Rezeki Bisa Datang Karena Penuntut Ilmu
Dalam Islam, rezeki tidak selalu datang semata-mata karena usaha lahiriah yang tampak. Ada faktor keberkahan yang sering luput dari pandangan manusia. Salah satunya adalah keberkahan rezeki yang datang karena keberadaan penuntut ilmu. Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
Hadis tentang Rezeki dan Penuntut Ilmu
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ ﷺ، فَكَانَ أَحَدُهُمَا يَأْتِي النَّبِيَّ ﷺ، وَالآخَرُ يَحْتَرِفُ، فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ
“Dahulu ada dua orang bersaudara di masa Nabi ﷺ. Salah satu dari mereka datang kepada Nabi ﷺ (untuk menuntut ilmu), sedangkan yang lainnya bekerja mencari nafkah. Maka orang yang bekerja itu mengadukan saudaranya kepada Nabi ﷺ. Lalu Nabi ﷺ bersabda, ‘Bisa jadi engkau diberi rezeki justru karena dirinya.’”
(HR. at-Tirmidzi no. 2345, dinilai hasan)
Makna Hadis: Rezeki Tidak Selalu Karena Usaha yang Tampak
Hadis ini memberikan pelajaran besar bahwa rezeki tidak selalu berbanding lurus dengan kerja fisik atau aktivitas ekonomi semata. Orang yang secara kasat mata terlihat “produktif” belum tentu menjadi sebab utama datangnya rezeki tersebut. Bisa jadi, Allah melapangkan rezeki seseorang karena ada orang shalih atau penuntut ilmu yang ia tanggung dan bantu.
Penuntut ilmu syar’i, meskipun tampak tidak menghasilkan secara materi, memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Keberadaannya bisa menjadi sebab turunnya rahmat, keberkahan, dan rezeki bagi keluarga atau orang-orang di sekitarnya.
Jangan Merasa Rugi Menopang Penuntut Ilmu
Hadis ini menjadi penguat hati bagi orang tua, donatur, muhsinin, dan siapa saja yang menginfakkan hartanya untuk pendidikan Islam dan para penuntut ilmu. Jangan pernah merasa rugi atau terbebani. Bisa jadi harta yang bertambah, usaha yang lancar, dan hidup yang terasa lapang adalah buah dari keikhlasan dalam menopang ilmu.
Dalam banyak realitas kehidupan, kita melihat orang yang sederhana secara usaha, namun rezekinya mengalir dengan cara yang tak disangka-sangka. Islam mengajarkan bahwa keberkahan sering datang melalui sebab-sebab yang tersembunyi, salah satunya adalah doa dan keberadaan orang-orang shalih.
Menopang Ilmu: Investasi Dunia dan Akhirat
Mendukung penuntut ilmu bukan hanya investasi akhirat, tetapi sering kali juga menjadi sebab kebaikan dunia. Ilmu yang dipelajari akan menjaga agama, memperbaiki umat, dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, baik bagi penuntut ilmu maupun orang-orang yang membantu mereka.
Hadis ini mengajarkan kita untuk meluruskan cara pandang tentang rezeki. Jangan meremehkan orang yang fokus menuntut ilmu, dan jangan merasa berat saat Allah memberi kita amanah untuk menopang mereka. Bisa jadi, justru melalui merekalah rezeki dan keberkahan hidup kita mengalir.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai ilmu, memuliakan penuntutnya, dan diberkahi rezeki dunia serta akhirat.









