<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>syarat sah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/syarat-sah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Oct 2024 19:53:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>syarat sah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saktah Antara Ruku&#8217;</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 19:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[I'tidal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun islam]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3862</guid>

					<description><![CDATA[<p>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang Syarat Wajib Sholat Nawawi berkata; Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu: 1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk</h3>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Syarat Wajib Sholat" href="https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html">Syarat Wajib Sholat</a></p>
<h3>Nawawi berkata;</h3>
<p>Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu:</p>
<p>1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah setelah bertakbiratul ihram untuk membaca doa iftitah. Pada saat saktah ini, hendaklah makmum segera bertakbiratul ihram.</p>
<p>2) Saktah pada saat imam telah selesai dari membaca Fatihah dengan saktah yang sangat sebentar di antara akhir Fatihah dan bacaan amin agar mengajarkan bahwa bacaan amin tidak termasuk bagian dari Surat Fatihah agar tidak terjadi kesalah pahaman kalau amin termasuk bagian darinya.</p>
<p>3) Saktah setelah membaca amin dengan saktah yang cukup lama, sekiranya lamanya saktah tersebut seukuran dengan lamanya makmum membaca Fatihah.</p>
<p>4) Saktah setelah selesai membaca suratan agar saktah tersebut memisahkan antara bacaan suratan dan takbir untuk turun melakukan rukuk.</p>
<p>Yuk subscrib <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Sholawat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 09:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3742</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ke 14 dan rukun sholat yang ke 15 Duduk Tasyahud Akhir Rukun sholat yang keempat belas adalah duduk karena tasyahud akhir, juga karena membaca sholawat kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, dan karena salam yang pertama. Disebutkan dalam kitab al-Misbah bahwa pengertian ‘الجلوس ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html">Membaca Sholawat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ke 14 dan rukun sholat yang ke 15</h2>
<ol start="14">
<li>
<h3><strong>Duduk Tasyahud Akhir </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keempat belas adalah duduk karena <em>tasyahud akhir</em>, juga karena membaca <em>sholawat </em>kepada Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</em>, dan karena <em>salam </em>yang pertama.</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em>bahwa pengertian ‘الجلوس ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Sedangkan pengertian ‘القعود ’ (duduk) adalah duduk yang berasal dari perpindahan dari atas ke bawah.</p>
<p>Berdasarkan pengertian duduk yang pertama, maka bisa dikatakan kepada orang yang berdiri atau yang sujud (duduklah!) Sedangkan berdasarkan pengertian yang kedua maka hanya bisa dikatakan kepada orang yang berdiri (bukan yang sujud) (duduklah!).</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Bacaan Tasyahud Awal Tanpa Sholawat Nabi" href="https://belajarsholat.com/2167-bacaan-tasyahud-awal-tanpa-sholawat-nabi.html">Bacaan Tasyahud Awal Tanpa Sholawat Nabi</a></p>
<ol start="15">
<li>
<h3><strong>Membaca Sholawat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kelima belas adalah membaca sholawat atas Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>pada saat duduk setelah membaca <em>tasyahud</em>. karena di dalam <em>sholawat </em>disini dituntut untuk lebih berhati-hati.</p>
