<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rukun - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/rukun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jul 2024 20:01:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>rukun - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rukun Keempat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 19:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aamiin al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[eukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3723</guid>

					<description><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah : Membaca Surat al-Fatihah Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi musholli yang sholat di tempat yang gelap. Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah :</p>
<ol start="4">
<li>
<h2><strong>Membaca Surat al-Fatihah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi <em>musholli </em>yang sholat di tempat yang gelap.</p>
<p>Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, baik berupa sholat <em>sirriah</em>7 atau <em>jahriah</em>, baik <em>musholli </em>adalah sebagai imam, atau makmum, atau <em>munfarid </em>(sendirian).</p>
<p>Kewajiban membaca Fatihah dalam sholat berdasarkan pada hadis yang terdapat di dua kitab <em>Shohih</em>, “Tidaklah sah sholat orang yang belum membaca al-Fatihah.” Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih</em>, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama. Baca juga artikel Tentang :<a title="Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html">Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</a></em></p>
<p>bahwa beliau bersabda, ‘Barang siapa melaksanakan sholat sedangkan ia tidak membaca al-Fatihah maka sholatnya tidak sempurna (3 x diucapkan).’ Kemudian dikatakan kepada Abu Hurairah, ‘Kalau sebagai makmum yang berada di belakang imam, bagaimana membaca al-Fatihah-nya?’ Abu Hurairah menjawab,‘Bacalah al-Fatihah di dalam hatimu karena aku mendengar Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>mengatakan; <em>Allah </em><em>berfirman, ‘Aku telah membagi sholat antara Diri</em><em>-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Bagi hamba-Ku, ia memperoleh apa yang ia </em><em>minta.’ Ketika hamba mengucapkan </em>Alhamdulillahi rabbil ‘alamin <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuji-</em><em>Ku.’ </em></p>
<p><em>Ketika hamba </em><em>mengucapkan,</em> <em>maka Allah berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuja-</em><em>Ku.’ Ke</em><em>tika hamba mengucapkan </em>Arrahman Arrahim <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah mengagungkan-</em><em>Ku.’ Ketika hamba </em><em>Mengucapkan</em> Iyyakana’budu Wa Iyyaka Nas ta’in <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah </em><em>hubungan antara diri-Ku dan hamba-Ku. Baginya memperoleh apa </em><em>yang ia minta.’ </em><em>Ketika hamba mengucapkan </em>Ihdinash shirotol mustaqim <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah untuk hamba</em><em>-Ku. Baginya </em><em>memperoleh apa yang ia minta.’ </em>Hadis ini riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca Fatihah maka wajib atasnya membaca ayat-ayat lain dari al-Quran yang seukuran dengan kuantitas Fatihah meskipun terpisah-pisah sebagaimana menurut pendapat <em>mu’tamad</em>. Kemudian apabila ia tidak mampu membaca ayat-ayat lain dari al-Quran maka wajib atasnya membaca dzikir atau doa yang sama kuantitasnya dengan Fatihah. Dalam bacaan dzikir atau doa ini, disyaratkan harus berjumlah 7 (tujuh) jenis.</p>
<h2>Doa dihukumi sama seperti dzikir.</h2>
<p>Yang <em>mu’tabar</em><em>, </em>doa-doa yang dibaca sebagai ganti al-Fatihah adalah doa-doa yang berhubungan dengan perkara-perkara akhirat. Apabila <em>musholli </em>tidak hafal doa-doa akhirat maka ia berdoa dengan doa-doa yang berkaitan dengan duniawi.</p>
<p>Dalam berdoa, <em>musholli </em>diwajibkan menggunakan Bahasa Arab, jika tidak mampu menggunakannya maka ia menerjemahkan doa dengan bahasa manapun (seperti Jawa, Indonesia, dan lain-lain). Dalam membaca doa, <em>musholli </em>diwajibkan mendahulukan menerjemahkan doa akhirat daripada doa duniawi yang berbahasa Arab. Apabila ia hanya mengetahui doa duniawi, maka ia membaca doa tersebut dan dihukumi sudah mencukupi.Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal akhirat</p>
