<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>baca alfatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/baca-alfatihah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 14:32:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>baca alfatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 14:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah. Syarat-syarat membaca Fatihah dalam sholat ada 10 (sepuluh)], bahkan lebih banyak; yaitu; Tertib, yaitu musholli membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada. [Muwalah], yaitu musholli membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah.</p>
<p><strong>Syarat-syarat membaca Fatihah </strong>dalam sholat <strong>ada 10 (sepuluh)]</strong>, bahkan lebih banyak; yaitu;</p>
<ol>
<li>Tertib, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada.</li>
<li><strong>[</strong><strong><em>Muwalah</em></strong><strong>]</strong>, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat, meskipun hanya sedikit, seperti bacaan <em>hamdalah </em>ketika <em>musholli </em>bersin, dan meskipun disunahkan untuk dibaca saat di luar sholat, seperti menjawab <em>muadzin</em>, maka <em>muwalah</em>nya terputus dan <em>musholli </em>wajib mengulangi bacaan Fatihah-nya dan sholatnya tidak batal.
<p>Begitu juga dapat memutus <em>muwalah </em>Fatihah adalah apabila bacaan Fatihahnya disela-selai oleh bacaan <em>sholawat </em>atas Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</p>
<p></em>Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain atau <em>sholawat </em>atau bacaan lain seperti di atas, tetapi karena lupa, maka tidak memutus <em>muwalah</em>, sehingga <em>musholli </em>langsung dapat meneruskan bacaan Fatihahnya. Termasuk memutus <em>muwalah </em>bacaan Fatihah adalah bacaan <em>tasbih </em>oleh <em>musholli </em>karena ada orang lain yang meminta izin darinya.</li>
<li>Menjaga huruf-huruf Fatihah (<em>muro’atu hurufiha</em>). Jumlah awal huruf-hurufnya adalah 138 huruf dengan memasukkan <em>alif-alif washol </em>dalam hitungan. Adapun ketika huruf-huruf yang ber<em>tasydid </em>dihitung sendiri serta dua <em>alif </em>dari lafadz ‘صراط’ di dua tempat dan dua <em>alif </em>lafadz ‘الضآلين ’ maka jumlahnya menjadi huruf dengan mengikut sertakan <em>alif</em>. Apabila <em>musholli </em>menggugurkan atau menghilangkan satu huruf saja dari 155 atau 156 huruf tersebut maka sholatnya tidak sah.<br />
Silahkan baca juga artikel tentang : <a title="Syarat Membaca Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3559-syarat-membaca-al-fatihah.html">Syarat Membaca Al-fatihah</a></li>
</ol>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Dikatakan (<em>qiila</em>) bahwa huruf-huruf Fatihah yang tanpa diulang-ulang berjumlah 22 huruf, yaitu sama dengan jumlah tahun dimana lamanya al-Quran diturunkan. Hal ini merupakan sebuah rahasia atau hikmah yang indah. Begitu juga, Surat an-Naas memiliki jumlah huruf yang tidak diulang-ulang sebanyak 22 huruf. Permulaan al-Quran adalah huruf /ب/ dari lafadz ‘ بسم’ dan akhir hurufnya adalah huruf /س / dari lafadz ‘ الناس ’.</p>
<ol start="4">
<li>Menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah. Syaikhul Islam berkata dalam kitab <em>Fathul Wahab </em>bahwa kewajiban menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah berdasarkan alasan karena <em>tasydid </em>adalah <em>hai-at </em>(keadaan) huruf-huruf yang di<em>tasydid </em>itu sendiri sehingga kewajiban menjaga huruf-huruf bacaan Fatihah mencakup kewajiban menjaga <em>hai-ah</em>nya</li>
<li>Tidak diam lama secara mutlak tanpa <em>udzur </em>ketika membaca Fatihah. Sedangkan apabila ada <em>udzur</em>, seperti bodoh, lupa, lalai, atau gagap maka tidak apa-apa.</li>
