HomeSholat SunnahPanduan Cara Sholat Witir

Panduan Cara Sholat Witir

Panduan Cara Sholat Witir

Sholat witir hukumnya sunnah muakkadah, bahkan sebagian ulama hanafiyah menghukuminya wajib. Begitu pentingnya sholat witir ini Ibnu Qudamah menukil perkataan Imam Ahmad bahwa orang yang meninggalkan sholat witir terus-menerus termasuk seseorang yang buruk perangainya.

قال أحمد: من ترك الوتر عمدًا فهو رجل سوء، ولا يَنبغي أن تقبل له شهادة

Berkata Imam Ahmad rahimahullah, “Barang siapa yang meninggalkan sholat witir dengan sengaja dia lelaki yang buruk dan tidak diterima persaksiannya.”

Dalam Matan Abi Syuja’ sholat witir dimasukkan dalam bab sholat ba’diyah ‘Isya 3 rokaat dengan rincian 2 rokaat ba’diyah, 1 rokaat witir. Dan tersirat bahwa sholat witir ini jangan sampai ditinggalkan oleh seorang muslim. Tentu saja bagi kita yang kesusahan bangun malam, maka cobalah melakukan ba’diyah Isya’ 3 rokaat dengan rincian diatas.

الوترُ حقٌّ، فمَن أحبَّ أن يُوتِرَ بخمسٍ فلْيفَعلْ، ومَن أحبَّ أن يُوتِرَ بثلاثٍ فليفعلْ، ومن أحبَّ أن يُوتِرَ بواحدةٍ فلْيفعلْ

Witir adalah hal setiap muslim. Barang siapa yang mengerjakan sholat witir lima rokaat, silahkan kerjakan. Dan barangsiapa yang ingin berwitir tiga rokaat, silahkan kerjakan. Dan barang siapa yang yang ingin mengerjakan satu rokaat, maka silahkan kerjakan. (HR. Daud, An-nasai)

Kapan Waktu Sholat Witir?

Jumhur ulama berpendapat bahwa waktu sholat witir setelah sholat ‘Isya’ sampai terbitnya fajar. Ibnu Mundzir berkata,

أجمع أهلُ العلم على أنَّ ما بين صلاة العشاء إلى طلوع الفجر وقتٌ للوتر، واختلفوا فيمَن لم يوترْ حتى طلع الفجر) ((الأوسط)) (5/188)

‘Ijma’ ahli ilmu bahwa antara sholat ‘Isya sampai terbitnya Fajar adalah waktunya Witir, dan mereka berbeda pendapat hukum orang yang tidak witir sampai terbitnya fajar.” (Al-Ausath 5/188)

Dari Abdillah bin Umar radhialllahu ‘anhuma, bahwa ada seseorang bertanya kepada Nabi ﷺ,

يا رسولَ الله، كيف صلاةُ الليلِ؟

Wahai Rasulullah, bagaimanakah sholat malam itu?

Kemudian Nabi menjawab,

مَثْنَى مَثْنَى، فإذا خَشِيتَ الصُّبْحَ، فصَلِّ رَكعةً، واجعلْ آخِرَ صلاتِكَ وِتْرًا

“Sholat dua rokaat-dua rokaat, apabila engkau khawatir shubuh maka sholatkan 1 rokaat dan jadikan akhir sholatmu witir.” (HR. Bukhari 1137, Muslim 749)

Dari Abdillah bin Umar radhialllahu ‘anhuma, Nabi ﷺ bersabda,

بادِرُوا الصبحَ بالوترِ

“Bersegeralah kalian melaksanakan shalat witir menjelang shubuh.” (HR. Muslim 750)

Dari Abu Sa’id AlKhudri radhialllahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,

أَوْتِروا قبلَ أن تُصبِحُوا

“Berwitirlah kalian sebelum masuk shubuh.” (HR. Muslim 754)

Waktu Afdhol Sholat Witir

Ulama berbeda pendapat kapan waktu utama melakukan sholat witir apakah diawal malam atau diakhir malam. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

