<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>makruh shalat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/makruh-shalat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Apr 2025 14:19:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>makruh shalat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hukum Memainkan Jari-Jemari dan Anggota Tubuh Saat Shalat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3991-hukum-memainkan-jari-jemari-dan-anggota-tubuh-saat-shalat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 14:14:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[hukum shalat]]></category>
		<category><![CDATA[jari-jari]]></category>
		<category><![CDATA[makruh shalat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memainkan Jari Tangan, Jari Kaki dan Anggota Tubuh Lainnya Saat Shalat Dahulu di masjid nabawi masih berupa tanah dan pasir, sehingga sebagian anak-anak shalat sambil bermain-main kerikil. Sebagaimana dalam hadis dari Ali Bin Abdirrahman Al Muawiy رآني عبدُ اللهِ بنُ عُمرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهم وأنا أَعبَثُ بالحَصباءِ في الصَّلاة، فلمَّا انصرَف نَهاني، وقال: اصنعْ كما [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3991-hukum-memainkan-jari-jemari-dan-anggota-tubuh-saat-shalat.html">Hukum Memainkan Jari-Jemari dan Anggota Tubuh Saat Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Memainkan Jari Tangan, Jari Kaki dan Anggota Tubuh Lainnya Saat Shalat</strong></h2>
<p>Dahulu di masjid nabawi masih berupa tanah dan pasir, sehingga sebagian anak-anak shalat sambil bermain-main kerikil. Sebagaimana dalam hadis dari Ali Bin Abdirrahman Al Muawiy</p>
<p class="arab">رآني عبدُ اللهِ بنُ عُمرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهم وأنا <strong>أَعبَثُ بالحَصباءِ في الصَّلاة</strong>، فلمَّا انصرَف نَهاني، وقال: اصنعْ كما كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يَصنَعُ، فقلت: وكيف كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يَصنعُ؟ قال: كان إذا جلَسَ في الصَّلاة وضَعَ كفَّه اليُمنى على فخذِه اليُمنى، وقبَض أصابعَه كلَّها، وأشار بإصبعِه التي تَلِي الإبهامَ في القِبلة، ورمَى ببصرِه إليها أو نحوها، ووضَع كفَّه اليُسرى على فَخذِه اليُسرى، وقال: هكذا كان يَفعلُ</p>
<p>&#8220;Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma melihatku <strong>bermain-main dengan kerikil</strong> saat sedang shalat. Setelah selesai (shalat), dia menegurku dan berkata: &#8216;Lakukanlah sebagaimana Rasulullah ﷺ melakukannya.&#8217;<br data-start="433" data-end="436" />Aku bertanya: &#8216;Bagaimana Rasulullah ﷺ melakukannya?&#8217;<br data-start="488" data-end="491" />Ia menjawab: &#8216;Apabila beliau duduk dalam shalat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya, menggenggam semua jarinya, dan mengisyaratkan dengan jari yang berada di sebelah ibu jari (yakni jari telunjuk) ke arah kiblat, dan beliau memandang ke arahnya atau ke sekitarnya. Dan beliau meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya.&#8217;<br data-start="852" data-end="855" />Dan ia berkata: &#8216;Seperti itulah yang dilakukan Rasulullah ﷺ.'&#8221; (HR. Muslim 580)</p>
<p>Hadis diatas menunjukkan bahwa bermain-main dengan kerikil atau semisalnya saat shalat tidak membatalkan shalat dan hukumnya <a href="https://belajarsholat.com/3987-hukum-shalat-memandang-keatas-langit-dan-plafon-rumah.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>MAKRUH</strong></a>. Ali Bin Abdirrahman hanya mendapatkan teguran keras dari Abdullah Bin Umar agar tidak melakukannya, dan tidak memerintahkan mengulang shalat lagi.</p>
<p>Ulama bersepakat perbutan ini hukumnya makruh. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,</p>