<li>Tidak diam sebentar saat membaca Fatihah yang mana <em>musholli </em>menyengaja memutus bacaan dengan diam sebentarnya tersebut. Berbeda apabila ia menyengaja memutus bacaan Fatihah tetapiia tidak diam maka bacaannya tidak batal. Perbedaan antara tidak batalnya menyengaja memutus bacaan Fatihah dan batalnya menyengaja memutus niat adalah bahwa niat merupakan salah satu rukun sholat yang wajib di<em>langgeng</em>kan secara hukum, sedangkan proses <em>melanggengkan secara hukum </em>tersebut tidak mungkin terjadi jika disertai dengan niatan memutus. Adapun membaca Fatihah tidak membutuhkan niat tertentu sehingga menyengaja memutusnya pun tidak berpengaruh.<br />
Lanjut kepostingan berikutnya.&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Dan Hidayah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 01:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[cara rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia dan Hidayah ‌‌الناس والهداية ‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية: ‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها. ‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها. ‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Manusia dan Hidayah</strong></h1>
<p class"arab">‌‌الناس والهداية</p>
<p class"arab">‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية:</p>
<p class"arab">‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها.</p>
<p class"arab">‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها.</p>
<p class"arab">‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه عرفها ولم يوفق للعمل بموجبها.</p>
<p class"arab">‌‌فالأول: المُنعم عليه قام بالهدى ودين الحق علمًا، عملاً والضال منسلخ عنه علمًا وعملاً والمغضوب عليه عارف به علمًا منسلخ منه عملاً</p>
<h3>Selanjutnya Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa jalan ahli hidayah ini berseberangan dengan ahli emosi dan sesat. Karena itu makhluk dibagi menjadi tiga menurut kategori hidayah:</h3>
<ol>
<li>
<h5>Diberi nikmat dengan mendapatkannya, dan dia terus mendapatkan nasib baiknya dari kenikmatan sesuai dengan nasibnya mendapatkan rincian dan bagian-bagian hidayahnya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Sesat, tidak diberi hidayah dan tidak dikehendaki untuk mendapatkannya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Yang dimurkai, dia mengetahui hidayah tapi tidak dibcri petunjuk untuk mongamalkannya.</h5>
</li>
</ol>
<h5>Golongan pertama, yang diberi nikmat berjalan dengan hidayah dan agama yang benar, disertai ilmu dan amal. Golongan kedua, yang sesat dan lepas, baik ilmu maupun amalnya dari hidayah. Sementara golongan ketiga yang dimurkai; dia mengetahui secara ilmu tapi lepas dari amal.</h5>
<h2></h2>
<h2><strong>Disyariatkannya Mengucapkan &#8220;âmin&#8221;</strong></h2>
<p class"arab">‌‌مشروعية التأمين</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التأمين عند هذا الدعاء تفاؤلاً بإجابته وحصوله وطابعًا عليه وتحقيقًا له، ولهذا اشتد حسد اليهود للمسلمين عليه حين سمعوهم يجهرون به في صلاتهم</p>
<p>Disyariatkan mengucapkan âmin (at-ta’min) setelah membaca doa ini (surah al-Fâtihah) sebagai harapan agar doanya dikabulkannya, serta diwujudkan oleh Allah. Dengan ini orang-orang Yahudi dengki terhadap orang-orang Muslim ketika mereka mendengar saat shalat menyaringkan bacaan &#8220;àmin.&#8221; Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html">Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Rukuk</strong></h2>
<p class"arab">‌‌الركوع</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له رفع اليدين عند الركوع؛ تعظيمًا لأمر الله وزينة للصلاة وعبودية خاصة لليدين كعبودية باقي الجوارح، واتباعًا لسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو حلية الصلاة، وزينتها، وتعظيمًا لشعائرها.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التكبير الذي هو في انتقالات الصلاة من ركن إلى ركن كالتلبية في انتقالات الحاج من مشعر إلى مشعر، فهو شعار الصلاة كما أن التلبية شعار الحج؛ ليعلم العبد أن سر الصلاة هو تعظيم الرب تعالى وتكبيره بعبادته وحده.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له بأن يخضع للمعبود سبحانه بالركوع خضوعًا لعظمته واستكانة لهيبته وتذللا لعزته، فثنى العبد له صلبه ووضع له قامته ونكس له رأسه وحنى له ظهره معظمًا له ناطقًا بتسبيحه المقترن بتعظيمه، فاجتمع له خضوع القلب وخضوع الجوارح، وخضوع القول، على أتم الأحوال وجمع له في هذا الذكر بين الخضوع والتعظيم لربه والتنزيه له عن خضوع العبيد وأن الخضوع وصف العبد والعظمة وصف الرب.</p>
