<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sholat berdiri - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sholat-berdiri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 23:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sholat berdiri - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makna Bacaan Qunut 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3916-makna-bacaan-qunut-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 22:57:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat 5 waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[yuk sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3916</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Mengenai Bacaan Qunut Bagian تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ ‌‌‌وروى البيهقي عن ابن عباس لفظ ربنا بعد تباركت قال الرافعي وزاد العلماء فيه قبل تباركت ولا يعز من عاديت بفتح الياء وكسر العين أي لا يحصل له عزة أي قوة ويجوز ضم الياء وفتح العين أي لا يعزه أحد هـ من حاشية الشيخ عبدالكريم على الستين بزيادة [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3916-makna-bacaan-qunut-2.html">Makna Bacaan Qunut 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenai Bacaan Qunut Bagian <span style="font-weight: 400;">تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ</span></p>
<p class="arab">‌‌‌<span style="font-weight: 400;">وروى البيهقي عن ابن عباس لفظ ربنا بعد تباركت قال الرافعي وزاد العلماء فيه قبل تباركت ولا يعز من عاديت بفتح الياء وكسر العين أي لا يحصل له عزة أي قوة ويجوز ضم الياء وفتح العين أي لا يعزه أحد هـ من حاشية الشيخ عبدالكريم على الستين</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">بزيادة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang adanya lafadz رَبَّنَا setelah lafadz تباركت. </span><span style="font-weight: 400;">Rofi&#8217;i berkata, Para ulama menambahkan lafadz وَلا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ sebelum lafadz تباركت </span></p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Makna Bacaan Qunut" href="https://belajarsholat.com/3915-makna-bacaan-qunut.html">Makna Bacaan Qunut</a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lafadz &#8220;يعز&#8221; adalah dengan fathah pada huruf /ي/ dan kasroh pada huruf /ع/   </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">artinya; Tidak ada kekuatan bagi hamba-hamba yang Engkau musuhi. Boleh dengan mendhommah huruf /ي/ dan menfathah huruf /ع/ sehingga menjadi &#8220;يعز&#8221; , artinya; Tidak ada satu pun yang mengalahkan Allah.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian ini terkutip dari Khasyiah Sittin oleh Syeh Abdul Karim dengan sedikit memberikan tambahan sendiri dalam kutipan tersebut.</span></p>
<p class="arab">‌‌‌<span style="font-weight: 400;">ويأتي به إمام بلفظ الجمع فيقول اهدنا وهكذا وأما لفظ ربنا فيختص بالجمع ولو كان </span><span style="font-weight: 400;">منفرداً اتباعاً للوارد</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai imam, ketika ia membaca qunut, ia menggunakan </span><span style="font-weight: 400;">dhomir jamak, jadi lafadz اهدني  menjadi اهدنا </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun lafadz ربنا </span><span style="font-weight: 400;">dan seterusnya. </span><span style="font-weight: 400;">maka hanya menggunakan dhomir jamak </span><span style="font-weight: 400;">meskipun musholli sholat sendirian karena ittibak (mengikuti) riwayat yang sampai pada kita.</span></p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3916-makna-bacaan-qunut-2.html">Makna Bacaan Qunut 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Ketiga Bagian 3</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3712-rukun-ketiga-bagian-3.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 04:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berbaring]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat duduk]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lanjutan Rukun Sholat Yang ketiga yaitu Berdiri : Pernyataan bahwa kewajiban berdiri dalam sholat adalah bagi qoodir (musholli yang mampu) mengecualikan aajiz (musholli yang tidak mampu), baik ketidak-mampuannya secara hissi, seperti duduk, atau secara syar’i, seperti musholli perlu mengobati sakit matanya dengan cara membaringkan tubuh, maka tidak diwajibkan atasnya berdiri saat sholat. Dalam hal tujuan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3712-rukun-ketiga-bagian-3.html">Rukun Ketiga Bagian 3</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Lanjutan Rukun Sholat Yang ketiga yaitu Berdiri :</h2>