<p>Oleh karena itu lafadz-lafadz yang menunjukkan arti samar tidak mencukupi. Berbeda dengan <em>khutbah </em>sholat Jumat, maka <em>sholawat </em>disana lebih luas kebebasannya daripada <em>sholawat </em>dalam sholat. Pernyataan <em>sholawat </em>yang paling lengkap dan sempurna adalah <em>sholawat ibrahimiah</em>. Oleh karena itu apabila ada orang yang bersumpah akan bersholawat dengan pernyataan sholawat yang paling sempurna dan lengkap maka sumpahnya sudah gugur dengan membaca <em>sholawat ibrahimiah</em>. Sampai sinilah perkataan Syarqowi berakhir.</p>
<p>Ibnu Hajar berkata dalam kitab <em>al-Minhaj al-Qowim</em>, “Di dalam sholat harus menggunakan pernyataan <em>sholawat </em>tertentu, bukan dalam <em>khutbah </em>karena <em>khutbah </em>merupakan bab Fiqih yang lebih luas masalah-masalahnya, karena diperbolehkan dalam <em>khutbah </em>melakukan perbuatan yang fatal dan banyak (sekiranya kalau dilakukan dalam sholat maka sholatnya batal). Berbeda dengan bab <em>sholat</em>. Syarat-syarat membaca <em>sholawat </em>adalah seperti syarat-syarat <em>tasyahud</em>. Oleh karena itu apabila <em>musholli </em>mengganti lafadz ‘الصلاة ’dengan lafadz ‘السلام ’ atau ‘الرحمة ’ maka belum mencukupi bacaan <em>sholawat</em>nya.”</p>
<p>Yang dimaksud dengan pernyataan (<em>sighot</em>) <em>sholawat </em>adalah pernyataan <em>amr </em>(perintah) atau <em>maadhi </em>(menggunakan <em>fi’il madhi</em>).</p>
<p>Al-Baqri dan ulama <em>fudhola </em>lain berkata, “Yang lebih lengkap dalam <em>sholawat </em>sholat adalah menyertakan lafadz yang menunjukkan arti kepemimpinan, seperti; <em>sayyid </em>atau ‘يِّدَس ’ karena menunjukkan sikap beradab. Abdul Aziz dalam kitab <em>Fathu al-Muin </em>berkata, ‘Mendoakan dengan lafadz ‘السلام ’ telah disebut dalam pernyataan bacaan <em>tasyahud akhir</em>. Oleh karena itu, dalam <em>sholawat </em></p>
<p>yang tanpa menyertakannya disini tidak bisa disebut dengan sikap menyendirikan ‘الصلاة ’ tanpa ‘السلام ’.”</p>
<p>Syarqowi berkata, “Tidak disyaratkan antara <em>sholawat </em>dan <em>tasyahud akhir </em>harus <em>muwalah </em>karena <em>sholawat </em>merupakan rukun tersendiri sehingga tidak apa-apa jika disela-selai dengan dzikir di antara keduanya.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3742-membaca-sholawat.html">Membaca Sholawat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tumakninah Dalam Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 09:32:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ke sepuluh dan yang kesebelas Tumakninah dalam Sujud Rukun sholat yang kesepuluh adalah tumakninah dalam sujud. Tumakninah ini merupakan salah satu dari 7 syarat sujud yang akan dijelaskan oleh mushonnif rodhiyallahu ‘anhu. &#160; Duduk di antara Dua Sujud Rukun sholat yang kesebelas adalah duduk antara dua sujud di setiap rakaat sholat meskipun [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ke sepuluh dan yang kesebelas</h2>
<ol start="10">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kesepuluh adalah <em>tumakninah </em>dalam sujud. <em>Tumakninah </em>ini merupakan salah satu dari 7 syarat sujud yang akan dijelaskan oleh <em>mushonnif </em><em>rodhiyallahu ‘anhu</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="11">
<li>