<p class"arab">‌‌وتمام عبودية الركوع أن يتصاغر العبد ويتضاءل بحيث يمحو تصاغره كل تعظيم منه لنفسه ويثبت مكانه تعظيمه لربه وكلما استولى على قلبه تعظيم الرب ازداد تصاغره هو عند نفسه، فالركوع للقلب بالذات والقصد وللجوارح بالتبع والتكملة</p>
<p>Setelah berdiri dan membaca surah al-Fâtihah disunahkan melanjutkan membaca surah dari al-Qur&#8217;an. Setelah itu orang yang shalat disyariatkan untuk mengangkat kedua tangannya ketika hendak rukuk, sebagai bentuk pengagungan terhadap perintah Allah, hiasan shalat dan sebagai ibadah khusus bagi kedua tangan sebagaimana ibadah dari anggota tubuh yang lain, tentu selain mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Rukuk adalah ornamen, perhiasan shalat dan bentuk pengagungan ibadah tersebut.</p>
<p>Selanjutnya disyariatkan mengucapkan takbir &#8216;Allahu Akbar, karna ucapan takbir ketika peralihan gerakan dalam shalat dari satu rukun ke rukun yang lain, seperti ucapan talbiah dalam peralihan rangkaian ibadah haji dari tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain. Takbir adalah syiar shalat sebagaimana talbiyah dalam haji, agar hamba tahu bahwa rahasia shalat adalah mengagungkan Allah dan membesarkan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Ketika rukuk disyariatkan untuk tunduk kepada Tuhan yang disembahnya, tunduk atas keagungan dan tenang karena kekuasaan-Nya dan merendah karna kemuliaan-Nya. Maka orang yang membungkukkan tulang belakangnya, meletakkan tubuhnya, disejajarkan kepalanya dan diluruskan sejajar dengan punggung sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya, dan mengucapkan tasbih pada-Nya yang diiringi ucapan pengagungan untuk-Nya, Subhâna Rabbiyal Azhimi.</p>
<p>Maka berkumpullah ketundukan hati dan ketundukan anggota badan, ketundukan ucapan dalam keadaan yang sempurna, serta berkumpul pada dzikir ini antara tunduk dan pengagungan kepada Tuhan-Nya dan menyucikan dirinya dari tunduk terhadap hamba. Tunduk adalah karakteristik seorang hamba dan keagungan adalah sifat Tuhan.</p>
<p>Kesempurnaan ibadah rukuk bertujuan agar hamba mengecilkan diri dan merasa lemah, di mana dengan menganggap diri kecil akan menghapus setiap bentuk pengagungan pada diri sendiri, dan menetapkan tempat itu untuk pengagungan kepada Tuhannya. Ketika di setiap pengagungan pada Allah mengambil tempat di hatinya, maka bertambahlah perasan kecil dan lemah pada dirinya. Maka proses rukuk bagi hati adalah dengan jiwa dan bertujuan pada anggota badan dengan ketundukan dan penyempurnaan terhadap-Nya. Subscribe Akun Youtube Belajar Sholat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Surah Al-fatihah 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 00:43:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[albaqarah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[makna surah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3347</guid>

					<description><![CDATA[<p>رب العالمين ثم لقوله: {رَبِّ الْعَالَمِينَ} من العبودية شهود تفرده سبحانه بالربوبية، وأنه كما أنه رب العالمين وخالقهم ورازقهم ومدبر أمورهم وموجدهم ومفنيهم فهو وحده إلههم ومعبودهم وملجأهم ومفزعهم عند النوائب فلا رب غيره، ولا إله سواه Pada firman-Nya, Rabbil Alamin, kandungan ibadahnya adalah kesaksian atas otoritas Allah dengan ketuhanan-Nya. Sebagaimana Dia adalah &#8216;Tuhan semesta [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html">Makna Surah Al-fatihah 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">رب العالمين</p>
<p class="arab">ثم لقوله: {رَبِّ الْعَالَمِينَ} من العبودية شهود تفرده سبحانه بالربوبية، وأنه كما أنه رب العالمين وخالقهم ورازقهم ومدبر أمورهم وموجدهم ومفنيهم فهو وحده إلههم ومعبودهم وملجأهم ومفزعهم عند النوائب فلا رب غيره، ولا إله سواه</p>
