bagi hati adalah dengan jiwa dan bertujuan pada anggota badan dengan ketundukan dan penyempurnaan terhadap-Nya. Subscribe Akun Youtube Belajar Sholat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkara-Perkara Hidayah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3357-perkara-perkara-hidayah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2024 01:24:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[istiqomah]]></category>
		<category><![CDATA[meminta hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[memohon hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[perkara hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkara-perkara Hidayah Selama Sholat dalam Lima waktu sehari &#8211; semalam pasti membaca al-fatihah dan didalamnya terdapat seorang hamba selalu meminta hidayah kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala, dan diantara perkara-perkara hidayah yang pantas untuk kita mintakan kepada Allah ta&#8217;ala semoga selalu dilimpahkan dan diistiqomahkan untuk menjalaninya dikehidupan sehari-hari. أمور الهداية ولما كان العبد مفتقرًا إلى هذه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3357-perkara-perkara-hidayah.html">Perkara-Perkara Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Perkara-perkara Hidayah</strong></h1>
<p>Selama Sholat dalam Lima waktu sehari &#8211; semalam pasti membaca al-fatihah dan didalamnya terdapat seorang hamba selalu meminta hidayah kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala, dan diantara perkara-perkara hidayah yang pantas untuk kita mintakan kepada Allah ta&#8217;ala semoga selalu dilimpahkan dan diistiqomahkan untuk menjalaninya dikehidupan sehari-hari.</p>
<p class="arab">أمور الهداية</p>
<p class="arab">ولما كان العبد مفتقرًا إلى هذه الهداية في ظاهره وباطنه في جميع ما يأتيه ويذره من:</p>
<p class="arab">1 &#8211; أمور قد فعلها على غير الهداية علمًا، وعملاً وإرادة فهو محتاج إلى التوبة منها وتوبته منها هي الهداية.</p>
<p class="arab">2 &#8211; وأمور قد هدي إلى أصلها دون تفصيلها، فهو محتاج إلى هداية تفاصيلها.</p>
<p class="arab">3 &#8211; وأمور قد هدي إليها من وجه دون وجه فهو محتاج إلى تمام الهداية فيها؛ لتتم له الهداية ويزاد هدى إلى هداه.</p>
<p class="arab">4 &#8211; وأمور يحتاج فيها إلى أن يحصل له من الهداية في مستقبلها مثلما حصل له في ماضيها.</p>
<p class="arab">5 &#8211; وأمور يعتقد فيها بخلاف ما هي عليه، فهو محتاج إلى هداية تنسخ من قلبه ذلك الاعتقاد، وتثبت فيه ضده.</p>
<p class="arab">6 &#8211; وأمور من الهداية هو قادر عليها، ولكن لم يخلق له إرادة فعلها فهو محتاج في تمام الهداية إلى خلق إرادة يفعلها بها.</p>
<p class="arab">7 &#8211; وأمور منها هو غير قادر على فعلها مع كونه مريدًا فهو محتاج في هدايته إلى إقداره عليها.</p>
<p class="arab">8 &#8211; وأمور منها هو غير قادر عليها ولا مريد لها فهو محتاج إلى خلق القدرة والإرادة له لتتم له الهداية</p>
<p class="arab">9 &#8211; وأمور هو قائم بها على وجه الهداية اعتقادًا وإرادة وعملاً فهو محتاج إلى الثبات عليها واستدامتها.</p>
<p class="arab">كانت  حاجته إلى سؤال الهداية أعظم الحاجات وفاقته إليها أشد الفاقات، فرض عليه الرب الرحيم هذا السؤال كل يوم وليلة في أفضل أحواله، وهي الصلوات الخمس مرات متعددة، لشدة ضرورته وفاقته إلى هذا المطلوب</p>
<h5>Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Sholat Akan Menjadi Syafaat dan Tolak Ukur Amalan di Akhirat" href="https://belajarsholat.com/277-sholat-akan-menjadi-syafaat-dan-tolak-ukur-amalan-di-akhirat.html">Sholat Akan Menjadi Syafaat dan Tolak Ukur Amalan di Akhirat</a></h5>
