<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>doa - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/doa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jan 2025 09:13:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>doa - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Doa Ibarat Senjata</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3961-doa-ibarat-senjata.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 22:42:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa senjata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenapa Diibaratkan Senjata…? Saat mencari referensi terkait doa, kami membuka kitab Ad-Da&#8217; wa Ad-Dawā karya Ibnu Qayyim rahimahullah. Dan kami temukan bab terkait syarat diterimanya doa, dan ternyata beliau mengibaratkan DOA itu seperti SENJATA. وَالْأَدْعِيَةُ وَالتَّعَوُّذَاتُ بِمَنْزِلَةِ السِّلَاحِ، وَالسِّلَاحُ بِضَارِبِهِ، لَا بِحَدِّهِ فَقَطْ، فَمَتَى كَانَ السِّلَاحُ سِلَاحًا تَامًّا لَا آفَةَ بِهِ، وَالسَّاعِدُ سَاعِدُ قَوِيٍّ، وَالْمَانِعُ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3961-doa-ibarat-senjata.html">Doa Ibarat Senjata</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kenapa Diibaratkan Senjata…?</strong></h2>
<p>Saat mencari referensi terkait doa, kami membuka kitab Ad-Da&#8217; wa Ad-Dawā karya Ibnu Qayyim rahimahullah. Dan kami temukan bab terkait syarat diterimanya doa, dan ternyata beliau mengibaratkan DOA itu seperti SENJATA.</p>
<p class="arab">وَالْأَدْعِيَةُ وَالتَّعَوُّذَاتُ بِمَنْزِلَةِ السِّلَاحِ، وَالسِّلَاحُ بِضَارِبِهِ، لَا بِحَدِّهِ فَقَطْ، فَمَتَى كَانَ السِّلَاحُ سِلَاحًا تَامًّا لَا آفَةَ بِهِ، وَالسَّاعِدُ سَاعِدُ قَوِيٍّ، وَالْمَانِعُ مَفْقُودٌ؛ حَصَلَتْ بِهِ النِّكَايَةُ فِي الْعَدُوِّ، وَمَتَى تَخَلَّفَ وَاحِدٌ مِنْ هَذِهِ الثَّلَاثَةِ تَخَلَّفَ التَّأْثِيرُ، فَإِنْ كَانَ الدُّعَاءُ فِي نَفْسِهِ غَيْرَ صَالِحٍ، أَوِ الدَّاعِي لَمْ يَجْمَعْ بَيْنَ قَلْبِهِ وَلِسَانِهِ فِي الدُّعَاءِ، أَوْ كَانَ ثَمَّ مَانِعٌ مِنَ الْإِجَابَةِ، لَمْ يَحْصُلِ الْأَثَرُ.</p>
<p>”Doa dan permohonan perlindungan (ta&#8217;awwudz) ibarat senjata, dan kekuatan senjata tergantung pada orang yang menggunakannya, bukan hanya pada ketajamannya saja. Maka jika senjata itu sempurna, tanpa cacat, tangan yang menggunakannya kuat, dan tidak ada penghalang (untuk menggunakannya), maka senjata tersebut akan memberikan pengaruh yang besar terhadap musuh. Namun, jika salah satu dari tiga unsur ini kurang—entah senjatanya tidak baik, penggunanya tidak kuat, atau ada penghalang—maka pengaruhnya akan berkurang. Begitu pula, jika doa itu sendiri tidak benar, atau orang yang berdoa tidak menyatukan hati dan lisannya dalam doa, atau ada penghalang dari terkabulnya doa, maka efek dari doa itu tidak akan tercapai.”</p>
<p>Ibarat doa sebagai senjata, beliau juga memaparkan sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,</p>
<p class="arab">ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ</p>
<p>Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan yang mengenyangkannya dari sesuatu yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan.</p>
<p>Subhanallah..kisah diatas bisa kita renungkan. Dimana syarat-syarat terkabulnya doa hampir-hampir saja terpenuhi, diantaranya orang tersebut dalam keadaan safar, tangannya menengadah ke langit, lalu ia juga bertabaruk dengan nama Allah, Namun pada akhirnya musafir ini doanya tidak diijabahi Allah Ta’ala dikarenakan makanannya haram, minumnya haram, pakaiannya haram.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3961-doa-ibarat-senjata.html">Doa Ibarat Senjata</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Bacaan Iftitah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3853-syarat-bacaan-iftitah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 08:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Iftitah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat wajin]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Syarat iftitah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3853</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Baca Iftitah Ketahuilah sesungguhnya membaca doa iftitah tidak disunahkan kecuali dengan 5 (lima) syarat, yaitu: 1) Musholli tidak sedang melakukan sholat jenazah meskipun di atas kuburan. 2) Musholli tidak kuatir terlewatnya waktu adak, yaitu waktu yang cukup untuk digunakan melakukan satu rakaat. 3) Makmum tidak kuatir terlewatnya sebagian bacaan Fatihah. Yuk baca juga tentang Bacaan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3853-syarat-bacaan-iftitah.html">Syarat Bacaan Iftitah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Baca Iftitah</h2>
