<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>amin - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/amin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 09:38:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>amin - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tumakninah Dalam Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2024 09:32:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ke sepuluh dan yang kesebelas Tumakninah dalam Sujud Rukun sholat yang kesepuluh adalah tumakninah dalam sujud. Tumakninah ini merupakan salah satu dari 7 syarat sujud yang akan dijelaskan oleh mushonnif rodhiyallahu ‘anhu. &#160; Duduk di antara Dua Sujud Rukun sholat yang kesebelas adalah duduk antara dua sujud di setiap rakaat sholat meskipun [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ke sepuluh dan yang kesebelas</h2>
<ol start="10">
<li>
<h3><strong>Tumakninah dalam Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kesepuluh adalah <em>tumakninah </em>dalam sujud. <em>Tumakninah </em>ini merupakan salah satu dari 7 syarat sujud yang akan dijelaskan oleh <em>mushonnif </em><em>rodhiyallahu ‘anhu</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="11">
<li>
<h3><strong>Duduk di antara Dua Sujud </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang kesebelas adalah duduk antara dua sujud di setiap rakaat sholat meskipun sholat sunah, baik <em>musholli </em>sholat dengan duduk atau tidur miring. Oleh karena itu, posisi tubuh yang masih belum disebut dengan posisi duduk belum mencukupi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Minimal dalam duduk adalah tubuh <em>musholli </em>tegak duduk. Duduk antara dua sujud merupakan maksud dari kata ‘النحر ’, menurut Athok, dalam Firman Allah(QS. Al-Kautsar: 4). Athok mengatakan bahwa Allah memerintahkan untuk melakukan <em>an-Nahr</em>, yaitu sekiranya <em>musholli </em>menegakkan tubuh dengan posisi duduk di antara dua sujud sampai <em>nahr</em>nya (bagian atas dada) kelihatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Syibromalisi mengatakan bahwa Ibnu Muqri menetapkan tidak adanya kewajiban <em>i’tidal </em>dan duduk di antara dua sujud dalam sholat sunah. Duduk antara dua sujud yang paling sempurna untuk dilakukan adalah bahwa <em>musholli </em>menyertakan bacaan; <em>tutupilah dosa-dosaku yang telah dan akan terjadi</em>. Kata ‘وارحمنى ’ berarti <em>rahmatilah aku dengan rahmat yang luas</em>. Kata ‘واجبرنى ’ berarti <em>buatlah aku kaya dan berilah aku harta yang banyak</em>.</p>
<p>Kata ‘وارفعنى ’ berarti <em>angkatlah derajatku di dunia dan akhirat</em>. Kata ‘وارزقنى ’ berarti <em>berilah aku rizki banyak</em>.</p>
<p>Diperbolehkannya berdoa meminta rizki yang banyak adalah apabila orang yang berdoa memaksudkan rizki yang diminta berasal dari rizki yang halal, atau dimutlakkan. Apabila rizki yang diminta adalah rizki yang haram maka berdoa memintanya pun juga diharamkan.</p>
<p>Kata ‘واهدنى ’ berarti <em>berilah aku petunjuk untuk melakukan </em><em>amal-amal sholih</em>. Kata ‘وعافنى ’ berarti <em>selamatkanlah aku dari mara bahaya </em><em>dunia dan akhirat</em>. Kata ‘عنى واعف’ berarti <em>leburlah dosa-dosaku</em>.</p>
