<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sah sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sah-sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Oct 2024 19:53:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sah sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saktah Antara Ruku&#8217;</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 19:48:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[I'tidal]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun islam]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3862</guid>

					<description><![CDATA[<p>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang Syarat Wajib Sholat Nawawi berkata; Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu: 1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>6. Saktah di antara membaca Surat dan Rukuk</h3>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca Surat dan rukuk. Yuk baca juga artikel tentang <a title="Syarat Wajib Sholat" href="https://belajarsholat.com/3692-syarat-wajib-sholat.html">Syarat Wajib Sholat</a></p>
<h3>Nawawi berkata;</h3>
<p>Para ashab kami berkata bahwa disunahkan bagi imam dalam sholat jahriah untuk bersaktah (diam sebentar) dengan empat saktah, yaitu:</p>
<p>1) Saktah pada saat imam berdiri, yakni saktah setelah bertakbiratul ihram untuk membaca doa iftitah. Pada saat saktah ini, hendaklah makmum segera bertakbiratul ihram.</p>
<p>2) Saktah pada saat imam telah selesai dari membaca Fatihah dengan saktah yang sangat sebentar di antara akhir Fatihah dan bacaan amin agar mengajarkan bahwa bacaan amin tidak termasuk bagian dari Surat Fatihah agar tidak terjadi kesalah pahaman kalau amin termasuk bagian darinya.</p>
<p>3) Saktah setelah membaca amin dengan saktah yang cukup lama, sekiranya lamanya saktah tersebut seukuran dengan lamanya makmum membaca Fatihah.</p>
<p>4) Saktah setelah selesai membaca suratan agar saktah tersebut memisahkan antara bacaan suratan dan takbir untuk turun melakukan rukuk.</p>
<p>Yuk subscrib <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3862-saktah-antara-ruku.html">Saktah Antara Ruku’</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan Ketika Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah Tasydid dalam Bacaan Tasyahud Fasal ini menjelaskan tentang jumlah tasydid dalam bacaan tasyahud dan tempat-tempatnya. Tasydid-tasydid tasyahud ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan tasyahud yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  tasyahud  awal  tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Jumlah</strong> <strong><em>Tasydid </em></strong><strong>dalam</strong> <strong>Bacaan</strong> <strong>Tasyahud</strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang jumlah <em>tasydid </em>dalam bacaan <em>tasyahud </em>dan tempat-tempatnya.</h3>
<p><em>Tasydid-tasydid</em> <em>tasyahud</em> ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  <em>tasyahud  awal  </em>tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling minimal, yaitu bacaan yang wajib dalam duduk akhir dan disunahkan sujud sahwi apabila ditinggalkan dalam duduk <em>tasyahud awal</em>.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Tasyahud Akhir Sholat" href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a></p>
<p>Romli  berkata  dalam  kitab  <em>Syarah  Minhaj,  </em>“Yang  lebih   utama  adalah  menambahi  lafadz ‘ﺍﻟﺴَﻴﱢﺪ’ karena  mengikuti  perintah.   Selain itu menambahi berita yang sesuai dengan kenyataan termasuk   salah satu sikap beradab. Oleh karena itu menambahi lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’ adalah lebih utama daripada tidak menambahinya.”</p>
<p>Suhaimi juga berkata, “Mengikuti perintah tidakbisa disebut sebagai hal yang lebih utama  daripada  sikap beradab karena kita mengatakan bahwa di dalam sikap beradab terdapat unsur mengikuti perintah  dan menambahi. Pendapat  <em>dzohir</em>nya  adalah bahwa yang lebih utama atau <em>afdhol</em> adalah menyebutkan juga lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’untuk selain Rasulullah.”</p>