<h3><strong>Duduk di antara Dua Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kesebelas adalah duduk antara dua sujud di setiap rakaat sholat meskipun sholat sunah, baik <em>musholli </em>sholat dengan duduk atau tidur miring. Oleh karena itu, posisi tubuh yang masih belum disebut dengan posisi duduk belum mencukupi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Minimal dalam duduk adalah tubuh <em>musholli </em>tegak duduk. Duduk antara dua sujud merupakan maksud dari kata ‘النحر ’, menurut Athok, dalam Firman Allah(QS. Al-Kautsar: 4). Athok mengatakan bahwa Allah memerintahkan untuk melakukan <em>an-Nahr</em>, yaitu sekiranya <em>musholli </em>menegakkan tubuh dengan posisi duduk di antara dua sujud sampai <em>nahr</em>nya (bagian atas dada) kelihatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syibromalisi mengatakan bahwa Ibnu Muqri menetapkan tidak adanya kewajiban <em>i’tidal </em>dan duduk di antara dua sujud dalam sholat sunah. Duduk antara dua sujud yang paling sempurna untuk dilakukan adalah bahwa <em>musholli </em>menyertakan bacaan; <em>tutupilah dosa-dosaku yang telah dan akan terjadi</em>. Kata ‘وارحمنى ’ berarti <em>rahmatilah aku dengan rahmat yang luas</em>. Kata ‘واجبرنى ’ berarti <em>buatlah aku kaya dan berilah aku harta yang banyak</em>.</p>
<p>Kata ‘وارفعنى ’ berarti <em>angkatlah derajatku di dunia dan akhirat</em>. Kata ‘وارزقنى ’ berarti <em>berilah aku rizki banyak</em>.</p>
<p>Diperbolehkannya berdoa meminta rizki yang banyak adalah apabila orang yang berdoa memaksudkan rizki yang diminta berasal dari rizki yang halal, atau dimutlakkan. Apabila rizki yang diminta adalah rizki yang haram maka berdoa memintanya pun juga diharamkan.</p>
<p>Kata ‘واهدنى ’ berarti <em>berilah aku petunjuk untuk melakukan </em><em>amal-amal sholih</em>. Kata ‘وعافنى ’ berarti <em>selamatkanlah aku dari mara bahaya </em><em>dunia dan akhirat</em>. Kata ‘عنى واعف’ berarti <em>leburlah dosa-dosaku</em>.</p>
<p><em>Musholli </em>tetap mengucapkan doa di atas dengan <em>dhomir mutakallim wahdah </em>meskipun ia sholat berstatus sebagai imam, karena membedakan antara <em>dhomir mutakallim wahdah </em>dengan <em>mutakallim ma’al ghoir </em>hanya berlaku di dalam doa <em>qunut</em>. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?" href="https://belajarsholat.com/3031-posisi-tumit-saat-sujud-apakah-direnggangkan-atau-dirapatkan.html">Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</a></p>
<p>Suwaifi berkata dalam kitab <em>Tuhfah al-Habib</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli </em>yang sebagai <em>munfarid </em>atau sebagai imam dari makmum yang terbatas jumlahnya yang <em>ridho bit tathwil </em>untuk menambahi doa <em>Robbi ighfir li &#8230;. </em>dengan doa; <em>Ya Tuhanku! Berilah kami hati yang takut kemusyrikan, dan yang baik, bukan yang kafir dan celaka. </em></p>
<p>Apabila <em>musholli </em>memperlama waktu duduk antara dua sujud melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan di dalamnya, yaitu memperlama hingga sampai lamanya waktu membaca minimal <em>tasyahud </em>maka sholatnya batal, sebagaimana dihukumi batal sholatnya apabila ia memperlama <em>i’tidal </em>melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan di dalamnya, yaitu memperlama hingga sampai lamanya waktu membaca al-Fatihah, kecuali <em>i’tidal </em>yang memang dianjurkan untuk memperlama, seperti <em>i’tidal </em>pada rakaat akhir dari sholat-sholat lainnya karena memang adanya anjuran umum (<em>fil jumlah</em>) untuk memperlamakan rakaat akhir dengan <em>qunut</em>, dan memperlama <em>i’tidal </em>dalam sholat <em>tasbih</em>. Suwaifi melanjutkan, “<em>fil jumlah</em>” berarti adanya anjuran memperlama <em>i’tidal </em>dalam selain contoh ini.” Demikian dikatakan oleh Rohmani.</p>