<p><em>Musholli </em>tetap mengucapkan doa di atas dengan <em>dhomir mutakallim wahdah </em>meskipun ia sholat berstatus sebagai imam, karena membedakan antara <em>dhomir mutakallim wahdah </em>dengan <em>mutakallim ma’al ghoir </em>hanya berlaku di dalam doa <em>qunut</em>. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?" href="https://belajarsholat.com/3031-posisi-tumit-saat-sujud-apakah-direnggangkan-atau-dirapatkan.html">Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</a></p>
<p>Suwaifi berkata dalam kitab <em>Tuhfah al-Habib</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli </em>yang sebagai <em>munfarid </em>atau sebagai imam dari makmum yang terbatas jumlahnya yang <em>ridho bit tathwil </em>untuk menambahi doa <em>Robbi ighfir li &#8230;. </em>dengan doa; <em>Ya Tuhanku! Berilah kami hati yang takut kemusyrikan, dan yang baik, bukan yang kafir dan celaka. </em></p>
<p>Apabila <em>musholli </em>memperlama waktu duduk antara dua sujud melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan di dalamnya, yaitu memperlama hingga sampai lamanya waktu membaca minimal <em>tasyahud </em>maka sholatnya batal, sebagaimana dihukumi batal sholatnya apabila ia memperlama <em>i’tidal </em>melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan di dalamnya, yaitu memperlama hingga sampai lamanya waktu membaca al-Fatihah, kecuali <em>i’tidal </em>yang memang dianjurkan untuk memperlama, seperti <em>i’tidal </em>pada rakaat akhir dari sholat-sholat lainnya karena memang adanya anjuran umum (<em>fil jumlah</em>) untuk memperlamakan rakaat akhir dengan <em>qunut</em>, dan memperlama <em>i’tidal </em>dalam sholat <em>tasbih</em>. Suwaifi melanjutkan, “<em>fil jumlah</em>” berarti adanya anjuran memperlama <em>i’tidal </em>dalam selain contoh ini.” Demikian dikatakan oleh Rohmani.</p>
<p>Adapun batalnya sholat sebab memperlama rukun duduk di antara dua sujud dan <em>i’tidal </em>yang melebihi waktu membaca doa yang dianjurkan adalah karena dua rukun tersebut merupakan rukun <em>qoshir </em>atau pendek, oleh karena ini tidak boleh diperlamakan atau dipanjangkan.</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>tidur dengan keadaan menetapkan pantat dalam sholat maka sholatnya tidak batal dengan catatan apabila tidak lama tidurnya. Begitu juga sholatnya tidak batal apabila tidur lamanya terjadi dalam rukun yang dianjurkan untuk dilamakan. Apabila tidurnya lama dan terjadi dalam rukun yang <em>qoshir </em>maka sholatnya batal karena faktor-faktor yang menyebabkan tidur terjadi secara <em>ikhtiar </em>(ada kiat usaha dari <em>musholli</em>). Oleh karena itu tidur ini diposisikan sebagai tidur orang yang memang sengaja tidur (’aamid).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Amin</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3484-membaca-amin.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 03:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kabulkanlah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<category><![CDATA[yaa allah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membaca Amin (Kabulkanlah Doa Kami, ya Allah) ‌‌‌‌‌‌التأمين ‌‌‌‌ فلما فرغ من هذا الثناء والدعاء والتوحيد، شرع له أن يطبع على ذلك بطابع من التأمين يكون كالخاتم له، وافق فيه ملائكة السماء، وهذا التأمين من زينة الصلاة كرفع اليدين الذي هو زينة الصلاة، واتباع للسنة، وتعظيم أمر الله، وعبودية اليدين، وشعار الانتقال من ركن إلى [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3484-membaca-amin.html">Membaca Amin</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Membaca Amin </strong>(Kabulkanlah Doa Kami, ya Allah)</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌التأمين</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