<h5>Ketika seorang hamba membutuhkan hidayah ini, baik di jiwa maupun batinnya, dan pada seluruh yang hadir dan meliputi jiwa dan batinnya, yaitu dari hal-hal berikut:</h5>
<ol>
<li>
<h4><strong>Perkara yang telah dilakukan bukan di jalan hidayah (baca jalan Allah), baik ilmu, amal maupun keinginan. Dalam hal ini dia butuh taubat, dan taubatnya atas hal itu merupakan hidayah.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Dalam perkara yang pada asalnya telah diberi hidayah namun tanpa perinciannya, maka dia membutuhkan hidayah untuk perinciannya atau penjelasannya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara yang telah diberi hidayah dari satu sisi tanpa sisi lain, maka dia membutuhkan penyempurnaan hidayah, agar sempurna hidayah kepadanya dan bertambah hidayahnya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara yang dibutuhkan agar didapatkan hidayah untuk masa depannya, seperti yang telah didapatkan pada masa lalunya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara yang diyakini berlainan dari yang semestinya, maka dia membutuhkan hidayah agar terlepas dari keyakinan yang keliru itu, sekaligus menetapkan lawannya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara dalam kandungan hidayah yang dia mampu atasnya tapi belum diciptakan keinginan terhadapnya, maka dia membutuhkan penyempurnaan hidayah dengan menciptakan kemauan untuk melakukannya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara hidayah yang tidak mampu dia lakukan, padahal dia menginginkannya, maka dia membutuhkan hidayah untuk memberi hidayahnya agar mampu melakukannya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara yang dia tidak mampu atasnya dan tidak menginginkannya, maka dia butuh penciptaan kemampuan dan kemauan agar sempurna hidayah baginya.</strong></h4>
</li>
<li>
<h4><strong>Perkara yang sejatinya berdiri pada sisi hidayah, keyakinan, kemauan dan amal, maka dia membutuhkan hidayah untuk menetapkannya dan melanggengkannya.</strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Oleh karenanya, ketika seorang hamba membutuhkan hidayah-Nya, kebutuhannya untuk memohon hidayah adalah kebutuhan yang agung dan sangat mendesak atasnya. Karena itu pula Allah mewajibkan memohon hidayah ini sehari semalam dalam posisi paling utamanya, yaitu dalam 5 kali shalat fardhu yang dilakukan berkali-kali dalam hidupnya. Dikarenakan urgensinya dan kebutuhan atas permohonan ini. Jangan Lupa Subscribe akun Youtube Kami Ya : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3357-perkara-perkara-hidayah.html">Perkara-Perkara Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2024 00:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[baca qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hafalan]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[surah alfatihah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makna Surah Alfatihah Ayat ke 5 Iyya-Ka na&#8217;budu wa iyya-Ka nasta&#8217;in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan) إياك نعبد وإياك نستعين فإذا قال: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} انتظر جواب ربه له: «هذا بيني وبين عبدي؛ ولعبدي ما سأل» وتأمل عبودية هاتين الكلمتين وحقوقهما ومَيِّزَ الكلمة التي لله والكلمة التي [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html">Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Makna Surah Alfatihah Ayat ke 5 Iyya-Ka na&#8217;budu wa iyya-Ka nasta&#8217;in (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan)</h1>