<p>Pernyataan bahwa kewajiban berdiri dalam sholat adalah bagi <em>qoodir </em>(<em>musholli </em>yang mampu) mengecualikan <em>aajiz </em>(<em>musholli </em>yang tidak mampu), baik ketidak-mampuannya secara <em>hissi, </em>seperti duduk, atau secara <em>syar</em><em>’</em><em>i</em>, seperti <em>musholli </em>perlu mengobati sakit matanya dengan cara membaringkan tubuh, maka tidak diwajibkan atasnya berdiri saat sholat. Dalam hal tujuan mengobati tersebut harus berdasarkan atas resep dan saran dari dokter yang adil. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Cara Sholat Orang Sakit, Duduk Atau Tidur Berbaring?" href="https://belajarsholat.com/2910-cara-sholat-orang-sakit-duduk-atau-tidur-berbaring.html">Cara Sholat Orang Sakit, Duduk Atau Tidur Berbaring?</a></p>
<h3>Sedangkan apabila <em>musholli </em>adalah seorang dokter</h3>
<p>maka cukup berdasarkan atas pengetahuannya sendiri. Sama seperti ketidak-mampuan secara <em>syar</em><em>’</em><em>i </em>adalah penumpang kapal dimana apabila ia sholat dengan berdiri maka ia takut mabuk laut atau tenggelam maka ia boleh sholat dengan duduk dan tidak diwajibkan baginya mengulangi sholat. Berbeda dengan kasus apabila ia sholat di dalam kapal dengan duduk karena sesak atau tidak muat kapalnya maka kelak ia wajib mengulangi sholatnyatersebut.</p>
<p>Batasannya (dhobit) adalah bahwa setiap hal yang dapat menghilangkan kekhusyukan <em>musholli </em>atau kesempurnaannya atau setiap hal yang menghasilkan beban berat yang tidak kuat ditanggung pada umumnya, maka hal tersebut memperbolehkan meninggalkan berdiri saat sholat fardhu, baik sholat fardhu ain atau fardhu kifayah, oleh karena ini mencakup sholat yang dinadzari (mandzuroh), sholat <em>mu’adah, </em>sholatnya anak kecil (shobi) meskipun tidak diwajibkan niat atasnya.</p>
<p>Mengecualikan dengan pernyataan “saat sholat fardhu” adalah saat sholat sunah. Oleh karena itu diperbolehkan bagi <em>qoodir </em>melakukan sholat sunah dengan duduk atau tidur miring, tetapi ketika ia tidur miring maka ia wajib melakukan rukuk dan sujud secara sempurna, yaitu dengan duduk untuk melakukan keduanya, bukan berisyarat, karena tidak ada dalil yang memperbolehkan.</p>
<h3>Adapun ketika <em>musholli </em>melakukan sholat sunah dengan berbaring padahal ia mampu untuk tidur miring</h3>
<p>maka sholat sunahnya tidak sah, meskipun ia melakukan rukuk dan sujud secara sempurna, karena tidak adanya dalil yang memperbolehkan. Ketahuilah sesungguhnya berdiri adalah rukun yang paling utama, kemudian sujud, kemudian rukuk, kemudian i’tidal.</p>
<p>Memanjangkan (melakukan dengan lama) dalam berdiri adalah lebih utama, kemudian dalam sujud, kemudian dalam rukuk, kemudian dalam i’tidal. Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3712-rukun-ketiga-bagian-3.html">Rukun Ketiga Bagian 3</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Ketiga Bagian 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 04:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri wajib]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tepat waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ketiga adalah berdiri (Bagian 2) Apabila musholli tiba-tiba tidak mampu berdiri di tengah-tengah sholat maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui, sebagaimana apabila di tengah-tengah sholat, tiba-tiba musholli menjadi mampu berdiri padahal sebelumnya tidak, maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui. Bagi ‘aajiz (musholli yang tiba-tiba tidak mampu berdiri, ia [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html">Rukun Ketiga Bagian 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ketiga adalah berdiri (Bagian 2)</h2>
