HomeAdabKisah Seorang Pemuda Menghina Majelis Ilmu dan Malaikat, Kakinya Mengering Seketika

Kisah Seorang Pemuda Menghina Majelis Ilmu dan Malaikat, Kakinya Mengering Seketika

Seorang Pemuda Menghina Majelis Ilmu dan Malaikat, Kakinya Mengering Seketika

Diriwayatkan Al-Khathib Al-Baghdadi dari Sulaiman bin Ahmad bin Ayub Ath Thabraani,

“Aku mendengar Abu Yahya Zakariya bin Yahya As-Saajii bercerita,

Kami berjalan di sebuah gang di kota Bashrah untuk mengetuk pintu-pintu ahli hadist, kami berusaha jalan cepat. Dan secara bersamaan ada pemuda yang ruwet agamanya, (dalam riwayat lain seorang muktazilah). Lalu pemuda ini berteriak dengan sebuah ejekan,

“Kalau jalan angkat kaki kalian jangan sampai menginjak-injak sayap malaikat.”

Tiba-tiba kaki pemuda sontoloyo ini mengering ditempat, hingga dia tersungkur ke tanah.

(Majmu’ Rasaail Al-hafidz Ibnu Rajab Al-hambali, 64/1)

Penyebab detail pemuda ini menghina juga disebutkan oleh Ibnul Qayyim,
Ahmad bin Syu’aib berkata, “Waktu kami bersama ulama-ulama hadits di Bashrah, kemudian disampaikan kepada kami sebuah hadis Nabi ﷺ,

ان الملائكة لتضع اجنحتها لطالب العلم

Sesungguhnya para malaikat (rahmat) akan membentangkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu..

Dan ternyata di majelis kami ada seorang pemuda muktazilah yang tiba-tiba langsung mengejek,

“Demi Allah, besok aku akan mengaitkan paku di sandalku. Akan aku injak-injak sayap malaikat itu”

Kemudian esoknya dia benar-benar melakukannya dan berjalan dengan memakai sandal berpengait paku. Tiba-tiba seluruh kakinya menjadi kering, dan diapun tersungkur seketika.

****

Hadis Keutamaan Menuntut Ilmu

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, Allah akan permudahkan baginya jalan menuju surga. Para Malaikat akan membentangkan sayapnya karena ridla kepada penuntut ilmu. Dan seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di air. Sungguh, keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Ahmad, At-Tirmizi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Wallahu a’lam.

Redaksi Belajarsholat.com
Redaksi Belajarsholat.comhttps://belajarsholat.com
Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.
RELATED ARTICLES

Most Popular