الأفضل فِعله في آخر الليل… فإنْ خاف أن لا يقوم من آخِر الليل، استحبَّ أن يوتر أوله… وأي وقت أوتر من اللَّيل، بعد العشاء أجزأه، لا نعلم فيه خلافًا. المغني 2/119، 120

Lebih utama dikerjakan diakhir malam,…namun jika takut tidak bisa sholat diakhir malam, maka disunnahkan witir diawal waktu…dan kapan saja di waktu malam, bakda isya’ juga diperbolehkan. Kami tidak mengetahui adanya perselisihan (dalam masalah ini). (Al-Mughni 120, 2/119)

Imam An-Nawawi Rahimahullah,

(حديث جابر: «مَن خاف أنْ لا يقوم من آخر الليل فليوتر أوَّلَه، ومَن طمع أن يقوم آخره فليوترْ آخر الليل» فيه دليل صريح على أنَّ تأخير الوتر إلى آخر الليل أفضلُ لِمَن وثق بالاستيقاظ آخِرَ الليل وأنَّ من لا يثق بذلك فالتقديم له أفضلُ، وهذا هو الصواب، ويحمل باقي الأحاديث المطلقة على هذا التفصيل الصَّحيح الصريح..
(( 6/34، 35 شرح النووي على مسلم))

Terkait hadis Jabir radhiallahu ‘anhu, “Barangsiapa yang takut tidak bisa melaksanakan sholat lail, maka berwitirlah diawal malam (bakda Isya’). Dan barangsiapa yang hendak sholat lail diakhir malam, maka berwitirlah diakhir malam.” Hadis ini secara jelas bahwa sholat witir diakhir malam lebih utama bagi yang bisa bangun malam. Dan bagi yang tidak bisa bangun malam, maka mendahulukan witir diawal waktu lebih utama. Dan ini adalah pendapat yang benar, dan hadits-hadits lainnya yang mutlak berdasarkan perincian yang kuat dan jelas. (Syarah An-Nawawi 6/34. 35)

Jumlah Rokaat Witir

Sebagaimana hadis yang telah lewat bahwa witir boleh dikerjakan dengan 1 rokaat saja, bahkan boleh dikerjakan di bilangan ganjil seperti tiga rokaat, lima rokaat, atau tujuh rokaat. Jika sholat witir tiga rokaat tidak dianjurkan kaifiyahnya seperti sholat maghrib.

Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata,

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُوتِرُ بثلاثٍ، يَقرأُ في الأولى بـسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى

“Adalah rasulullah ﷺ sholat witir tiga rokaat dan beliau membaca diawal rokaat surat Al-A’la.” (HR. An-Nasai, Ahmad, Ad-Darimy)

Dari Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha,

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي من الليلِ ثَلاثَ عَشرةَ ركعةً، يُوتِرُ من ذلك بخمسٍ، لا يجلسُ في شيءٍ إلَّا في آخِرِها

Bahwasanya Rasulullah ﷺ sholat malam 13 rokaat, 5 rokaatnya adalah witir, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali diakhirnya saja. (HR. Muslim 737)

Surat yang Dibaca Saat Sholat Witir

Disunnah dalam rokaat pertama membaca surat Al-A’la, rokaat kedua surat Al-Kafirun, rokaat ketiga dengan surat Al-Ikhlas

Dari Abdillah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma

((كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُوتِرُ بثلاثٍ، يقرأ في الأولى بـسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى، وفي الثانية بـقُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ، وفي الثالثة بـقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ))

Bahwasanya Rasulullah ﷺ witir tiga rokaat dan di rokaat pertama beliau membaca “Sabbihis ma rabbikal a’laa.” dan rokaat kedua membaca “Qul yaa ayyuhal kaafirun.” dan di rokaat ketiga membaca, “Qul huwallahu ahad.” (HR. At-Tirmizi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad)

Wallahu a’lam.

Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com

Redaksi Belajarsholat.com
Redaksi Belajarsholat.comhttps://belajarsholat.com
Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.
RELATED ARTICLES

Most Popular