فلما فرغ من هذا الثناء والدعاء والتوحيد، شرع له أن يطبع على ذلك بطابع من التأمين يكون كالخاتم له، وافق فيه ملائكة السماء، وهذا التأمين من زينة الصلاة كرفع اليدين الذي هو زينة الصلاة، واتباع للسنة، وتعظيم أمر الله، وعبودية اليدين، وشعار الانتقال من ركن إلى ركن.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
ثم يأخذ في مناجاة ربه بكلامه واستماعه من الإمام بالإنصات وحضور القلب وشهوده وأفضل أذكار الصلاة ذكر القيام، وأحسن هيئة المصلي هيئة القيام، فخصت بالحمد والثناء والمجد وتلاوة كلام الرب جل جلاله ولهذا نهى عن قراءة القرآن في الركوع والسجود؛ لأنهما حالتا ذل وخضوع وتطامن وانخفاض، ولهذا شرع فيهما من الذكر ما يناسب هيئتهما</p>
<p>Seusai memanjatkan puji, berdoa dan meminta petunjuk tauhid, Allah menyariatkan untuk menutup semua itu dengan bacaan âmin yang akan dibarengi oleh bacaan âmin dari para malaikat. Amin seperti halnya mengangkat tangan, juga termasuk perhiasan sholat, mengikuti sunnah Nabi, mengagungkan perintah Allah, ibadah bagi kedua tangan dan merupakan syiar dari perpindahan satu rukun ke rukun yang lain.</p>
<p>Yuk baca Artikel : <a title="Makruh Membaca Al-Quran Ketika Sujud dan Ruku’" href="https://belajarsholat.com/2807-makruh-membaca-al-quran-ketika-sujud-dan-ruku.html">Makruh Membaca Al-Quran Ketika Sujud dan Ruku’</a></p>
<h2>Selanjutnya mulailah bermunajat kehadirat Allah</h2>
<p>dengan melafazkan firman-Nya dan mendengarkan bacaan imam sholat dengan penuh perhatian dan konsentrasi. Sebab, dzikir paling dalam sholat adalah saat berdiri sedangkan keadaan paling baik adalah keadaan pada saat berdiri.</p>
<p>Oleh karenanya, pada saat berdiri ada kekhususan untuk memanjatkan puja dan puji, menyanjung-Nya dan membaca kalam Ilahi. Karna itulah, dilarang membaca al-Qur&#8217;an pada saat rukuk dan sujud, sebab dalam kedua kondisi itu saatnya untuk merendahkan diri dan tunduk. Olch karnanya, pada kedua londisi itu disyariatkan dzikir yang sesuai dengannya.</p>
<h2><strong>Rukuk</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌الركوع</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
فشرع للراكع أن يذكر عظمة ربه في حال انخفاضه هو وتطامنه وخضوعه وأنه سبحانه يوصف بوصف عظمته عما يضاد كبرياءه وجلاله وعظمته فأفضل ما يقول الراكع على الإطلاق «سبحان ربي العظيم» فإن الله سبحانه أمر العباد بذلك، وعين المبلغ عنه السفير بينه وبين عباده هذا المحل لهذا الذكر لما نزلت {فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ} قال: «اجعلوها في ركوعكم» وأبطل كثير من أهل العلم صلاة من تركها عمدًا وأوجب سجود السهو على من سها عنها، وهذا مذهب الإمام أحمد ومن وافقه من أئمة الحديث والسنة، والأمر بذلك لا يقتصر على الأمر بالصلاة عليه صلى الله عليه وسلم في التشهد الأخير، ووجوبه لا يقتصر على وجوب مباشرة المصلي بالجبهة واليدين، وبالجملة، فسر الركوع تعظيم الرب جل جلاله بالقلب والقالب والقول؛ ولهذا قال النبي صلى الله عليه وسلم: «أما الركوع فعظموا فيه الرب»</p>
<h2>Bagi orang yang rukuk disyariatkan untuk senantiasa mengingat keagungan Tuhan-nya</h2>
<p>saat dirinya sedang menunduk dan menurunkan badannya. Allah Mahasuci dan memiliki sifat-sifat keagungan yang menunjukkan ketinggian, kemuliaan dan keagungan-Nya. Oleh karenanya, dzikir yang paling baik diucapkan oleh seseorang yang sedang rukuk adalah, Subbhâna rabbiyal azhimi (Mahasuci Tuhanku Yang maha agung).</p>
