<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sholat tarawih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sholat-tarawih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sholat tarawih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebab Ke Empat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3870-sebab-ke-empat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2024 20:19:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud sahwi]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah ab'ad]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah hai'ah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3870</guid>

					<description><![CDATA[<p>4. Menjatuhkan rukun fi’li disertai keraguan. Maksudnya, sebab sujud sahwi keempat adalah menjatuhkan rukun fi’li disertai ragu menambahi, misalnya; musholli mengalami keraguan saat ia berada di rakaat ketiga dalam sholat rubaiah (Dzuhur, Ashar, Isyak), Apakah ia telah melakukan 3 rakaat sedangkan ia hendak menambahi satu rakaat sebagai rakaat keempat atau apakah ia telah melakukan 4 [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3870-sebab-ke-empat.html">Sebab Ke Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>4. Menjatuhkan rukun fi’li disertai keraguan.</h3>
<p>Maksudnya, sebab sujud sahwi keempat adalah menjatuhkan rukun fi’li disertai ragu menambahi, misalnya; musholli mengalami keraguan saat ia berada di rakaat ketiga dalam sholat rubaiah (Dzuhur, Ashar, Isyak),</p>
<p>Apakah ia telah melakukan 3 rakaat sedangkan ia hendak menambahi satu rakaat sebagai rakaat keempat atau apakah ia telah melakukan 4 rakaat sedangkan ia hendak menambahi satu rakaat sebagai rakaat kelima, kemudian ia meyakinkan dirinya, ia berdiri dan melakukan satu rakaat, setelah ia berdiri tegak, di tengah-tengah satu rakaat itu dan sebelum salam, ia baru ingat kalau rakaat yang sedang dilakukannya itu adalah rakaat keempat,</p>
<p>maka ia disunahkan melakukan sujud sahwi karena rukun- rukun yang telah ia lakukan dalam satu rakaat tersebut sebelum ia ingat mengandung kemungkinan kalau rukun-rukun tersebut termasuk dari rakaat kelima atau dari rakaat keempat. Berbeda apabila sebelum berdiri tegak untuk menambahi satu rakaat, musholli ingat kalau rakaat yang ia ragukan itu adalah rakaat keempat maka ia tidak bersujud sahwi karena rukun-rukun dari rakaat yang diragukan itu tidak mengandung unsur menambahi sebab rukun-rukun tersebut sudah pasti termasuk dari rakaat, baik saat itu ia sedang dalam rakaat ketiga atau keempat.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>Dan baca juga yuk artikel tentang <a title="Pembatal-Pembatal Sholat" href="https://belajarsholat.com/3622-pembatal-pembatal-sholat.html">Pembatal-Pembatal Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3870-sebab-ke-empat.html">Sebab Ke Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diam Sebentar dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 19:39:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[adab sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Belajarsholat]]></category>
		<category><![CDATA[Diam sebentar]]></category>
		<category><![CDATA[ketika sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Saktah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat malam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3860</guid>

					<description><![CDATA[<p>5. Saktah di antara Amin dan Suratan Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca amin dan suratan. Membaca suratan disunahkan di selain sholat jenazah dan selain sholat yang dilakukan oleh musholli yang faqid tuhuroini (yang tidak mendapati air dan debu) meskipun ia adalah orang junub. Asal kesunahan membaca suratan dapat dihasilkan dengan membaca basmalah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html">Diam Sebentar dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>5. Saktah di antara Amin dan Suratan</h2>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca amin dan suratan.</p>
