<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sholat tiang agama - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sholat-tiang-agama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sholat tiang agama - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sujud Dua Kali</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 09:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun SHolat yang Ke sembilan: Sujud Dua Kali Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat. Disunahkan ketika bersujud membaca; Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta memuji-Nya. Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, maka Rasulullah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Rukun SHolat yang Ke sembilan:</h3>
<ol start="9">
<li>
<h2><strong>Sujud Dua Kali </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat kesembilan adalah sujud dua kali. Rukun ini dilakukan di setiap rakaat sholat.</p>
<p>Disunahkan ketika bersujud membaca; <em>Maha Suci Tuhanku Yang Maha Luhur. Aku mensucikannya serta </em></p>
<p><em>memuji-Nya. </em>Diriwayatkan dari Utbah bin Amir bahwa ketika diturunkan ayat;<em>Maka bertasbilah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Agung, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,</p>
<p>“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam rukukmu.” Kemudian ketika diturunkan ayat; <em>Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Luhur, </em>maka Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda,“Jadikanlah ayat tersebut (bacaan) di dalam sujudmu.”</p>
<p>Asal kesunahan membaca <em>tasbih </em>dalam sujud dapat diperoleh dengan membacanya satu kali. Minimal yang paling sempurna adalah 3 kali, lalu 5 kali, lalu 7 kali, lalu 9 kali, lalu 11 kali. <em>Musholli </em>tidak boleh membaca <em>tasbih </em>lebih dari 3 kali kecuali apabila ia berstatus sebagai <em>munfarid </em>atau imam dari makmum yang jumlahnya terbatas yang rela kalau imam memperpanjang sujud dengan bacaan <em>tasbih </em>yang lebih tersebut (<em>ridho bit tathwil</em>), atau sebagai <em>makmum</em>. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Diulang-ulangnya Sujud" href="https://belajarsholat.com/3502-diulang-ulangnya-sujud.html">Diulang-ulangnya Sujud</a></p>
<p>M<em>usholli </em>yang sebagai <em>munfarid</em>, atau imam dari makmum yang <em>ridho bit tathwil</em>, atau makmum, hendaknya menambahi <em>tasbih </em>dalam sujud dengan membaca; <em>Ya Allah. Kepada-Mu, aku bersujud. Kepada-Mu, aku beriman. Kepada-Mu, aku pasrah. Diriku bersujud kepada Allah yang telah menciptakanku, membentuk jasadku, memberikan pendengaranku dan penglihatanku sebagai makhluk yang terbaik (manusia). Tabaarakallah</em></p>
<h2>Disunahkan memperbanyak doa di dalam sujud</h2>
<p>karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, “Hal yang paling mendekatkan hamba dengan Tuhannya (rahmat dan ampunan-Nya) adalah ketika ia bersujud. Oleh karena itu perbanyaklah berdoa [di dalam sujud kalian maka nyata jelas dikabulkan doa itu untuk kalian.” Al-Baghowi berkata dalam kitab <em>al-Mashoobih </em>dari riwayat Bukhori dan Muslim bahwa Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>berdoa di dalam sujudnya;<em>Ya Allah. Ampunilah dosaku seluruhnya, baik yang kecil ataupun besar, baik yang awal ataupun yang akhir, dan baik yang dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. </em></p>
<p>Aisyah berkata, “Aku kehilangan Rasulullah <em>shollallahu </em><em>‘alaihi wa sallama </em>di suatu malam. Kemudian aku mencarinya. Ternyata aku mendapatinya sedang berada di masjid. Ia sedang bersujud membaca; <em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemurkaan-Mu dan dengan penjagaan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung dengan-Mu dan dari-Mu. Aku tidak akan bisa </em><em>menghitung pujian untukmu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri. </em>Disunahkan membuka kedua mata ketika bersujud.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3732-sujud-dua-kali.html">Sujud Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ketiga</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 01:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat Menutup aurat Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap. Syarat menutup aurat ini dibebankan atas musholli yang mampu menutupinya, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat</h2>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong> Menutup aurat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap.</p>
