<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sholat jenazah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sholat-jenazah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:51:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sholat jenazah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Shalat Jenazah dan Hukumnya</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 11:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalat Jenazah Dan Hukum Seputar Takziyah dalam pendapat mazhab al imam asy syafii Shalat Janazah &#124; ‌‌‌‌صَلَاةُ الجَنَازَةِ ‌‌‌‌مَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ: غَسْلُ الْمَيِّتِ الْمُسْلِمِ وَتَكْفِيْنُهُ وَحَمْلُهُ  وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ perkara yang wajib bagi mayat : memandikan mayat seorang yang islam, memberinya kain kafan, membawanya ke kubur, menshalatinya , dan menguburnya, itu semua hukumnya fardlu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html">Shalat Jenazah dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Shalat Jenazah Dan Hukum Seputar Takziyah dalam pendapat mazhab al imam asy syafii</h2>
<h3>Shalat Janazah |</h3>
<p class="arab">‌‌‌‌صَلَاةُ الجَنَازَةِ</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ: غَسْلُ الْمَيِّتِ الْمُسْلِمِ وَتَكْفِيْنُهُ وَحَمْلُهُ  وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ فَرْضُ كِفَايَةٍ</p>
<p>perkara yang wajib bagi mayat : memandikan mayat seorang yang islam, memberinya kain kafan, membawanya ke kubur, menshalatinya , dan menguburnya, itu semua hukumnya fardlu kifayah .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌كَيْفِيَّةُ الْغُسْلِ: يُغْسَلُ الْمَيِّتُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: الْاُوْلَى بِسِدْرٍ أَوْ صَابُوْنٍ وَالثَّانِيَةُ بِمَاءٍ قَرَاحٍ وَالثَّالِثَةُ فِيْهَا قَلِيْلٌ كَافُوْرٍوَالْأَفْضَلُ أَنْ يُكَفَّنَ الرَّجُلُ فِي ثَلَاثِ لَفَائِفَ لَيْسَ فِيْهَا قَمِيْصٌ وَلاَ عِمَامَةٌ وَالْمَرْأَةُ تُكَفَّنُ بِإِزَارٍ وَخِمَارٍ وَقَمِيْصٍ وَلَفَتَيْنِ</p>
<h3>cara memandikan :</h3>
<p>mayat itu dimandikan tiga kali, yang pertama dengan daun bidara atau sabun, yang kedua dengan air murni yakni tanpa campuran suatu apapun, dan yang ketiga dengan sedikit campuran kapur barus</p>
<p class="arab">‌‌‌‌كَيْفِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ : (1) نِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ (2) التَّكْبِيْرُ عَلَيْهِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ (3) قِرَاءَةُ الْفَتِحَةِ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الْأُوْلَى (4) الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الثَّانِيَةِ (5) الدُّعَاءُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ الثَّالِثَةِ (6)السَّلَامُ بَعْدَ الرَّابِعَةِ</p>
<h3>cara menshalati mayat :</h3>
<p>(1) niat menshalati mayat (2) takbir empat kali pada mayat (3) membaca al  fatihah setelah takbir yang pertama (4) membaca sholawat kepada nabi setelah takbir yang ke dua (5) membaca doa untuk mayat setelah takbir ke tiga  ( 6) salam setelah takbir ke empat .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌الشَّهِيْدُ وَالسِّقْطُ : لَا يُغْسَلُ الشَّهِيْدُ فِيْ حَرْبٍ مَعَ الْكُفَّارِ وَلَا يُصَلَّى عَلَيْهِ وَالسِّقْطُ يُغْسَلُ اَنْ نُفِخَ فِيْهِ الرُّوْحُ وُيُصَلَّى عَلَيْهِ اِنْ صَرَخَ</p>
<p>orang yang mati syahid dan lahir keguguran : orang yang mati syahid didalam peperangan memerangi orang kafir itu tidak boleh dimandikan dan tidak boleh dishalati . adapun anak yang mati keguguran itu dimandikan tanpa dishalati  mayatnya  jika rohnya  sudah ditiupkan dalam tubuhnya atau sudah bergerak gerak waktu lahir, dan selain memandikan juga  menshalati apabila anak itu menjerit yakni terdengar suara sewaktu dilahirkan sekalipun hanya perlahan lahan</p>