<p>Membaca suratan disunahkan di selain sholat jenazah dan selain sholat yang dilakukan oleh musholli yang faqid tuhuroini (yang tidak mendapati air dan debu) meskipun ia adalah orang junub.</p>
<p>Asal kesunahan membaca suratan dapat dihasilkan dengan membaca basmalah dengan catatan tidak menyengaja kalau basmalah yang dibacanya tersebut merupakan awal dari Fatihah.</p>
<p>Kesunahan membaca suratan sudah dicukupkan dengan membaca awail-suwar, seperti; ‘ﺹ ,, ‘ﻕ ,, ‘ﻥ’, berdasarkan ketetapan bahwa awail-suwar merupakan ayat-ayat yang berkedudukan sebagai mubtadak atau khobar. Ketetapan ini didasarkan atas alasan bahwa awail-suwar merupakan satu ayat yang sebagian ayatnya dibuang.</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Syarat Sah Kedua" href="https://belajarsholat.com/3643-syarat-sah-kedua.html">Syarat Sah Kedua</a></p>
<h3>Nawawi berkata;</h3>
<p>Sunahnya adalah musholli membaca Surat as-Sajdah secara lengkap di rakaat pertama dan Surat al-Insan secara lengkap di sholat Subuh di hari Jumat. Janganlah ia melakukan perbuatan yang dilakukan oleh kebanyakan imam masjid, yaitu hanya membaca satu ayat dari as-Sajdah dan satu ayat dari al-Insan disertai memanjangkan bacaan, tetapi ia hendaknya membaca dua Surat tersebut secara lengkap, secara pelan-pelan atau sedikit dipercepat dengan menetapi sifat tartil.</p>
<p>Ketika sholat Jumat, sunahnya adalah musholli membaca Surat al- Jumuah secara lengkap di rakaat pertama dan Surat al-Munafiqun secara lengkap di rakaat kedua, atau ia membaca Surat al-A’la di rakaat pertama dan Surat al-Ghosyiah di rakaat kedua. Masing- masing dari keduanya ini berdasarkan hadis shohih dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Musholli hendaknya menghindari membaca hanya sebagian ayat dari masing-masing Surat, melainkan ia membacanya secara lengkap, seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya.</p>
<p>Ketika sholat Id, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat Qof secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Qomar secara lengkap di rakaat kedua, atau bisa juga ia membaca Surat al- A’la secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al- Ghosyiah secara lengkap di rakaat kedua. Masing-masing keduanya ini berdasarkan hadis shohih dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Musholli hendaknya menghindari membaca hanya sebagian ayat dari masing-masing Surat, melainkan ia membacanya secara lengkap.</p>
<p>Ketika sholat sunah Subuh, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat al-Kaafirun secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Ikhlas secara lengkap di rakaat kedua, atau bisa juga ia membaca di rakaat kedua. Masing-masing dari keduanya ini berdasarkan teladan dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.</p>
<p>Dalam sholat sunah Maghrib, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat al-Kafirun secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Ikhlas secara lengkap di rakaat kedua. Selain itu, dua Surat ini juga disunahkan di baca di dalam dua rakaat sholat sunah towaf dan dua rakaat sholat istikhoroh.</p>