<p>Ketahuilah sesungguhnya membaca doa iftitah tidak disunahkan kecuali dengan 5 (lima) syarat, yaitu:</p>
<p>1) Musholli tidak sedang melakukan sholat jenazah meskipun di atas kuburan.</p>
<p>2) Musholli tidak kuatir terlewatnya waktu adak, yaitu waktu yang cukup untuk digunakan melakukan satu rakaat.</p>
<p>3) Makmum tidak kuatir terlewatnya sebagian bacaan Fatihah.</p>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Dilengkapi Latin" href="https://belajarsholat.com/1082-bacaan-doa-iftitah-dan-artinya-dilengkapi-latin.html">Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Dilengkapi Latin</a></p>
<p>4) Makmum sedang tidak mendapati imam di selain posisi saat imam berdiri. Oleh karena itu, apabila makmum mendapati mengikuti imam di saat imam dalam posisi i’tidal maka makmum tersebut tidak perlu berdoa iftitah. Akan tetapi, apabila makmum mendapati imam di tasyahud, kemudian imam mengucapkan salam atau imam berdiri sebelum makmum sempat duduk bersamanya maka makmum tersebut disunahkan membaca doa iftitah.</p>
<p>5) Musholli belum masuk membaca ta’awudz atau Fatihah meskipun ia membaca keduanya sebab lupa. Apabila ia telah membaca ta’awudz atau Fatihah maka ia tidak perlu kembali membaca doa iftitah sebab tempat dianjurkannya membaca doa iftitah telah terlewat.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3853-syarat-bacaan-iftitah.html">Syarat Bacaan Iftitah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minimal Salam dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3801-minimal-salam-dalam-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 19:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bersalaman]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa dalam salam]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[salam dalam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum salam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3801</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fasal ini menjelaskan tentang salam sholat. Ia juga disebut dengan istilah tahlil (Membebaskan dari segala sesuatu yang diharamkan dalam sholat Mushonnif berkata; Salam minimal dalam sholat adalah; ‌‌‌‌السلام عليكم Syibromalisi  berkata,  “Salam  tersebut  meskipun  dengan  disukun pada huruf mim (ﻡ).” Tasydid dalam kalimat ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ada satu, yaitu berada pada huruf sin (ﺱ). Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, “Kunci sholat adalah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3801-minimal-salam-dalam-sholat.html">Minimal Salam dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Fasal ini menjelaskan tentang <em>salam </em>sholat.</h2>
<p>Ia juga disebut dengan istilah <em>tahlil </em>(Membebaskan dari segala sesuatu yang diharamkan dalam sholat</p>
<p><em>Mushonnif </em>berkata;</p>
<p><em>Salam</em> minimal dalam sholat adalah;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌السلام عليكم</p>
<p>Syibromalisi  berkata,  “<em>Salam  </em>tersebut  meskipun  dengan  di<em>sukun</em> pada huruf <em>mim </em>(ﻡ).”</p>
<p><em>Tasydid</em> dalam kalimat ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ada satu, yaitu berada pada huruf <em>sin </em>(ﺱ).</p>
<p>Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Kunci sholat adalah wudhu. <em>Tahrim</em>nya adalah <em>takbir </em>dan <em>tahlil</em>nya adalah mengucapkan <em>salam</em>.”( Maksud  <em>tahrim</em><em>  </em>adalah  bahwa  <em>musholli</em><em>  </em>diharamkan  melakukan perkara-perkara yang  membatalkan sholat, seperti;  makan,  minum, yang mana sebelum ia sholat, perkara-perkara tersebut diperbolehkan baginya. Keharaman tersebut dimulai saat iaber <em>takbir</em>. Maksud   <em>tahlil   </em>adalah   bahwa   <em>musholli   </em>diperbolehkan   kembali melakukan    perkara-perkara    yang    membatalkan    sholat    setelah    ia mengucapkan salam.)  Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi.</p>
