<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kiblat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/kiblat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>kiblat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingkatan Menghadap Kiblat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3659-tingkatan-menghadap-kiblat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jul 2024 01:44:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kakbah]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[menghadap kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-Tingkatan Menghadap Kiblat Ketahuilah sesungguhnya tingkatan-tingkatan (menghadap) Kiblat ada 4 (empat), yaitu: 1) Mengetahui arah Kiblat dengan melihat secara nyata. 2) Mengetahui arah Kiblat dengan adanya berita dari ahli yang terpercaya kalau, misalnya, arahnya itu di arah ini misalnya. Termasuk tingkatan menghadap Kiblat ini adalah arah Kiblat yang diketahui dengan alat bantu kompas (baitul ibroh). [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3659-tingkatan-menghadap-kiblat.html">Tingkatan Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Tingkatan-Tingkatan Menghadap Kiblat </strong></h1>
<p>Ketahuilah sesungguhnya tingkatan-tingkatan (menghadap) Kiblat ada 4 (empat), yaitu:</p>
<h4>1) Mengetahui arah Kiblat dengan melihat secara nyata.</h4>
<h4>2) Mengetahui arah Kiblat dengan adanya berita dari ahli yang terpercaya kalau,</h4>
<p>misalnya, arahnya itu di arah ini misalnya. Termasuk tingkatan menghadap Kiblat ini adalah arah Kiblat yang diketahui dengan alat bantu kompas (<em>baitul ibroh</em>).</p>
<h4>3) Mengetahui arah Kiblat dengan cara <em>ijtihad</em>.</h4>
<p>Imam Nawawi mengatakan dalam kitab <em>Idhoh </em>bahwa tidak sah mengetahui arah Kiblat dengan cara <em>ijtihad </em>kecuali berdasarkan bukti- buktinya yang sangat banyak. Bukti yang paling kuat adalah dengan hitungan sudut dan yang paling lemah adalah dengan arah angin.</p>
<p>Yuk baca juga <a title="Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya" href="https://belajarsholat.com/214-rukun-sholat-yang-wajib-diketahui-biar-tidak-batal-sholatnya.html">Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya</a></p>
<h4>4) Mengetahui arah Kiblat dengan cara <em>taqlid </em>(mengikuti) pendapat dari <em>mujtahid </em>(orang yang berijtihad dalam mengetahui arah Kiblat, seperti dalam tingkatan nomer 3) yang dapat diterima pendapatnya.</h4>
<p><em>Muqollid </em>(orang yang ber<em>taqlid</em>) haruslah berpedoman pada berita <em>mujtahid, </em>dengan catatan apabila <em>muqollid </em>tahu kalau <em>mujtahid </em>memberitahu arah Kiblat kepadanya berdasarkan pada pengetahuan tertentu, seperti misalnya; <em>muqollid </em>bertanya kepada <em>mujtahid</em>, “Darimana kamu tahu kalau arah Kiblat itu di arah yang ini?” kemudian <em>mujtahid </em>menjawab, “Aku telah menelitinya dari hitungan sudut,” atau, “Aku telah melihat sendiri Kiblat di arah ini.” Adapun apabila <em>mujtahid </em>menjawab, “Aku mengetahui arah Kiblat yang berada di arah ini berdasarkan <em>ijtihad</em>ku,” maka <em>muqollid </em>tidak boleh mengikuti pendapatnya tersebut, melainkan wajib atas <em>muqollid </em>melakukan <em>ijtihad </em>sendiri.</p>