<p>Dalam sholat witir yang terdiri dari tiga rakaat, sunahnya adalah musholli membaca Surat al-A’la di rakaat pertama, membaca Surat al-Kafirun di rakaat kedua, dan membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas di rakaat ketiga. Sampai sinilah kutipan dari Nawawi berakhir.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html">Diam Sebentar dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyejuk Pandangan</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 00:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab ke masjid]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3446</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyejuk Pandangan ‌‌‌‌قرة العين ‌‌ وكما أن الصوم ثمرته تطهير النفس، وثمرة الزكاة تطهير المال، وثمرة الحج وجوب المغفرة، وثمرة الجهاد تسليم النفس التي اشتراها سبحانه من العباد، وجعل الجنة ثمنها فالصلاة ثمرتها الإقبال على الله، وإقبال الله سبحانه على العبد، وفي الإقبال جميع ما ذكر من ثمرات الأعمال؛ ‌‌ ولذلك لم يقل النبي صلى [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html">Penyejuk Pandangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Penyejuk Pandangan</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌قرة العين</p>
<p class="arab">‌‌<br />
وكما أن الصوم ثمرته تطهير النفس، وثمرة الزكاة تطهير المال، وثمرة الحج وجوب المغفرة، وثمرة الجهاد تسليم النفس التي اشتراها سبحانه من العباد، وجعل الجنة ثمنها فالصلاة ثمرتها الإقبال على الله، وإقبال الله سبحانه على العبد، وفي الإقبال جميع ما ذكر من ثمرات الأعمال؛</p>
<p class="arab">‌‌<br />
ولذلك لم يقل النبي صلى الله عليه وسلم جعلت قرة عيني في الصوم ولا في الحج والعمرة، وإنما قال: «وجعلت قرة عيني في الصلاة» ولم يقل بالصلاة إعلامًا بأن عينه إنما تقر بدخوله فيها، كما تقر عين المحب بملابسته لمحبوبه وتقر عين الخائف بدخوله في محل أمنه، فقرة العين بالدخول في الشيء أكمل وأتم من قُرة العين به قبل الدخول.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
ولما جاء إلى راحة القلب من تعبه ونصبه قال: «يا بلال أرحنا بالصلاة» (1)؛ أي أقمها لنستريح بها من مقاساة الشواغل، كما يستريح التعبان إذا وصل إلى منزله وقر فيه وسكن</p>
<p>Buah dari puasa adalah penyucian jiwa, buah dari zakat adalah penyucian harta. Sedangkan buah dari haji adalah ampunan dari Allah. Kemudian buah dari jihad adalah menyerahkan diri yang oleh Allah akan dibeli dengan bayaran berupa surga. Adapun buah dari ibadah sholat adalah seorang hamba dapat menghadap kepada Allah dan Allah akan melihat hamba itu.</p>
<p>Sedangkan dalam menghadap Allah terkandung segala macam buah dari ibadah-ibadah lainnya. Oleh karenanya, Nabi tidak mengatakan, dijadikan penyejuk pandanganku ada di dalam puasa, haji ataupun umrah. Akan tetapi Nabi mengatakan, Dijadikan penyejuk pandanganku ada di dalam sholat?</p>
<h2>Renungkan sabda beliau,</h2>
<p>Dijadikan penyejuk pandanganku di dalam sholat. Nabi mengatakan di dalam sholat, bukan mengatakan dengan sholat. Hal ini merupakan tanda bahwa Nabi akan merasakan pandangannya sejuk tatkala masuk ke dalam sholat. Sebagaimana pandangan mata seorang pecinta akan merasa sejuk tatkala menatap orang yang dicintainya, begitu halnya dengan orang yang takut akan merasa sejuk pandangannya tatkala dia masak ke dalam tempat yang aman. Kesejukan pandangan mata seseorang akan terasa lebih sempurna ketika dia sudah masuk daripada sebelum dia masuk.</p>
<p>Tatkala Rasulullah ingin memberikan istirahat pada hatinya dari kepayahan dan kepenatan, beliau berkata, Wahai Bilal, istirahatkanlah kita dengan sholat? Artinya, dirikanlah sholat supaya kita bisa beristirahat dari penatnya kesibukan sebagaimana seorang yang merasa penat ketika sampai di rumah dia akan merasa damai dan tenang. Baca Juga Artikel tentang : <a title="Keutamaan Doa Masuk Masjid" href="https://belajarsholat.com/1346-keutamaan-doa-masuk-masjid.html">Surat At-Taubah Latin dan Artinya</a></p>
<h2>Sholat Menciptakan Ketenangan</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌راحة الصلاة</p>
<p class="arab">‌‌<br />
وتأمل كيف قال أرحنا بها ولم يقل أرحنا منها، كما يقوله المتكلف بها الذي يفعلها تكلفًا وغرمًا، فهو لما امتلأ قلبه بغيرها وجاءت قاطعة عن أشغاله ومحبوباته، وعلم أنه لا بد له منها فهو قائل بلسان حاله وقاله: نصلي ونستريح من الصلاة لا بها، فهذا لون وذاك لون آخر، فالفرق بين من كانت الصلاة لجوارحه قيدًا أو لقلبه سجنًا، ولنفسه عائقًا، وبين من كانت الصلاة لقلبه نعيمًا ولعينه قرة ولجوارحه راحة، ولنفسه بستانًا ولذة.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