<p>Apabila <em>musholli </em>tiba-tiba tidak mampu berdiri di tengah-tengah sholat maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui, sebagaimana apabila di tengah-tengah sholat, tiba-tiba <em>musholli </em>menjadi mampu berdiri padahal sebelumnya tidak, maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui. Bagi <em>‘aajiz </em>(<em>musholli </em>yang tiba-tiba tidak mampu berdiri, ia diwajibkan membaca al-Fatihah pada saat ia turun (tidak berdiri) karena aktivitas sebelumnya (berdiri) lebih sempurna daripada aktivitas setelahnya (turun dari berdiri).</p>
<p>Berbeda dengan <em>qoodir </em>(<em>musholli </em>yang tiba-tiba mampu berdiri), maka bacaan al-Fatihah sebelum (ia berdiri) tidak mencukupinya karena ia telah mampu melakukan bacaan al-Fatihah dalam aktivitas (berdiri) yang lebih sempurna daripada sebelumnya. Apabila <em>qoodir </em>telah membaca sedikit al-Fatihah sebelum mampu berdiri maka ia wajib mengulanginya ketika ia telah mampu berdiri. Baca Juga artikel tentang : <a title="Cara Berdiri Sholat Yang Benar" href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a></p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri setelah membaca al-Fatihah</h3>
<p>maka wajib baginya berdiri tanpa <em>tumakninah </em>agar ia melakukan rukuk dari berdiri. Alasan <em>tumakninah </em>tidak diwajibkan adalah karena ia bukan tujuan pokoknya (melainkan tujuan pokoknya adalah berdiri).</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri pada saat ia melakukan rukuk dan sebelum <em>tumakninah </em>maka ia wajib menegakkan tubuh sampai batas rukuk agar bisa <em>tumakninah </em>terlebih dahulu. Apabila ia menegakkan tubuh, kemudian langsung rukuk saja secara sengaja dan tahu maka sholatnya batal.</p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri pada saat rukuk setelah <em>tumakninah </em>maka rukuknya telah sempurna.</h3>
<p>Apabila <em>musholli </em>tiba-tiba mampu berdiri pada saat <em>i’tidal </em>sebelum <em>tumakninah</em>, maka ia harus berdiri dan <em>tumakninah </em>terlebih dahulu. Begitu juga, apabila ia tiba-tiba mampu berdiri pada saat <em>i’tidal </em>setelah <em>tumakninah </em>dan ia menginginkan qunut di <em>i’tidal </em>dari rakaat akhir Subuh maka ia berdiri dan <em>tumakninah </em>terlebih dahulu.</p>
<p>Akan tetapi apabila ia tidak menginginkan qunut maka ia boleh berdiri. Apabila ia langsung qunut dalam keadaan duduk dengan sengaja dan tahu maka sholatnya batal karena ia melakukan qunut dengan duduk padahal ia mampu untuk berdiri. Batalnya sholat ini apabila duduknya lama, jika tidak lama maka tidak apa-apa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html">Rukun Ketiga Bagian 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Ketiga : Berdiri</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 04:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat fardhu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ketiga adalah : Berdiri Rukun sholat yang ketiga adalah berdiri bagi orang yang mampu dalam sholat fardhu. Pengertian berdiri disini adalah tegaknya tulang-tulang punggung musholli meskipun kepalanya ditundukkan, bahkan menundukkan kepada dihukumi sunah. Kewajiban berdiri sebagai rukun sholat adalah meskipun musholli harus memerlukan mu’in (jasa orang lain) yang harus ia sewa, dengan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html">Rukun Ketiga : Berdiri</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ketiga adalah :</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong>Berdiri </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ketiga adalah berdiri bagi orang yang mampu dalam sholat fardhu. Pengertian berdiri disini adalah tegaknya tulang-tulang punggung <em>musholli </em>meskipun kepalanya ditundukkan, bahkan menundukkan kepada dihukumi sunah.</p>
<p>Kewajiban berdiri sebagai rukun sholat adalah meskipun <em>musholli </em>harus memerlukan <em>mu’in </em>(jasa orang lain) yang harus ia sewa, dengan catatan upah yang akan ia bayarkan berasal dari harta yang lebih dari harta yang diwajibkan dalam zakat fitrah. Kewajiban menyewa <em>mu’in </em>disini adalah di setiap kali bangun untuk setiap rakaatnya. Apabila <em>musholli </em>harus menyewa <em>mu’in </em>di seluruh sholatnya maka tidak diwajibkan atasnya menyewa <em>mu’in </em>tersebut. ATAU meskipun <em>musholli </em>harus menggunakan tongkat (Arab: <em>Ukazah</em>).</p>
