<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>al fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/al-fatihah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 14:48:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>al fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-fatihah (2)</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 14:45:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Lanjutan dari postingan Sebelumnya. Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah basmalah secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca basmalah saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa basmalah termasukdari Fatihah) karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama memasukkan basmalah sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah</strong></h2>
<p>Lanjutan dari postingan Sebelumnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong>Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah </strong><strong><em>basmalah </em></strong>secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca <em>basmalah </em>saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa <em>basmalah </em>termasukdari Fatihah) karena Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>memasukkan <em>basmalah </em>sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Mereka berdua men<em>shohih</em>kan hadis tersebut. Tetapnya <em>basmalah </em>secara hukum sebagai salah satu dari ayat Fatihah cukup menurut <em>dzon </em>atau sangkaan, bukan keyakinan. Jumlah ayat Fatihah ada 7 (tujuh). Jumlah kalimahnya ada 29.</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Tidak melakukan <em>lahn </em>(kesalahan membaca) yang dapat merusak makna. Syarqowi mengatakan bahwa istilah <em>lahn </em>menurut Fuqoha mencakup merubah <em>i’rob </em>dan mengganti hurufsatu dengan huruf lain. Adapun <em>lahn </em>menurut ulama bahasa dan Nahwu berarti merubah <em>i’rob </em>dan keliru dalam <em>i’rob</em>.<br />
Yang dimaksud dengan <em>“lahn (kesalahan membaca) yang dapat merusak makna” </em>adalah memindah makna <em>kalimah </em>ke makna lain, atau menjadikan <em>kalimah </em>tidak memiliki makna sama sekali, kemudian <em>lahn </em>menjadi ‘الزاي’, atau meng<em>isybak tasydid </em>pada huruf <em>lam </em>/ل/ dari lafadz ‘الذين’ sekiranya seolah-olah mengeluarkan huruf <em>alif </em>setelahnya karena dapat merubah makna.</li>
</ol>
<ol start="9">
<li>Membaca Fatihah dilakukan pada saat rukun berdiri dalam sholat fardhu. Artinya disyaratkan melakukan bacaan Fatihah dengan setiap huruf-hurufnya pada saat berdiri atau gantinya (duduk, tidur miring, berbaring). Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></li>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar seluruh huruf- huruf Fatihah saat membacanya ketika ia memiliki pendengaran sehat dan tidak ramai tempatnya.</li>
<li>Bacaan Fatihah tidak disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan <em>maslahat </em>sholat, seperti dzikir-dzikir yang telah disebutkan sebelumnya. Berbeda apabila dzikir yang menyela-nyela Fatihah memiliki hubungan dengan <em>maslahah </em>sholat, seperti bacaan <em>amin </em>karena <em>bacaan </em>imam, bacaan <em>fath</em> kepada imam meskipun bukan di saat membaca Fatihah.<br />
<em>Musholli </em>tidak membacakan <em>fath </em>kepada imam kecuali ketika imam berhenti dan diam. Adapun selama imam masih ragu atau bingung tentang ayat yang ia baca maka <em>makmum </em>tidak perlu membaca <em>fath </em>kepadanya, jika <em>makmum </em>membacanya maka bacaan Fatihah terputus. Akan tetapi, apabila waktu wholat mepet, dan imam masih ragu dan bingung tentang ayat yang ia baca, maka <em>makmum </em>membaca bacaan <em>fath </em>dan bacaan Fatihahnya tidak terputus.<br />
Saat membaca bacaan <em>fath</em>, wajib menyengaja membaca (<em>qiroah</em>) meskipun disertai menyengaja mengajari. Apabila <em>musholli </em>menyengaja mengajari saja, atau memutlakkan, atau menyengaja salah satu dari membaca dan mengajari, tetapi tidak jelas yang mana, maka sholatnya batal. Mengecualikan dengan &#8216;karena bacaan imam’ adalah bacaan dari selainnya meskipun <em>makmum lain </em>sehingga apabila <em>musholli </em>membaca <em>amin </em>atau bacaan <em>fath </em>karena bacaan dari selain imam maka Fatihahnya terputus.<br />
