Sunnah Setelah Salam Imam Menghadap Makmum

Date:

Share:

Sunnah Setelah Salam Imam Menghadap Makmum

Diantara sunnah dalam rangkaian sholat adalah imam menghadap makmum setelah salam. Dalil-dalinya sebagai berikut;

Dari Qabishah Bin Hulb, seorang laki-laki dari kabilah Thayi`.

– إنَّهُ صلَّى معَ النَّبيِّ ﷺ وسلم وَكانَ ينصرفُ عن شقَّيْه.

Bahwa dia pernah sholat bersama Nabi ﷺ, dan beliau biasa berbalik dari dua sisi (kanan dan kiri).” (HR. Abu Daud)

Dalam riwayat lain,

أَمَّنَا النَّبِيُّ ﷺ فَكَانَ يَنْصَرِفُ عَنْ جَانِبَيْهِ جَمِيعًا

“Rasulullah ﷺ mengimami kami, dan beliau berpaling dari sisi kanan dan sisi kiri. ” (HR. Ibnu Majah)

Dari Samurah Bin Jundub radhiallahu ‘anhu,

– كانَ النبيُّ ﷺ إذَا صَلَّى صَلَاةً أقْبَلَ عَلَيْنَا بوَجْهِهِ.

Nabi ﷺ apabila (selesai) sholat, maka beliau menghadap ke arah kami dengan wajah beliau (HR. Bukhari no. 845).

Dari beberapa hadis diatas bahwasanya Imam dianjurkan menghadap ke makmum setelah salam, boleh menghadap kanan atau kiri bahkan boleh menghadap langsung ke makmum.

Hanya Menghadap Kanan Saja?

Dahulu sebagian sahabat sangat suka jika Nabi ﷺ menghadap kanan setelah sholat. Sebagaimana hadis dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiallahu ‘anhu

كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَحْبَبْنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ يُقْبِلُ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ

Kami apabila sholat di belakang Rasulullah ﷺ, maka kami menyukai berada di sebelah kanan beliau, beliau menghadap ke arah kami dengan wajah beliau (HR. Muslim no. 709).

Seolah dalam hadis tersebut Nabi ﷺ sering menghadap kanan, hanya saja ada riwayat lain yang bertolak belakang. Dari Al Aswad ia berkata, berkata Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

لاَ يَجْعَلْ أَحَدُكُمْ لِلشَّيْطَانِ شَيْئًا مِنْ صَلاَتِهِ، يَرَى أَنَّ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَنْصَرِفَ إِلاَّ عَنْ يَمِينِهِ، لَقَدْ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ كَثِيرًا يَنْصَرِفُ عَنْ يَسَارِهِ‏.

“Janganlah seseorang dari kalian menjadikan untuk setan sesuatu dari sholatnya, dimana ia mengira wajib untuk berpaling dari kanan saja, sementara aku melihat Nabi ﷺ sering berpaling dari sebelah kirinya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadis diatas imam dianjurkan menghadap makmum baik sisi kiri, kanan ataupun menghadap langsung makmum.

Kapan Imam Menghadap Makmum?

Dari Tsauban radhilallahuanhu,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثا وقال : اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام . قيل للأوزاعي – وهو أحد رواته – كيف الاستغفار ؟ قال : يقول : أستغفر الله أستغفر الله

Rosulullah ﷺ apabila telah selesai dari sholatnya, beliau istighfar 3x dan berdoa,

اللهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ ، ومنكَ السلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

‘Allaahumma Antas-salaam, wa Minkas-salaam, tabaarokta yaa Dzal Jalaali wal Ikroom’ Kemudian (kata Al Walid) aku bertanya kepada Al Auzaa’i ‘bagaimana cara istighfarnya ? Kata Al auzaa’i yaitu ucapan : ‘astaghfirullah astaghfirullah’. (HR Muslim)

Kemudian Imam menghadap makmum.

Hikmah Imam Menghadap Makmum

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan hikmah imam menghadap ke belakang, agar makmum mengetahui bahwa sholat telah usai. Adapun jika beliau masih menghadap ke kiblat dikhawatirkan makmum masbuk mengira imam masih tahiyat akhir.

Dan diantara hikmah Nabi ﷺ diam sejenak setelah salam, agar wanita yang ikut sholat jamaah bisa pulang terlebih dahulu. Sebagaimana hadis dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِي تَسْلِيمَهُ وَيَمْكُثُ هُوَ فِي مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ قَالَ نَرَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَيْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنْ الرِّجَالِ

“Jika Rasulullah ﷺ mengucapkan salam, maka para wanita langsung beranjak pergi ketika beliau selesai mengucapkan salamnya. Sementara beliau tetap di tempatnya sejenak sebelum beranjak pergi. Menurut kami -dan hadits hanya Allah yang tahu- beliau lakukan itu agar para wanita bisa segera pergi sebelum diketahui oleh seorangpun dari jama’ah laki-laki.” (HR. Bukhari)

Wallahu a’lam.

Redaksi Belajarsholat.com
Redaksi Belajarsholat.comhttps://belajarsholat.com
Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.

Langganan

━ more like this

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah?

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah? Ustadz bagaimana sholatnya seorang wanita yang di rumah khususnya qabliyah shubuh, apakah batasannya dengan iqomat...

Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah

Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi'iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang...

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih, Bagaimana Cara Menggantinya?

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih Redaksi beberapa kali mendapatkan pertanyaan terkait tertinggal shalat tarawih, bagaimana cara mengganti rakaatnya? Perlu kita ketahui ada kaidah masbuq dalam...

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan? Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan...

Hamba yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah ﷻ – Bag. 1 (Malaikat)

Hamba Allah yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah Bag. 1 Doa merupakan bagian dari ibadah, dan ternyata ada beberapa golongan yang mustajab doanya berdasarkan Al-Qur’an...
spot_img