<h3>Disunahkan berdoa setelah membaca <em>tasyahud akhir </em></h3>
<p>dengan bentuk  doa  apapun  yang  dikehendaki  <em>musholli</em>,  tetapi  yang  lebih utama adalah berdoa <em>ta’awudz </em>atau meminta perlindungan dari siksa dan fitnah-fitnah karena adanya hadis shohih, “Ketika salah satu dari kalian telah ber<em>tasyahud </em>(akhir) maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) hal, ia berdoa;</p>
<p><em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (1) siksa </em><em>kubur, (2) siksa api neraka,(3)fitnah hidup dan mati, dan(4)fitnah </em><em>Masih ad-Dajjal.</em></p>
<p>Syibromalisi mengatakan, “Dimakruhkan meninggalkan doa di atas. Doa tersebut sangat dianjurkan sekali karena sebagian ulama mewajibkannya. Umairah berkata bahwa Awzai berkata dalam kitab <em>al-Qut, </em>yaitu kitab yang men<em>syarah</em>i kitab <em>al-Minhaj </em>bahwa doa ini (doa berlindung  seperti  yang telah  disebutkan)  sangat  dianjurkan. Sesungguhnya ada hadis shohih yang memerintahkan berdoa dengan doa  ini   dan   sebagian  ulama   mewajibkannya.  Bahkan   Thowus memerintahkan   putranya   untuk   mengulangi   sholat   karena   ia meninggalkan doa tersebut. Hendaknya seorang <em>musholli </em>mengakhiri doanya  dengan  doa  di  atas  karena  berdasarkan  sabda  Rasulullah <em>shollallahu  ‘alaihi  wa  sallama  </em>‘ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻬُﻦﱠ ’.  (Maksudnya, jadikan  doa meminta perlindungan dari 4 perkara sebagai akhir bagi doa yang kamu panjatkan)”</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masuknya Waktu Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2024 02:32:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-tingkatan dalam Mengetahui Masuknya Waktu Sholat Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan dalam mengetahui masuknya waktu sholat ada 3 (tiga), yaitu: 1) Musholli mengetahui sendiri masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya melalui berita atau kabar yang disampaikan oleh orang yang terpercaya dalam pemeriksaan dan penelitiannya tentang masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya dengan melihat mazawil5 yang sah atau [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html">Masuknya Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>Tingkatan-tingkatan dalam Mengetahui Masuknya Waktu Sholat </strong></h1>
<p>Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan dalam mengetahui masuknya waktu sholat ada 3 (tiga), yaitu:</p>
<h2>1) <em>Musholli </em>mengetahui sendiri masuknya waktu sholat,</h2>
<p>atau ia mengetahuinya melalui berita atau kabar yang disampaikan oleh orang yang terpercaya dalam pemeriksaan dan penelitiannya tentang masuknya waktu sholat, atau ia mengetahuinya dengan melihat <em>mazawil</em>5 yang sah atau alat-alat lain yang sah yang</p>
<p>berfungsi untuk mengetahui waktu atau jam-jam mutakhir, atau kompas waktu yang ia ketahui. Termasuk tingkatan ini adalah bahwa <em>musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan <em>Mazawil </em>adalah jam yang berdasarkan bayangan sinar matahari.berpedoman pada adzan <em>muadzin </em>yang tahu masuknya waktu sholat.</p>
<p>Baca juga artikel tentang <a title="Tata Cara Sholat Dhuha Waktu, Niat dan Keutamaannya" href="https://belajarsholat.com/2522-tata-cara-sholat-dhuha-waktu-niat-dan-keutamaannya.html">Tata Cara Sholat Dhuha Waktu, Niat dan Keutamaannya</a></p>
<h2>2) <em>Musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan cara <em>ijtihad </em></h2>
<p>melalui aktivitas membaca al-Quran, pelajaran, belajar ilmu, menjahit, suara ayam jago, atau himar yang teruji.</p>