<p>Sebab, Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk melakukan itu. Tatkala turun ayat, Bertasbihlah dengan (membaca) nama Tuhan-mu Yang Maha agung, Rasulullah lalu bersabda, “Jadikanlah ia (bacaan dzikir itu) dalam rukuk kalian.”</p>
<p>Menurut mazhab Imam Ahmad dan para imam hadis, orang sholat yang meninggalkan bacaan ini dengan sengaja, maka sholatnya batal, sedangkan jika meninggalkan bacaan ini karena lupa, maka wajib menggantinya dengan sujud sahwi (sujud yang disyariatkan akibat lupa).</p>
<p>Perintah membaca dzikir tidak hanya terbatas pada membaca shalawat kepada Nabi ketika tasyahhud akhir, serta kewajiban perintah itu tidak hanya berlaku untuk menempelkan dahi dan kedua belah tangan saat melakukan sujud.</p>
<p>Secara umum, rahasia di balik rukuk adalah untuk mengagungkan Allah dengan sepenuh hati, gerakan dan ucapan. Oleh karnanya nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “adapun ketika rukuk, maka pada saat itu agungkanlah Tuhan kalian.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3484-membaca-amin.html">Membaca Amin</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia Dan Hidayah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 01:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[cara rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3365</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia dan Hidayah ‌‌الناس والهداية ‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية: ‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها. ‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها. ‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Manusia dan Hidayah</strong></h1>
<p class"arab">‌‌الناس والهداية</p>
<p class"arab">‌‌ثم بَيَّن أن سبيل أهل هذه الهداية مغاير لسبيل أهل الغضب وأهل الضلال، فانقسم الخلق إذًا ثلاثة أقسام بالنسبة إلى هذه الهداية:</p>
<p class"arab">‌‌1 &#8211; مُنْعَمٌ عليه بحصولها، واستمرار حظه من النعم بحسب حظه من تفاصيلها وأقسامها.</p>
<p class"arab">‌‌2 &#8211; وضال لم يُعْطَ هذه الهداية ولم يوفق لها.</p>
<p class"arab">‌‌3 &#8211; ومغضوبٌ عليه عرفها ولم يوفق للعمل بموجبها.</p>
<p class"arab">‌‌فالأول: المُنعم عليه قام بالهدى ودين الحق علمًا، عملاً والضال منسلخ عنه علمًا وعملاً والمغضوب عليه عارف به علمًا منسلخ منه عملاً</p>
<h3>Selanjutnya Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa jalan ahli hidayah ini berseberangan dengan ahli emosi dan sesat. Karena itu makhluk dibagi menjadi tiga menurut kategori hidayah:</h3>
<ol>
<li>
<h5>Diberi nikmat dengan mendapatkannya, dan dia terus mendapatkan nasib baiknya dari kenikmatan sesuai dengan nasibnya mendapatkan rincian dan bagian-bagian hidayahnya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Sesat, tidak diberi hidayah dan tidak dikehendaki untuk mendapatkannya.</h5>
</li>
<li>
<h5>Yang dimurkai, dia mengetahui hidayah tapi tidak dibcri petunjuk untuk mongamalkannya.</h5>
</li>
</ol>
<h5>Golongan pertama, yang diberi nikmat berjalan dengan hidayah dan agama yang benar, disertai ilmu dan amal. Golongan kedua, yang sesat dan lepas, baik ilmu maupun amalnya dari hidayah. Sementara golongan ketiga yang dimurkai; dia mengetahui secara ilmu tapi lepas dari amal.</h5>
<h2></h2>