<p>Syarat menutup aurat ini dibebankan atas <em>musholli </em>yang mampu menutupinya, meskipun harus dengan cara meminjam atau menyewa. Oleh karena menutup aurat adalah syarat, maka apabila <em>musholli </em>sholat di tempat sepi dan gelap, padahal ia mampu menutup aurat, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam menutup aurat, hal yang wajib adalah menutupinya agar tidak terlihat dari arah atas dan samping. Oleh karena itu, apabila aurat <em>musholli </em>terlihat olehnya sendiri atau oleh yang lainnya dari sisi kerah baju, mungkin karena saking lebarnya, saat ia rukuk atau sujud, maka sholatnya batal, meskipun auratnya tidak terlihat secara nyata. Begitu juga, apabila bagian bawah baju itu pendek, sekiranya ketika <em>musholli </em>rukuk maka bagian bawah baju tersebut naik, kemudian aurat terlihat, maka sholatnya pun juga batal ketika <em>musholli </em>tidak segera menutupnya sebelum rukuk.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat" href="https://belajarsholat.com/2162-hukum-baju-sempit-yang-terlihat-lekuk-tubuh-untuk-sholat.html">Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat</a></p>
<h3>Adapun menutup aurat agar tidak terlihat dari arah bawah maka tidak wajib.</h3>
<p>Oleh karena itu, apabila <em>musholli </em>sholat di tempat yang tinggi, sedangkan di tempat bawah ada orang yang melihat auratnya dari sisi arah bawah, maka sholatnya tidak batal. Syibromalisi berkata dalam <em>Khasyiah ‘Ala </em><em>Nihayah Lir Romli</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli</em>, ketika sholat, untuk memakai baju yang paling bagus dari baju-baju yang ia miliki dan menambahinya dengan pakaian-pakaian lain yang biasa ia gunakan untuk berhias, meskipun lebih dari dua pakaian, dan mengenakan celana.</p>
<p>Diriwayatkan dari Malik bin Atahiah bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Sesungguhnya bumi memintakan ampunan untuk <em>musholli </em>yang mengenakan celana.” Penutup aurat yang lebih utama adalah dengan mengenakan baju gamis serta celana, kemudian baju gemis serta sarung, kemudian selendang.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Gembira Untukmu yang Menegakkan Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2238-kabar-gembira-untukmu-yang-menegakkan-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2023 07:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[telaga kautsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2238</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabar Gembira Untukmu yang Menegakkan Sholat Sholat Sebagai Rukun Iman عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ Dari Abdullah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2238-kabar-gembira-untukmu-yang-menegakkan-sholat.html">Kabar Gembira Untukmu yang Menegakkan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kabar Gembira Untukmu yang Menegakkan Sholat</strong></h2>
<p><strong>Sholat Sebagai Rukun Iman</strong></p>
<p class="arab">عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ</p>
<p>Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah ﷺ bersabda: <em>”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.”</em> (HR. Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p><strong>Sholat Sebagai Tiang Agama</strong></p>
<p>Dalam sebuah hadis agung nabi menjelaskan keutaman sholat sebagai tiangnya agama,</p>
<p class="arab">عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ</p>