1 &#8211; فالأول الصلاة سجن لنفسه وتقييد لها عن التورط في مساقط الهلكات وقد ينالون بها التكفير والثواب وينالهم من الرحمة بحسب عبوديتهم لله فيها.</p>
<p class="arab">‌‌2 &#8211; والقسم الآخر الصلاة بستان قلوبهم، وقرة عيونهم، ولذة نفوسهم، ورياض جوارحهم فهم فيها يتقلبون في النعيم.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
فصلاة هؤلاء توجب لهم القرب والمنزلة من الله ويشاركون الأولين في ثوابهم ويختصون بأعلاه وبالمنزلة والقربة وهي قدر زائد على مجرد الثواب، ولهذا يعد الملوك من أرضاهم بالأجر والتقريب كما قال السحرة لفرعون {إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ * قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ} [الأعراف: 113، 114]</p>
<h2>Renungkan sabda Rasulullah,</h2>
<p>Tenangkanlah kami dengan Sholat. Beliau tidak mengatakan, tenangkanlah dari sholat, sebagaimana yang umumnya diucapkan orang yang melaksanakan sholat sekedar menggugurkan kewajiban dan merasakan sholat sebagai hal yang panas. Orang semacam ini hatinya dipenuhi dengan hal-hal selain sholat dan sholat baginya justru memutus dari kesibukan yang disenanginya. Sehingga seakan-akan dia mengatakan, &#8220;Kita melakukan sholat supaya bisa nyaman (bebas) dari sholat,&#8221; bukan merasa aman dengan adanya sholat.</p>
<p>Ada perbedaan sangat tajam antara orang yang melakukan sholat dengan anggota tubuh yang merasa dibelenggu, hati terasa dipenjara dan jiwa merasa tersiksa, dengan orang yang melakukan sholat dengan hati senang, pandangan matanya merasakan kesejukan, anggota badannya merasa nyaman dan jiwanya merasakan tenang dan tenteram.</p>
<ol>
<li>Bagi kelompok pertama, sholat seakan-akan menjadi penjara dan belenggu diri dari melakukan aktivitas yang merusakkan. Terkadang orang yang melakukan sholat seperti ini mendapatkan penghapusan dosa maupun pahala. Terkadang juga mendapatkan rahmat sesuai dengan kualitas ibadahnya kepada Allah.</li>
<li>Sedangkan bagi kelompok yang kedua, sholat adalah taman hati, penyejuk pandangan, kelezatan jiwa dan mengolahragakan anggota tubuh. Dengan demikian, bagi mereka sholat merupakan kenikmatan.</li>
</ol>
<p>Sholat yang dilakukan oleh orang-orang seperti ini menghasilkan kedekatan kepada Allah dan mendapatkan derajat di sisi-Nya. Mereka mendapatkan pahala yang sama dengan umat-umat terdahulu dan mempunyai keistimewaan dengan adanya derajat dan kedekatan kepada Allah. Kedua hal ini merupakan keistimewaan tersendiri daripada sekedar pahala. Oleh karenanya, seorang raja mengatakan kepada orang-orang yang memuaskannya bahwa mereka pantas mendapat balasan dan memiliki kedekatan kepadanya, sebagaimana tukang-tukang sihir memiliki kedekatan kepada Firaun. Yuk Subscribe : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<h2>Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,</h2>
<p>Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir&#8217;aun mengatakan, &#8220;Apakah sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?&#8221; Firaun menjawab, &#8220;Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).(al-A&#8217;râf [7: 113-114)</p>
<p class="arab">‌‌<br />
1 &#8211; فالأول عبد قد دخل الدار والستر حاجب بينه وبين رب الدار فهو من وراء الستر فلذلك لم تقر عينه؛ لأنه في حجب الشهوات، وغيوم الهوى، ودخان النفس، وبخار الأماني، فالقلب عليل، والنفس مكبة على ما تهواه، طالبة لحظها العاجل.</p>
<p class="arab">‌‌2 &#8211; والآخر قد دخل دار الملك ورفع الستر بينه وبينه فقرت عينه واطمأنت نفسه، وخشع قلبه وجوارحه، وعَبَد الله كأنه يراه، وتجلى له في كلامه.</p>
<p class="arab">‌‌فهذه إشارة ما، ونبذة يسيرةٌ جدًا في ذوق الصلاة</p>
<ol>