<p>adalah;<em>Ya Allah! Ampunilah aku. Sayangilah aku. Maafkanlah aku. Dan ridhoilah aku. </em></p>
<p>Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal dunia adalah;<em>Ya Allah! Berilah aku rizki istri yang cantik atau yang kaya. </em></p>
<p>Kemudian apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca dzikir atau doa maka ia wajib berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah. Ia tidak boleh menerjemahkan Fatihah dan ayat-ayat lain dari al-Quran yang sebagai ganti dari Fatihah ke bahasa lain.</p>
<p>Berbeda dengan <em>takbir</em>, maka ketika <em>musholli </em>tidak mampu mengucapkannya dengan Bahasa Arab maka ia menerjemahkannya ke bahasa lain. Bagi <em>musholli </em>yang hanya berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah tidak diwajibkan men<em>komat-kamit</em>kan atau menggerak-gerakkan lisannya, kecuali bagi <em>musholli </em>yang bisu bukan bawaan lahir.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Sholat Kedua</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3707-rukun-sholat-kedua.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 10:51:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[takbiratul ihram]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Takbiratul Ihram Rukun sholat yang kedua adalah takbiratul ihram. Kata “تكبيرة الاحرام” tersusun atas mengidhofahkan sabab (sebab) pada musabbab (yang disebabi) karena dengan takbiratul ihram, sesuatu yang sebelumnya halal menjadi haram, seperti makan dan berbicara. Yuk baca juga artikel :Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan) Ketika takbiratul ihram, musholli berkata [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3707-rukun-sholat-kedua.html">Rukun Sholat Kedua</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol start="2">
<li><strong>Takbiratul Ihram </strong></li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kedua adalah <em>takbiratul ihram</em>. Kata “تكبيرة الاحرام” tersusun atas meng<em>idhofah</em>kan <em>sabab </em>(sebab) pada <em>musabbab </em>(yang disebabi) karena dengan <em>takbiratul ihram</em>, sesuatu yang sebelumnya halal menjadi haram, seperti makan dan berbicara.</p>
<p>Yuk baca juga artikel :<a title="Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)" href="https://belajarsholat.com/329-cara-mengangkat-tangan-saat-takbiratul-ihram-dan-takbir-intiqal-takbir-perpindahan.html">Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)</a></p>
<p>Ketika <em>takbiratul ihram</em>, <em>musholli </em>berkata Diperbolehkan menambahinya dengan tambahan yang tidak menghilangkan nama <em>takbir</em>, tetapi hukumnya <em>khilaf aula</em>, seperti menambahi menjadi,”الله الأكبر” dengan tambahan ‘ال ’ atau tambahan sifat lain dan menjadi,&#8221;الله الأكبر الجليل&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Begitu juga diperbolehkan menambahinya dengan sifat-sifat lain selain dalam contoh tersebut selama tambahan tersebut tidak panjang dalam memisahkan lafadz Alasan diperbolehkannya.&#8221;الله الأكبر عز و جل&#8221;   seperti ,‘ أكبر’ dan ‘ االله’ adalah karena tetapnya urutan dan makna.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3707-rukun-sholat-kedua.html">Rukun Sholat Kedua</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Pertama Niat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3702-rukun-pertama-niat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 10:37:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat 5 waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun-rukun af’aal ada 8 (delapan), Yang Pertama yaitu : Niat Rukun sholat yang pertama adalah niat dengan hati. Oleh karena itu, tidak diwajibkan mengucapkan niat dengan lisan, tetapi hukum mengucapkannya dengan lisan adalah sunah agar lisan dapat membantu hati. Dalam niat, hal yang menjadi patokan adalah apa yang ada di hati, bukan lisan. Oleh karena [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3702-rukun-pertama-niat.html">Rukun Pertama Niat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun-rukun <em>af’aal </em>ada 8 (delapan),</h2>