<p>Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: <em>Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.</em> (HR. Tirmidzi no.2616)</p>
<p>Sebuah bangunan membutuhkan tiang, jika tiangnya roboh maka hancurlah bangunan tersebut. Sama halnya dengan Agama ini, pokok pondasinya adalah sholat jika seorang hamba meninggalkan sholat, maka binasalah dia.</p>
<p>Sebagian berdalil dengan menafsirkan hadis ini bahwa siapapun yang mengaku dirinya muslim wajib dia menjalankan sholat, jika dia meninggalkan dengan sengaja dan menyakini tidak wajibnya sholat maka dia terjatuh kepada kekafiran.</p>
<p><strong>Sholat Menjadi Tolak Ukur Amalan Di Akhirat</strong></p>
<p class="arab">عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ.</p>
<p>Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda:<em> “Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk.”</em> (HR. Thabrani no.1859 dishahihkan oleh Al-Albani no.2573 di Shahihul Jami’)</p>
<p><strong>Sholat Akan Mendapatkan Rezeki yang Barokah</strong></p>
<p>Allah ﷻ berfirman,</p>
<p class="arab">وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى</p>
<p><em>“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”</em> (QS. Thoha: 132)</p>
<p>Para ulama mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa barang siapa yang menjaga sholat, kemudian memerintahkan anak dan istrinya untuk sholat, maka akan dimudahkan rezekinya oleh Allah ﷻ.</p>
<p>Betapa banyak orang-orang yang sibuk mencari rezeki siang dan malam, akan tetapi dia lupa untuk memerintahkan kepada istri dan anaknya untuk sholat. Padahal di antara pintu-pintu rezeki adalah memerintahkan keluarga untuk melaksanakan sholat dan bersabar atasnya.</p>
<p>Thoha: 132 dalam penjelasan banyak tafsir ayat ini secara takhsish ditujukan kepada Nabi ﷺ, namun dalam tafsir Al-Baghawi ayat ini ditujukan secara umum kepada orang beriman untuk memerintahkan keluarganya <a href="https://belajarsholat.com/2191-inilah-keutamaan-adzan-yang-jarang-orang-tahu.html" target="_blank" rel="noopener">mengerjakan sholat</a> dan bersabar ketika melaksanakannya.</p>
<p><strong>Kandungan Ayat QS. Thoha: 132</strong></p>
<p>Allah tidak butuh sholat kita, tapi kitalah yang butuh sholat. Allah bahkan memberikan perumpaan indah,</p>
<p class="arab">لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا</p>
<p><em>Kami tidak meminta rejeki/imbalan kepadamu.</em></p>
<p>Artinya Allah maha Kaya yang tidak membutuhkan upeti dan imbalan dari amalanmu.</p>
<p>Namun Allah tutup kalimat Indah lagi</p>
<p class="arab">نَحْنُ نَرْزُقُكَ</p>
<p>Allah-lah yang memberi rizki kepada seluruh makhlukNya, maka untuk itu sholatlah kalian karena rezeki sudah ditetapkan oleh Allah. Bahkan dengan sholat rezeki semakin lancar dan barokah, hingga Allah limpahkan kepada mereka yang rajin Sholat berupa balasan surga.</p>
<p>Malaikat selalu mendoakan orang yang sholat selama ia masih di tempat sholatnya, bahkan ia masih dianggap tetap sholat selama yang menahannya adalah sholat.</p>
<p>Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">وَالمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ، وَقَالَ: أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ</p>
<p><em>“Dan para malaikat mendoakan salah seorang dari kalian selama ia tetap di tempat sholatnya yang ia sholat di situ. (Malaikat bedoa) Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia selama ia tidak berhadats”. Dan Nabi berkata, “Salah seorang dari kalian tetap dalam sholat selama sholat yang menahannya (sehingga tidak pulang)</em>” (HR al-Bukhari no 2119 dan Muslim no 649)</p>
<p><strong>Doa Malaikat Kepada Orang yang Sholat Berjamaah</strong></p>
<p>Malaikat selalu mendoakan orang yang sholat selama ia masih di tempat sholatnya, bahkan ia masih dianggap tetap sholat selama yang menahannya adalah sholat.</p>
<p>Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">وَالمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ، مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ، وَقَالَ: أَحَدُكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ</p>