<li>Kelompok pertama adalah seorang hamba yang masuk ke dalam rumah, sedangkan kelambu menjadi penghalangnya dati pemilik rumah itu. Artinya, dia hanya bisa berinteraksi di belakang kelambu sehingga pandangan matanya tidak menjadi sejuk. Sebab, dia dihalangi oleh penghalang berupa syahwatnya, keinginannya ibarat mendung, nafsunya ibarat asap, keinginannya ibarat asap tebal. Sehingga hatinya terkena penyakit dan jiwanya dikendalikan oleh hawa nafsunya dengan mengharapkan bagiannya sekarang juga.</li>
<li>Sedangkan kelompok lainnya ibarat seseorang yang masuk ke dalam rumah raja. Kemudian penghalang yang menghalangi antara dirinya dengan raja itu disingkapkan. Sehingga pandangan matanya menjadi sejuk dan jiwanya menjadi tenang, hati dan anggota tubuhnya menjadi khusyuk. Dia menyembah Allah seakan-akan melihat Zat-Nya yang menampakkan diri melalui kalam-Nya.</li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html">Penyejuk Pandangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 02:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Syafi'iyah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang tidak terikat dengan waktu atau sebab, sehingga dapat didirikan kapan saja, kecuali pada waktu diharamkan salat, dengan jumlah yang tidak terbatas, dan dilakukan dua rakaat kemudian dua [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html">Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Gus Muhammad Kholil<br />
(Pengajar PP. Darussunnah Sragen)</strong></p>
<p>Dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua:</p>
<h3><strong>Salat Nafilah Muthlaqah</strong></h3>
<p>» <strong>Salat nafilah muthlaqah</strong> adalah salat sunah yang tidak terikat dengan waktu atau sebab, sehingga dapat didirikan kapan saja, kecuali pada waktu diharamkan salat, dengan jumlah yang tidak terbatas, dan dilakukan dua rakaat kemudian dua rakaat dan seterusnya, atau empat rakaat lalu empat rakaat dan seterusnya atau ragam tata cara lainnya.<br />
Contoh: salat malam atau salat tahajud.</p>
<h3><strong>Salat Nafilah Muqayyadah</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah muqayyadah</strong> terbagi menjadi dua:</p>
<ol>
<li>Salat nafilah muqayyadah bil waqt: salat sunah yang terikat dengan waktu.<br />
Contoh: salat duha, salat idulfitri, salat iduladha, salat tarawih, salat witir, salat rawatib (qabliyyah dan ba&#8217;diyyah).</li>
<li>Salat nafilah muqayyadah bis sabab: salat sunah yang dilakukan karena suatu sebab.<br />
Contoh: salat tahiyat masjid, salat gerhana matahari atau bulan, salat istiska, salat istikharah, salat taubat, salat hajat.</li>
</ol>
<p><strong>Catatan:</strong> <em>salat nafilah muqayyadah selain terikat oleh waktu atau sebab, ia juga terbatas dalam jumlah rakaatnya dan dilaksanakan dengan tatacara tertentu, tidak semuanya bisa dikerjakan empat rakaat sekaligus dengan satu salam.</em></p>
<p><strong>Dari sudut yang lain, salat nafilah juga bisa dibagi menjadi dua:</strong></p>
<h3><strong>Salat nafilah maqshūdah li dzātihā.</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah maqshūdah li dzātihā</strong> adalah salat sunah tertentu yang ditujukan darinya zatnya, dan bukan ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat.<br />
Contoh: salat duha adalah salat sunah tertentu yang ditujukan darinya zatnya, dan bukan ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat, oleh karenanya salat duha tidak bisa digantikan dengan salat lainnya.</p>
<h3><strong>Salat nafilah maqshūdah li ghairihā.</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah maqshūdah li ghairihā</strong> adalah salat sunah yang bukan ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat.<br />
Contoh: salat tahiyat masjid adalah salat sunah yang tidak ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi tempat (masjid) dengan salat.<br />
Contoh lain: salat wudu adalah salat sunah yang ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi waktu (setelah berwudu) dengan salat.</p>