<h2><strong>Disyariatkannya Mengucapkan &#8220;âmin&#8221;</strong></h2>
<p class"arab">‌‌مشروعية التأمين</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التأمين عند هذا الدعاء تفاؤلاً بإجابته وحصوله وطابعًا عليه وتحقيقًا له، ولهذا اشتد حسد اليهود للمسلمين عليه حين سمعوهم يجهرون به في صلاتهم</p>
<p>Disyariatkan mengucapkan âmin (at-ta’min) setelah membaca doa ini (surah al-Fâtihah) sebagai harapan agar doanya dikabulkannya, serta diwujudkan oleh Allah. Dengan ini orang-orang Yahudi dengki terhadap orang-orang Muslim ketika mereka mendengar saat shalat menyaringkan bacaan &#8220;àmin.&#8221; Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat" href="https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html">Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Rukuk</strong></h2>
<p class"arab">‌‌الركوع</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له رفع اليدين عند الركوع؛ تعظيمًا لأمر الله وزينة للصلاة وعبودية خاصة لليدين كعبودية باقي الجوارح، واتباعًا لسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو حلية الصلاة، وزينتها، وتعظيمًا لشعائرها.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له التكبير الذي هو في انتقالات الصلاة من ركن إلى ركن كالتلبية في انتقالات الحاج من مشعر إلى مشعر، فهو شعار الصلاة كما أن التلبية شعار الحج؛ ليعلم العبد أن سر الصلاة هو تعظيم الرب تعالى وتكبيره بعبادته وحده.</p>
<p class"arab">‌‌ثم شرع له بأن يخضع للمعبود سبحانه بالركوع خضوعًا لعظمته واستكانة لهيبته وتذللا لعزته، فثنى العبد له صلبه ووضع له قامته ونكس له رأسه وحنى له ظهره معظمًا له ناطقًا بتسبيحه المقترن بتعظيمه، فاجتمع له خضوع القلب وخضوع الجوارح، وخضوع القول، على أتم الأحوال وجمع له في هذا الذكر بين الخضوع والتعظيم لربه والتنزيه له عن خضوع العبيد وأن الخضوع وصف العبد والعظمة وصف الرب.</p>
<p class"arab">‌‌وتمام عبودية الركوع أن يتصاغر العبد ويتضاءل بحيث يمحو تصاغره كل تعظيم منه لنفسه ويثبت مكانه تعظيمه لربه وكلما استولى على قلبه تعظيم الرب ازداد تصاغره هو عند نفسه، فالركوع للقلب بالذات والقصد وللجوارح بالتبع والتكملة</p>
<p>Setelah berdiri dan membaca surah al-Fâtihah disunahkan melanjutkan membaca surah dari al-Qur&#8217;an. Setelah itu orang yang shalat disyariatkan untuk mengangkat kedua tangannya ketika hendak rukuk, sebagai bentuk pengagungan terhadap perintah Allah, hiasan shalat dan sebagai ibadah khusus bagi kedua tangan sebagaimana ibadah dari anggota tubuh yang lain, tentu selain mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Rukuk adalah ornamen, perhiasan shalat dan bentuk pengagungan ibadah tersebut.</p>
<p>Selanjutnya disyariatkan mengucapkan takbir &#8216;Allahu Akbar, karna ucapan takbir ketika peralihan gerakan dalam shalat dari satu rukun ke rukun yang lain, seperti ucapan talbiah dalam peralihan rangkaian ibadah haji dari tempat ibadah ke tempat ibadah yang lain. Takbir adalah syiar shalat sebagaimana talbiyah dalam haji, agar hamba tahu bahwa rahasia shalat adalah mengagungkan Allah dan membesarkan-Nya dengan hanya beribadah kepada-Nya.</p>
<p>Ketika rukuk disyariatkan untuk tunduk kepada Tuhan yang disembahnya, tunduk atas keagungan dan tenang karena kekuasaan-Nya dan merendah karna kemuliaan-Nya. Maka orang yang membungkukkan tulang belakangnya, meletakkan tubuhnya, disejajarkan kepalanya dan diluruskan sejajar dengan punggung sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya, dan mengucapkan tasbih pada-Nya yang diiringi ucapan pengagungan untuk-Nya, Subhâna Rabbiyal Azhimi.</p>