<p>Adapun batalnya sholat sebab memperlama rukun duduk di antara dua sujud dan <em>i’tidal </em>yang melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan adalah karena dua rukun tersebut merupakan rukun <em>qoshir </em>atau pendek, oleh karena ini tidak boleh diperlamakan atau dipanjangkan.</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>tidur dengan keadaan menetapkan pantat dalam sholat maka sholatnya tidak batal dengan catatan apabila tidak lama tidurnya. Begitu juga sholatnya tidak batal apabila tidur lamanya terjadi dalam rukun yang dianjurkan untuk dilamakan. Apabila tidurnya lama dan terjadi dalam rukun yang <em>qoshir </em>maka sholatnya batal karena faktor-faktor yang menyebabkan tidur terjadi secara <em>ikhtiar </em>(ada kiat usaha dari <em>musholli</em>). Oleh karena itu tidur ini diposisikan sebagai tidur orang yang memang sengaja tidur (’aamid).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masuknya Waktu Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 02:32:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-tingkatan dalam Mengetahui Masuknya Waktu Sholat Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan dalam mengetahui masuknya waktu sholat ada 3 (tiga), yaitu: 1) Musholli mengetahui sendiri masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya melalui berita atau kabar yang disampaikan oleh orang yang terpercaya dalam pemeriksaan dan penelitiannya tentang masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya dengan melihat mazawil5 yang sah atau [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html">Masuknya Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Tingkatan-tingkatan dalam Mengetahui Masuknya Waktu Sholat </strong></h1>
<p>Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan dalam mengetahui masuknya waktu sholat ada 3 (tiga), yaitu:</p>
<h2>1) <em>Musholli </em>mengetahui sendiri masuknya waktu sholat,</h2>
<p>atau ia mengetahuinya melalui berita atau kabar yang disampaikan oleh orang yang terpercaya dalam pemeriksaan dan penelitiannya tentang masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya dengan melihat <em>mazawil</em>5 yang sah atau alat-alat lain yang sah yang</p>
<p>berfungsi untuk mengetahui waktu atau jam-jam mutakhir, atau kompas waktu yang ia ketahui. Termasuk tingkatan ini adalah bahwa <em>musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan <em>Mazawil </em>adalah jam yang berdasarkan bayangan sinar matahari.berpedoman pada adzan <em>muadzin </em>yang tahu masuknya waktu sholat.</p>
<p>Baca juga artikel tentang <a title="Tata Cara Sholat Dhuha Waktu, Niat dan Keutamaannya" href="https://belajarsholat.com/2522-tata-cara-sholat-dhuha-waktu-niat-dan-keutamaannya.html">Tata Cara Sholat Dhuha Waktu, Niat dan Keutamaannya</a></p>
<h2>2) <em>Musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan cara <em>ijtihad </em></h2>
<p>melalui aktivitas membaca al-Quran, pelajaran, belajar ilmu, menjahit, suara ayam jago, atau himar yang teruji.</p>
<p>Pengertian <em>ijtihad </em>melalui perkara-perkara tersebut adalah bahwa <em>musholli </em>berangan-angan (memprediksi) pada saat melakukan salah satu perkara tersebut, misalnya; dalam hal menjahit, <em>musholli </em>berangan-angan apakah masuknya waktu sholat itu ketika aku selesai menjahit dengan ayunan jahitan yang cepat atau pelan, atau dalam hal suara ayam jago, apakah masuknya waktu sholat itu sebelum biasanya ayam berkokok atau tidak, dan seterusnya. Tidak diperbolehkan bagi <em>musholli </em>melaksanakan sholat dengan cara berpedoman pada suara ayam dalam mengetahui masuknya waktu sholat tanpa melakukan <em>ijtihad</em>.</p>
<h2>3) <em>Musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain yang mengetahui masuknya waktu sholat.</h2>
<p>Oleh karena itu, <em>musholli </em>tidak boleh ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain ketika ia mampu melakukan <em>ijtihad </em>sendiri dengan catatan apabila ia adalah orang yang tidak buta, tetapi apabila <em>musholli </em>adalah orang yang buta, maka ia boleh ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain, meskipun <em>musholli </em>yang buta tersebut mampu ber<em>ijtihad, </em>karena ia dihukumi sebagai orang yang tidak mampu melakukan <em>ijtihad </em>sebab butanya.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html">Masuknya Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Lima</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2024 01:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah 5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau dzon (sangkaan) yang berasal dari ijtihad. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1>Syarat Sah Sholat Yang Kelima Adalah</h1>