<h4><strong>Apa saja perbedaan antara salat tarawih dan salat malam menurut ulama syafi&#8217;iyah?</strong></h4>
<p>Banyak sekali perbedaan di antara keduanya, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Salat tarawih termasuk salat nafilah muqayyadah bil waqt, ia hanya bisa dikerjakan setelah melaksanakan salat isya sampai terbit fajar sadik, apabila dikerjakan sebelum melaksanakan salat isya maka tidak sah, sedangkan salat malam termasuk salat nafilah muthlaqah, ia bisa dikerjakan kapan pun di waktu malam, walaupun sebelum melaksanakan salat isya.</li>
<li>Salat tarawih hanya berkaitan dengan malam-malam ramadan, sehingga tidak sah melaksanakan salat di selain malam ramadan dengan niat salat tarawih, sedangkan salat malam tidak hanya berkaitan dengan ramadan, sehingga bisa dilaksanakan di malam ramadan atau di malam bulan lainnya, bahkan bisa dilakukan walaupun setelah atau sebelum salat tarawih.</li>
<li>Salat tarawih terbatas pada dua puluh rakaat, artinya apabila seorang menambah sejumlah rakaat melebihi dua puluh rakaat dengan niat melaksanakan salat tarawih maka tidak sah, sedangkan salat malam tidak terbatas jumlah rakaatnya, walaupun seseorang melaksanakan seratus rakaat dalam semalam maka sah.</li>
<li>Salat tarawih harus dilakukan dua rakaat lalu dua rakaat dan seterusnya, apabila dilaksanakan empat rakaat sekaligus maka tidak sah menurut syafi&#8217;iyyah, dan tidak diutamakan menurut ulama lainnya, sedangkan salat malam bisa dilaksanakan dengan dua rakaat lalu dua rakaat, atau empat rakaat sekaligus, atau bahkan lebih dari itu sekaligus.</li>
<li>Salat tarawih disyariatkan berjemaah dalam melaksanakannya, dan boleh dilaksanakan munfarid (sendirian), sedangkan salat malam disunahkan salat sendirian, dan mubah (boleh) dilaksanakan berjemaah. Itu lah mengapa dalam riwayat-riwayat tentang salat malam Nabi, beliau melaksanakannya sendirian, bahkan tidak bersama dengan istrinya kecuali sesekali saja, berbeda halnya dengan salat tarawih, yg dilaksanakan berjemaah selama tiga malam, lalu beliau tidak melanjutkannya di malam berikutnya, karena khawatir akan diwajibkannya salat tarawih atas umatnya.</li>
<li>Salat tarawih lebih utama dilaksanakannya di masjid daripada di rumah atau tempat lainnya untuk menghidupkan syiar islam, sedangkan salat malam lebih utama dilaksanakannya di rumah.</li>
<li>Salat tarawih dalam melaksanakannya harus diniatkan sebagai &#8220;salat tarawih&#8221; atau &#8220;qiyām ramadan&#8221;, sedangkan salat malam cukup diniatkan sebagai &#8220;salat&#8221; saja, tidak harus diniatkan &#8220;salat malam&#8221; atau &#8220;salat tahajud&#8221;.</li>
<li>Salat tarawih termasuk salat nafilah maqshūdah li dzātihā, sehingga dalam niatnya bisa digabungkan dengan niat salat nafilah maqshūdah li ghairihā seperti salat malam, salat wudu, salat tahiyat masjid dll, tapi niat salat tarawih tidak bisa digabungkan dengan niat salat fardu atau salat nafilah maqshūdah li dzātihā seperti salat rawatib, salat witir dll, maka tidak sah apabila niat salat tarawih digabungkan dengan niat salat ba&#8217;diyyah isya. Sedangkan salat malam termasuk salat nafilah maqshūdah li ghairihā, oleh karenanya niat salat malam bisa digabungkan dengan niat salat apapun, maka sah menggabungkan antara niat salat malam dan niat salat ba&#8217;diyyah isya.</li>