Sama seperti bacaan <em>amin </em>adalah <em>sujud tilawah </em>bersama imam. Artinya apabila <em>musholli </em>melakukan <em>sujud tilawah </em>bersama orang lain (bukan imamnya) dengan keadaan tahu dan sengaja maka sholatnya batal.</li>
</ol>
<ol start="12">
<li>Disyaratkan juga membaca Fatihah dengan Bahasa Arab, bukan terjemahannya dengan hahasa lain meskipun ia tidak mampu menggunakan Bahasa Arab. Begitu juga pengganti Fatihah harus dengan Bahasa Arab apabila penggantinya itu adalah Quran. Sedangkan apabila penggantinya bukan Quran, alias dzikir atau doa, maka <em>musholli </em>yang tidak mampu menggunakan Bahasa Arab boleh menerjemahkan dengan Bahasa lain.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah adalah bahwa <em>musholli </em>tidak membacanya dengan jenis bacaan <em>syadz </em>(langka) yang dapat merubah makna.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah tidak adanya <em>shorif.</em> Apabila <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tujuan memuji maka tidak mencukupinya karena adanya <em>shorif </em>yang berupa memuji. Melainkan ia harus membaca Fatihah dengan tujuan <em>qiroah </em>(membaca) atau memutlakkan.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Membaca Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 14:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah. Syarat-syarat membaca Fatihah dalam sholat ada 10 (sepuluh)], bahkan lebih banyak; yaitu; Tertib, yaitu musholli membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada. [Muwalah], yaitu musholli membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah.</p>
<p><strong>Syarat-syarat membaca Fatihah </strong>dalam sholat <strong>ada 10 (sepuluh)]</strong>, bahkan lebih banyak; yaitu;</p>
<ol>
<li>Tertib, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada.</li>
<li><strong>[</strong><strong><em>Muwalah</em></strong><strong>]</strong>, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat, meskipun hanya sedikit, seperti bacaan <em>hamdalah </em>ketika <em>musholli </em>bersin, dan meskipun disunahkan untuk dibaca saat di luar sholat, seperti menjawab <em>muadzin</em>, maka <em>muwalah</em>nya terputus dan <em>musholli </em>wajib mengulangi bacaan Fatihah-nya dan sholatnya tidak batal.
<p>Begitu juga dapat memutus <em>muwalah </em>Fatihah adalah apabila bacaan Fatihahnya disela-selai oleh bacaan <em>sholawat </em>atas Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</p>
<p></em>Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain atau <em>sholawat </em>atau bacaan lain seperti di atas, tetapi karena lupa, maka tidak memutus <em>muwalah</em>, sehingga <em>musholli </em>langsung dapat meneruskan bacaan Fatihahnya. Termasuk memutus <em>muwalah </em>bacaan Fatihah adalah bacaan <em>tasbih </em>oleh <em>musholli </em>karena ada orang lain yang meminta izin darinya.</li>
<li>Menjaga huruf-huruf Fatihah (<em>muro’atu hurufiha</em>). Jumlah awal huruf-hurufnya adalah 138 huruf dengan memasukkan <em>alif-alif washol </em>dalam hitungan. Adapun ketika huruf-huruf yang ber<em>tasydid </em>dihitung sendiri serta dua <em>alif </em>dari lafadz ‘صراط’ di dua tempat dan dua <em>alif </em>lafadz ‘الضآلين ’ maka jumlahnya menjadi huruf dengan mengikut sertakan <em>alif</em>. Apabila <em>musholli </em>menggugurkan atau menghilangkan satu huruf saja dari 155 atau 156 huruf tersebut maka sholatnya tidak sah.<br />
Silahkan baca juga artikel tentang : <a title="Syarat Membaca Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3559-syarat-membaca-al-fatihah.html">Syarat Membaca Al-fatihah</a></li>
</ol>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Dikatakan (<em>qiila</em>) bahwa huruf-huruf Fatihah yang tanpa diulang-ulang berjumlah 22 huruf, yaitu sama dengan jumlah tahun dimana lamanya al-Quran diturunkan. Hal ini merupakan sebuah rahasia atau hikmah yang indah. Begitu juga, Surat an-Naas memiliki jumlah huruf yang tidak diulang-ulang sebanyak 22 huruf. Permulaan al-Quran adalah huruf /ب/ dari lafadz ‘ بسم’ dan akhir hurufnya adalah huruf /س / dari lafadz ‘ الناس ’.</p>