<h2><strong style="font-size: 2.25em; letter-spacing: -0.02em;">5. Mengetahui Masuknya Waktu Sholat</strong></h2>
<p>Syarat sah sholat yang kelima adalah mengetahui masuknya waktu sholat secara yakin atau <em>dzon </em>(sangkaan) yang berasal dari <em>ijtihad</em>. Barang siapa melaksanakan sholat tanpa mengetahui terlebih dahulu masuknya waktu sholat, sekiranya ia menerjang dan langsung saja sholat, maka sholatnya tersebut tidak sah, meskipun sholatnya dilakukan bertepatan pada waktunya. Alasan ketidak-absahan sholat ini dikarenakan tidak terpenuhinya syarat, yaitu harus mengetahui masuknya waktu sholat terlebih dahulu.</p>
<ul>
<li>
<h2><strong>Kesalahan Hasil </strong><strong><em>Ijtihad </em></strong><strong>dalam Mencari Tahu Masuknya </strong><strong>Waktu Sholat</strong></h2>
</li>
</ul>
<p>Berbeda dengan kasus apabila <em>musholli </em>melaksanakan sholat atas dasar mengetahui masuknya waktu sholat tersebut melalui <em>ijtihad</em>, kemudian kenyataannya adalah sholat tersebut dilakukan sebelum masuk waktunya, maka rincian hukumnya adalah;</p>
<ul>
<li>apabila <em>musholli </em>memiliki sholat <em>faitah </em>(hutang sholat) yang sejenis dengan sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya tersebut maka sholat <em>faitah </em>itu terlunasi.</li>
<li>apabila ia tidak memiliki sholat <em>faitah</em>, maka sholat yang kenyataannya dilakukan sebelum waktunya itu menjadi sholat sunah mutlak.</li>
</ul>
<p>Apabila <em>musholli </em>setiap harinya melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>selama beberapa waktu dalam mengetahui masuknya waktu sholat, kemudian kenyataannya adalah bahwa sholat Subuh yang ia laksanakan setiap hari itu dilakukan sebelum masuk waktunya, maka ia hanya diwajibkan meng<em>qodho </em>sholat Subuh pada hari terakhir ia melaksanakannya, karena sholat Subuh yang ia lakukan di hari tertentu menjadi ganti dari sholat Subuh di hari sebelumnya. Adapun sholat Subuh yang dilakukan dihari pertama berubah menjadi sholat sunah mutlak. Sementara itu, sholat <em>adak </em>dihukumi sah meskipun dengan niatan <em>qodho, </em>atau sebaliknya, dengan catatan jika <em>musholli </em>benar-benar tidak tahu keadaan sebenarnya.</p>
<p>Yuk baca juga artikel <a title="Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?" href="https://belajarsholat.com/2566-hukum-alat-timer-waktu-iqomah-sholat-apakah-boleh-dibatasi.html">Hukum Alat Timer Waktu Iqomah Sholat Apakah Boleh Dibatasi?</a></p>
<p><strong>Contoh: </strong></p>
<p>Setiap hari, Zaid melaksanakan sholat Subuh dengan berpedoman pada <em>ijtihad </em>dalam mengetahui masuknya waktu sholat. Ia melakukan kebiasaan ini selama, misalnya 30 hari. Kemudian pada hari ke-30 setelah melaksanakan sholat Subuh, ia tahu, ternyata sholat Subuh yang ia lakukan selama itu terjadi sebelum masuk waktunya sholat. Maka;</p>
<p>Hari 1: Sholat Subuh menjadi sholat sunah mutlak. Secara otomatis, Zaid memiliki hutang 1 sholat Subuh.</p>
<p>Hari 2: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 1.</p>
<p>Hari 3: Sholat Subuh yang diniati <em>adak </em>menjadi pengganti dari sholat Subuh di hari 2. Dan seterusnya.</p>
<p>Hari 30: Sholat Subuh belum tergantikan. Oleh karena itu, Zaid wajib meng<em>qodho </em>sholat Subuh di hari ke-30 yang menjadi hari terakhir.</p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat telah habis karena adanya mendung atau lainnya,</h3>