<p>Pengertian <em>ijtihad </em>melalui perkara-perkara tersebut adalah bahwa <em>musholli </em>berangan-angan (memprediksi) pada saat melakukan salah satu perkara tersebut, misalnya; dalam hal menjahit, <em>musholli </em>berangan-angan apakah masuknya waktu sholat itu ketika aku selesai menjahit dengan ayunan jahitan yang cepat atau pelan, atau dalam hal suara ayam jago, apakah masuknya waktu sholat itu sebelum biasanya ayam berkokok atau tidak, dan seterusnya. Tidak diperbolehkan bagi <em>musholli </em>melaksanakan sholat dengan cara berpedoman pada suara ayam dalam mengetahui masuknya waktu sholat tanpa melakukan <em>ijtihad</em>.</p>
<h2>3) <em>Musholli </em>mengetahui masuknya waktu sholat dengan ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain yang mengetahui masuknya waktu sholat.</h2>
<p>Oleh karena itu, <em>musholli </em>tidak boleh ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain ketika ia mampu melakukan <em>ijtihad </em>sendiri dengan catatan apabila ia adalah orang yang tidak buta, tetapi apabila <em>musholli </em>adalah orang yang buta, maka ia boleh ber<em>taqlid </em>kepada <em>mujtahid </em>lain, meskipun <em>musholli </em>yang buta tersebut mampu ber<em>ijtihad, </em>karena ia dihukumi sebagai orang yang tidak mampu melakukan <em>ijtihad </em>sebab butanya.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3665-masuknya-waktu-sholat.html">Masuknya Waktu Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ke-Empat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 01:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[arah kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3653</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah Menghadap Kiblat Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi musholli yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi musholli yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ke-empat menurut pendapat ulama Mazhab syafi&#8217;iyyah</h2>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong> Menghadap Kiblat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sah sholat yang keempat adalah menghadap secara yakin ke bangunan Ka’bah (Kiblat) bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang dekat dengannya dan menghadap secara sangkaan (dzon) ke bangunan Ka’bah bagi <em>musholli </em>yang sholat di daerah yang jauh darinya, bukan menghadap ke bangunannya secara yakin, menurut pendapat <em>shohih</em>.</p>
<ol>
<li>
<h4><strong> Perbedaan Cara Menghadap Kiblat </strong></h4>
</li>
</ol>
<p>Menghadap Kiblat yang disyaratkan dalam sholat adalah dengan dada pada saat <em>musholli </em>berdiri atau duduk, bukan wajahnya. Sedangkan pada saat rukuk dan sujud maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan sebagian besar dari bagian tubuh. Adapun <em>musholli </em>yang melaksanakan sholat dengan cara tidur miring (<em>mudtojik</em>) maka menghadap Kiblat yang disyaratkan atasnya adalah dengan wajah dan bagian tubuh depan. Bagi <em>musholli </em>yang sholat dengan cara berbaring maka menghadap Kiblat yang disyaratkan adalah dengan wajah, bagian tubuh depan, bagian lekuk dua telapak kaki, serta diwajibkan atasnya menaikkan sedikit kepala apabila memungkinkan.</p>
<p>Syarat sah menghadap Kiblat dengan hanya bagian dada (pada saat berdiri dan duduk, seperti rincian yang telah disebutkan) adalah maksud dari kata ‘رْحَالن ’ dalam Firman Allah <em>ta’a</em><em>la </em>menurut pendapat al-Kalibi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانحَرْ</p>
<p>Al-Kalibi berkata dalam mengartikan kata ‘وانحر ’, “menghadaplah Kiblat dengan <em>nahr</em>mu, maksudnya dengan dadamu.”</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Fiqih Sutrah Sholat" href="https://belajarsholat.com/2228-fiqih-sutrah-sholat.html">Fiqih Sutrah Sholat</a></p>
<ol>
<li><strong> Dalil Syarat Menghadap Kiblat dalam Sholat </strong></li>
</ol>
<p>Dalil disyaratkan menghadap Kiblat sebelum <em>ijmak </em>adalah Firman Allah dalam Surat al-Baqoroh: 149;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الحَرَامِ</p>
<p><em>Dan hadapkanlah dirimu ke arah Masjid al-Haram </em>&#8230;</p>
<p>Maksudnya adalah <em>hadapkanlah dirimu dalam sholat ke arah Masjid al-Haram dan </em><em>bangunan</em> <em>(Ka’bah)</em><em>nya.</em></p>