<ol start="4">
<li>Menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah. Syaikhul Islam berkata dalam kitab <em>Fathul Wahab </em>bahwa kewajiban menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah berdasarkan alasan karena <em>tasydid </em>adalah <em>hai-at </em>(keadaan) huruf-huruf yang di<em>tasydid </em>itu sendiri sehingga kewajiban menjaga huruf-huruf bacaan Fatihah mencakup kewajiban menjaga <em>hai-ah</em>nya</li>
<li>Tidak diam lama secara mutlak tanpa <em>udzur </em>ketika membaca Fatihah. Sedangkan apabila ada <em>udzur</em>, seperti bodoh, lupa, lalai, atau gagap maka tidak apa-apa.</li>
<li>Tidak diam sebentar saat membaca Fatihah yang mana <em>musholli </em>menyengaja memutus bacaan dengan diam sebentarnya tersebut. Berbeda apabila ia menyengaja memutus bacaan Fatihah tetapiia tidak diam maka bacaannya tidak batal. Perbedaan antara tidak batalnya menyengaja memutus bacaan Fatihah dan batalnya menyengaja memutus niat adalah bahwa niat merupakan salah satu rukun sholat yang wajib di<em>langgeng</em>kan secara hukum, sedangkan proses <em>melanggengkan secara hukum </em>tersebut tidak mungkin terjadi jika disertai dengan niatan memutus. Adapun membaca Fatihah tidak membutuhkan niat tertentu sehingga menyengaja memutusnya pun tidak berpengaruh.<br />
Lanjut kepostingan berikutnya.&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rukun Keempat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 19:53:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aamiin al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[eukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3723</guid>

					<description><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah : Membaca Surat al-Fatihah Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi musholli yang sholat di tempat yang gelap. Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>ٌRukun SHolat yang ke empat adalah :</p>
<ol start="4">
<li>
<h2><strong>Membaca Surat al-Fatihah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang keempat adalah membaca al-Fatihah, baik dengan cara hafalan, dituntun oleh orang lain, melihat pada mushaf, atau dengan cara yang lain meskipun harus dengan menggunakan perantara lampu bagi <em>musholli </em>yang sholat di tempat yang gelap.</p>
<p>Membaca al-Fatihah wajib dilakukan di setiap rakaat sholat, baik berupa sholat <em>sirriah</em>7 atau <em>jahriah</em>, baik <em>musholli </em>adalah sebagai imam, atau makmum, atau <em>munfarid </em>(sendirian).</p>
<p>Kewajiban membaca Fatihah dalam sholat berdasarkan pada hadis yang terdapat di dua kitab <em>Shohih</em>, “Tidaklah sah sholat orang yang belum membaca al-Fatihah.” Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih</em>, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama. Baca juga artikel Tentang :<a title="Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3352-ayat-ke-5-surah-al-fatihah.html">Ayat Ke 5 Surah Al-fatihah</a></em></p>
<p>bahwa beliau bersabda, ‘Barang siapa melaksanakan sholat sedangkan ia tidak membaca al-Fatihah maka sholatnya tidak sempurna (3 x diucapkan).’ Kemudian dikatakan kepada Abu Hurairah, ‘Kalau sebagai makmum yang berada di belakang imam, bagaimana membaca al-Fatihah-nya?’ Abu Hurairah menjawab,‘Bacalah al-Fatihah di dalam hatimu karena aku mendengar Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>mengatakan; <em>Allah </em><em>berfirman, ‘Aku telah membagi sholat antara Diri</em><em>-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Bagi hamba-Ku, ia memperoleh apa yang ia </em><em>minta.’ Ketika hamba mengucapkan </em>Alhamdulillahi rabbil ‘alamin <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuji-</em><em>Ku.’ </em></p>