<p class="arab">إياك نعبد وإياك نستعين</p>
<p class="arab">فإذا قال: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} انتظر جواب ربه له: «هذا بيني وبين عبدي؛ ولعبدي ما سأل» وتأمل عبودية هاتين الكلمتين وحقوقهما ومَيِّزَ الكلمة التي لله والكلمة التي للعبد، وَفَقِهَ سرَّ كون إحداهما لله والأخرى للعبد، وميز بين التوحيد الذي تقتضيه كلمة {إِيَّاكَ نَعْبُدُ} والتوحيد الذي تقتضيه كلمة {وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} وَفَقِهَ سرَّ كون هاتين الكلمتين في وسط السورة بين نوعي الثناء قبلهما والدعاء بعدهما، وَفَقِهَ تقديم: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ} على {وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} وتقديم المعمول على الفعل مع الإتيان به مؤخرًا، أوجز وأشد اختصارًا، وسر إعادة الضمير مرة بعد مرة، وعلم ما دفع كل واحدة من الكلمتين من الآفة المنافية للعبودية، وكيف تدخله الكلمتان في صريح العبودية، وَعَلِمَ كيف يدور القرآن من أوله إلى آخره على هاتين الكلمتين بل كيف يدور عليهما الخلق والأمر والثواب والعقاب والدنيا والآخرة، وكيف تضمنتا لأجلَّ الغايات وأكمل الوسائل، وكيف جيء بهما بضمير الخطاب والحضور دون ضمير الغائب</p>
<p>Ketika hamba membaca, Iyya-Ka na&#8217;budu wa iyya-Ka nasta&#8217;in, tunggulah jawaban dari Tuhan-Nya kepadanya, &#8220;Ini antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta.&#8221; Perhatikanlah dua kalimat ibadah ini dan hak-haknya, dan bedakanlah antara kalimat untuk ditujukan kepada Allah dan kalimat yang ditunjukkan kepada hamba Lihatlah di balik keberadaan salah satunya untuk Allah dan yang lain untuk hamba.</p>
<p>Beda kan antara tauhid yang menuntut kalimat Iyya-Ka na’budu&#8221; dengan tauhid yang mengharuskan dengan kalimat &#8221; Wa iyya-Ka nastain&#8221;, di balik keberadaan dua kalimat ini di tengah ayat antara dua pujian sebelum keduanya dan dua pujian setelah keduanya.</p>
<p>Cermatilah pendahuluan &#8220;iyyâ-Ka Na’budu&#8221; atas &#8221; iyya-Ka Nastain&#8221;, dan pendahuluan objek atas predikat (kata kerja) dengan pemunculannya di akhir, lebih ringkas dan padat. Demikian pula rahasia pengulangan dhamir (kata ganti) (Ka, dalam Iyya-Ka na’ budu wa lyya-Ka nasta’in) beberapa kali, dan keberadaan yang mendorong setiap satu kalimat dari dua kalimat adalah termasuk dari keharusan pada ibadah.</p>
<p>Demikian pula kita lihat bagaimana dua kalimat menyatakan kerangka inti dalam ibadah, bagaimana kandungan al-Qur&#8217;an maknanya berputar dari awal hingga akhir ayat pada dua kalimat ini, bahkan bagaimana makhluk, perintah, balasan pahala dan hukuman, dunia dan akhirat berputar pada keduanya, bagaimana dua kalimat itu bergabung demi tujuan dan sarana yang paling sempurna, juga bagaimana keduanya hadir dengan dua dhamir (kata ganti) yang ada, bukan menggunakan dhamir ghaib (kata ganti orang ketiga).</p>
<p>Baca juga Artikel Tentang : <a title="Adab Imam dan Makmum Saat Sholat Jamaah" href="https://belajarsholat.com/2625-adab-imam-dan-makmum-saat-sholat-jamaah.html">Adab Imam dan Makmum Saat Sholat Jamaah</a></p>
<h2><strong>Ihdina ash-shirâth al-Mustaqim (Tunjukilah Kami Jalan yang Lurus)</strong></h2>
<p class"arab"‌‌اهدنا الصراط المستقيم



<p class="arab">ثم تأمل ضرورته وفاقته إلى قوله: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} الذي مضمونه:</p>