<p>Syarqowi berkata, “Yang dimaksud dengan ‘ةَه ِج ’ (dalam ayat) menurut ahli bahasa adalah <em>dzat </em>atau <em>benda</em>nya. Sedangkan mengucapkan kata ‘ةَه ِج ’ dengan diartikan selain <em>dzat </em>maka berdasarkan arti <em>majaz</em>, seperti yang telah dikatakan juga oleh az- Ziyadi. Yang dimaksud dengan kata ‘الحرام المسجد’ dalam ayat di atas adalah Ka’bah. Berbeda dengan kata ‘الحرام المسجد’ yang digunakan dalam selain ayat di atas, maka maksudnya adalah seluruh tanah Haram.”</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah</em>, “Firman Allah yang berbunyi;</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فـَثَمَّ وَجْهُ االلهِ</p>
<p><em>Disanalah wajah Allah yang kalian diperintahkan untuk menghadap ke arah-Nya, </em>maka diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan sholat di atas kendaraan. Diriwayatkan dari Athok bahwa ayat ini diturunkan dalam menjelaskan cara menghadap dalam sholat ketika Kiblat tidak diketahui arahnya.”</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3653-syarat-yang-ke-empat.html">Syarat Yang Ke-Empat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Yang Ketiga</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 01:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[menutup aurat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tiang agama]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3650</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat Menutup aurat Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap. Syarat menutup aurat ini dibebankan atas musholli yang mampu menutupinya, [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Syarat Sah Sholat yang Ketiga Adalah Menutup aurat</h2>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong> Menutup aurat </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarat sah sholat yang ketiga adalah menutupi aurat dengan penutup suci yang dapat menutupi warna kulit, sekiranya tidak terlihat warna putihnya atau hitamnya oleh orang yang melihatnya ketika keduanya berada dalam satu majlis bercakap-cakap.</p>
<p>Syarat menutup aurat ini dibebankan atas <em>musholli </em>yang mampu menutupinya, meskipun harus dengan cara meminjam atau menyewa. Oleh karena menutup aurat adalah syarat, maka apabila <em>musholli </em>sholat di tempat sepi dan gelap, padahal ia mampu menutup aurat, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam menutup aurat, hal yang wajib adalah menutupinya agar tidak terlihat dari arah atas dan samping. Oleh karena itu, apabila aurat <em>musholli </em>terlihat olehnya sendiri atau oleh yang lainnya dari sisi kerah baju, mungkin karena saking lebarnya, saat ia rukuk atau sujud, maka sholatnya batal, meskipun auratnya tidak terlihat secara nyata. Begitu juga, apabila bagian bawah baju itu pendek, sekiranya ketika <em>musholli </em>rukuk maka bagian bawah baju tersebut naik, kemudian aurat terlihat, maka sholatnya pun juga batal ketika <em>musholli </em>tidak segera menutupnya sebelum rukuk.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat" href="https://belajarsholat.com/2162-hukum-baju-sempit-yang-terlihat-lekuk-tubuh-untuk-sholat.html">Hukum Baju Sempit Yang Terlihat Lekuk Tubuh Untuk Sholat</a></p>
<h3>Adapun menutup aurat agar tidak terlihat dari arah bawah maka tidak wajib.</h3>
<p>Oleh karena itu, apabila <em>musholli </em>sholat di tempat yang tinggi, sedangkan di tempat bawah ada orang yang melihat auratnya dari sisi arah bawah, maka sholatnya tidak batal. Syibromalisi berkata dalam <em>Khasyiah ‘Ala </em><em>Nihayah Lir Romli</em>, “Disunahkan bagi <em>musholli</em>, ketika sholat, untuk memakai baju yang paling bagus dari baju-baju yang ia miliki dan menambahinya dengan pakaian-pakaian lain yang biasa ia gunakan untuk berhias, meskipun lebih dari dua pakaian, dan mengenakan celana.</p>