<p>Yang Pertama yaitu :</p>
<ol>
<li>
<h3><strong>Niat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang pertama adalah niat dengan hati. Oleh karena itu, tidak diwajibkan mengucapkan niat dengan lisan, tetapi hukum mengucapkannya dengan lisan adalah sunah agar lisan dapat membantu hati.</p>
<p>Dalam niat, hal yang menjadi patokan adalah apa yang ada di hati, bukan lisan. Oleh karena itu, apabila ada <em>musholli </em>hendak sholat Dzuhur, kemudian lisannya mengucapkan niat Ashar karena keceplosan sedangkan hatinya berniat Dzuhur, maka niatnya tetap sah. Berbeda dengan kasus sebaliknya, yaitu apabila <em>musholli </em>ingin sholat Dzuhur, kemudian lisannya mengucapkan Dzuhur sedangkan hatinya mengucapkan Ashar, maka niat sholat Dzuhurnya tidak sah.</p>
<p>Diwajibkan menyertakan niat dengan <em>takbiratul ihram </em>karena <em>takbiratul ihram </em>adalah perkara wajib yang pertama kali dalam sholat. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya para ulama mengkategorikan istilah <em>muqoronah </em>(menyertakan niat bersamaan dengan <em>takbiratul ihram</em>) menjadi 4 macam, yaitu:</p>
<ol>
<li><em>Muqoronah Haqiqiah Wa Istikhdhor Haqiqian. </em></li>
<li><em>Muqoronah Urfiah Wa Istikhdhor Urfian Ijmalyaini. </em></li>
<li><em>Muqoronah Haqiqiah Ba’da Istikhdhor Haqiqi. </em></li>
<li><em>Muqoronah Urfiah Ba’da Urfi</em>.</li>
</ol>
<h4>Pengertian <em>Istikhdhor Haqiqi </em></h4>
<p>adalah menghadirkan dzat sholat di dalam hati, artinya, menghadirkan rukun-rukun sholat yang berjumlah 13 yang mana niat merupakan salah satunya dan menghadirkan sesuatu yang wajib dijelaskan dalam niat secara rinci. Gambaran dari <em>istikhdhor haqiqi </em>ini adalah menyengaja secara khusus dzat dari setiap rukun. Sedangkan <em>hai-ah </em>atau keadaan dzat tersebut diadakan di depan setiap rukunnya.</p>
<h4>Pengertian <em>muqoronah haqiqiah </em></h4>
<p>adalah <em>musholli </em>menyertakan apa yang dihadirkan ini (dalam <em>istikhdor haqiqi</em>) dengan bagian pertama dari bagian-bagian <em>takbiratul ihram </em>dan melanggengkan penyertaan tersebut sampai akhir <em>takbiratul ihram</em>.</p>
<h4>Pengertian <em>istikhdhor urfi </em></h4>
<p>adalah <em>musholli </em>menghadirkan <em>hai-ah </em>atau pertingkah sholat di dalam hati secara global, artinya ia menyengaja berbuat sholat dan menentukan sholatnya, seperti Dzuhur dan Ashar, dan menentukan kefardhuannya.</p>
<h4>Pengertian <em>muqoronah urfiah </em></h4>
<p>adalah <em>musholli </em>menyertakan apa yang dihadirkan ini (dalam <em>istikhdor urfiah</em>) secara global, yaitu menyertakannya dengan bagian manapun dari bagian-bagan <em>takbiratul ihram</em>.</p>
<p>Nawawi dalam kitab <em>al-Majmuk </em>dan selainnya memilih pendapat yang telah dipilih oleh Imam Haromain dan al-Ghazali bahwa <em>m</em><em>uqoronah urfiah ijmaliah ba’dal istikhdhor ‘urfi </em>sudah cukup, artinya <em>musholli </em>tidak menyengaja rukuk dengan dzatnya dan tidak menyengaja qiroah dengan dzatnya, dan seterusnya, karena <em>muqoronah haqiqiah </em>sangat sulit bagi manusia pada umumnya.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3702-rukun-pertama-niat.html">Rukun Pertama Niat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Rukun Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3699-penjelasan-rukun-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 10:27:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[ruku sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun-rukun]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[wukun sholAT WAJIB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun-rukun Sholat Fasal ini menjelaskan tentang rukun-rukun sholat. Rukun-rukun sholat ada 17. Jumlah 17 ini menurut penghitungan ulama yang menjadikan tumakninah-tumakninah yang berada di 4 (empat) tempat dalam sholat sebagai hitungan tersendiri, seperti dalam kitab ar-Roudhoh. Yuk baca juga artikel tentang : Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya Sebagian ulama ada yang menghitung [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3699-penjelasan-rukun-sholat.html">Penjelasan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Rukun-rukun Sholat </strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang rukun-rukun sholat.</h3>