<p>Maka berkumpullah ketundukan hati dan ketundukan anggota badan, ketundukan ucapan dalam keadaan yang sempurna, serta berkumpul pada dzikir ini antara tunduk dan pengagungan kepada Tuhan-Nya dan menyucikan dirinya dari tunduk terhadap hamba. Tunduk adalah karakteristik seorang hamba dan keagungan adalah sifat Tuhan.</p>
<p>Kesempurnaan ibadah rukuk bertujuan agar hamba mengecilkan diri dan merasa lemah, di mana dengan menganggap diri kecil akan menghapus setiap bentuk pengagungan pada diri sendiri, dan menetapkan tempat itu untuk pengagungan kepada Tuhannya. Ketika di setiap pengagungan pada Allah mengambil tempat di hatinya, maka bertambahlah perasan kecil dan lemah pada dirinya. Maka proses rukuk bagi hati adalah dengan jiwa dan bertujuan pada anggota badan dengan ketundukan dan penyempurnaan terhadap-Nya. Subscribe Akun Youtube Belajar Sholat : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3365-manusia-dan-hidayah.html">Manusia Dan Hidayah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengucapkan Aamiin Setelah Al-Fatihah Ketika Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1251-mengucapkan-bacaan-aamiin-setelah-al-fatihah-ketika-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1251-mengucapkan-bacaan-aamiin-setelah-al-fatihah-ketika-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 May 2022 04:10:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[aamiin al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[aamiin dalam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[amien]]></category>
		<category><![CDATA[amin]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1251</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Mengucapkan Aamiin Mengucapkan Aamiin setelah Al-Fatihah dalam sholat hukumnya sunnah muakkadah, dibaca lirih ketika dalam sholat sirriyyah dan dikeraskan ketika dalam sholat jahriyyah. Dan makmum mengucapkan Aamiin bersamaan dengan imam dan inilah pendapat madzhab Syafi&#8217;iyah, Hanabilah, Jumhur Ulama dan Ahlul Hadis. Dalil Disunnahkan Mengucapkan Aamiin dalam Sholat Dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, sesungguhnya Nabi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1251-mengucapkan-bacaan-aamiin-setelah-al-fatihah-ketika-sholat.html">Mengucapkan Aamiin Setelah Al-Fatihah Ketika Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Mengucapkan Aamiin</strong></h2>
<p>Mengucapkan Aamiin setelah Al-Fatihah dalam sholat hukumnya sunnah muakkadah, dibaca lirih ketika dalam sholat sirriyyah dan dikeraskan ketika dalam sholat jahriyyah. Dan makmum mengucapkan Aamiin bersamaan dengan imam dan inilah pendapat madzhab Syafi&#8217;iyah, Hanabilah, Jumhur Ulama dan Ahlul Hadis.</p>
<h3><strong>Dalil Disunnahkan Mengucapkan Aamiin dalam Sholat</strong></h3>
<p>Dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">إذا أمَّن الإمامُ فأمِّنوا؛ فإنَّه مَن وافَقَ تأمينُه تأمينَ الملائكةِ، غُفِرَ له ما تقدَّمَ مِن ذَنبِه</p>
<p>Apabila imam mengucapkan <a href="https://islamqa.info/ar/answers/222387/%D9%8A%D8%B5%D9%84%D9%8A-%D9%85%D8%B9-%D9%82%D9%88%D9%85-%D9%84%D8%A7-%D9%8A%D8%AC%D9%87%D8%B1%D9%88%D9%86-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%A7%D9%85%D9%8A%D9%86-%D8%A8%D8%B9%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%A7%D8%AA%D8%AD%D8%A9" target="_blank" rel="noopener">Aamiin</a>, maka (makmum) ucapkan juga Aamiin, barangsiapa yang ucapan aamiinnya bersamaan dengan para malaikat akan diampuni dosanya yang telah lalu.&#8221; (HR. Bukhari 780, Muslim 410)</p>