<p class="arab">‌‌‌‌تَشْيِيْعُ الْمَيِّتِ : سُنَّةٌ وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُشَيِّعِ أَنْ يَتَقَدَّمَ اَمَامَ الْجَنَازَةِ وَيُكْرَهُ رَفْعُ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ وَقِرَاءَةِ اْلقُرْاَنِ وَمَنْ اَرَادَ اَنْ يَذْكُرَ اللهَ فَيَذْكُرْهُ فِي سِرِّهِ لقوله صلى لله عليه وسلم لَا تَتْبَعُوْا الْجَنَازَةَ بِصَوْتٍ وَلَا نَارٍ</p>
<h3>mengantarkan mayat :</h3>
<p>mengantarkan mayat itu hukumnya sunah dan disunahkan bagi orang yang mengantarkan mayat supaya berjalan lebih dulu didepan mayat . dan dimakruhkan mengeraskan suara dengan bacaan  dzikir dan bacaan al quran, hendaknya melakukan dzikir tadi dengan sembunyi sembunyi saja, karena sabda nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM : janganlah kamu mengikuti jenazah dengan bersuara dan jangan pula dengan membawa api .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌دَفْنُ الْمَيِّتِ: يَجِبُ دَفْنُ الْمَيِّتِ مُسْتَقْبِلَا الْقِبْلَةَ وَيُسَنُّ فِيْ لَحْدٍ وَيُسَطَّحُ الْقَبْرُ بَعْدَ أَنْ يُعَمَّقَ وَلاَ يُبْنَى عَلَيْهِ وَلَا يُجَصَّصُ وَيَحْرُمُ نَقْلُ الْمَيِّتِ قَبْلَ دَفْنِهِ إِلَى مَحَلٍّ أَخَرَ لِيُدْفَنَ فِيْهِ وَلَوْ أُمِنَ تَغَيُّرُهُ إِلَّا إِنْ جَرَتِ الْعَادَةُ بِدَفْنِ الْمَوْتَى فِيْ غَيْرِ بَلْدَتِهِمْ أَوْ كَانَ مَوْتُهُ قَرِيْبًا مِنْ مَكَّةَ أَوِ الْمَدِيْنَةِ</p>
<h3>mengkuburkan mayat :</h3>
<p>wajib mengkuburkan mayat dengan menghadapkan qiblat dan disunahkan meletakkan pada liang lahad, disunahkan pula supaya kuburannya itu diratakan sesudah di perdalamkan penggaliannya, kuburan itu jangan diberi bangunan apa apa di atasnya, dan jangan pula diperkuat dengan dinding . dan diharamkan memindah mayat itu sebelum dikuburkan untuk dibawa ke tempat yang lain agar dapat dikuburkan ditempat yang lain tersebut, sekalipun dianggap aman perubahannya kecuali apabila menurut adat istiadat dikalangan penduduk daerah bahwa mengkuburkan orang orang mati dilakukan di negeri selain negeri mereka sendiri atau kematian mayat itu dekat tempatnya dengan kota mekkah atau madinah maka boleh dipindahkan kekedua kota tersebut .</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita" href="https://belajarsholat.com/2699-ringkasan-tata-cara-shalat-jenazah-untuk-laki-laki-dan-wanita.html">Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌الْبُكَاءُ عَلَى الْمَيِّتِ : يَجُوْزُ الْبُكَاءُ عَلَى الْمَيِّتِ مِنْ غَيْرِ نُوْحٍ وَلَا شَقِّ ثَوْبٍ وَلَا ضَرْبِ خَدٍّ</p>
<h3>menangisi mayat  :</h3>
<p>boleh saja menangisi mayat itu, asalkan tanpa menyatakan ratapan, tanpa merobek robek pakaian, dan tanpa memukul-mukul pipi sendiri .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌التَّعْزِيَةُ: تَعْزِيَةُ صَاحِبَ الْمُصِيْبَةِ سُنَّةٌ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ إِلَى ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَيُسْتَحَبُّ أَنْ تَعُمُّ التَّعْزِيَةُ جَمِيْعَ أَقَارِبِ الْمَيِّتِ</p>
<p>takziyah : melakukan takziyah atau menyatakan berduka cita kepada orang yang terkena musibah itu hukumnya sunah, yaitu sejak dikuburnya mayat sampai tiga hari sesudahnya, juga disunahkan agar supaya melakukan takziyah itu diratakan kepada seluruh kerabat mayat</p>
<p class="arab">‌‌‌‌الذَّبْحُ وَالطَّعَامُ: يُسْتَحَبُّ لِجِيْرَانِ أَهْلِ الْمَيِّتِ وَاَصْدِقَائِهِمْ اَنْ يَصْنَعُوْا لَهُمْ طَعَامًا وَيَبْعَثُوْنَ بِهِ إِلَيْهِمْ وَيُلِحُّوْنَ عَلَيْهِمْ فِي الْأَكْلِ لِأَنَّ الْحُزْنَ قَدْ يَمْنَعُهُمْ عَنْهُ</p>
<h3>menyembelih dan membuat makan :</h3>