<p><em>Ketika hamba </em><em>mengucapkan,</em> <em>maka Allah berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah memuja-</em><em>Ku.’ Ke</em><em>tika hamba mengucapkan </em>Arrahman Arrahim <em>maka Allah </em><em>berfirman, ‘Hamba</em><em>-Ku telah mengagungkan-</em><em>Ku.’ Ketika hamba </em><em>Mengucapkan</em> Iyyakana’budu Wa Iyyaka Nas ta’in <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah </em><em>hubungan antara diri-Ku dan hamba-Ku. Baginya memperoleh apa </em><em>yang ia minta.’ </em><em>Ketika hamba mengucapkan </em>Ihdinash shirotol mustaqim <em>maka Allah berfirman, ‘Ini adalah untuk hamba</em><em>-Ku. Baginya </em><em>memperoleh apa yang ia minta.’ </em>Hadis ini riwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca Fatihah maka wajib atasnya membaca ayat-ayat lain dari al-Quran yang seukuran dengan kuantitas Fatihah meskipun terpisah-pisah sebagaimana menurut pendapat <em>mu’tamad</em>. Kemudian apabila ia tidak mampu membaca ayat-ayat lain dari al-Quran maka wajib atasnya membaca dzikir atau doa yang sama kuantitasnya dengan Fatihah. Dalam bacaan dzikir atau doa ini, disyaratkan harus berjumlah 7 (tujuh) jenis.</p>
<h2>Doa dihukumi sama seperti dzikir.</h2>
<p>Yang <em>mu’tabar</em><em>, </em>doa-doa yang dibaca sebagai ganti al-Fatihah adalah doa-doa yang berhubungan dengan perkara-perkara akhirat. Apabila <em>musholli </em>tidak hafal doa-doa akhirat maka ia berdoa dengan doa-doa yang berkaitan dengan duniawi.</p>
<p>Dalam berdoa, <em>musholli </em>diwajibkan menggunakan Bahasa Arab, jika tidak mampu menggunakannya maka ia menerjemahkan doa dengan bahasa manapun (seperti Jawa, Indonesia, dan lain-lain). Dalam membaca doa, <em>musholli </em>diwajibkan mendahulukan menerjemahkan doa akhirat daripada doa duniawi yang berbahasa Arab. Apabila ia hanya mengetahui doa duniawi, maka ia membaca doa tersebut dan dihukumi sudah mencukupi.Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal akhirat</p>
<p>adalah;<em>Ya Allah! Ampunilah aku. Sayangilah aku. Maafkanlah aku. Dan ridhoilah aku. </em></p>
<p>Termasuk doa yang berhubungan dengan perihal dunia adalah;<em>Ya Allah! Berilah aku rizki istri yang cantik atau yang kaya. </em></p>
<p>Kemudian apabila <em>musholli </em>tidak mampu membaca dzikir atau doa maka ia wajib berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah. Ia tidak boleh menerjemahkan Fatihah dan ayat-ayat lain dari al-Quran yang sebagai ganti dari Fatihah ke bahasa lain.</p>
<p>Berbeda dengan <em>takbir</em>, maka ketika <em>musholli </em>tidak mampu mengucapkannya dengan Bahasa Arab maka ia menerjemahkannya ke bahasa lain. Bagi <em>musholli </em>yang hanya berdiri seukuran lamanya membaca Fatihah tidak diwajibkan men<em>komat-kamit</em>kan atau menggerak-gerakkan lisannya, kecuali bagi <em>musholli </em>yang bisu bukan bawaan lahir.</p>
<p>Yuk subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3723-rukun-keempat-sholat.html">Rukun Keempat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ar-rahman Ar-rahim</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 00:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ar-Rahmân ar-Rahim (Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang) ‌‌‌‌‌‌الرحمن الرحيم ‌‌‌‌ ثم يشهد عند ذكر اسم &#8220;الرحمن&#8221; جل جلاله ربًا محسنًا إلى خلقه بأنواع الإحسان متحببًا إليهم بصنوف النعم، وسع كل شيء رحمة وعلمًا، وأوسع كل مخلوق نعمة وفضلا فوسعت رحمته كل شيء ووسعت نعمته كل حي، فبلغت رحمته حيث بلغ علمه، فاستوى على عرشه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html">Ar-rahman Ar-rahim</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Ar-Rahmân ar-Rahim </strong>(Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌الرحمن الرحيم</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
ثم يشهد عند ذكر اسم &#8220;الرحمن&#8221; جل جلاله ربًا محسنًا إلى خلقه بأنواع الإحسان متحببًا إليهم بصنوف النعم، وسع كل شيء رحمة وعلمًا، وأوسع كل مخلوق نعمة وفضلا فوسعت رحمته كل شيء ووسعت نعمته كل حي، فبلغت رحمته حيث بلغ علمه، فاستوى على عرشه برحمته، وخلق خلقه برحمته وأنزل كتبه برحمته، وأرسل رسله برحمته وشرع شرائعه برحمته، وخلق الجنة برحمته، والنار أيضًا برحمته، فإنها سوطه الذي يسوق به عباده المؤمنين إلى جنته، ويطهر بها أدران الموحدين من أهل معصيته وسجنه الذي يسجن فيه أعداءه من خليقته.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