<p>Pada firman-Nya, Rabbil Alamin, kandungan ibadahnya adalah kesaksian atas otoritas Allah dengan ketuhanan-Nya. Sebagaimana Dia adalah &#8216;Tuhan semesta alam (Rabbul &#8216;Alamin), Pencipta manusia, Pemberi rezeki, dan Pengatur seluruh urusan makhluk-Nya, Dia yang mengadakan dan menghilangkan semua itu kepada mereka. Dia satu-satunya Tuhan mereka yang disembah, tempat kembali, dan tempat bersandar ketika terjadi musibah. Oleh karenanya, tidak ada Rabb (Tuhan) selain-Nya dan tidak ada llah (Tuhan) yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya. Baca juga Artikel Sebelum nya : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></p>
<h2><strong>Ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)</strong></h2>
<p class="arab">الرحمن الرحيم</p>
<p class="arab">ثم لقوله: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} عبودية تخصها، وهي شهود عموم رحمته وسعها لكل شيء وأخذ كل موجود بنصيبه منها، ولا سيما الرحمة الخاصة التي أقامت عبده بين يديه في خدمته يناجيه بكلامه ويتملقه ويسترحمه ويسأله هدايته ورحمته وإتمام نعمته عليه، فهذا من رحمته بعبده، فرحمته وسعت كل شيء، كما أن حمده وسع كل شيء</p>
<p>Pada firman-Nya, Ar Rahmân ar Rahim, terdapat kandungan ibadah yang mengkhususkannya, yaitu kesaksian secara umum akan rahmat Allah, keluasannya pada setiap hal dan setiap yang ada (makhluk) mendapatkan rahmat dari-Nya.</p>
<p>Apalagi rahmat yang khusus, yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berada di sisi-Nya, yang memohon pada-Nya dengan ucapannya, memuji-Nya, memohon kasih sayang-Nya, memohon hidayah dan rahmat-Nya, dan penyempurnaan nikmat-Nya kepadanya. Inilah di antara rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dengan demikian, rahmat-Nya maha luas mencakup seluruh hal, sebagaimana puji-Nya luas mencakup seluruh hal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Mâliki Yaumiddin (Yang Menguasai Hari Pembalasan)</strong></h2>
<p class="arab">مالك يوم الدين</p>
<p class="arab">ثم يُعطي قوله: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} عبوديتها ويتأمل تضمنها لإثبات المعاد، وتفرد الرب فيه بالحكم بين خلقه، وأنه يوم يدين فيه العباد بأعمالهم في الخير والشر وذلك من تفاصيل حمده، وموجبه.</p>
<p class="arab">ولما كان قوله: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} إخبارًا عن حمده تعالى قال الله: «حمدني عبدي» ولما كان قوله: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} إعادة وتكريرًا لأوصاف كماله قال: «أثنى علي عبدي» فإن الثناء إنما يكون بتكرار المحامد وتعداد أوصاف المحمود، ولما وصفه سبحانه بتفرده بـ {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} وهو الملك الحق المتضمن لظهور عدله وكبريائه وعظمته ووحدانيته وصدق رسله، سمى هذا الثناء مجدًا فقال: «مجدني عبدي» فإن التمجيد هو الثناء بصفات العظمة والجلال</p>
<p>Kalimat Maliki Yaumiddin, nilai ibadah yang dikandungnya adalah untuk menetapkan al-Mi’ad (Hari Pembalasan). Di mana Allah sendiri dengan hikmah menentukan keputusan berhadap hamba-hamba-Nya. Ia adalah hari manusia menampilkan amalan mereka dalam kebaikan dan keburukan, Semua itu merupakan rincian dari keterpujian (dalam memutuskan amalan hamba) dan pengabulan-Nya (balasan terhadap amalan hamba).</p>
<p>Jika firman-Nya alhamdulillahi Rabbil alamin memberi kabar akan pujian Allah ta’ala, sebagaimana discbutkan dalam firman-Nya, &#8220;Hamadani &#8216;abdi&#8221; (hamba-Ku memuji-Ku), sementara dalam firman-Nya, ar-rahmân ar-rahim, pengulangan yang ber-kesinambungan untuk sifat-sifat kesempurnaan-Nya, maka Dia berfirman &#8220;Atsna &#8220;alayya abdi (hamba-Ku terus memuji-Ku), maka pujian (ats-tsanâ&#8221;) merupakan pengulangan pujian dan banyaknya sifat-sifat yang harus dipuji.</p>
<p>Ketika Allah berfirman dengan, &#8220;Maliki Yaumiddin&#8221;, berarti Dia adalah al-Mulk (Penguasa) yang hak, yang menjamin muncul-nya keadilan, kebesaran, keagungan, ajaran tauhid, dan kebenaran Rasul-Nya. Pujian ini dinamakan majdan (keagungan), maka Allah mengatakan, &#8220;Majadani &#8220;abdi&#8221; (hamba-Ku mengagungkan-Ku), karena yang dimaksud dengan kata at-tamjid (pengagungan) adalah ats-tsanâ(pujian) dengan sifat keagungan dan kemuliaan-Nya. Silahkan disubscribe akun Youtube kami, semoga bermanfaat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3347-makna-surah-al-fatihah-2.html">Makna Surah Al-fatihah 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