<p>Begitu juga wajib <em>ijtihad </em>sendiri apabila ada orang berkata kepadanya, “Kiblat itu berada di arah ini,” tetapi orang tersebut tidak diketahui apakah ia seorang yang tahu (berdasarkan pengetahuan tertentu) atau seorang <em>mujtahid</em>.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3659-tingkatan-menghadap-kiblat.html">Tingkatan Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Menghadap Kiblat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 01:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[menghadap kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat menghadap kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kondisi-kondisi yang Memperbolehkan Tidak Menghadap Kiblat Diperbolehkan tidak menghadap Kiblat saat sholat ketika mengalami dua kondisi atau keadaan, yaitu: 1) Ketika mengalami ketakutan yang sangat. Oleh karena itu, ketika terjadi peperangan yang sengit sehingga tidak memungkinkan bagi orang-orang muslim untuk meninggalkan peperangan sama sekali karena sedikitnya pasukan mereka dan banyaknya musuh, ATAU ketika peperangan tidak [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html">Kondisi Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kondisi-kondisi yang Memperbolehkan Tidak Menghadap Kiblat </strong></h2>
<h3>Diperbolehkan tidak menghadap Kiblat saat sholat ketika mengalami dua kondisi atau keadaan, yaitu:</h3>
<h4>1) Ketika mengalami ketakutan yang sangat.</h4>
<p>Oleh karena itu, ketika terjadi peperangan yang sengit sehingga tidak memungkinkan bagi orang-orang muslim untuk meninggalkan peperangan sama sekali karena sedikitnya pasukan mereka dan banyaknya musuh, ATAU ketika peperangan tidak terlalu sengit tetapi orang-orang muslim kuatir musuh akan menguasai dan mengocar-kacirkan mereka jika mereka menghadap Kiblat, maka dalam dua keadaan seperti, mereka diperbolehkan sholat sebisa mungkin meski tanpa menghadap Kiblat, dengan catatan mereka tidak ada kesempatan mengakhirkan sholat dengan cara menghadap Kiblat.</p>
<h4>2) Kondisi ketika melaksanakan sholat sunah pada saat mengalami perjalanan yang diperbolehkan.</h4>
<p>Tidak disyaratkan apakah perjalanan itu jauh. Minimalnya adalah perjalanan menuju tempat yang tidak terdengar suara azan sholat Jumat di sana. Dengan demikian, diperbolehkan bagi <em>musafir </em>melaksanakan ibadah sholat sunah sambil naik kendaraan atau berjalan dengan cara menghadap ke arah tempat tujuannya, bukan ke arah Kiblat, pada saat melakukan perjalanan jauh atau dekat.</p>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Hukum Sholat Idul Fitri Bagi Musafir" href="https://belajarsholat.com/2407-hukum-sholat-idul-fitri-bagi-musafir.html">Hukum Sholat Idul Fitri Bagi Musafir</a></p>
<p>Bagi <em>musafir </em>yang menaiki kendaraan hewan, meskipun saat melewati jalan turunan, ia tidak diwajibkan meletakkan dahinya di atas pelana kendaraannya disaat rukuk dan sujud, melainkan ia berisyarat dengan menundukkan kepala, dengan catatan bahwa isyarat dengan menundukkan kepala pada saat sujud adalah lebih rendah daripada isyarat pada saat rukuk. Tidak diwajibkannya meletakkan dahi dalam kasus ini adalah ketika memang <em>musafir </em>tidak mampu melakukan rukuk dan sujud secara sempurna dan tidak memungkinkan baginya menghadap ke arah Kiblat di seluruh aktivitas sholatnya. Sedangkan apabila ia mampu menyempurnakan rukuk dan sujud, serta memungkinkan baginya menghadap Kiblat di seluruh aktivitas sholatnya, maka ia wajib meletakkan dahi di atas pelana ketika rukuk dan sujud.</p>
<p>Apabila <em>musafir </em>di atas mudah untuk melakukan rukun-rukun sholat selain rukuk dan sujud, maka tidak diwajibkan atasnya kecuali hanya menghadap ke arah Kiblat pada saat takbiratul ihram saja dengan catatan kalau memang mudah.</p>
<p>Tetapi apabila menghadap Kiblat pada saat takbiratul ihram juga sulit, maka tidak ada kewajiban atasnya menghadap Kiblat dalam sholat. Adapun <em>musafir </em>yang berjalan kaki, maka ketika ia sholat sunah, ia berjalan dengan tidak menghadap Kiblat pada saat melakukan 4 (empat) rukun, yaitu berdiri, i’tidal, membaca tasyahud, dan salam.</p>