<p>kemudian ia sholat dengan niatan <em>qodho</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat belum habis, ATAU apabila <em>musholli </em>menyangka kalau waktu sholat belum habis, kemudian ia sholat dengan niatan <em>adak</em>, setelah selesai sholat, ternyata diketahui kalau waktu sholat telah habis, maka sholat dalam dua kasus ini hukumnya sah dengan catatan <em>musholli </em>tidak tahu dan tidak sengaja, karena menurut bahasa, arti <em>adak </em>digunakan untuk arti <em>qodho</em>, dan sebaliknya.</p>
<p>Tetapi apabila ia tahu dan sengaja, maka sholatnya tidak sah karena ia tidak serius dalam melaksanakan sholat. Apabila di awal sholat, ia menyengaja memaksudkan arti <em>adak </em>dan <em>qodhok </em>dengan artian menurut bahasa maka tidak apa-apa karena arti dua kata tersebut menurut bahasa adalah sama, yaitu berarti <em>melaksanakan</em>.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3662-syarat-yang-ke-lima.html">Syarat Yang Ke-Lima</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Empat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 01:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah Menghadap Kiblat Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi musholli yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi musholli yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah</h2>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong> Menghadap Kiblat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya secara yakin, menurut pendapat <em>shohih</em>.</p>
<ol>
<li>
<h4><strong> Perbedaan Cara Menghadap Kiblat </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Menghadap Kiblat yang disyaratkan dalam sholat adalah dengan dada pada saat <em>musholli </em>berdiri atau duduk, bukan wajahnya. Sedangkan pada saat rukuk dan sujud maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan sebagian besar dari bagian tubuh. Adapun <em>musholli </em>yang melaksanakan sholat dengan cara tidur miring (<em>mudtojik</em>) maka menghadap Kiblat yang disyaratkan atasnya adalah dengan wajah dan bagian tubuh depan. Bagi <em>musholli </em>yang sholat dengan cara berbaring maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan wajah, bagian tubuh depan, bagian lekuk dua telapak kaki, serta diwajibkan atasnya menaikkan sedikit kepala apabila memungkinkan.</p>
<p>Syarat sah menghadap Kiblat dengan hanya bagian dada (pada saat berdiri dan duduk, seperti rincian yang telah disebutkan) adalah maksud dari kata ‘رْحَالن ’ dalam Firman Allah <em>ta’a</em><em>la </em>menurut pendapat al-Kalibi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانحَرْ</p>
<p>Al-Kalibi berkata dalam mengartikan kata ‘وانحر ’, “menghadaplah Kiblat dengan <em>nahr</em>mu, maksudnya dengan dadamu.”</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Fiqih Sutrah Sholat" href="https://belajarsholat.com/2228-fiqih-sutrah-sholat.html">Fiqih Sutrah Sholat</a></p>
<ol>
<li><strong> Dalil Syarat Menghadap Kiblat dalam Sholat </strong></li>
</ol>
<p>Dalil disyaratkan menghadap Kiblat sebelum <em>ijmak </em>adalah Firman Allah dalam Surat al-Baqoroh: 149;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الحَرَامِ</p>
<p><em>Dan hadapkanlah dirimu ke arah Masjid al-Haram </em>&#8230;</p>
<p>Maksudnya adalah <em>hadapkanlah dirimu dalam sholat ke arah Masjid al-Haram dan </em><em>bangunan</em> <em>(Ka’bah)</em><em>nya.</em></p>
<p>Syarqowi berkata, “Yang dimaksud dengan ‘ةَه ِج ’ (dalam ayat) menurut ahli bahasa adalah <em>dzat </em>atau <em>benda</em>nya. Sedangkan mengucapkan kata ‘ةَه ِج ’ dengan diartikan selain <em>dzat </em>maka berdasarkan arti <em>majaz</em>, seperti yang telah dikatakan juga oleh az- Ziyadi. Yang dimaksud dengan kata ‘الحرام المسجد’ dalam ayat di atas adalah Ka’bah. Berbeda dengan kata ‘الحرام المسجد’ yang digunakan dalam selain ayat di atas, maka maksudnya adalah seluruh tanah Haram.”</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah</em>, “Firman Allah yang berbunyi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَثَمَّ وَجْهُ االلهِ</p>