<p class="arab">1 &#8211; معرفة الحق.</p>
<p class="arab">2 &#8211; وقصده وإرادته.</p>
<p class="arab">3 &#8211; والعمل به.</p>
<p class="arab">4 &#8211; والثبات عليه.</p>
<p class="arab">5 &#8211; والدعوة إليه والصبر على أذى المدعو.</p>
<p class="arab">فباستكمال هذه المراتب الخمس تستكمل الهداية وما نقص منها نقص من هدايته</p>
<p>Selanjutnya perhatikan urgensi dan keutamaannya sampai firman-Nya, Ihdina ash-shirath al-Mustaqim, di mana kandungan-nya adalah:</p>
<ol>
<li>Mengetahui yang hak</li>
<li>Tujuan dan kehendak-Nya</li>
<li>Beramal karena-Nya</li>
<li>Berpegang teguh kepada-Nya</li>
<li>Berdoa kepada-Nya dan sabar jika mendapat siksaan dari orang yang kita seru dalam dakwah.</li>
</ol>
<p>Dengan kesempurnaan urutan lima itu, maka lengkaplah hidavah yang diperolchnya dan tidak berkurang hidayah itu dari seorang hamba. Jangan Lupa Subscribe akun Youtube Belaja Sholat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html">Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Surah Al-fatihah 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 00:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[albaqarah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[makna surah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3347</guid>

					<description><![CDATA[<p>رب العالمين ثم لقوله: {رَبِّ الْعَالَمِينَ} من العبودية شهود تفرده سبحانه بالربوبية، وأنه كما أنه رب العالمين وخالقهم ورازقهم ومدبر أمورهم وموجدهم ومفنيهم فهو وحده إلههم ومعبودهم وملجأهم ومفزعهم عند النوائب فلا رب غيره، ولا إله سواه Pada firman-Nya, Rabbil Alamin, kandungan ibadahnya adalah kesaksian atas otoritas Allah dengan ketuhanan-Nya. Sebagaimana Dia adalah &#8216;Tuhan semesta [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html">Makna Surah Al-fatihah 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">رب العالمين</p>
<p class="arab">ثم لقوله: {رَبِّ الْعَالَمِينَ} من العبودية شهود تفرده سبحانه بالربوبية، وأنه كما أنه رب العالمين وخالقهم ورازقهم ومدبر أمورهم وموجدهم ومفنيهم فهو وحده إلههم ومعبودهم وملجأهم ومفزعهم عند النوائب فلا رب غيره، ولا إله سواه</p>
<p>Pada firman-Nya, Rabbil Alamin, kandungan ibadahnya adalah kesaksian atas otoritas Allah dengan ketuhanan-Nya. Sebagaimana Dia adalah &#8216;Tuhan semesta alam (Rabbul &#8216;Alamin), Pencipta manusia, Pemberi rezeki, dan Pengatur seluruh urusan makhluk-Nya, Dia yang mengadakan dan menghilangkan semua itu kepada mereka. Dia satu-satunya Tuhan mereka yang disembah, tempat kembali, dan tempat bersandar ketika terjadi musibah. Oleh karenanya, tidak ada Rabb (Tuhan) selain-Nya dan tidak ada llah (Tuhan) yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya. Baca juga Artikel Sebelum nya : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></p>
<h2><strong>Ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)</strong></h2>
<p class="arab">الرحمن الرحيم</p>
<p class="arab">ثم لقوله: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} عبودية تخصها، وهي شهود عموم رحمته وسعها لكل شيء وأخذ كل موجود بنصيبه منها، ولا سيما الرحمة الخاصة التي أقامت عبده بين يديه في خدمته يناجيه بكلامه ويتملقه ويسترحمه ويسأله هدايته ورحمته وإتمام نعمته عليه، فهذا من رحمته بعبده، فرحمته وسعت كل شيء، كما أن حمده وسع كل شيء</p>
<p>Pada firman-Nya, Ar Rahmân ar Rahim, terdapat kandungan ibadah yang mengkhususkannya, yaitu kesaksian secara umum akan rahmat Allah, keluasannya pada setiap hal dan setiap yang ada (makhluk) mendapatkan rahmat dari-Nya.</p>