<p>Sedangkan ia harus menghadap Kiblat dalam 4 (empat) rukun lain, yaitu ketika takbiratul ihram, rukuk, sujud, dan duduk antara dua sujud yang mana 4 rukun ini harus dilakukan secara sempurna, bukan hanya dengan cara berisyarat. Oleh karena itu, tidak cukup baginya berisyarat sebagai ganti dari rukuk dan sujud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3656-kondisi-menghadap-kiblat.html">Kondisi Menghadap Kiblat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Empat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 01:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah Menghadap Kiblat Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi musholli yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi musholli yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah</h2>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong> Menghadap Kiblat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya secara yakin, menurut pendapat <em>shohih</em>.</p>
<ol>
<li>
<h4><strong> Perbedaan Cara Menghadap Kiblat </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Menghadap Kiblat yang disyaratkan dalam sholat adalah dengan dada pada saat <em>musholli </em>berdiri atau duduk, bukan wajahnya. Sedangkan pada saat rukuk dan sujud maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan sebagian besar dari bagian tubuh. Adapun <em>musholli </em>yang melaksanakan sholat dengan cara tidur miring (<em>mudtojik</em>) maka menghadap Kiblat yang disyaratkan atasnya adalah dengan wajah dan bagian tubuh depan. Bagi <em>musholli </em>yang sholat dengan cara berbaring maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan wajah, bagian tubuh depan, bagian lekuk dua telapak kaki, serta diwajibkan atasnya menaikkan sedikit kepala apabila memungkinkan.</p>
<p>Syarat sah menghadap Kiblat dengan hanya bagian dada (pada saat berdiri dan duduk, seperti rincian yang telah disebutkan) adalah maksud dari kata ‘رْحَالن ’ dalam Firman Allah <em>ta’a</em><em>la </em>menurut pendapat al-Kalibi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانحَرْ</p>
<p>Al-Kalibi berkata dalam mengartikan kata ‘وانحر ’, “menghadaplah Kiblat dengan <em>nahr</em>mu, maksudnya dengan dadamu.”</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Fiqih Sutrah Sholat" href="https://belajarsholat.com/2228-fiqih-sutrah-sholat.html">Fiqih Sutrah Sholat</a></p>
<ol>
<li><strong> Dalil Syarat Menghadap Kiblat dalam Sholat </strong></li>
</ol>
<p>Dalil disyaratkan menghadap Kiblat sebelum <em>ijmak </em>adalah Firman Allah dalam Surat al-Baqoroh: 149;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الحَرَامِ</p>
<p><em>Dan hadapkanlah dirimu ke arah Masjid al-Haram </em>&#8230;</p>
<p>Maksudnya adalah <em>hadapkanlah dirimu dalam sholat ke arah Masjid al-Haram dan </em><em>bangunan</em> <em>(Ka’bah)</em><em>nya.</em></p>
<p>Syarqowi berkata, “Yang dimaksud dengan ‘ةَه ِج ’ (dalam ayat) menurut ahli bahasa adalah <em>dzat </em>atau <em>benda</em>nya. Sedangkan mengucapkan kata ‘ةَه ِج ’ dengan diartikan selain <em>dzat </em>maka berdasarkan arti <em>majaz</em>, seperti yang telah dikatakan juga oleh az- Ziyadi. Yang dimaksud dengan kata ‘الحرام المسجد’ dalam ayat di atas adalah Ka’bah. Berbeda dengan kata ‘الحرام المسجد’ yang digunakan dalam selain ayat di atas, maka maksudnya adalah seluruh tanah Haram.”</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah</em>, “Firman Allah yang berbunyi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَثَمَّ وَجْهُ االلهِ</p>
<p><em>Disanalah wajah Allah yang kalian diperintahkan untuk menghadap ke arah-Nya, </em>maka diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan sholat di atas kendaraan. Diriwayatkan dari Athok bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan cara menghadap dalam sholat ketika Kiblat tidak diketahui arahnya.”</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