فتأمل ما في أمره ونهيه ووصاياه ومواعظه من الرحمة البالغة، والنعمة السابغة، وما في حشوها من الرحمة والنعمة، فالرحمة هي السبب المتصل منه بعباده، كما أن العبودية هي السبب المتصل منهم به، فمنهم إليه العبودية ومنه إليهم الرحمة.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ومن أخص مشاهد هذا الاسم شهود المصلي نصيبه من الرحمة الذي أقامه بها بين يدي ربه، وأهله لعبوديته ومناجاته، وأعطاه ومنع غيره وأقبل بقلبه وأعرض بقلب غيره وذلك من رحمته به</p>
<h2>Tatkala seseorang menyebut nama ar-Rahmân (yang Maha Pengasih)</h2>
<p>hendaklah dia menyaksikan betapa luhurnya Allah yang telah berbuat baik kepada para makhluk-Nya dengan berbagai macam kebaikan dan mencintai para makhluk-Nya dengan mencurahkan berbagai kenikmatan bagi mereka.</p>
<p>Kasih sayang dan ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, serta nikmat dan anugerahnya dicurahkan kepada semua makhluk-Nya. Kasih sayang-Nya tercurah kepada setiap sesuatu dan nikmat dati-Nya diberikan kepada semua makhluk hidup. Kasih sayang-Nya menjulang tinggi setinggi ilmu-Nya. Dia menetap di atas arsy dengan rahmat-Nya.</p>
<p>Dia menciptakan makhluk dengan rahmat-Nya. Dia menurunkan kitab dengan rahmat-Nya. Dia mengutus utusan dengan rahmat-Nya. Dia menentukan syariat dengan rahmat-Nya. Dia menciptakan surga dan neraka juga dengan rahmat-Nya.</p>
<p>Rahmat adalah cambuk-Nya yang menuntun orang-orang mukmin sehingga menuju ke surga Nya. Dengan rahmat-Nya pula orang-orang beriman yang melakukan maksiat dibersihkan dari noda dan dosa.</p>
<p>Silahkan Baca Juga artikel Tentang : <a title="Mukjizat Nabi Saat Sholat Jamaah, Bisa Melihat Dari Punggung" href="https://belajarsholat.com/2693-mukjizat-nabi-saat-sholat-jamaah-bisa-melihat-dari-punggung.html">Mukjizat Nabi Saat Sholat Jamaah, Bisa Melihat Dari Punggung</a></p>
<h2>Renungkanlah perintah, larangan, wasiat, dan petunjuk-Nya!</h2>
<p>Semua didasari oleh kasih sayang yang sangat tinggi dan nikmat yang tiada terkira. Selain itu, di tengah-tengahnya terdapat kasih sayang dan nikmat dari-Nya. Rahmat adalah sebab yang menghubungkan dia dengan para hamba-Nya, sedangkan ibadah adalah sebab yang menghubungkan para hamba-Nya kepada-Nya Artinya, para hamba-Nya berhubungan kepada-Nya dengan perantara ibadah, sedangkan dia berhubungan dengan para hamba-Nya melalui kasih sayang-Nya.</p>
<p>Salah satu spesifikasi yang dimiliki oleh nama ini adalah orang yang sholat akan menyaksikan rahmat yang merupakan bagiannya, saat dia bisa melakukan sholat menghadap Tuhan-nya, dia bisa beribadah dan munajat kepada-Nya, serta dia diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada orang selainnya. Sehingga hatinya bisa menghadap kepada-Nya, sementara hati orang lain tidak bisa menghadap-Nya. Inilah salah satu rahmat Allah yang diberikan kepada orang itu.</p>
<h2><strong>Maliki Yaumiddin </strong>(Yang Menguasai Hari Pembalasan)</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌مالك يوم الدين</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فإذا قال: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} فهنا شهد المجد الذي لا يليق بسوى الملك الحق المبين فيشهد ملكًا قاهرًا قد دانت له الخليقة وعنت له الوجوه، وذلت لعظمته الجبابرة، وخضع لعزته كل عزيز، فيشهد بقلبه ملكًا على عرش السماء مهيمنًا لعزته تعنو الوجوه وتسجد وإذا لم تعطل حقيقة صفة الملك أطلعته على شهود حقائق الأسماء والصفات التي تعطيلها تعطيل لملكه وجحد له، فإن الملك الحق التام الملك: لا يكون إلا حيا قيومًا سميعًا بصيرًا مدبرًا قادرًا متكلمًا آمرًا ناهيًا مستويًا على سرير مملكته، يرسل إلى أقاصي مملكته بأوامره، فيرضى على من يستحق الرضا، ويثيبه ويكرمه ويدنيه ويغضب على من يستحق الغضب ويعاقبه ويهينه ويقصيه فيعذب من يشاء ويرحم من يشاء ويعطي من يشاء، ويقرب من يشاء، ويقصي من يشاء، له دار عذاب، وهي النار، وله دار سعادة عظيمة، وهي الجنة فمن أبطل شيئَا من ذلك، أو جحده وأنكر حقيقته فقد قدح في ملكه سبحانه وتعالى ونفى عنه كماله وتمامه، وكذلك من أنكر عموم قضائه وقدره فقد أنكر عموم ملكه وكماله، فيشهد المصلي مجد الرب تعالى في قوله: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}</p>
<h2>Ketika seseorang mengucapkan, Yang Menguasai Hari Pembalasan,</h2>