<p><em>Disanalah wajah Allah yang kalian diperintahkan untuk menghadap ke arah-Nya, </em>maka diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan sholat di atas kendaraan. Diriwayatkan dari Athok bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan cara menghadap dalam sholat ketika Kiblat tidak diketahui arahnya.”</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Sah Kedua</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3643-syarat-sah-kedua.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 12:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Kedua Adalah Suci Dari Najis Suci dari najis Syarat sah sholat yang kedua adalah suci dari najis yang tidak dima’fu pada pakaian, tubuh, dan tempat. Maksud pakaian disini adalah setiap benda yang dipakai oleh musholli meskipun benda tersebut tidak ikut bergerak ketika musholli bergerak dalam sholat, dan benda yang bersambung dengan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3643-syarat-sah-kedua.html">Syarat Sah Kedua</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Kedua Adalah Suci Dari Najis</h2>
<ol start="2">
<li>
<h4><strong> Suci dari najis </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang kedua adalah suci dari najis yang tidak di<em>ma’fu </em>pada pakaian, tubuh, dan tempat.</p>
<p>Maksud pakaian disini adalah setiap benda yang dipakai oleh <em>musholli </em>meskipun benda tersebut tidak ikut bergerak ketika <em>musholli </em>bergerak dalam sholat, dan benda yang bersambung dengan benda yang dipakai itu. Maksud tubuh disini mencakup bagian dalam hidung, mulut, dan mata. Maksud tempat disini adalah tempat yang bersentuhan dengan tubuh <em>musholli </em>dan benda yang dipakai olehnya.</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Benda Najis yang Bisa Kembali Suci" href="https://belajarsholat.com/2574-benda-najis-yang-bisa-kembali-suci.html">Benda Najis yang Bisa Kembali Suci</a></p>
<h4>Ketahuilah sesungguhnya najis dibagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu;</h4>
<p>1) Najis yang tidak di<em>ma’fu </em>pada pakaian dan air. Najis ini sudah <em>maklum </em>(seperti tahi, air kencing, telek, dan lain-lain).</p>
<p>2) Najis yang di<em>ma’f</em><em>u </em>pada pakaian dan air. Najis ini adalah najis yang tidak terlihat oleh mata biasa.</p>
<p>3) Najis yang hanya di<em>ma’fu </em>pada pakaian, bukan air, yaitu najis berupa darah sedikit. Alasan mengapa darah sedikit tidak di<em>ma’fu </em>pada air adalah karena mudahnya menjauhkan air darinya. Sedangkan alasan darah sedikit di<em>ma’fu </em>pada pakaian adalah karena umumnya darah mengenai pakaian, dan apabila baju sering dibasuh karenanya maka baju akan mudah usang.</p>
<p>Termasuk dari najis ini adalah bekas <em>istinjak</em>. Dengan demikian, ia di<em>ma’fu </em>pada badan dan juga pakaian, bahkan apabila dari tempat bekas <em>istinjak </em>mengalirkan keringat, kemudian mengalir melewati tempat yang sejajar dengan <em>farji</em>, kemudian mengenai pakaian maka tetap di<em>ma’fu </em>pada pakaian dan badan, bukan pada air.</p>
<p>4) Najis yang di<em>ma’fu </em>pada air, bukan pakaian. Najis ini adalah bangkai binatang yang tidak mengalirkan darah, seperti kutu. Karena tidak di<em>ma’fu </em>pada pakaian, maka apabila <em>musholli </em>melakukan sholat dengan membawa bangkai binatang tersebut maka sholatnya batal. Termasuk dari najis yang di<em>ma’fu </em>pada air, bukan pakaian adalah lubang saluran kotoran burung, karena ketika pada lubang tersebut terdapat najis, kemudian burung terjatuh ke dalam air sedikit, maka air tidak menjadi najis. Berbeda dengan lubang saluran kotoran manusia yang terdapat najisnya, maka apabila terjatuh pada air sedikit maka air menjadi najis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Silahkan Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3643-syarat-sah-kedua.html">Syarat Sah Kedua</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Pertama Sah Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 11:24:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3639</guid>