<p><em>“Dan para malaikat mendoakan salah seorang dari kalian selama ia tetap di tempat sholatnya yang ia sholat di situ. (Malaikat bedoa) Ya Allah ampunilah dia, ya Allah rahmatilah dia selama ia tidak berhadats”. Dan Nabi berkata, “Salah seorang dari kalian tetap dalam sholat selama sholat yang menahannya (sehingga tidak pulang)”</em> (HR al-Bukhari no 2119 dan Muslim no 649)</p>
<p><strong>Sholat Sebagai Senjatanya Orang Beriman</strong></p>
<p>Allah ﷻ berfirman,</p>
<p class="arab">وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ</p>
<p><em>Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kalian. Sungguh hal itu teramat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.</em> (QS. Al-Baqarah: 45)</p>
<p><strong>Mereka yang Akan Berkesempatan Minum Bersama Nabi Telaga Kautsar</strong></p>
<p class="arab">عن انس بن مالك قال أغفى رسول الله ﷺ إغفاءة فرفع رأسه مبتسما قالوا له لم ضحكت فقال رسول الله ﷺ إنه أنزلت علي آنفا سورة فقرأ « بسم الله الرحمن الرحيم إنا أعطيناك الكوثر » حتى ختمها فقال هل تدرون ما الكوثر قالوا الله ورسوله أعلم قال هو نهر أعطانيه ربي عز وجل في الجنة عليه خير كثير ترد عليه أمتي يوم القيامة آنيته عدد الكواكب يختلج العبد منهم فأقول يا رب إنه من أمتي فيقال إنك لا تدري ما أحدثوا بعدك</p>
<p>Dari Anas bin Malik radhiyallahu &#8216;anhu, ia bercerita, &#8220;Suatu ketika Rasulullah ﷺ terkantuk-kantuk lalu beliau tertidur, tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Para sahabat bertanya kepada beliau, &#8220;Mengapa engkau tertawa (wahai Rasulullah)?&#8221; Rasulullah ﷺ menjawab, &#8220;Sungguh, baru saja turun kepadaku suatu surat -lantas beliau membaca- : Bismillaahirrahmaanirahiim, innaa a&#8217;thainaakal kautsar -hingga akhir surat-.&#8221; Kemudian beliau bertanya, &#8220;Tahukah kalian apa itu Al-Kautsar?&#8221; Para sahabat menjawab, &#8220;Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui.&#8221; Maka Nabi bersabda, &#8220;Ia adalah sebuah sungai yang Rabbku &#8216;Azza wa Jalla mengkaruniakan kepadaku di surga kelak, padanya terdapat kebaikan yang banyak, dan umatku akan mendatanginya di hari kiamat kelak, wadahnya sebanyak jumlah bintang. Lalu seorang hamba dari umatku tersebut akan terhalau darinya, maka aku katakan, &#8220;Wahai Rabb, sesungguhnya dia termasuk dari kalangan umatku.&#8221; Dijawab, &#8220;Engkau tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu. (HR. Muslim )</p>
<p>Hadis diatas menerangkan tentang ayat pertama sifat-sifat telaga Al-Kautsar, lalu dalam lanjutann ayat Allah berfirman</p>
<p class="arab">فَصَلِّ لِرَبِّكَ وانْحَرْ</p>
<p><em>Maka sholatlah demi Tuhanmu dan Berkorbanlah!</em></p>
<p>Huruf فَ disini sebagai ‘athaf yang bermakna amr secara tersembunyi. Sebagai sebagai konsekuensi untuk mendapatkan telaga Al-Kautsar maka kita diperintahkan untuk sholat dan berkurban.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2238-kabar-gembira-untukmu-yang-menegakkan-sholat.html">Kabar Gembira Untukmu yang Menegakkan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tetap Pegang Teguh Tiang Agama, Jangan Terjebak Khilafiyah Furu&#8217;iyah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1244-tetap-pegang-teguh-tiang-agama-jangan-terjebak-khilafiyah-furuiyah.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1244-tetap-pegang-teguh-tiang-agama-jangan-terjebak-khilafiyah-furuiyah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 14:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keutamaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[tiang agama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1244</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalil Sholat Sebagai Tiang Agama Dalam sebuah hadis agung nabi menjelaskan keutaman sholat sebagai tiangnya agama, عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1244-tetap-pegang-teguh-tiang-agama-jangan-terjebak-khilafiyah-furuiyah.html">Tetap Pegang Teguh Tiang Agama, Jangan Terjebak Khilafiyah Furu’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Dalil Sholat Sebagai Tiang Agama</strong></h2>