<li>Salat tarawih disunahkan untuk men-jahr-kan (memperdengarkannya kepada orang lain) dalam membaca surah Al-Qur&#8217;an, sedangkan salat malam disunahkan untuk men-sir-kan (memperdengarkannya kepada diri sendiri dan tidak ke orang lain) atau ber-tawassuth (terkadang sir dan terkadang jahr) dalam membaca surah Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>Salat tarawih disunahkan untuk mandi sebelum melaksanakannya, sedangkan mandi sebelum melaksanakan salat malam hukum asalnya mubah (boleh) saja.</li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html">Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 09:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[witir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih? Sebagaimana kita tahu bahwa yang mustahab dalam sholat malam adalah mengakhirinya dengan sholat witir. Nabi ﷺ bersabda, اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا Akhirilah sholat malam kalian dengan witir. (HR. Bukhari 998, Muslim 749) Namun masalahnya ketika sholat tarawih diawal malam bersama imam, kita sudah mengerjakan sholat witir. Padahal witir [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html">Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</strong></h2>
<p>Sebagaimana kita tahu bahwa yang mustahab dalam sholat malam adalah mengakhirinya dengan sholat witir. Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا</p>
<p><em>Akhirilah sholat malam kalian dengan witir</em>. (HR. Bukhari 998, Muslim 749)</p>
<p>Namun masalahnya ketika sholat tarawih diawal malam bersama imam, kita sudah mengerjakan sholat witir. Padahal witir hanya boleh sekali dalam satu malam.</p>
<p>Dan Nabi ﷺ menegaskan,</p>
<p class="arab">لا وتران في ليلة</p>
<p><em>&#8220;Tidak ada dua witir dalam satu malam.&#8221;</em> (HR. Tirmidzi 470, An-Nasai 1679, Abu Dawud 1439)</p>
<p>Lalu bagaimana hukumnya sholat tahajud setelah sholat witir tarawih?</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam, para ulama membolehkan seseorang untuk sholat tahajud walau sudah sholat witir sebelumnya. Hanya saja dalam sholat tahajud tanpa perlu mengulang witir kembali, karena dalil menunjukkan sholat witir hanya dikerjakan sekali dalam semalam.</p>
<p>Ibnu Hazm rahimahullah berkata,</p>
<p class="arab">والوتر آخر الليل أفضل . ومن أوتر أوله فحسن , والصلاة بعد الوتر جائزة , ولا يعيد وتراً آخر اهـ</p>
<p>Dan witir diakhir malam itu lebih utama, dan siapa yang witir diawal malam itu bagus, dan sholat lagi setelah witir boleh tanpa harus mengulang witir lagi. (Al-Muhala 93. 92/2)</p>
<p>Imam An-Nawawi rahimahullah menuturkan</p>
<p class="arab">ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﺮ ﺛﻢ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻧﺎﻓﻠﺔ ﺃﻡ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺟﺎﺯ ﺑﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻭﻻ ﻳﻌﻴﺪ ﺍﻟﻮﺗﺮ</p>
<p>“Jika seseorang telah sholat witir kemudian ingin mengerjakan sholat sunah lainnya di malam harinya, hukumnya boleh dan tidak makruh, tanpa mengulang lagi witir.&#8221; (Al-Majmu&#8217; 3/512)</p>
<h4><strong>Sholat Tarawih Tapi Tidak Mau Witir Bersama Imam</strong></h4>
<p>Penting untuk Anda yang sholat tarawih berjamaah, namun saat witir Anda memisahkan diri dari imam dengan alasan mau sholat tahajud. Simak baik-baik hadis dibawah ini.</p>
<p>Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ</p>
<p><em>Barangsiapa yang sholat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya seperti sholat semalam penuh. (</em>HR. At-Tirmizi 806, Abu Dawud 1375, An-Nasai 1605, Ibnu Maja 1327)</p>
<p>Maka sholat tarawih bersama imam mempunyai fadhilah yang besar, dan Allah mencatatkan pahala atas hamba seperti sholat semalam suntuk. Sungguh rugi jika seseorang meninggalkan witir yang yang hanya 1-3 rokaat.</p>