<p>Kalimat <em>salam </em>yang paling sempurna adalah;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌السلام عليكم ورحمة الله</p>
<p>Tidak disunahkan menambahkan <em>kalim</em><em>at</em><em> </em>وبركاته</p>
<p>Baca juga artikel tentang <a title="Berdoa Sebelum Salam" href="https://belajarsholat.com/3517-berdoa-sebelum-salam.html">Berdoa Sebelum Salam</a></p>
<h2>Disunahkan   mengucapkan   <em>salam   </em>yang   kedua   karena mengikuti  Rasulullah.</h2>
<p>Apabila  imam  sholat  hanya  mengucapkan <em>salam </em>satu kali maka bagi makmum disunahkan mengucapkannya dua kali karena dengan <em>salam </em>pertama, makmum telah keluar dari <em>mutaba’ah </em>(hubungan mengikuti imam).</p>
<p>Berbeda dengan kasus apabila imam meninggalkan <em>tasyahu</em><em>d</em><em> awal </em>maka wajib bagi makmum meninggalkannya juga karena ia wajib <em>mutaba’ah </em>atau mengikuti imam sebelum <em>salam</em>.</p>
<p>Apabila  ada  <em>musholli  </em>mengucapkan  <em>salam  </em>kedua  seraya meyakini kalau <em>salam </em>kedua tersebut adalah <em>salam </em>pertamanya maka <em>salam</em>nya belum mencukupi. Ia wajib mengulangi <em>salam </em>pertama dan sunah mengulangi <em>salam </em>kedua. Kemudian ia <em>sujud sahwi</em>.</p>
<p><em>Musholli </em>disunahkan mengucapkan <em>salam </em>dua kali dimana antara dua <em>salam </em>tersebut dipisah oleh diam.</p>
<p>Terkadang   mengucapkan  <em>salam   </em>yang   kedua   hukumnya haram   ketika   setelah   <em>salam   </em>yang   pertama   terdapat   hal   yang membatalkan  sholat,  seperti  <em>hadas  </em>dan  keluarnya  waktu  sholat Jumat, berbeda dengan mengucapkan <em>salam </em>kedua setelah keluarnya waktu sholat selain sholat Jumat, maka hukumnya tidak haram sebab <em>salam </em>kedua termasuk <em>tawabik </em>(yang mengikuti) dan <em>mulhaqot </em>(yang bersambung)  dengan  sholat  itu  sendiri  meskipun  salam  tersebut sudah tidak termasuk bagian dari sholat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Disunahkan bagi <em>musholli </em>mempercepat mengucapkan <em>salam </em>saat sholat dan tidak memanjangkannya.</h2>
<p>Disunahkan  bagi  makmum  mengucapkan  <em>salam   </em>setelah imam  selesai  dari  dua <em>salam</em>nya. Apabila makmum mengucapkan <em>salam</em>nya bersamaan dengan <em>salam </em>imam maka hukumnya <em>jaiz </em>atau boleh, sebagaimana diperbolehkan bagi makmum melakukan rukun- rukun  lain  secara bersamaan  dengan rukun-rukun  yang  dilakukan imam, kecuali <em>takbiratul ihram. </em>Akan tetapi, <em>muqoronah </em>(melakukan rukun secara bersamaan dengan rukun imam) merupakan hal yang makruh dan dapat menghilangkan keutamaan jamaah dalam rukun yang dibersamakan saja. Adapun <em>muqoronah </em>dalam <em>takbiratul ihram </em>atau sebagiannya maka hukumnya haram dan membatalkan sholat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3801-minimal-salam-dalam-sholat.html">Minimal Salam dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duduk Tasyahud pada Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3380-duduk-tasyahud-pada-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2024 04:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[membaca doa]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3380</guid>

					<description><![CDATA[<p>Duduk Tasyahud ‌‌جلوس التشهد ‌‌فلما قضى صلاته وأكملها ولم يبق إلا الانصراف منها شرع الجلوس بين يدي ربه مثنيًا عليه بأفضل التحيات التي لا تصلح إلا له ولا تليق بغيره Setelah melakukan gerakan-gerakan shalat dan tidak ada yang tersisa kecuali menutup Shalat, disyariatkan melakukan satu amalan lagi yaitu duduk tasyahud di hadapan-Nya. Duduk tasyahud diiringi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3380-duduk-tasyahud-pada-sholat.html">Duduk Tasyahud pada Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Duduk Tasyahud</strong></h2>
<p class="arab">‌‌جلوس التشهد</p>