<p>Dalam sebuah hadis agung nabi menjelaskan keutaman sholat sebagai tiangnya agama,</p>
<p class="arab">عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ</p>
<p>Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah. HR. Tirmidzi no.2616</p>
<p>Sebagian berdalil dengan menafsirkan hadis ini bahwa siapapun yang mengaku dirinya muslim wajib dia menjalankan sholat, jika dia meninggalkan dengan sengaja dan menyakini tidak wajibnya sholat maka dia terjatuh kepada kekafiran.</p>
<p>Para ulama sepakat bahwa sholat adalah tiangnya agama tanpa adanya perselisihan sedikitpun.</p>
<h3><strong>Teguh Mendirikan Tiang Agama</strong></h3>
<p>Agama islam harus kita jalankan semaksimal mungkin. Seluruh ajaran agama harus kita gigit dengan geraham. Di akhir zaman nanti, yang mengikuti agama seperti menggenggam bara api.</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي نَجِيْحٍ العِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قاَلَ : وَعَظَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظًةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوْبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُوْنُ فَقُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةً مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا قَالَ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَي اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ</p>
<p>Dari Abu Najih Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat kepada kami dengan nasihat yang membuat hati menjadi bergetar dan mata menangis, maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Sepertinya ini adalah wasiat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah wasiat kepada kami.’ Nabi <a href="https://digitalseo.id/shalat-rukun-iman-ke-2924.html" target="_blank" rel="noopener">shallallahu ‘alaihi wa sallam</a> bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun kalian dipimpin seorang budak. Sungguh, orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)</p>
<p>Rasulullah ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ</p>
<p>&#8220;Teruskanlah olehmu untuk selalu melakukan amar makruf nahi munkar hingga engkau akan menyaksikan kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diperturutkan, kehidupan dunia yang diutamakan, serta orang-orang yang terpesona terhadap berbagai pendapat yang dikeluarkannya. Hendaknya kamu hanya bergaul dengan orang-orang yang searah denganmu dan jauhilah orang-orang yang awam. Sebab setelah zamanmu itu akan datang suatu zaman penuh cobaan di mana orang yang memegang teguh agamanya ibarat menggenggam bara api. Ketahuilah, saat itu orang yang terus berusaha untuk memegangi agamanya maka pahalanya sama dengan 50 orang yang juga melakukan hal yang sama dari kalian&#8221;. (HR. Abu Dawud, Al-Malâhim, hadits no. 4319)</p>
<p>Untuk mengetahui betapa pentingnya menggenggam agama bagaikan memegang bara api, juga menggigit ajaran agama dengan gigi geraham, peganglah botol dengan kelima jari kita.</p>
<h3><strong>Peganglah botol dengan kuat. Sertakan lima jari kita.</strong></h3>
<p>Lima jari kita ini mewakili rukun islam. Jari jempol mewakili syahadat, jari telunjuk mewakili sholat, jari tengah mewakili puasa, jari manis mewakili zakat, dan jari kelingking mewakili haji.</p>
<p>Kita bisa tidak puasa, zakat, dan haji jika kita memiliki udzur. Lepaskanlah jari tengah hingga kelingking sehingga tersisa dua jari.</p>
<p>Apa yang terjadi jika telunjuk kita lepas?</p>
<p>Kita tidak bisa mempertahankan agama kecuali kita genggam erat dengan lima jari. Jari terkuat adalah jempol dan telunjuk mewakili syahadat dan sholat. Demikianlah tiang agama yang harus kita pertahankan dengan teguh.</p>
<h3><strong>Sholat yang Diperiksa Pertama</strong></h3>
<p>Sholat sebagai tiang agama ini adalah yang diperiksa pertama kali.</p>
<p>Rasulullah ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ.</p>
