Dilarang Sholat Sunnah Ketika Iqomah?

Date:

Share:

Menghentikan Sholat Sunnah Ketika Iqomah

Dalil terputusnya sholat sunnah karena iqomah bersumber dari hadis Nabi ﷺ,

إذا أُقِيمَتِ الصَّلاةُ فلا صَلاةَ إلَّا المَكْتُوبَةُ

“Apabila iqomah sholat dikumandangkan maka tidak ada sholat kecuali sholat maktubat (wajib).” (HR. Muslim 710)

Hadis diatas menunjukkan bahwa terputusnya sholat sunnah di masjid karena iqomah artinya jika seseorang sholat sunnah masih 1 rokaat lalu iqomah berkumandang dan maka harus membatalkan sholat sunnahnya dan bergabung bersama imam untuk menunaikan sholat wajib berjamaah.

Ibnu Hajar rahimahullah berkata

اتَّفقوا على أنَّ الداخِلَ والإمامُ في الصَّلاة تَسقُط عنه التحيَّة

Ulama bersepakat saat imam masuk waktu sholat (jamaah) maka gugurlah sholat tahiyatul masjid (Fathul Bari 2/410)

Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam majmu’ fatawa dalam bab sholat jamaah, terkait masalah iqomah apakah harus mengutamakan sholat wajib atau tetap meneruskan tahiyatul masjid? Beliau menjawab

قد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : { إذا أقيمت الصلاة فلا صلاة إلا المكتوبة } وفي رواية { فلا صلاة إلا التي أقيمت } فإذا أقيمت الصلاة فلا يشتغل بتحية المسجد ولا بسنة الفجر وقد اتفق العلماء على أنه لا يشتغل عنها بتحية المسجد .

Yang shahih sebagaimana hadis Nabi ﷺ bersabda, “Apabila iqomah sudah berkumandang, maka tidak ada sholat kecuali sholat maktubat (wajib)”, dalam riwayat lain, “Tidak ada sholat kecuali yang telah iqomah.”

Maka apabila telah iqomah maka janganlah menyibukkan diri dengan tahiyatul masjid, tidak juga sholat fajar. Dan ulama bersepakat dalam hal ini agar tidak meneruskan sholat tahiyatul masjid (saat sholat wajib telah berdiri). (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 264)

Ibnu Qudamah berkata,

( وإذا أقيمت الصلاة , لم يشتغل عنها بنافلة , سواء خشي فوات الركعة الأولى أم لم يخش . وبهذا قال أبو هريرة , وابن عمر , وعروة , وابن سيرين , وسعيد بن جبير والشافعي , وإسحاق , وأبو ثور ) اهـ . “المغني” (1/272) .

Apabila iqomah berkumandang, jangan menyibukkan diri dengan sholat sunnah, apakah khawatir ketinggalan rokaat pertama atau tidak. Dan ini pendapat dari Abu Hurairah, Ibnu Umar, ‘Urwah, Ibnu Siiriin, Sa’id nin Jubair, Imam Syafi’i, Ishaaq, dan Abu Tsauri. (Al-Mughnu 1/272)

Lalu bagaimana kalau sholat sunnahnya sudah hampir selesai?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam Asy-Syarhul Mumti; 4/238 berpendapat,

والذي نرى في هذه المسألة : أنك إن كنت في الركعة الثانية فأتمها خفيفة ، وإن كنت في الركعة الأولى فاقطعها. ومستندنا في ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم : (من أدرك ركعة من الصلاة فقد أدرك الصلاة) رواه البخاري (580) ومسلم (607) .

Dalam masalah ini kami berpendapat, “Jika Anda masuk di rokaat kedua maka sempurnakanlah dengan cepat. Namun jika masih di rokaat pertama maka batalkanlah! Dasar kami dalam masalah ini adalah hadis Nabi SAW, “Barangsiapa yang mendapatkan satu kali rukuk dari shalat, maka ia telah mendapatkan satu kali raka’at (Bukhari 580, Muslim 607).”

Apakah saat memutuskan dari sholat mengharuskan salam?

Dalam Fatawa Lajnah Ad-Daimah 7/312 ada yang bertanya,

إذا أقيمت الصلاة وكان هناك شخص يؤدى ركعتي السنة أو تحية المسجد فهل يقطع صلاته ليصلي الفرض مع الجماعة.؟ وإذا كانت الإجابة بالإيجاب : فهل يسلم التسليمتين عند قطعه للصلاة أم يقطها بدون تسليم ؟

Apabilah iqomah sholat dan disana ada seseorang yang sedang sholat sunnah atau tahiyatul masjid, apakah harus memutus sholat dan bergabung untuk sholat fardhu berjamaah? Apabila jawabannya tegas (harus memutus), maka apakah harus mengucapkan dua salam ketika memutuskan sholat, atau langsung memutuskan tanpa salam?

فأجابت : الصحيح من قولي العلماء أنه يقطع تلك الصلاة، ولا يحتاج الأمر في الخروج منها إلى تسليم وينضم إلى الإمام .اهـ

Jawaban:
Yang benar pendapat para ulama agar memutuskan sholat (saat mendengar iqomah), dalam perkara tidak perlu salam dan langsung bergabung bersama imam.

Kaidah dan hikmah:

Dari hadis diatas selaras dengan kaidah ushul fiqih

الْفَرْضُ أَفْضَلُ مِنْ النَّفْلِ إلَّا فِي مَسَائِلَ

Sesuatu yang wajib lebih utama daripada yang sunnah, kecuali dalam perkara-perkara tertentu.

Dalam kasus lain adalah seseorang berdiri menunggu adzan saat khotbah jumat, padahal khotbah jumat hukumnya wajib sementara berdiri menunggu adzan hukumnya mubah. Maka selayaknya segera sholat sunnah ringan walaupun adzan berkumandang, agar bisa menyimak dengan seksama khotbah Jumat.

Wallahu a’lam.

Redaksi Belajarsholat.com
Redaksi Belajarsholat.comhttps://belajarsholat.com
Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.

Langganan

━ more like this

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah?

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah? Ustadz bagaimana sholatnya seorang wanita yang di rumah khususnya qabliyah shubuh, apakah batasannya dengan iqomat...

Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah

Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi'iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang...

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih, Bagaimana Cara Menggantinya?

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih Redaksi beberapa kali mendapatkan pertanyaan terkait tertinggal shalat tarawih, bagaimana cara mengganti rakaatnya? Perlu kita ketahui ada kaidah masbuq dalam...

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan? Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan...

Hamba yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah ﷻ – Bag. 1 (Malaikat)

Hamba Allah yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah Bag. 1 Doa merupakan bagian dari ibadah, dan ternyata ada beberapa golongan yang mustajab doanya berdasarkan Al-Qur’an...
spot_img