ArtMagz
  • About
  • Donasi
  • Academy
No Result
View All Result
ArtMagz
  • About
  • Donasi
  • Academy
No Result
View All Result
ArtMagz
No Result
View All Result
Home Kajian
Ramadhan Momentum Meningkatkan Taqwa – Makalah Kajian KMFH & KMFP UGM

Ramadhan Momentum Meningkatkan Taqwa – Makalah Kajian KMFH & KMFP UGM

Redaksi Belajarsholat.com by Redaksi Belajarsholat.com
March 3, 2026
in Kajian
0
Share on FacebookShare on Twitter

Ramadhan Momentum Taqwa

Oleh: Minanurrohman

Mengenal Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan ke-9 dalam hitungan hijriah. Makna ramadhan adalah membakar رَمِضَ – يَرْمَضُ

Ramadhan adalah bulan membakar segala doa yang kita jalani selama setahun sebelumnya

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi. (HR. Sahih Muslim no. 233)

Hukum Puasa

Puasa merupakan bagian dari rukun islam, dan hukumnya fardhu ain, sebagaimana dalam hadis dibawah ini,

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah ﷺ bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Ayat-Ayat Tentang Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 183)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah 185)

Hadis-hadis berkaitan dengan Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Apabila datang Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (Bukhari & Muslim)

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari & Muslim)

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ…

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa…” (Bukhari & Muslim)

Nabi ﷺ bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ…

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya…(HR. Musnad Ahmad no. 7148 (dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Dan juga dalam hadis qudsi

قالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: قالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ له، إلَّا الصِّيَامَ؛ فإنَّه لي، وأَنَا أجْزِي به، والصِّيَامُ جُنَّةٌ، وإذَا كانَ يَوْمُ صَوْمِ أحَدِكُمْ فلا يَرْفُثْ ولَا يَصْخَبْ، فإنْ سَابَّهُ أحَدٌ أوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ: إنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ. والذي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِن رِيحِ المِسْكِ. لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إذَا أفْطَرَ فَرِحَ، وإذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بصَوْمِهِ.

Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang mencelanya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’

Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.

Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: ketika ia berbuka ia bergembira, dan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya ia bergembira dengan puasanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Menata Ulang Taqwa Di Waktu Ramadhan

Kenapa di momen ramadhan kita menata ulang taqwa? Karena taqwa itu bisa naik turun sebagaimana yang dialami oleh para sahabat

عَنْ حَنْظَلَةَ الأُسَيِّدِىِّ قَالَ – وَكَانَ مِنْ كُتَّابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ – لَقِيَنِى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ قَالَ قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَا تَقُولُ قَالَ قُلْتُ نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ فَنَسِينَا كَثِيرًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ فَوَاللَّهِ إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا. فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَمَا ذَاكَ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِى وَفِى الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِى طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Dari Hanzholah Al-Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah ﷺ, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?”

Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah ﷺ, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasul ﷺ dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”

Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah ﷺ lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”

Rasulullah ﷺ lalu bersabda,

“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur dan di jalan kalian. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim, no. 2750).

Hikmah hadis diatas adalah kita yang imannya belum seberapa dibandingkan para sahabat tentu sangat mungkin mengalami pasang surut keimanan. Terkadang semangat itu membuncah di bulan Ramadhan, namun di luar Ramadhan kehidupan kita kembali biasa saja, bahkan tidak lebih baik dari sebelumnya.

Padahal hakikatnya, Rabb kita adalah Allah yang sama di bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya. Ibadah bukan hanya musiman, bukan hanya karena suasana, tetapi karena kebutuhan hati kita kepada-Nya.

Karena itu, yang kita perlukan bukan hanya semangat sesaat, tetapi kebiasaan dalam kebaikan, meskipun sedikit, lalu dijaga dengan istiqamah.

Ramadhan adalah momen tilawah dan tadarus Al-Qur’an.
Setelah Ramadhan, usahakan tetap ada waktu untuk membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, walau hanya beberapa ayat setiap hari.

Ramadhan adalah momen memperbanyak shalat sunnah.
Setelah Ramadhan, jangan tinggalkan qiyamul lail, dhuha, atau rawatib yang mampu kita jaga.

Ramadhan adalah momen memperbanyak sedekah.
Setelah Ramadhan, tetaplah membudayakan sedekah, karena tangan yang memberi tidak pernah merugi.

Ramadhan adalah momen menjaga lisan: tidak ghibah, tidak mencela, tidak mudah marah.
Setelah Ramadhan, jadikan lisan kita tetap bersih, karena satu kalimat bisa mengangkat derajat, dan satu kalimat pula bisa menjerumuskan.

Jangan jadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu kita taat. Jadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan. Ukuran keberhasilan Ramadhan bukan pada ramainya ibadah di dalamnya, tetapi pada bertahannya kebaikan setelah ia berlalu.

Istiqamah memang tidak selalu terasa hebat, tetapi ia dicintai Allah. Amal yang sedikit namun terus-menerus lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat.

Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap hidup, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang umur kita

Dua Godaan Seorang Hamba

Godaan internal (diri sendiri), menurutkan hawa nafsu

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. (QS. Yusuf 53)

Bahkan ada yang punya karakter buruk, yang lisannya sumpah serapah.. maka ini termasuk godaan yang berat untuk menghindarinya

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Sahih al-Bukhari no. 1903)

Godaan eksternal

Yaitu godaan dari dari setan wujud manusia ataupun wujud jin

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya ia hanya mengajak golongannya agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir 6)

فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. Al-An’am 43)

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

“Setan menjanjikan mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.” (QS. An-Nisa: 120)

Ujung dari godaan diatas adalah agar manusia bermaksiat di bulan ramadhan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tidak mendapatkan kecuali begadang.” (HR. Sunan Ibn Majah no. 1690 (dinilai shahih oleh sebagian ulama)

PESAN TAQWA UNTUK PEMBACA

Perjalanan kita masih panjang.

Hidup ini bukan sekadar tentang hari ini, bukan pula hanya tentang Ramadhan tahun ini. Kita sedang berjalan menuju sebuah pertemuan besar pertemuan dengan Allah.

Al-Qur’an telah mengingatkan bahwa setan adalah musuh nyata. Ia menggoda perlahan, menghias keburukan, membisikkan keraguan, dan menanamkan angan-angan palsu. Jika kita lengah, langkah kecil bisa berubah menjadi jurang yang dalam.

Karena itu, Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan haus. Ia adalah momen menata ulang arah hidup.

Allah berfirman:

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ramadhan adalah madrasah taqwa.

Saatnya membersihkan hati.

Saatnya memperbaiki niat.

Saatnya memperkuat benteng dari godaan setan.

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan.

Karena perjalanan kita masih panjang… dan bekal terbaik dalam perjalanan itu adalah taqwa.

Dan celakalah kita saat ramadhan, ternyata dosa kita tidak diampuni Allah ta’ala

Dari Ka’b ibn Ujrah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

صَعِدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمِنْبَرَ، فَقَالَ: آمِينَ، آمِينَ، آمِين

فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ صَعِدْتَ الْمِنْبَرَ فَقُلْتَ: آمِينَ، آمِينَ، آمِينَ؟

قَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَقَالَ

مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ

فَقُلْتُ: آمِينَ

قَالَ: وَمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ

فَقُلْتُ: آمِينَ

قَالَ: وَمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ

فَقُلْتُ: آمِينَ

Ketika Nabi ﷺ naik mimbar, beliau berkata: “Amin, amin, amin.”

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, engkau naik mimbar lalu mengucapkan amin tiga kali?”

Beliau menjawab: “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata:

‘Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosanya lalu ia masuk neraka, maka Allah menjauhkannya (dari rahmat-Nya). Katakan: Amin.’ Maka aku berkata: Amin.

Jibril berkata lagi:

‘Barangsiapa mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya, namun (kesempatan itu) tidak memasukkannya ke dalam surga lalu ia masuk neraka, maka Allah menjauhkannya. Katakan: Amin.’ Maka aku berkata: Amin.

Jibril berkata lagi:

‘Barangsiapa namamu disebut di sisinya namun ia tidak bershalawat kepadamu lalu ia mati dan masuk neraka, maka Allah menjauhkannya. Katakan: Amin.’ Maka aku berkata: Amin.”
(HR. Al-Bazar, Ath-Thobroni)

Semoga Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas, tapi menjadi titik balik menuju hati yang lebih hidup dan iman yang lebih kuat.

Wallahu a’lam.

Redaksi Belajarsholat.com

Redaksi Belajarsholat.com

Belajarsholat.com adalah website yang berisi pembelajaran tentang belajar tatacara sholat A-Z, bertujuan untuk mempermudah kaum muslimin belajar fikih sholat, termasuk permasalahan-permasalan kontempoterer yang berkaitan dengan sholat.

Related Posts

Lafal Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia
Doa & Dzikir

Lafadz Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia

by Redaksi Belajarsholat.com
April 14, 2026
Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa
Hukum Seputar Sholat

Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa

by Redaksi Belajarsholat.com
February 28, 2026
Hikmah Istighfar Setelah Sholat
Doa & Dzikir

Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat

by Redaksi Belajarsholat.com
February 1, 2026
Next Post
Lafal Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia

Lafadz Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia

Recommended

Bacaan Imam Untuk Meluruskan Shaf

Bacaan Imam Untuk Meluruskan Shaf

October 22, 2023
bacaan doa iftitah dan artinya perkata dan latinnya

Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Dilengkapi Latin

March 27, 2022
Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa

Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa

February 28, 2026
bacaan takbiratul ihram

Bacaan Takbiratul Ihram yang Benar dan Kesalahan-Kesalahan Saat Takbiratul Ihram

June 14, 2022
Lafal Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia

Lafadz Adzan Subuh Lengkap Arab dan Terjemah Indonesia

April 14, 2026
Ramadhan Momentum Meningkatkan Taqwa – Makalah Kajian KMFH & KMFP UGM

Ramadhan Momentum Meningkatkan Taqwa – Makalah Kajian KMFH & KMFP UGM

March 3, 2026
Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa

Hukum Berkumur saat Wudhu ketika Puasa

February 28, 2026
Hikmah Istighfar Setelah Sholat

Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat

February 1, 2026
Belajar Cara Sholat Lengkap

© 2024 Academy Belajar Sholat Indonesia

Navigate Site

  • About
  • Donasi
  • Academy

Follow Us

No Result
View All Result
  • About
  • Donasi
  • Academy

© 2024 Academy Belajar Sholat Indonesia