<p>Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah sholat. Apabila sholatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila sholatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk. (Shahih al-Jami’ish Shaghir, no. 2573)</p>
<p>Dari Tsauban Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:</p>
<p class="arab">سَدِّدُوْا ، وَقَارِبُوْا ، وَاعْمَلُوْا ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْـرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ وَلَا يُـحَافِظُ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ</p>
<p>&#8220;Berlaku tepatlah sesuai kebenaran, (berusahalah) mendekati kebenaran, dan beramallâh. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah sholat.Dan tidaklah menjaga wudhu’, melainkan seorang Mukmin.&#8221;</p>
<p>Apabila ada arsitek dan ahli sipil mengunjungi rumah kita, maka yang pertama diperiksa adalah tiang bangunan kita. Ahli sipil tidak akan memeriksa perabotan rumah kita terlebih dahulu.</p>
<p>Demikianlah analogi pentingnya sholat. Sholat sebagai tiang agama, merupakan hal yang paling krusial untuk selalu dibangun.</p>
<p>Ketika kita menginginkan semua kebaikan melalui agama ini, tidak mungkin bisa dilalui sebelum kita memperbaiki sholat kita terlebih dahulu. Jika kita sholat, tiang agama tertancap, sehingga kita bisa melakukan semua kebaikan. Namun jika kita memikirkan kebaikan tanpa sholat, semua pikiran kita hanyalah fiktif belaka.</p>
<h3><strong>Jangan Terjebak Pada Khilafiyah</strong></h3>
<p><a href="https://belajarsholat.com/sholat-sebagai-tiang-agama-190.html" target="_blank" rel="noopener">Mendirikan sholat</a> adalah mendirikan tiang agama, maka tata cara sholat adalah persoalan bentuk dindingnya.</p>
<p>Bagaimana perbedaan pendapat tentang tata cara sholat yang ditoleransi, adalah bagaikan kita mau memilih cat merah ataukah cat kuning.</p>
<p>Bahas perbedaan agama secara beradab itu diperbolehkan. Yang tidak diperbolehkan adalah membahas sampai tiang agama ini kita abaikan.</p>
<p>Tetap fokus sholat sebagai perbaikan untuk diri kita, jadikan perbedaan yang ada sebagai sampingannya.</p>
<h3><strong>Istiqomah Mendirikan Tiang Agama</strong></h3>
<p>Sholat itu tidak cukup hanya sekadar kebiasaan. Sholat merupakan amalan yang juga perlu dirawat.</p>
<p>Agama islam merupakan agama yang sempurna. Agama islam menjelaskan semuanya dari bangun tidur hingga tidur lagi. Tidak hanya itu, agama islam juga mengatur tatanan politik. Bahkan, yang baru-baru ini sedang trending dibahas yaitu tentang sains, agama islam pun mengatur bagaimana berparadigma sains yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau kita memikirkan itu, maka agama islam besar sekali. Besarnya bangunan agama islam bisa melebihi bangunan paling tinggi dan paling besar sedunia.</p>
<p>Tiang-tiang agama itu harus kita pasang satu per satu. Hari ini, kita pasang tiang agama melalui sholat shubuh hingga isya dan jadilah sebagian bangunan. Esoknya, kita mendirikan bangunan yang baru, kita harus menancapkan tiang agama yang baru.</p>
<p>Demikianlah istiqomah dalam menancapkan <a href="https://belajarsholat.com/sholat-sebagai-tiang-agama-190.html" target="_blank" rel="noopener">tiang agama</a> itu betul-betul dibangun dan bukan sekadar kebiasaan semata. Marilah kita bersama-sama memperbaiki sholat dan memperbaiki agama kita secara istiqomah.</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ</p>
<p>Dari Abu ‘Amr, Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Artikel ini kiriman dari Sdr. Ridho Muhtadi, ST. (Alumni ITB 2010)</strong></p>
<p><strong>Kirimkan artikel ke admin@belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1244-tetap-pegang-teguh-tiang-agama-jangan-terjebak-khilafiyah-furuiyah.html">Tetap Pegang Teguh Tiang Agama, Jangan Terjebak Khilafiyah Furu’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1244-tetap-pegang-teguh-tiang-agama-jangan-terjebak-khilafiyah-furuiyah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