<p>Diriwayatkan dari Malik bin Atahiah bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Sesungguhnya bumi memintakan ampunan untuk <em>musholli </em>yang mengenakan celana.” Penutup aurat yang lebih utama adalah dengan mengenakan baju gamis serta celana, kemudian baju gemis serta sarung, kemudian selendang.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3650-syarat-yang-ketiga.html">Syarat Yang Ketiga</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Pertama Sah Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 11:24:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[lima waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[syarat sah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3639</guid>

					<description><![CDATA[<p>PENJELASAN FIQIH SHOLAT SECARA RINCI DENGAN MEMBAHAS KITAB Syarah Kitab Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja Syarat-syarat Sah Sholat [Fasal ini] menjelaskan tentang syarat-syarat sah sholat. Adapun penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat maka belum dijelaskan oleh mushonnif karena dua alasan; Pertama; karena penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat memang sudah maklum. Kedua; karena perkara-perkara yang menjadi [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html">Syarat Pertama Sah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>PENJELASAN FIQIH SHOLAT SECARA RINCI DENGAN MEMBAHAS KITAB</strong></h2>
<h3>Syarah Kitab <i>Kasyifah as-Saja Fi </i><i>Syarhi Safinah an-Naja</i></h3>
<ol>
<li>
<h4><strong>Syarat-syarat Sah Sholat </strong></h4>
</li>
</ol>
<p><strong>[Fasal ini] </strong>menjelaskan tentang syarat-syarat sah sholat. Adapun penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat maka belum dijelaskan oleh <em>mushonnif </em>karena dua alasan;</p>
<p>Pertama; karena penjelasan tentang syarat-syarat wajib sholat memang sudah <em>maklum</em>.</p>
<p>Kedua; karena perkara-perkara yang menjadi syarat-syarat wajib sholat tidak dikhususkan hanya pada ibadah sholat, melainkan perkara-perkara tersebut juga menjadi syarat-syarat wajib bagi ibadah lain. <em>Insya Allah</em>, aku akan menjelaskan syarat-syarat wajib sholat nantinya sebagai bentuk melengkapi <em>faedah</em>.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌قال المصنف ( شروط الصلاة) وهي ما تتوقف عليها صحة الصلاة وليست منها ( ثمانية)</p>
<p><em>Mushonnif </em>berkata bahwa syarat-syarat sah sholat ada 8 (delapan).</p>
<p>Pengertian <em>syarat sah sholat </em>adalah sesuatu yang menjadi dasar keabsahan sholat dan tidak termasuk bagian dari sholat itu sendiri.</p>
<p>Yuk baca juga penjelasan tentang : <a title="Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui" href="https://belajarsholat.com/265-syarat-syarat-sah-sholat-yang-wajib-diketahui.html">Syarat-syarat Sah Sholat yang Wajib Diketahui</a></p>
<p>Delapan syarat tersebut adalah:</p>
<ol>
<li><strong> Suci dari Dua Hadas </strong></li>
</ol>
<p>Maksudnya, syarah sah sholat yang pertama adalah suci dari dua hadas, yakni hadas besar dan kecil, bagi orang yang mampu suci dari keduanya. Oleh karena itu, apabila seseorang sholat dengan</p>
<p>keadaan tidak suci dari hadas, meskipun ia lupa, maka sholatnya tidak sah.</p>
<p>Dalam kasus orang yang sholat dan ia lupa kalau ia menanggung hadas, maka ia hanya diberi pahala atas</p>
<p>kesengajaannya melakukan sholat, bukan perbuatan melakukan sholat. Bagi orang sholat yang lupa hadas kecil, perbuatan sholat yang berupa <em>qiroah </em>atau membaca (al-Fatihah, Surat) dan lain-lainnya, yaitu perbuatan sholat yang tidak tergantung pada wudhu, maka perbuatan sholat tersebut berpahala. Bagi orang sholat yang lupa hadas besar, maka menurut pendapat <em>aqrob, </em>perbuatan sholat yang berupa membaca, seperti di atas, tidak berpahala.</p>
<p>Adapun bagi <em>faqidut tuhuroini </em>(orang yang tidak mendapati dua alat bersuci, yaitu debu dan air)<em>, </em>maka tidak disyaratkan atasnya suci dari hadas, tetapi ia wajib mengulangi sholatnya ketika ia sudah mendapati alat bersuci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html">Syarat Pertama Sah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