<p>maka dia akan menyaksikan keagungan yang tidak pantas disandang oleh selain penguasa yang sebenarnya dan hakiki. Dia akan menyaksikan penguasa vang sangat berkuasa. Semua makhluk akan berusaha untuk bisa dekat kepada-Nya, setiap wajah tertunduk di hadapan-Nya, setiap penguasa yang tiruan menjadi hina di hadapan-Nya, dan setiap orang yang berkedudukan tinggi merasa kecil di hadapan-Nya.</p>
<p>Dengan demikian, hatinya akan menyaksikan penguasa yang menguasai arsy di langit dan karna keluhuran-Nya para wajah bersimpuh dan bersujud. Jika seseorang tidak mengabaikan hakikat dari sifat Allah Yang Maha Menguasai, niscaya dia akan melihat hakikat nama-nama dan sifat-sifat Allah. Sedangkan orang yang mengabaikan hakikat ini, berarti dia mengabaikan dan menentang ke Maha kuasaan Allah.</p>
<p>Sebab, raja sesungguhnya yang memiliki kerajaan yang sempurna adalah raja yang Maha hidup, Maha Berdiri, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengurusi, Mahakuasa, Maha Berbicara, Maha Memerintah, dan Maha Melarang. Dia (Allah) berada di atas singgasana kerajaan-Nya, mengutus ke seluruh pelosok kerajaan-Nya untuk membawa perintah-Nya.</p>
<p>Dia akan meridhai orang yang berhak mendapat ridha lalu memberi pahala, memuliakan dan dekat dengan orang itu. Sebaliknya, dia akan murka terhadap orang yang pantas dimurkai lalu menyiksa, menghinakan dan berbuat keras terhadap orang itu. Dia menyiksa setiap orang yang dikehendaki-Nya dan menyayangi orang yang dikehendaki-Nya.</p>
<p>Dia memberi kepada orang yang dikehendaki-Nya, mendekat kepada orang yang dikehendak-Nya dan berbuat keras kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dia memiliki tempat penyiksaan yaitu neraka dan Dia memiliki tempat kebahagiaan yang tiada terkira yaitu surga. Siapa yang tidak memercayai atau mengingkari semua hakikat ini, berarti dia telah mencela kerajaan-Nya dan menafikan sifat-sifat kesempurnaan yang dimiliki-Nya.</p>
<p>Begitu pula orang yang mengingkari qadha&#8217; dan qadar-Nya secara global, berarti dia telah mengingkari kerajaan dan kesempurnaan-Nya secara global. Dengan demikian, seorang yang sholat menyaksikan keagungan Tuhan-nya yang terangkum dalam firman-Nya, Yang Menguasai Hari Pembalasan.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html">Ar-rahman Ar-rahim</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Al-Fatihah Latin dan Artinya</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1152-surat-al-fatihah-latin-dan-artinya.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1152-surat-al-fatihah-latin-dan-artinya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2022 20:32:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1152</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm 1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ar-raḥmānir-raḥīm 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ māliki yaumid-dīn 4. Yang menguasai di Hari Pembalasan. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1152-surat-al-fatihah-latin-dan-artinya.html">Surat Al-Fatihah Latin dan Artinya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ</p>
<p><em>bismillāhir-raḥmānir-raḥīm</em></p>
<p>1. Dengan <a href="https://belajarsholat.com/sunnah-sunnah-sholat-qauliyah-1144.html" target="_blank" rel="noopener">menyebut</a> nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.</p>
<p class="arab">ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ</p>
<p><em>al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn</em></p>
<p>2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.</p>
<p class="arab">ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ</p>
<p><em>ar-raḥmānir-raḥīm</em></p>
<p>3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.</p>
<p class="arab">مَٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ</p>
<p><em>māliki yaumid-dīn</em></p>
<p>4. Yang menguasai di Hari Pembalasan.</p>
<p class="arab">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</p>
<p><em>iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn</em></p>
<p>5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.</p>