<p>disunahkan bagi tetangga keluarga mayat dan kawan kawannya, agar supaya mereka membuat makanan untuk keluarga mayat yang ditinggalkan, dan mengirimkan makanan itu kepada mereka, juga menyuruh mereka dengan paksa agar suka makan, sebab kesedihan itu adakalanya mencegah mereka dari makan, maksudnya karena adanya kesedihan ditinggalkn salah seorang keluarga yang mati lalu tidak suka makan .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌أَمَّا اْلاِجْتِمَاعُ فِيْ بَيْتِ الْمَيِّتِ وَإِعْدَادُ الطَّعَاِم لِمَنْ يَجْتَمِعُ لِلتَّعْزِيَةِ فَلَا يَجُوْزُ لِقَوْلِ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كُنَّا نَعُدُّ الْاِجْتِمَاعَ اِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصُنْعَهُمُ الطَّعَامَ مِنَ النِّيَاحَةِ</p>
<p>adapun berkumpul dalam rumah mayat dan mempersiapkan makanan untuk orang orang yang berkumpul sewaktu bertakziyah, maka hal itu tidak dibolehkan, karena hadist jarir bin abdullah yang artinya : kita semua ini menganggap bahwa berkumpul ke tempat keluarga mayat dan keluarga itu membuatkan makanan untuk orang orang yang berkumpul itu termasuk ratapan pada mayat .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3636-shalat-jenazah-dan-hukumnya.html">Shalat Jenazah dan Hukumnya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fiqih Sholat Jenazah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3544-fiqih-sholat-jenazah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 10:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanya Jawab Fiqih Sholat Jenazah Menurut Pendapat Ulama Mazhab Al-Imam Asy-syafii ‌‌‌‌صَلَاةُ الْجَنَازَةِISHALAT  JENAZAH ‌‌‌‌مَاذَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ apa yang diwajibkan untuk mayyit? ‌‌‌‌يَجِبُ لَهُ التَّجْهِيْرُ وَهُوَ غَسْلُهُ وَتَكْفِيْنُهُ وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ وَذَلِكَ كُلُّهُ فَرْضَ كِفَايَةٍ wajib untuknya merawatnya , yaitu : memandikan , mengkafani dan menshalat inya (atas mayit) dan mengkuburkanya dan itu semua hukumnya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3544-fiqih-sholat-jenazah.html">Fiqih Sholat Jenazah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Tanya Jawab Fiqih Sholat Jenazah Menurut Pendapat Ulama Mazhab Al-Imam Asy-syafii</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌صَلَاةُ الْجَنَازَةِISHALAT  JENAZAH</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَاذَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ</p>
<p>apa yang diwajibkan untuk mayyit?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌يَجِبُ لَهُ التَّجْهِيْرُ وَهُوَ غَسْلُهُ وَتَكْفِيْنُهُ وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ وَذَلِكَ كُلُّهُ فَرْضَ كِفَايَةٍ</p>
<p>wajib untuknya merawatnya , yaitu : memandikan , mengkafani dan menshalat inya (atas mayit) dan mengkuburkanya dan itu semua hukumnya fardhu kifayah</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا كَيْفِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ</p>
<p>bagaimana cara menshalati mayit ?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌(1)يَنْوِى الْمُصَلِّى الصَّلَاةَ عَلَى الْمَيِّتِ مَعَ التَّكْبِيْرِ (2) يَقْرَءُ الْفَاتِحَةَ (3) يُكَبِّرُ (4) يُصَلِّى عَلى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (5)يُكَبِّرُ (6) يَدْعُوْ لِلْمَيِّتِ (7)يُكَبِّرُ (8)يُسَلِّمُ</p>
<p>(1) niat bagi orang yang shalat  atas mayyit beserta takbir , (2) membaca al fatihah  , (3) takbir , (4) membaca shalawat kepada nabi muhammad saw  , (5) takbir , (6) membaca doa untuk mayit , (7)takbir , (8) salam</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا دُعَاُء الْمَيِّتِ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الثَّالِثَةِ</p>