<p>Perbedaan antara dua contoh di atas, yaitu kewajiban berdiri dengan menyewa <em>mu’in </em>dan kewajiban berdiri dengan tongkat, adalah bahwa menggunakan <em>mu’in </em>hanya diwajibkan di awal berdiri saja, sedangkan menggunakan tongkat diwajibkan di seluruh aktifitas berdiri dalam sholat, meskipun tongkat yang ia gunakan harus melalui peminjaman atau penyewaan yang ia mampu, seperti kasus dalam membeli air wudhu, bukan melalui penghibahan tongkat atau penghibahan harganya, maka tidak diwajibkan atas <em>musholli </em>untuk menerima penghibahan tongkat tersebut untuk dapat berdiri dalam sholat.</p>
<h3>Asal kewajiban rukun berdiri</h3>
<p>adalah sabda Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>kepada Imran bin Hushoin yang sedang menderita sakit bawasir, “Sholatlah dengan berdiri. Apabila kamu tidak mampu maka dengan duduk. Kemudian apabila kamu tidak mampu lagi maka dengan tidur miring.” Tiga cara keadaan ini (berdiri, duduk, tidur miring) diriwayatkan oleh Bukhori. Imam Nasai menambahkan keadaan keempat, yaitu “apabila kamu tidak mampu maka dengan tidur berbaring. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.”</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Berdiri Setelah Tasyahud Awal Bangkit Menuju Rakaat Ketiga" href="https://belajarsholat.com/2196-berdiri-setelah-tasyahud-awal-bangkit-menuju-rakaat-ketiga.html">Berdiri Setelah Tasyahud Awal Bangkit Menuju Rakaat Ketiga</a></p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em>bahwa istilah ‘bawasir’ (ada yang menyebutnya dengan istilah <em>warom</em>) adalah penyakit bengkak yang menyerang bagian tubuh yang mana bengkak tersebut menerima cairan yang berasal dari pantat, dua buah pelir, bibir vagina, dan lain-lain. Apabila bengkak tersebut berada di pantat maka tidak disertai dengan mengembangnya otot-otot.</p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya Sayyidina Imran termasuk salah satu sahabat besar Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</em>. Ada yang mengatakan bahwa ketika ia sakit, para malaikat secara terang-terangan mengucapkan salam kepadanya. Kemudian ketika ia telah sembuh berkat doa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>maka para malaikat pun tidak menampakkan diri mereka lagi. Oleh karena tidak bisa melihat malaikat lagi, Imran pun mengeluh kepada Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>perihal terhalangnya mereka darinya.</p>
<p>Rasulullah menjelaskan, “Para malaikat terhalang darimu karena kesembuhanmu dari sakit.” Imran berkata, “Kalau begitu berdoalah kepada Allah agar mengembalikan sakitku.” Atas permintaannya, penyakit pun kembali menimpa Imran. Kemudian para malaikat kembali lagi menemuinya. Sebagai bentuk karomah baginya, doa pun dikabulkan ketika disertai menyebut namanya.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html">Rukun Ketiga : Berdiri</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 01:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Berdiri Sholat Yang Benar]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Berdiri Sholat Yang Benar Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ, حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ “Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;.” (QS. Al Baqarah: 238) Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullahu mengatakan, ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</strong></h2>
<p>Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ,</p>
<p class="arab">حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ</p>
<p>“<em>Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;</em>.” (QS. Al Baqarah: 238)</p>
<p>Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي عن الكلام، والأمر بالخشوع.</p>