<h3><strong>Bacaan Aamiin yang Benar dalam Sholat</strong></h3>
<p>Sebagian saudara kita tidak memperhatikan dengan baik cara membaca Aamiin saat berdoa atau setelah <a href="https://belajarsholat.com/membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat-1212.html" target="_blank" rel="noopener">membaca Al-fatihah</a> baik di dalam atau di luar sholat.</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin &#8216;Abdullah As-Suhaim hafidzahullah sampai mewanti-wanti,</p>
<p class="arab">أي قول : آمين . ولا يجوز تشديد الميم ، فإن المعنى يختلف ، وهو القصد ، ومنه قوله تعالى : (وَلا آَمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ ) أي قاصدين</p>
<p>Ucapkan Aamiin, jangan tasydidkan huruf mimnya (Aammin) karena maknanya berbeda, Aammiin artinya &#8220;menuju&#8221; sebagaimana firman Allah</p>
<p class="arab">وَلا آَمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ</p>
<p>Arti Aammin di ayat ini adalah &#8220;dan jangan (pula mengganggu) orang-orang yang menuju Baitullah.&#8221;</p>
<p>Kata آمِين berbentuk fi&#8217;il Amr (permintaan/permohonan). Kita memohon agar doa-doa kita diijabah oleh Allah ﷻ.</p>
<p>Ada 2 Cara Membaca Aamiin:</p>
<p><strong>1. آمِين &#8211; Aamiin</strong><br />
&#8211; Panjangkan huruf alif (A) dengan 2 harokat karena statusnya sebagai mad badal<br />
&#8211; Panjangkan huruf mim (Mi) dengan 2,4,6 harokat sebelum masuk ke waqaf huruf nun, karena statusnya Mad Arid Lissukun</p>
<p>Sehingga Aamiin آمِين bermakna اللهم استجب: Ya Allah Kabulkanlah (doa kami)</p>
<p><strong>2. أمين &#8211; Amiin</strong><br />
&#8211; Meringankan dan sedikit memendekkan huruf A<br />
&#8211; Memanjangkan huruf mim (Mi)<br />
Yang mempunyai arti sama Ya Allah Kabulkanlah (doa kami)</p>
<p>Hal ini sebagaimana dalam penjelasan Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir Surat Al-Fatihah</p>
<p class="arab">يستحب لمن قرأ الفاتحة أن يقول بعدها : آمين [ مثل : يس ] ، ويقال : أمين . بالقصر أيضا [ مثل : يمين ] ، ومعناه; اللهم استجب ، والدليل على ذلك ما رواه الإمام أحمد وأبو داود ، والترمذي ، عن وائل بن حجر</p>
<p>Disunnahkan bagi orang setelah membaca Al-Fatihah mengucapkan, &#8216;<strong>Aamiin</strong>, seperti Yaasiin&#8217;, dikatakan juga &#8216;<strong>Amiin</strong> dengan memendekkan semisal Yamiin&#8217; dan maknanya adalah اللهم استجب ya Allah kabulkanlah. (Tafsir Ibnu Katsir)</p>
<h3><strong>Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Makmum</strong></h3>
<ul>
<li>Sering mendahului ucapan Aamiin sebelum imam selesai ayat terakhir Al-Fatihah.</li>
<li>Mengakhirkan dan tidak bareng-bareng bersama imam dan makmum lainnya.</li>
<li>Tidak membaca Aamiin.</li>
</ul>
<p><strong>Jika ada saran dan kritik silahkan sampaikan ke admin@belajarsholat.com</strong></p>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1251-mengucapkan-bacaan-aamiin-setelah-al-fatihah-ketika-sholat.html">Mengucapkan Aamiin Setelah Al-Fatihah Ketika Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1251-mengucapkan-bacaan-aamiin-setelah-al-fatihah-ketika-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