<h2><strong>bagaimana doanya setelah takbir ke tiga ?</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌هُُوَ :اَللَّهُمَّ هَذَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ خَرَجَ مِنْ رَوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهِ وَمَحْبُوْبُهُ وَاَحِبَّاؤُهُ فِيْهَا إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَمَا هُوَ لاَقِيْهِ كَانَ يَشْهَدُ اَنْ لاََاِلَهَ إِلَّا اَنْتَ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ وَاَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنَّا اَللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ وَاَصْبَحَ فَقِيْرًا إِلَى رَحْمَتِكَ وَاَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَقَدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِيْنَ اِلَيْكَ شُفَعَاءُ لَهُ اَللَّهُمَّ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي اِحْسَانِهِ وَاِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ وَلَقِّهِ بِرَحْمَتِكَ اْلاَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ حَتَّى تَبْعَثَهُ اِلَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p>ya Allah  , ini adalah hambamu putera hambamu ia telah keluar dari kesenangan dunia serta keluasannya (apa apa yang menggembirakan di dunia) , apa yang di gemari serta orang orang yang menjadi kecintaannya masih ada di dunia ini , ia sudah keluar dari dunia itu menuju kepada kegelapan kubur dan apapun yang ia akan menemui nya nanti . mayit ini adalah seorang yang bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain engkau dan bahwa sesungguhnya muhammad adalah hambamu serta utusanmu . engkaulah yang lebih mengetahui perihal itu dari pada kita semua .</p>
<p>ya Allah sesungguhnya ia telah turun di tempatmu sedangkan engkau adalah sebaik baiknya yang ditempati .ia kini menjadi seorang yang sangat faqir dan sangat mengharapkan akan kerahmatanmu , sedangkan engkau tidak membutuhkan hendak menyiksanya , kita semua ini datang  padamu  karena keinginan kita memohonkan pertolongan untuk mayit ini (agar jangan di siksa) , ya Allah  jika kalau mayit ini seorang yang baik perbuatannya , maka tambahkanlah kebaikannya , sedang jikalau mayit ini seorang yang jelek perbuatannya maka ampunilah ia dan berikanlah padanya kasih sayangmu akan keamanan dari siksamu , sehingga engkau bangkitkan ia langsung menuju surgamu ,dengan kerahmatanmu wahai dzat sekasih kasihnya siapapun yang bersifat kasih sayang . Yuk baca Artikel tentang : <a title="Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita" href="https://belajarsholat.com/2699-ringkasan-tata-cara-shalat-jenazah-untuk-laki-laki-dan-wanita.html">Ringkasan Tata Cara Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki dan Wanita</a></p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا الدُّعَاءُ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الرَّابِعَةِ</p>
<h2><strong>bagaimana doanya setelah takbir ke empat ?</strong></h2>
<p class="arab">‌‌‌‌اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلَّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p>yaitu : ya Allah , janganlah kiranya engkau halang halangi kita dalam pemberian pahala kepada mayit ini dan jangan pula ada fitnah sesudah ia meninggal itu yang mengenai kita . ampunilah kita semua dan mayit ini . ya tuhan kita , ampunilah kita semua juga saudara saudara kita yang telah mendahului kita mati dengan membawa keimanan ,  juga janganlah engkau jadikan suatu rasa tidak enak dalam hati kita terhadap sesama orang orang yang beriman . ya tuhan kita sesungguhnya engkau adalah maha penghiba lagi maha penyayang .</p>
<p class="arab">‌‌‌‌مَا الدَّفْنُ</p>
<p>apakah yang dimaksud menanam atau mengubur mayit ?</p>
<p class="arab">‌‌‌‌هُوَ وَضْعُ الْمَيِّتِ فِيْ قَبْرٍ عُمْقُهُ قَامَةٌ وَبَسْطَةٌ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ</p>