					<description><![CDATA[<p>PENJELASAN FIQIH SHOLAT SECARA RINCI DENGAN MEMBAHAS KITAB Syarah Kitab Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja Syarat-syarat Sah Sholat [Fasal ini] menjelaskan tentang syarat-syarat sah sholat. Adapun penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat maka belum dijelaskan oleh mushonnif karena dua alasan; Pertama; karena penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat memang sudah maklum. Kedua; karena perkara-perkara yang menjadi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html">Syarat Pertama Sah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>PENJELASAN FIQIH SHOLAT SECARA RINCI DENGAN MEMBAHAS KITAB</strong></h2>
<h3>Syarah Kitab <i>Kasyifah as-Saja Fi </i><i>Syarhi Safinah an-Naja</i></h3>
<ol>
<li>
<h4><strong>Syarat-syarat Sah Sholat </strong></h4>
</li>
</ol>
<p><strong>[Fasal ini] </strong>menjelaskan tentang syarat-syarat sah sholat. Adapun penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat maka belum dijelaskan oleh <em>mushonnif </em>karena dua alasan;</p>
<p>Pertama; karena penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat memang sudah <em>maklum</em>.</p>
<p>Kedua; karena perkara-perkara yang menjadi syarat-syarat wajib sholat tidak dikhususkan hanya pada ibadah sholat, melainkan perkara-perkara tersebut juga menjadi syarat-syarat wajib bagi ibadah lain. <em>Insya Allah</em>, aku akan menjelaskan syarat-syarat wajib sholat nantinya sebagai bentuk melengkapi <em>faedah</em>.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌قال المصنف ( شروط الصلاة) وهي ما تتوقف عليها صحة الصلاة وليست منها ( ثمانية)</p>
<p><em>Mushonnif </em>berkata bahwa syarat-syarat sah sholat ada 8 (delapan).</p>
<p>Pengertian <em>syarat sah sholat </em>adalah sesuatu yang menjadi dasar keabsahan sholat dan tidak termasuk bagian dari sholat itu sendiri.</p>
<p>Yuk baca juga penjelasan tentang : <a title="Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui" href="https://belajarsholat.com/265-syarat-syarat-sah-sholat-yang-wajib-diketahui.html">Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui</a></p>
<p>Delapan syarat tersebut adalah:</p>
<ol>
<li><strong> Suci dari Dua Hadas </strong></li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarah sah sholat yang pertama adalah suci dari dua hadas, yakni hadas besar dan kecil, bagi orang yang mampu suci dari keduanya. Oleh karena itu, apabila seseorang sholat dengan</p>
<p>keadaan tidak suci dari hadas, meskipun ia lupa, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam kasus orang yang sholat dan ia lupa kalau ia menanggung hadas, maka ia hanya diberi pahala atas</p>
<p>kesengajaannya melakukan sholat, bukan perbuatan melakukan sholat. Bagi orang sholat yang lupa hadas kecil, perbuatan sholat yang berupa <em>qiroah </em>atau membaca (al-Fatihah, Surat) dan lain-lainnya, yaitu perbuatan sholat yang tidak tergantung pada wudhu, maka perbuatan sholat tersebut berpahala. Bagi orang sholat yang lupa hadas besar, maka menurut pendapat <em>aqrob, </em>perbuatan sholat yang berupa membaca, seperti di atas, tidak berpahala.</p>
<p>Adapun bagi <em>faqidut tuhuroini </em>(orang yang tidak mendapati dua alat bersuci, yaitu debu dan air)<em>, </em>maka tidak disyaratkan atasnya suci dari hadas, tetapi ia wajib mengulangi sholatnya ketika ia sudah mendapati alat bersuci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html">Syarat Pertama Sah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