<p>“Yaitu berdiri dengan tunduk dan khusyuk. Di dalamnya terdapat perintah untuk berdiri dan larangan dari berbicara (selain <a href="https://belajarsholat.com/posisi-tangan-sedekap-saat-shalat-1059.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>bacaan sholat</strong></a> -pent), serta perintah untuk khusyuk” (Tafsir as Sa’diy  1/106)</p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p class="arab">صَلِّ قَائِمًا ، <strong>فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا </strong>، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ</p>
<p><em>“Sholatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka boleh dengan duduk. Jika tidak mampu duduk, boleh dengan berbaring.”</em> (HR. Muslim 394)</p>
<p>Dalam hadis yang lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda,</p>
<p class="arab">وَصَلُّوا <strong>كَمَا رَأَيْتُمُونِي </strong>أُصَلِّي</p>
<p><em>“Sholatlah kalian sebagaimana melihat aku sholat.”</em> (HR. Bukhari 628)<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p>
<h3><strong>Wajib Menghadap Kiblat</strong></h3>
<p>Ketika sholat diwajibkan untuk menghadap kearah kiblat, hal ini sebagaimana yang diperintahkan Allah ﷻ dalam FirmanNya</p>
<p class="arab">فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ</p>
<p><em>Palingkanlah mukamu ke arah Al Masjidi Al haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya</em>. (QS Al-Baqoroh : 144)</p>
<h3><strong>Disunnahkan Pandangan Mata Ketempat Sujud</strong></h3>
<p>Saat posisi berdiri, ruku&#8217; dan duduk diantara dua sujud disunnahkan mata mengarah ketempat sujud. Adapun ketika tasyahud pandangan mata disunnahkan menghadap ke jari telunjuk kanan.</p>
<p>Pandangan mata mengarah ketempat sujud sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu &#8216;anha,</p>
<p class="arab">دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم الكعبة، وما خلَّفَ بصرُه موضعَ سجودِه</p>
<p>“Rasulullah ﷺ masuk Ka’bah, tidak melepas pandangannya dari tempat sujudnya sampai keluar darinya.” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<p>Pandangan mata ke tempat sujud tidak hanya ketika berdiri saja, tapi juga saat ruku&#8217;</p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستفتح الصلاة بالتكبير ، والقراءة بـ &#8221; الحمد لله رب العالمين &#8221; ، وكان إذا ركع لم يُشْخِص رأسَه ولم يُصوِّبْه ولكن بين ذلك</p>
<p>Dahulu Rasulullah ﷺ memulai <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener">sholat dengan takbir</a>. Dan bacaan ‘Alhamdulillah rabil ‘alamin’ ketika beliau rukuk, tidak ke atas kepalanya dan tidak menunduk akan tetapi diantara itu.” (HR. Muslim, 498)</p>
<h3><strong>Pandangan Mata Ketika Duduk Tasyahud</strong></h3>
<p><a href="https://digitalseo.id/" target="_blank" rel="noopener">Hendaknya</a> pandangan diarahkan ke jari telunjuk kanan, sebagaimana hadis dari Abdullah Bin Zubair R<em>adhiallahu &#8216;anhu,</em></p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضع يده اليسرى على ركبته اليسرى، وأشار بأصبعه لا يجاوز بصره إشارته</p>
<p>Biasanya rasulullah ﷺ meletakkan tangan tangan kirinya diatas paha kirinya, dan memberikan isyarat dengan jari telunjuk (kanan), dan tidak lepas <strong>pandangan beliau</strong> dari yang diisyaratkan. (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<h3><strong>Ketika Sholat Tidak Mampu Berdiri</strong></h3>
<p>Jika ada udzur syar&#8217;i tidak bisa berdiri maka boleh posisi duduk ketika sholat, jika tidak bisa duduk, boleh dengan berbaring dst. Hal ini sebagaimana ketentuan Allah berikan dalam firmannya</p>
<p class="arab">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p><em>“Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampumu.&#8221;</em> (QS. At-Taghabun : 16)</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imran bin Husain radhiallahu &#8216;anhu</p>
<p class="arab">«صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»</p>
<p>“<em>Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka</em> <em>duduk, jika tidak mampu maka dengan </em><em>berbaring</em>” (HR. Bukhari 1117)</p>
<p>Adapun cara berdiri sholat yang benar dalam kondisi naik kendaraan, perang ataupun saat darurat lainnya insya Allah akan kami bahas pada tema selanjutnya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag dan Tim Redaksi Belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