<p>yaitu meletakkan mayit dalam kubur yang dalamnya setinggi orang yang berdiri dan luasnya selebar orang yang membentangkan tangan sambil menghadapkan mayit itu ke arah kiblat .</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3544-fiqih-sholat-jenazah.html">Fiqih Sholat Jenazah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bayi Keguguran Apakah Wajib Disholati?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2711-bayi-keguguran-apakah-wajib-disholati.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Oct 2023 14:52:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[bayi lahir]]></category>
		<category><![CDATA[keguguran]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mayit Bayi Keguguran Apakah Wajib Disholati? Ada 2 jenis keguguran: 1. Keguguran yang sudah istihlal استهل 2. Keguguran yang belum istihlal استهل Istihlal adalah bayi yang waktu keluar bisa menangis atau selamat saat lahir, namun beberapa saat kemudian meninggal. 1. Untuk yang pertama jumhur fuqoha wajibnya dishalati, dikafani, dikuburkan sebagaimana orang dewasa. Bahkan hak waris [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2711-bayi-keguguran-apakah-wajib-disholati.html">Bayi Keguguran Apakah Wajib Disholati?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Mayit Bayi Keguguran Apakah Wajib Disholati?</strong></h2>
<p>Ada 2 jenis keguguran:</p>
<p>1. Keguguran yang sudah istihlal استهل<br />
2. Keguguran yang belum istihlal استهل</p>
<p>Istihlal adalah bayi yang waktu keluar bisa menangis atau selamat saat lahir, namun beberapa saat kemudian meninggal.</p>
<p>1. Untuk yang pertama jumhur fuqoha wajibnya dishalati, dikafani, dikuburkan sebagaimana orang dewasa. Bahkan hak waris juga wajib ditunaikan, hak diberi nama, dan aqiqah dst.sebagai hak adamy.</p>
<p>Dalilnya</p>
<p class="arab">لَا يُصَلَّى عَلَيْهِ حَتَّى يَسْتَهِلَّ فَإِذَا اسْتَهَلَّ صُلِّيَ عَلَيْهِ وَعُقِلَ وَوُرِّثَ وَإِنْ لَمْ يَسْتَهِلْ لَمْ يُصَّلَّ عَلَيْهِ وَلَمْ يُوَرَّث وَلَمْ يُعْقَل</p>
<p><em>Tidak disholatkan bagi bayi kecuali lahir dalam kondisi istihlal. Jika istihlal maka bayi itu disholati, dibayarkan diyat dan diwarisi. Sedangkan bila tidak, maka tidak disholati, tidak diwarisi dan tidak ada diyatnya</em>. (HR. Ibnu Adiy)</p>
<p>2. Untuk poin ke-dua maka perlu dirinci lagi apakah bayi tersebut sudah masuk umur 4 bulan atau belum.</p>
<p>&#8211; Jika belum mencapai usia 4 bulan, maka jumhur fuqoha berpendapat tidak perlu dimandikan atau disholatkan. Hanya saja disunnahkan dikuburkan dengan baik-baik.</p>
<p>&#8211; Jika sudah <a href="https://belajarsholat.com/2699-ringkasan-tata-cara-shalat-jenazah-untuk-laki-laki-dan-wanita.html" target="_blank" rel="noopener">mencapai usia 4 bulan,</a> maka para ulama berbeda pendapat lagi. Mayoritas madzhab berpendapat tidak perlu disholatkan namun ini butuh perincian panjang karena dalam madzhab Syafi&#8217;i jika ada tanda kehidupan maka perlu dimandikan dishalati, dikafani sebagai bentuk kehati-hatian. Berbeda dengan Hanabilah, Tarjih Salafi bayi keguguran diusia lebih 4 bulan bagaimanapun kondisinya tetap wajib dimandikan, dishalatkan dan dikafani karena berdalil dengan keumuman hadis,</p>
<p class="arab">وَالسَّقْطُ يُصَلىَّ عَلَيْهِ وَيُدْعَى لِوَاِلدَيْهِ بِالمـَغْفِرُةِ وَالرَّحْمَةِ</p>
<p><em>Bayi yang gugur disholatkan dan didoakan kedua orang tuanya dengan ampunan dan rahma</em>t. (HR. Ahmad, An-Nasai, Abu Daud dan At-Tirmidzi)</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2711-bayi-keguguran-apakah-wajib-disholati.html">Bayi Keguguran Apakah Wajib Disholati?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