<p>Apalagi rahmat yang khusus, yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berada di sisi-Nya, yang memohon pada-Nya dengan ucapannya, memuji-Nya, memohon kasih sayang-Nya, memohon hidayah dan rahmat-Nya, dan penyempurnaan nikmat-Nya kepadanya. Inilah di antara rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dengan demikian, rahmat-Nya maha luas mencakup seluruh hal, sebagaimana puji-Nya luas mencakup seluruh hal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Mâliki Yaumiddin (Yang Menguasai Hari Pembalasan)</strong></h2>
<p class="arab">مالك يوم الدين</p>
<p class="arab">ثم يُعطي قوله: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} عبوديتها ويتأمل تضمنها لإثبات المعاد، وتفرد الرب فيه بالحكم بين خلقه، وأنه يوم يدين فيه العباد بأعمالهم في الخير والشر وذلك من تفاصيل حمده، وموجبه.</p>
<p class="arab">ولما كان قوله: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} إخبارًا عن حمده تعالى قال الله: «حمدني عبدي» ولما كان قوله: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} إعادة وتكريرًا لأوصاف كماله قال: «أثنى علي عبدي» فإن الثناء إنما يكون بتكرار المحامد وتعداد أوصاف المحمود، ولما وصفه سبحانه بتفرده بـ {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} وهو الملك الحق المتضمن لظهور عدله وكبريائه وعظمته ووحدانيته وصدق رسله، سمى هذا الثناء مجدًا فقال: «مجدني عبدي» فإن التمجيد هو الثناء بصفات العظمة والجلال</p>
<p>Kalimat Maliki Yaumiddin, nilai ibadah yang dikandungnya adalah untuk menetapkan al-Mi’ad (Hari Pembalasan). Di mana Allah sendiri dengan hikmah menentukan keputusan berhadap hamba-hamba-Nya. Ia adalah hari manusia menampilkan amalan mereka dalam kebaikan dan keburukan, Semua itu merupakan rincian dari keterpujian (dalam memutuskan amalan hamba) dan pengabulan-Nya (balasan terhadap amalan hamba).</p>
<p>Jika firman-Nya alhamdulillahi Rabbil alamin memberi kabar akan pujian Allah ta’ala, sebagaimana discbutkan dalam firman-Nya, &#8220;Hamadani &#8216;abdi&#8221; (hamba-Ku memuji-Ku), sementara dalam firman-Nya, ar-rahmân ar-rahim, pengulangan yang ber-kesinambungan untuk sifat-sifat kesempurnaan-Nya, maka Dia berfirman &#8220;Atsna &#8220;alayya abdi (hamba-Ku terus memuji-Ku), maka pujian (ats-tsanâ&#8221;) merupakan pengulangan pujian dan banyaknya sifat-sifat yang harus dipuji.</p>
<p>Ketika Allah berfirman dengan, &#8220;Maliki Yaumiddin&#8221;, berarti Dia adalah al-Mulk (Penguasa) yang hak, yang menjamin muncul-nya keadilan, kebesaran, keagungan, ajaran tauhid, dan kebenaran Rasul-Nya. Pujian ini dinamakan majdan (keagungan), maka Allah mengatakan, &#8220;Majadani &#8220;abdi&#8221; (hamba-Ku mengagungkan-Ku), karena yang dimaksud dengan kata at-tamjid (pengagungan) adalah ats-tsanâ(pujian) dengan sifat keagungan dan kemuliaan-Nya. Silahkan disubscribe akun Youtube kami, semoga bermanfaat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html">Makna Surah Al-fatihah 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Surah Al Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3343-makna-surah-al-fatihah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 00:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alkarim]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar baca]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hafalan alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib-wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memahami Makna Surah Al-fatihah Yang dibaca Ketika Sholat dengan kata perkata supaya dapat merasakan nikmatnya sholat. Karena Pada Dasarnya Alqur&#8217;an diturunkan untuk ditadabburi isinya dan diamalkan. الحمد لله فعند قوله: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} تجد تحت هذه الكلمة إثبات كل كمال للرب تعالى فعلاً ووصفًا واسمًا، وتنزيهه عن كل سوء وعيب فعلاً ووصفًا واسمًا، فهو [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3343-makna-surah-al-fatihah.html">Makna Surah Al Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Memahami Makna Surah Al-fatihah Yang dibaca Ketika Sholat dengan kata perkata supaya dapat merasakan nikmatnya sholat. Karena Pada Dasarnya Alqur&#8217;an diturunkan untuk ditadabburi isinya dan diamalkan.</h1>
<p class="arab">الحمد لله</p>
<p class="arab">فعند قوله: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} تجد تحت هذه الكلمة إثبات كل كمال للرب تعالى فعلاً ووصفًا واسمًا، وتنزيهه عن كل سوء وعيب فعلاً ووصفًا واسمًا، فهو محمود في أفعاله وأوصافه وأسمائه، منزه عن العيوب والنقائص في أفعاله وأوصافه وأسمائه، فأفعاله كلها حكمة ورحمة ومصلحة وعدل لا تخرج عن ذلك، وأوصافه كلها أوصاف كمال ونعوت جلال، وأسماؤه كلها حسنى، وحمده قد ملأ الدنيا والآخرة والسماوات والأرض وما بينهما وما فيهما فالكون كله ناطق بحمده، والخلق والأمر صادر عن حمده وقائم بحمده ووجد بحمده؛ فحمده هو سبب وجود كل موجود، وهو غاية كل موجود، وكل موجود شاهد بحمده، وإرساله رسوله بحمده، وإنزاله كتبه بحمده، والجنة عمرت بأهلها بحمده، والنار عمرت بأهلها بحمده، وما أطيع إلا بحمده وما عُصي إلا بحمده، ولا تسقط ورقة إلا بحمده، ولا يحرك في الكون ذرة إلا بحمده، وهو المحمود لذاته، وإن لم يحمده العباد، كما أنه هو الواحد الأحد ولو لم يوحده العباد، والإله الحق وإن لم يؤلهوه، وهو سبحانه الذي حمد نفسه على لسان القائل: الحمد لله رب العالمين، كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: «إن الله تعالى قال على لسان نبيه: سمع الله لمن حمده»</p>
<h2><strong>Alhamdulillah (Segala Puji bagi Allah)</strong></h2>
<p>Ketika membaca alhamdulillah, Anda dapatkan di balik kalimat ini penetapan bahwa setiap kesempurnaan adalah milik Allah, baik itu perbuatan, sifat dan nama-Nya. Demikian pula menyucikannya dari segala yang buruk, bentuk cacat; baik dalam perbuatan, sifat dan nama-Nya. Maka Dia terpuji dalam setiap perbuatan, sifat dan nama-Nya.</p>
<p>Segala kehendak-Nya adalah hikmah, rahmat dan kebaikan, adil dan tidak keluar dari semua itu. Sifat-sifat-Nya seluruhnya merupakan sifat-sifat kesempurnaan, istimewa dan agung, dan seluruh nama-Nya adalah baik. Pujian kepada-Nya telah memenuhi dunia dan akhirat, langit dan bumi, dan di antara keduanya serta seisinya. Alam semesta mengucapkan dengan memuji-Nya, penciptaan dan perintah terlahir dari pujian-Nya, berdiri pada pujian untuk-Nya, dan juga didapatkan dengan pujian kepada-Nya.</p>
<p>Pujian Nya adalah sebab adanya segala yang ada. Dia juga adalah tujuan dari seluruh yang ada, dan seluruh yang ada menyaksikan atas pujian kepada-Nya. Dia mengutus Rasul-Nya dengan pujian-Nya, diturunkan kitab-Nya dengan pujian-Nya, surga dibangun beserta penghuninya dengan pujian-Nya, dan neraka dibangun beserta penghuninya dengan pujian-Nya.</p>
<p>Tidaklah Dia ditaati kecuali dengan pujian-Nya, dan tidaklah Dia dimaksiati kecuali dengan pujian-Nya, tidaklah jatuh sehelai daun kecuali dengan pujian-Nya, dan tidaklah satu atom pun bergerak di muka bumi ini kecuali dengan puji-Nya.</p>
