Sholat Sunnah Tathawwu’ dan Keutamaannya

Date:

Share:

Sholat Sunnah Tathawwu’

Tathawwu’ secara bahasa التبرُّعُ بالشيءِ yaitu mendekatkan diri. Shalat tathawwu’ merupakan sholat nafilah sebagai tambahan untuk menyempurnakan sholat-sholat fardhu.

Dalilnya adalah

إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به الناسُ يومَ القيامةِ من الصَّلاةِ، قال: يقول ربُّنا عزَّ وجلَّ لملائكتِه – وهو أعلمُ -: انظروا في صلاةِ عَبدي، أتمَّها أم نَقَصها، فإنْ كانت تامَّةً كُتبتْ له تامَّةً، وإنْ كان انتقص منها شيئًا قال: انظروا، هل لعبدي من تطوُّعٍ، فإنْ كان له تطوُّعٌ، قال: أتمُّوا لعبدي فريضتَه من تطوُّعِه، ثم تُؤخَذُ الأعمالُ على ذاكم

Sesungguhnya amalan manusia yang pertama dihisab di hari kiamat adalah sholat. Allah ﷻ berfirman kepada para malaikat, Dia Maha Mengetahui, “Periksalah sholat-sholat hamba-Ku, apakah dia kurang?” Maka apabila sholatnya sempurna, dituliskan padanya SEMPURNA, kalau ada sholatnya ada yang kurang, maka Allah berfirman, “Periksalah, apakah hamba-Ku mengerjakan tathawwu’?” Apabila hamba tersebut mengerjakaan tathawwu’. Maka Allah berfirman, “Sempurnakanlah untuk hamba-Ku (kekurangan) sholat fardhunya dengan sholat tathawwu’!” Kemudian diambilah amalan-amalan lainnya seperti itu juga.” (HR. Abu Daud 864, Ibnu Majah 1425)

Keutamaan Sholat Tathawwu’

Pertama, untuk menyempurnakan sholat fardhu.

Banyak kekurangan-kekurangan kita saat sholat fardhu maka dengan menambahkan sholat nafilah akan disempurnakan pahala sholat saat di hari kiamat.

قال ابن تيمية: (التطوُّع يُكمل به صلاةُ الفرض يوم القيامة، إنْ لم يكن المصلِّي أتمَّها، وفيه حديث مرفوع رواه أحمد في “المسند”، وكذلك الزكاة وبقيَّة الأعمال) ((الاختيارات الفقهية)) (ص: 426)

Ibnu Taimiyah berkata, “Tathawwu’ menyempurnakan sholat fardhu di hari kiamat jika sholat tidak sempurna sebagaimana dalam hadis marfu’ yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam musnadnya. Begitu juga zakat dan amalan-amalan lainnya.” (Al-Ikhtiyarot Al Fiqhiyah 426)

Kedua, dengan sholat tathawwu’ akan memperbanyak sujud. Diantara keutamaannya akan dekat bersama Nabi ﷺ di surga.

Dari Rabi’ah bin Ka’ab Al-Alami radhiallahu ‘anhu

كنتُ أبيتُ مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فأتيتُه بوَضوئِه وحاجتِه، فقال لي: سلْ، فقلت: أسألُك مرافقتَك في الجَنَّةِ، قال: أو غيرَ ذلك؟! قلتُ: هو ذاك! قال: فأعنِّي على نفْسِكَ بكثرةِ السُّجودِ

Aku pernah bermalam bersama Rasulullah ﷺ, lalu aku menyiapkan air wudhu` dan keperluan beliau. Lalu beliau ﷺ berkatakepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta kepadamu agar aku bisa dekat denganmu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itu saja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah menjawab, ‘Jika demikian, bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud (dalam sholat)‘” (HR. Muslim 489)

Bahkan seorang yang memperbanyak sujud akan dibersihkan dosa-dosanya, dimasukkan ke surga, dan diangkat derajatnya.

 مَعدانَ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمَرِيُّ قَالَ لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ أَوْ قَالَ قُلْتُ بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً قَالَ مَعْدَانُ ثُمَّ لَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ لِي مِثْلَ مَا قَالَ لِي ثَوْبَانُ

Dari Ma’dan bin Abi Thalhah al-Ya’mari dia berkata, “Aku bertemu Tsauban], maula Rasulullah ﷺ, lalu aku bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata, ‘Dengan amalan yang paling disukai Allah-, lalu dia diam, kemudian aku bertanya kepadanya, lalu dia diam kemudian dia bertanya kepadanya yang ketiga kalinya.’ Dia menjawab, ‘Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ, maka dia menjawab, ‘Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan suatu sujud melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan dosa darimu dengannya’.” Ma’dan berkata, “Kemudian aku bertemu [Abu ad-Darda’], lalu aku bertanya kepadanya, maka dia menjawabku seperti sesuatu yang dikatakan Tsauban kepadaku.” (HR. Muslim 488)

Ketiga, sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dan nafilah menjadi sebab dicintai Allah ﷻ.

Dalam hadis Qudsi Allah ﷻ berfirman,

وما يزالُ عبدي يتقرَّب إليَّ بالنوافلِ حتَّى أُحبَّه

Tidak henti- hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan Ibadah- Ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. (HR. Bukhari 6502)

Macam-macam Sholat Tathawwu’

Secara ringkas sholat tathawwu’ ada beberapa macam:

1. Sholat sunnah disyariatkannya dengan berjamaah; sholat tarawih, sholat istisqo’ (minta hujan).
2. Sholat sunnah tidak disyariatkan berjamaah; sholat istikharah.
3. Sholat yang mengiringi sholat fardhu; sholat rawatib.
4. Sholat yang tidak mengiri sholat fardhu; sholat dhuha, sholat tahajud
5. Sholat yang ditentukan rakaatnya; sholat witir
6. Sholat karena sebab: sholat tahiyatul masjid, sholat dua rokaat wudhu.
7. Sholat muakkad; sholat witir
8. Sholat ghairu muakkad; sholat sebelum maghrib.

Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com

TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM

Redaksi Belajarsholat.com
Redaksi Belajarsholat.comhttps://belajarsholat.com
Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.

Langganan

━ more like this

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah?

Bagaimana Cara Sholat Qabliyah Shubuh Bagi Seorang Wanita di Rumah? Ustadz bagaimana sholatnya seorang wanita yang di rumah khususnya qabliyah shubuh, apakah batasannya dengan iqomat...

Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah

Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi'iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang...

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih, Bagaimana Cara Menggantinya?

Masbuq dan Tertinggal Rakaat Shalat Tarawih Redaksi beberapa kali mendapatkan pertanyaan terkait tertinggal shalat tarawih, bagaimana cara mengganti rakaatnya? Perlu kita ketahui ada kaidah masbuq dalam...

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?

Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan? Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan...

Hamba yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah ﷻ – Bag. 1 (Malaikat)

Hamba Allah yang Doanya Mustajab dan Dikabulkan Oleh Allah Bag. 1 Doa merupakan bagian dari ibadah, dan ternyata ada beberapa golongan yang mustajab doanya berdasarkan Al-Qur’an...
spot_img