<p class="arab">ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ</p>
<p><em>ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm</em></p>
<p>6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,</p>
<p class="arab">صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ</p>
<p><em>ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn</em></p>
<p>7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1152-surat-al-fatihah-latin-dan-artinya.html">Surat Al-Fatihah Latin dan Artinya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1152-surat-al-fatihah-latin-dan-artinya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2022 14:03:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Fatihah dalam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Al-Fatihah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1212</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membaca Surat Al Fatihah di Setiap Rakaat Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat hukumnya wajib dan dan termasuk bagian dari rukun sholat. Berdasarkan hadis dari Ubadah bin ash Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ “Tidak sah sholat seorang hamba yang tidak membaca surat Al [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Membaca Surat Al Fatihah di Setiap Rakaat</strong></h2>
<p>Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat hukumnya wajib dan dan termasuk bagian dari rukun sholat. Berdasarkan hadis dari Ubadah bin ash Shamit <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ</p>
<p><em>“Tidak sah sholat seorang hamba yang tidak membaca surat Al Fatihah di dalamnya.”</em> [HR. Bukhari 756]</p>
<p>Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama</p>
<p class="arab">من صلَّى صلاةً لم يقرأْ فيها بفاتحةِ الكِتابِ، فهي خِداجٌ ,يقولُها ثلاثًا</p>
<p><em>Barang siapa yang didalam sholatnya tidak membaca pembuka Al-Quran (Al-Fatihah) maka sholatnya cacat. Dan beliau mengulanginya tiga kali.</em> (HR. Muslim 395)</p>
<p>Dalam Nailul Author خِداجٌ bermakna: Kurang/Cacat. Untuk itu, sejatinya sholat yang CACAT tidak disebut sholat yang benar. (Nailul Author, Asy-Syaukani 2/243).</p>
<p>Seorang yang sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun munfarid hendaknya memperhatikan bacaan surat Al-Fatihahnya. Barangsiapa sengaja meninggalkan satu huruf saja dalam <a href="https://belajarsholat.com/surat-al-fatihah-latin-dan-artinya-1152.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>surat Al-Fatihah</strong></a>, maka sholatnya tidak sah. Syeikh Sa’ad bin Ali Al Qahthani rahimahullahu menjelaskan,</p>
<p class="arab">فيها إحدى عشرة تشديدة، فإن ترك حرفا ولم يأت بما ترك لم تصح صلاته.</p>
<p>“Di dalam surat Al Fatihah terdapat 11 tasydid. Jika ia meninggalkan satu huruf saja dan tidak mengulanginya, maka sholatnya tidak sah.”[Arkaan ash Shalah Fii Dhaui al Kitaabi was Sunnati karya Syekh Sa’ad bin Ali al Qahthani 7-8]</p>
<h3><strong>Hukum Makmum Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat Jahriyah</strong></h3>
<p>Adapun makmum yang membaca Al-Fatihah dibelakang imam yang sholat jahriyah para ulama berbeda pendapat.</p>
<p><strong>Pendapat pertama, makmum tetap wajib membaca Al-Fatihah disetiap rakaat sholat sebagaimana keumuman dari hadis nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di atas.</strong></p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan “Perintah membaca Al-Fatihah telah ditetapkan bagi makmum (dalam shalat) jahriyah tanpa ada batasan. Hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dalam bab Qira’ah (bacaan)”.</p>
<p>Tirmizi, Ibnu Hibban dan yang lainnya menyebutkan sebuah riwayat Makhul dari Mahmud bin Rabi’ dari Ubadah</p>
<p class="arab">أَنَّ النَّبِيَّ &#8211; صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; ثَقُلَتْ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ فِي الْفَجْرِ , فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ : لَعَلَّكُمْ تَقْرَءُونَ خَلْفَ إِمَامِكُمْ ؟ قُلْنَا : نَعَمْ . قَالَ : فَلَا تَفْعَلُوا إِلا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ , فَإِنَّهُ لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِهَا &#8221; ا.هـ .</p>