<p>Adapun jika beralasan ingin sholat tahajud diakhir malam, kita bisa melaksanannya tanpa harus mengulang witir kembali.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html">Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Imam Sebelum Membaca Doa Qunut Sholat Witir</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1131-kesalahan-imam-sebelum-membaca-doa-qunut-sholat-witir.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1131-kesalahan-imam-sebelum-membaca-doa-qunut-sholat-witir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2022 01:36:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[doa qunut]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1131</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesalahan Imam Sebelum Membaca Doa Qunut Sholat Witir Dalam sholat tarawih disunnahkan bagi kita untuk melakukan doa qunut di pertengahan Ramadhan Baca artikel: Panduan Cara Sholat Tarawih dan Witir Pembaca budiman, sebagaimana diketahui bersama, bahwa membaca, ربنا ولك الحمد rabbanaa walakal hamdu “Wahai Rabb kami, segala pujian hanya milik-Mu.” merupakan sesuatu yang diwajibkan dalam sholat [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1131-kesalahan-imam-sebelum-membaca-doa-qunut-sholat-witir.html">Kesalahan Imam Sebelum Membaca Doa Qunut Sholat Witir</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kesalahan Imam Sebelum Membaca Doa Qunut Sholat Witir</strong></h2>
<p>Dalam sholat tarawih disunnahkan bagi kita untuk melakukan doa qunut di pertengahan Ramadhan</p>
<p style="padding-left: 40px;"><strong>Baca artikel: Panduan Cara Sholat Tarawih dan Witir</strong></p>
<p>Pembaca budiman, sebagaimana diketahui bersama, bahwa membaca,</p>
<p class="arab">ربنا ولك الحمد</p>
<p><em>rabbanaa walakal hamdu</em></p>
<p>“Wahai Rabb kami, segala pujian hanya milik-Mu.”</p>
<p>merupakan sesuatu yang diwajibkan dalam sholat (<em>Waajibaat ash Shalaah</em>). Ini diperuntukkan baik untuk imam, makmum, maupun orang yang sholat sendirian. Hal yang patut disayangkan terjadi saat ini adalah seorang imam ketika hendak membaca doa qunut witir di sholat tarawih, setelah mengucapkan,</p>
<p class="arab">سمع الله لمن حمده</p>
<p><em>Sami’allahu liman hamidahu</em></p>
<p>“Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.”</p>
<p>Ia langsung membaca <a href="https://almanhaj.or.id/13816-semua-hadits-tentang-qunut-shubuh-terus-menerus-adalah-lemah-1.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>doa qunut</strong></a>. Tanpa membaca <em>rabbanaa walakal hamdu</em>. Maka sholat yang seperti ini dengan disengaja maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Seharusnya seorang imam memahami hal ini. Karena Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p>“Seorang imam adalah yang paling bertanggung jawab.”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p>Yakni bertanggung jawab dengan sholat orang-orang yang berada di belakangnya. Tak heran jika para ulama khawatir ketika diminta menjadi seorang imam karena tanggung jawab yang begitu besar untuk menanggung sholat makmum. Semakin banyak jamaah di belakangnya, maka akan semakin banyak pula orang yang menjadi tanggungannya. Jika hutang 1000 riyal dari orang lain yang kita tanggung saja sudah terasa berat, maka bagaimana jika kitalah yang menanggung sholat 1000 orang di belakang kita?!</p>
<p><strong>Diterjemahkan dari potongan ceramah Syaikh Dr. Shalih Al Ushaimy <em>hafidzahullahu</em> yang diunggah di akun twitter beliau.</strong></p>
<p><strong>Catatan:</strong><br />
<em><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> HR. Abu Dawud 517.</em></p>
<p>***</p>
<p><strong>Artikel ini ditulis oleh Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag. (Beliau Lulusan STDI Jember Jurusan Hadis, Pengasuh Belajarsholat.com, Tanyahadis.com dan beliau aktif mengisi kajian-kajian ilmiyah di berbagai kota)</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1131-kesalahan-imam-sebelum-membaca-doa-qunut-sholat-witir.html">Kesalahan Imam Sebelum Membaca Doa Qunut Sholat Witir</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1131-kesalahan-imam-sebelum-membaca-doa-qunut-sholat-witir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