<p>Rukun-rukun sholat ada 17. Jumlah 17 ini menurut penghitungan ulama yang menjadikan <em>tumakninah-tumakninah </em>yang berada di 4 (empat) tempat dalam sholat sebagai hitungan tersendiri, seperti dalam kitab <em>ar-Roudhoh</em>. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya" href="https://belajarsholat.com/214-rukun-sholat-yang-wajib-diketahui-biar-tidak-batal-sholatnya.html">Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya</a></p>
<p>Sebagian ulama ada yang menghitung rukun-rukun sholat menjadi 18 rukun dengan menambahkan satu rukun berupa niat keluar dari sholat, seperti Abu Sujak. Menurut pendapat shohih, niat keluar dari sholat adalah suatu kesunahan.</p>
<p>Sebagian ulama lain ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 18 juga, tetapi tidak menambahinya dengan rukun niat keluar dari sholat, melainkan menambahi rukun yang berupa <em>muwalah </em>(berturut-turut), seperti dalam kitab <em>as-Sittin</em>. Menurut pendapat <em>mu’tamad</em>, <em>muwalah </em>dalam sholat adalah syarat rukun. Sebagian ulama lain menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 14, yaitu dengan menjadikan <em>tumakninah-tumakninah </em>sebagai satu rukun dengan alasan persamaan jenis.</p>
<p>Sebagian ulama ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 15 dengan menambahkan rukun berupa menyertakan niat dengan takbiratul ihram, seperti dalam kitab <em>at-Tahrir</em>. Menurut pendapat <em>mu’tamad</em>, menyertakan niat dengan <em>takbiratul ihram </em>bukan termasuk rukun, melainkan ia adalah <em>haiah </em>atau pertingkah dari niat sendiri.</p>
<p>Sebagian ulama, seperti al-Ghazali, menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 19, yaitu dengan menjadikan khusyuk termasuk salah satunya. Sebagian ulama lain ada yang menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 20, yaitu dengan menambahkan diri (dzat) <em>musholli </em>sebagai salah satunya. Pendapat yang benar adalah tidak menganggap diri <em>musholli </em>sebagai salah satu rukun sholat dikarenakan diri <em>musholli </em>memiliki bentuk nyata yang memungkinkan untuk dilogika dan dideskripsikan tanpa susah payah. Hal ini berbeda dengan puasa yang mana para ulama menghitung <em>shoim </em>(orang yang berpuasa) sendiri sebagai rukun dikarenakan puasa tidak memiliki bentuk yang dapat diinderawi secara nyata.</p>
<p>Sebagian ulama memasukkan <em>faqdu shorif </em>(tidak adanya sesuatu yang membatalkan sholat) sebagai salah satu rukun sholat. Berdasarkan hitungan jumlah rukun dengan menambahkan tambahan-tambahan yang telah disebutkan dari awal sebagai termasuk rukun-rukun sholat menurut masing-masing ulama, maka rukun-rukun sholat secara total berjumlah 23 rukun. Pendapat yang <em>mu’tamad </em>adalah yang tertulis dalam kitab <em>Minhaj </em>dan lainnya, yaitu menjadikan rukun-rukun sholat berjumlah 13 dengan pertimbanganmenjadikan <em>tumakninah </em>sebagai <em>haiah </em>atau pertingkah yang mengikuti rukun, bukan rukun tersendiri.</p>
<h3>Secara garis besar, rukun-rukun sholat dibagi menjadi 2(dua), yaitu</h3>
<ol>
<li>Rukun <em>af’aal </em>(perbuatan)</li>
</ol>
<p>Rukun-rukun <em>af’aal </em>ada 8 (delapan), yaitu (1) niat, (2) berdiri, (3) rukuk, (4) i’tidal, (5) sujud, (6) duduk antara dua sujud, (7) duduk akhir, dan (8) tertib.</p>
<ol start="2">
<li>Rukun <em>aqwal </em>(ucapan).</li>
</ol>
<p>Sedangkan rukun-rukun <em>aqwaal </em>ada 5 (lima), yaitu (1) <em>takbiratul ihram, </em>(2) al-Fatihah, (3) tasyahhud, (4) sholawat kepada Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</em><em>, </em>dan (5) salam.</p>
<p>Muhammad al-Baqri berkata, “Sesungguhnya sholat diserupakan dengan manusia. Syarat adalah seperti nyawa manusia. Rukun adalah seperti kepalanya. Sunah <em>a</em><em>b’aad </em>adalah seperti anggota-anggota tubuhnya. Dan sunah <em>hai-at </em>adalah seperti rambut yang menghiasinya.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3699-penjelasan-rukun-sholat.html">Penjelasan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
