Macam-macam Sujud yang Perlu Anda Tahu

Date:

Share:

Kedudukan Sujud dalam Islam

Sujud merupakan salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki kedudukan mulia. Tidak sebagaimana ibadah anggota badan lain, sujud dengan sendirinya merupakan bentuk ibadah itu sendiri. Allah azza wajalla berfirman,

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (QS Al Alaq: 19)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

أَقْرَبُ ما يَكونُ العَبْدُ مِن رَبِّهِ، وهو ساجِدٌ، فأكْثِرُوا الدُّعاءَ

“Kondisi terdekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud. Maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim 482).

Oleh karenanya di dalam Islam, ada beberapa kesempatan yang seseorang diperintahkan bersujud:

a. Sujud Ketika Sholat

Sujud ketika sholat adalah sujud yang hukumnya wajib. Barangsiapa yang dengan sengaja meninggalkan, maka sholatnya batal. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

ثم اسجُدْ حتَّى تطمئِنَّ ساجدًا

“Kemudian sujudlah sampai thuma’ninah dalam sujudmu.” (HR Bukhari 6251 dan Muslim 397)

b. Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah sujud yang juga dikerjakan di dalam sholat sebagaimana sujud yang pertama. Hanya saja sujud sahwi disebabkan karena kondisi tertentu dalam sholat yang tidak menyengaja dilakukan. Sehingga bagi golongan tertentu, sujud sahwi hukumnya wajib. Syekh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullahu mengatakan,

فسجود السهو واجبٌ لكلِّ فِعلٍ أو تَرْك إذا تعمَّده الإنسانُ بطَلَتْ صلاتُه

“Maka sujud sahwi hukumnya wajib bagi mereka yang menambah atau mengurangi gerakan sholat. Akan tetapi jika hal itu dilakukan secara sengaja, maka sholatnya batal. ” (Asy Syarh al Mumti’ 3/393)

c. Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang disyariatkan untuk dilakukan ketika seorang muslim membaca ayat sajdah. Allah azza wajalla berfirman,

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud.” (QS Al Isra: 107)

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

ربَّما قرأ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم القرآنَ، فيمرُّ بالسَّجدةِ فيَسجُدُ بنا، حتى ازدحَمْنا عنده، حتى ما يجِدُ أحدُنا مكانًا ليسجُدَ فيه، في غيرِ صلاةٍربَّما قرأ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم القرآنَ، فيمرُّ بالسَّجدةِ فيَسجُدُ بنا، حتى ازدحَمْنا عنده، حتى ما يجِدُ أحدُنا مكانًا ليسجُدَ فيه، في غيرِ صلاةٍ

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama tatkala melewati ayat sajdah maka beliau meminta kami bersujud. Maka kami beramai-ramai sujud di dekat beliau. sampai-sampai tidak ada ruang kosong bagi kami untuk bersujud. Ini terjadi di luar sholat.” (HR Bukhari 1075 dan Muslim 575).

Imam an Nawawi rahimahullahu menjelaskan,

فيه إثباتُ سجود التلاوة، وقد أجمَع العلماءُ عليه

“Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk sujud tilawah. Para ulama telah bersepakat atas hal tersebut.” (Syarh Shahih Muslim 5/74)

d. Sujud Syukur

Sujud syukur dilakukan ketika seseorang mendapat nikmat yang baru dan baru saja terlepaskan dari musibah. Hal ini dikerjakan di luar sholat, sebagaimana sujud tilawah (terkait tatacara mengerjakan sujud tilawah di dalam sholat akan dibahas di lain kesempatan). Syekh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullahu mengatakan,

فسجودُ الشكر إنْ فَعلتَه أُثِبْتَ، وإن تركتَه لم تأثَمْ

“Jika kamu mengerjakannya maka akan mendapat pahala. Dan andaipun tidak dilakukan maka tidak berdosa.” (Asy Syarh al Mumti’ 4/104)

hal ini berdasarkan riwayat,

فلمَّا قرأَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم الكتابَ خرَّ ساجدًا

“Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama membaca surat (yang berisi kabar gembira akan masuk Islamnya penduduk Yaman) tersebut, beliau bersujud.” (HR Rauyani 304, At Thabarani dalam Tarikh ar Rusul wal Muluk 3/132).

Penjelasan ini dirangkum oleh Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag. dan Tim Redaksi Belajarsholat.com

Kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com

Muhammad Nur Faqih, S.Ag.
Muhammad Nur Faqih, S.Ag.
Lulusan STDI Jember Jurusan Hadis, Pengasuh Belajarsholat.com, Tanyahadis.com dan beliau aktif mengisi kajian-kajian ilmiyah di berbagai kota.

Langganan

━ more like this

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah?

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah? Ustadz bagaimana sholatnya seorang wanita yang di rumah khususnya qabliyah shubuh, apakah batasannya dengan iqomat...

Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah

Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi'iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang...

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih, Bagaimana Cara Menggantinya?

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih Redaksi beberapa kali mendapatkan pertanyaan terkait tertinggal shalat tarawih, bagaimana cara mengganti rakaatnya? Perlu kita ketahui ada kaidah masbuq dalam...

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan? Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan...

Hamba yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah ﷻ – Bag. 1 (Malaikat)

Hamba Allah yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah Bag. 1 Doa merupakan bagian dari ibadah, dan ternyata ada beberapa golongan yang mustajab doanya berdasarkan Al-Qur’an...
spot_img