<p class="arab">‌‌فلما قضى صلاته وأكملها ولم يبق إلا الانصراف منها شرع الجلوس بين يدي ربه مثنيًا عليه بأفضل التحيات التي لا تصلح إلا له ولا تليق بغيره</p>
<p>Setelah melakukan gerakan-gerakan shalat dan tidak ada yang tersisa kecuali menutup Shalat, disyariatkan melakukan satu amalan lagi yaitu duduk tasyahud di hadapan-Nya. Duduk tasyahud diiringi dengan memberi penghormatan terbaik kepada-Nya, yang mana penghormatan itu tidak layak dipanjatkan selain kepada-Nya. Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Bacaan Tasyahud Akhir" href="https://belajarsholat.com/2211-bacaan-tasyahud-akhir.html">Bacaan Tasyahud Akhir</a></p>
<h3><strong>At-Tahiyyâtu Hilâh (Segala Penghormatan Hanya Milik Allah)</strong></h3>
<p class="arab">‌‌التحيات لله</p>
<p class="arab">‌‌ولما كان عادة الملوك أن يحيوا بأنواع التحيات من الأفعال والأقوال المتضمنة للخضوع والثناء وطلب البقاء ودوام الملك، فمنهم من يحيى بالسجود ومنهم من يحيى بالثناء عليه، ومنهم من يحيى بطلب البقاء والدوام له، ومنهم من يجمع له ذلك كله، فكان الملك الحق سبحانه أولى بالتحيات كلها من جميع خلقه، وهي له بالحقيقة، ولهذا فسرت التحيات بالملك، وفسرت بالبقاء والدوام وحقيقتها ما ذكرته وهي تحيات الملك، فالملك الحق المبين أولى بها.</p>
<p>Sudah menjadi tradisi seorang raja diberi penghormatan dengan perbuatan dan ucapan yang menunjukkan puji-pujian, dan doa harapan supaya dipanjangkan kekuasaannya. Ada sebagian dati mereka yang diberi penghormatan dengan cara sujud, ada yang diberi penghormatan dengan cara memanjatkan pujian kepadanya, ada yang diberi penghormatan dengan cara mendoakan supaya diberi kelanggengan dan dipanjangkan kekuasaannya. Ada pula yang diberi penghormatan dengan melakukan berbagai cara.</p>
<p>Dengan demikian, Allah adalah Raja yang sesungguhnya dan lebih pantas mendapatkan semua penghormatan tersebut dari para makhluk-Nya. Sedangkan penghormatan, hakikatnya hanya milik Allah. Oleh karenanya, penghormatan ditafsirkan sebagai kerajaan dan kelanggengan. Sedangkan hakikat penghormatan adalah penghormatan atas kerajaan milik Allah, sebagaimana yang telah saya jelaskan. Hakikat kerajaan sebenarnya hanyalah milik Allah, zat yang pantas mendapatkan penghormatan.</p>
<p class="arab">‌‌فكل تحية يحيى بها ملك من سجود أو ثناء أو بقاء ودوام فهي لله عز وجل، ولهذا أتى بها مجموعة معرفة باللام أداة العموم وهي جمع تحية، وهي تفعيلة من الحياة، وأصلها تحيية بوزن تكرمة ثم أدغم أحد المثلين في الآخر فصارت تحية، وإذا كان أصلها من الحياة فالمطلوب لمن يُحيَّى بها دوام الحياة.</p>
<p class="arab">‌‌وكانوا يقولون لملوكهم: لك الحياة الباقية ولك الحياة الدائمة، وبعضهم يقول: عشرة آلاف سنة، واشتق منها أدام الله أيامك، وأطال الله بقاءك، نحو ذلك مما يراد به دوام الحياة والملك وذلك لا ينبغي إلا للحي الذي لا يموت وللملك الذي كل ملك زائل غير ملكه</p>
<p>Setiap penghormatan yang dipanjatkan kepada para raja berupa sujud, pujian, doa keselamatan dan kelanggengan, pada hakikatnya adalah milik Allah. Oleh sebab itu, kalimat yang dipakai sebagai penghormatan kepada Allah ditambahkan Alif Lam yang menunjukkan keumumannya, yakni mengandung scgala macam penghormatan.</p>
<p>Kata At-Tahiyyât merupakan masdar dari lafaz, Al-Hayat, aslinya adalah Tahyiyah mengikuti wazan (timbangan) Takrimah, kemudian salah satu dari dua huruf yang sama diidghamkan kepada huruf lainnya sehingga menjadi lafaz Tahiyyah. Jika asalnya dari lafaz Al-Hayâh, maka sudah semestinya penghormatan hanya ditujukan kepada zat yang hidup selamanya.</p>
<p>Pada masa itu masyarakat memberi penghormatan kepada rajanya dengan mengatakan, &#8220;Semoga Tuan raja hidup selama-lamanya.&#8221; Ada juga yang mengatakan, &#8220;Semoga Tuan hidup seribu tahun lamanya,&#8221; &#8220;Semoga Allah memanjangkan hari-hari Tuan,&#8221;</p>
<p>&#8220;Semoga Allah memperpanjang kelanggengan Tuan,&#8221; serta ucapan-ucapan semisalnya yang intinya adalah mendoakan semoga dipanjangkan kehidupan dan kerajaannya. Hal itu sebenarnya tidak pantas dipanjatkan selain kepada zat yang tidak pernah mati dan Pemilik kerajaan yang tidak pernah sirna. Subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3380-duduk-tasyahud-pada-sholat.html">Duduk Tasyahud pada Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