<p>bahwa sesungguhnya terdengar oleh Nabi sallallahu’alaihi wasallam bacaan (seseorang) dalam sholat fajar. Ketika selesai, beliau berkata: “Sepertinya kalian membaca di belakang imam kalian?”. Kami menjawab: “Ya”. (Beliau) bersabda: “Jangan kamu lakukan (itu), selain (membaca) Fatihatul Kitab (Al-Fatihah), karena tidak sah sholat bagi seseorang yang tidak membacanya.”</p>
<p><strong>Pendapat kedua, dalam shalat jahriyah bacaan makmum ikut bacaan imam. Artinya makmum tidak perlu membaca surat Al-Fatihah di waktu imam membaca Jahr.</strong></p>
<p>Dalilnya adalah firman Allah:</p>
<p class="arab">( وإذا قُرِئ القرآن فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون ) الأعراف:204</p>
<p><em>“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.</em> (QS. Al-A’raf: 204)</p>
<p>Ibnu Hajar berkata: (Pendapat) yang menggugurkan bacaan Al-Fatihah dalam shalat jahriyah seperti pendapat Malikiyah berdalil dengan hadits</p>
<p class="arab">( وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا )</p>
<p>“Apabila (imam) membaca, maka kalian hendaknya diam”.</p>
<p>Ini adalah hadits shohih, diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari. Bagi orang yang mengatakan wajib (membaca) Al-Fatihah, mereka mengatakan bahwa (Al-Fatihah) dibaca setelah imam membaca Al-Fatihah dan sebelum memulai membaca surat (Al-Qur’an) lainnya. Atau dibaca ketika ada jeda imam sebentar. Ibnu Hajar berkata: “(Makmum hendaknya) diam ketika imam membaca dan membaca (Al-Fatihah) ketika (imam) diam”.</p>
<p class="arab">قال الشيخ ابن باز : المقصود بسكتات الإمام أي سكتة تحصل من الإمام في الفاتحة أو بعدها ، أو في السورة التي بعدها ، فإن لم يسكت الإمام فالواجب على المأموم أن يقرأ الفاتحة ولو في حال قراءة الإمام في أصح قولي العلماء . انظر فتاوى الشيخ ابن باز ج/11 ص/</p>
<p>Syekh Bin Baz berkata: Maksud jeda imam adalah jeda pada saat membaca Al-Fatihah, atau sesudahnya atau jeda saat membaca surat setelahnya. Seandainya imam tidak ada jeda, maka makmum tetap harus membaca Al-Fatihah meskipun saat itu imam dalam kondisi membaca, menurut pendapat yang kuat dari para ulama. (Silahkan lihat Fatawa Syekh Ibnu Baz, 11/221).</p>
<p>Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya seperti pertanyaan di atas, lalu dijawab: Yang benar di antara pendapat ulama adalah wajib membaca Al-Fatihah dalam shalat bagi munfarid (orang yang shalat seorang diri), imam dan makmun, baik shalat jahriyah maupun sirriyah, karena kebenaran dalil yang (menguatkan) akan hal itu dan dalil yang mengkhususkannya.</p>
<p>Adapun firman Allah dibawah ini Adalah bersifat umum,</p>
<p class="arab">( وإذا قُرِئ القرآن فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون ) الأعراف /204</p>
<p><em>“Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat</em>”. (QS. Al-A’raf: 204)</p>
<p>Begitu juga sabda Rasulullah <em>sallallahu’alaihi wasallam,</em></p>
<p class="arab">( وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا )</p>
<p>“Kalau (imam) membaca, maka hendaknya kalian diam”.</p>
<p>Juga bersifat umum, (mencakup) bacaan Al-Fatihah dan lainnya. (keumuman dalil ini) dikhususkan dengan hadits:</p>
<p class="arab">( لا صَلاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ) رواه البخاري، الأذان/714</p>
<p>“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah).” Sebagai upaya untuk mengkompromikan dalil-dalil yang ada.</p>
<p>Adapun hadits :</p>
<p class="arab">(من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة )</p>
<p>“Siapa mengikuti imam (dalam shalat), maka bacaan imam adalah bacaan baginya.”</p>
<p>Adalah hadits lemah. Juga tidak dibenarkan pendapat yang mengatakan bahwa ucapan “Aamiin” bagi makmum terhadap bacaan imam dari surat Al-Fatihah dapat menggantikan bacaan Al-Fatihah.</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<ol>
<li><em>https://islamqa.info/ar/answers/10995/قراءة-الفاتحة-في-الصلاة</em></li>
<li><em>https://dorar.net/feqhia/923/المطلب-الأول:-حكم-قراءة-الفاتحة-في-الصلاة</em></li>
</ol>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