<p>Dia terpuji dengan zat-Nya meskipun hamba tidak memuji-Nya. Sebagaimana Dia adalah Maha esa meskipun tidak diesakan para hamba, Dia, Tuhan yang Hak meskipun tidak dijadikan Tuhan oleh hamba-Nya, Dia Mahasuci yang memuji zat-Nya pada lisan yang mengucapkan, alhamdulillahi Rabbil &#8216;âlamin.</p>
<p>Sebagaimana Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman dengan lisan Nabi-Nya, Allah Maha Mendengar siapa yang memuji-Nya. Baca juga Artikel Tentang : <a title="Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah" href="https://belajarsholat.com/2926-kesalahan-huruf-bacaan-yang-menyebabkan-berubah-makna-dalam-al-fatihah.html">Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah</a></p>
<p class="arab">فهو الحامد لنفسه في الحقيقة على لسان عبده، فإنه الذي أجرى الحمد على لسانه وقلبه وإجراؤه بحمده.</p>
<p class="arab">فله الحمد كله، وله الملك كله، وبيده الخير كله، وإليه يرجع الأمر كله، فهذه المعرفة من عبودية الحمد.</p>
<p class="arab">ومن عبوديته أيضًا أن يعلم أن حمده لربه سبحانه نعمة منه عليه، يستحق عليها الحمد فإذا حمده على هذه النعمة استوجب عليه حمدًا آخر على نعمة حمده وهلم جرا.</p>
<p class="arab">فالعبد ولو استنفد أنفاسه كلها في حمده على نعمة من نعمه كان ما يجب له من الحمد ويستحق فوق ذلك وأضعاف، ولا يُحصي أحد البتة ثناء عليه بمحامده.</p>
<p class="arab">ومن عبودية العبد شهود العبد لعجزه عن الحمد وأن ما قام به منه، فالرب سبحانه هو المحمود عليه إذ هو مجريه على لسانه وقلبه.</p>
<p class="arab">ومن عبوديته تسليط الحمد على تفاصيل أحوال العبد كلها ظاهرة وباطنة على ما يحب العبد وما يكرهه، فهو سبحانه المحمود على ذلك كله في الحقيقة وإن غاب عن شهود العبد</p>
<p>Sebenarnya Dia yang memuji untuk diri-Nya sendiri melalui lisan hamba-Nya. Sesungguhnya Dia yang melakukan pujian pada lisan hamba, pada hati dan pelaksanaannya dengan memuji-Nya.</p>
<p>Bagi-Nya segala puji seluruhnya, Dia yang Maha Memiliki seluruhnya, di tangan-Nya segala kebaikan, kepada-Nya kembali segala perkara, dan inilah makrifat dari ibadah memuji.</p>
<p>Termasuk ibadah kepada-Nya, mengetahui bahwa pujian seorang hamba keridhaan Tuhan-Nya adalah nikmat dari-Nya, nikmat yang sepantasnya mendapat pujian. Ketika memuji-Nya, pada nikmat ini seorang hamba dituntut memberi pujian lain atas nikmat yang lainnya.</p>
<p>Seorang hamba meskipun menggunakan seluruh nafasnya untuk memuji-Nya atas nikmat dari nikmat-nikmat-Nya, Dia lebih berhak mendapatkan lebih dari itu dengan berlipat ganda.</p>
<p>Namun karena nikmatnya tidak terhitung oleh seorang pun, maka pujian itu tidak akan dapat menyamai jumlah nikmat-Nya. Subscribe Akun Belajar Sholat berikut Ini : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>Di antara ibadah seorang hamba adalah kesaksian hamba itu akan ketidakmampuannya untuk memuji, dan bahwasanya apa yang dia lakukan dari memuji, sejatinya Tuhan yang terpuji dengan sendirinya, karna Dia yang menjalankan lahirnya pujian pada lisan dan hati hamba.</p>
<p>Di antara ibadah kepada-Nya, adalah bahwa Dia menguasai pujian terhadap keadaan seorang hamba secara rinci dan menyeluruh, baik secara zahir maupun batin pada apa yang disukai hamba dan dibencinya. Sebenarnya Dia yang dipuji atas semua itu, meskipun hilang dari pandangan hamba.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3343-makna-surah-al-fatihah.html">Makna Surah Al Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