<p class="arab">ويُكرَه العبثُ كلُّه، وما يَشغل عن الصلاة ويَذهب بخشوعها، وقد رُوي «أنَّ رسولَ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم رأى رجلًا يَعبَث في الصَّلاة، فقال: لو خشَع قلبُ هذا لخشعت جوارحُه»، ولا نعلم بين أهل العلم في كراهة هذا كلِّه اختلافًا -المغني 2/9</p>
<p>&#8220;Dan dibenci (makruh) segala bentuk main-main (gerakan yang tidak perlu) dalam shalat, serta segala sesuatu yang dapat menyibukkan dari shalat dan menghilangkan kekhusyukannya. Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ melihat seseorang bermain-main dalam shalat, lalu beliau bersabda: <em data-start="377" data-end="460">&#8216;Seandainya hati orang ini khusyuk, maka anggota tubuhnya pun akan ikut khusyuk.&#8217; </em>Dan kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di antara para ulama tentang makruhnya semua hal ini.&#8221; (Al-Mughni 2/9)</p>
<p><strong>Wallahu a&#8217;lam.</strong></p>
<p><strong>Minanurrohman &#8211; Pengasuh BelajarSholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3991-hukum-memainkan-jari-jemari-dan-anggota-tubuh-saat-shalat.html">Hukum Memainkan Jari-Jemari dan Anggota Tubuh Saat Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Shalat Memandang Keatas Langit dan Plafon Rumah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3987-hukum-shalat-memandang-keatas-langit-dan-plafon-rumah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 14:02:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[makruh shalat]]></category>
		<category><![CDATA[memandang ke langit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalat Memandang Ke Atas Langit / Plafon Rumah Terkait hukum shalat dengan memandang ke atas, ada beberapa hadis tentang larangannya, ما بالُ أقوامٍ، يَرفعونَ أَبصارَهمْ إلى السَّماءِ في صلاتهمْ! فاشْتَدَّ قولُهُ في ذلكَ، حتى قال: ليَنْتَهُنَّ عن ذلكَ، أو لتُخْطَفَنَّ أبصارُهُمْ “Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Kemudian [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3987-hukum-shalat-memandang-keatas-langit-dan-plafon-rumah.html">Hukum Shalat Memandang Keatas Langit dan Plafon Rumah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Shalat Memandang Ke Atas Langit / Plafon Rumah</strong></h2>
<p>Terkait hukum shalat dengan memandang ke atas, ada beberapa hadis tentang larangannya,</p>
<p class="arab">ما بالُ أقوامٍ، يَرفعونَ أَبصارَهمْ إلى السَّماءِ في صلاتهمْ! فاشْتَدَّ قولُهُ في ذلكَ، حتى قال: ليَنْتَهُنَّ عن ذلكَ، أو لتُخْطَفَنَّ أبصارُهُمْ</p>
<p><em>“Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat penglihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Kemudian beliau menegur dg keras. “Hendaknya mereka berhenti dari hal itu, atau (jika tidak) niscaya penglihatan mereka akan tersambar.”</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dari <strong>Jabir bin Samurah radhiyallahu &#8216;anhu</strong>, Rasulullah ﷺ bersabda:​</p>
<p class="arab">لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي الصَّلَاةِ، أَوْ لَا تَرْجِعُ إِلَيْهِمْ</p>
<p><em>&#8220;Hendaklah sekelompok orang berhenti mengangkat pandangan mereka ke langit dalam shalat, atau pandangan mereka tidak akan kembali kepada mereka.&#8221;</em> (HR. Muslim no. 428)</p>
<h3><strong>Hukum Mengangkat Pandangan ke Langit dalam Shalat</strong></h3>
<p>Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum <a href="https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html" target="_blank" rel="noopener">mengangkat pandangan</a> ke langit saat shalat:​</p>
<ul>
<li><strong>Mayoritas ulama</strong> (termasuk mazhab Hanafi, Maliki, Syafi&#8217;i, dan Hanbali) menyatakan bahwa perbuatan ini <strong>makruh</strong> (tidak disukai) karena bertentangan dengan adab dan khusyuk dalam shalat.​</li>
<li><strong>Sementara pendapat minoritas ulama</strong>, seperti Ibn Hazm, Ibn Taymiyyah, dan Ibn &#8216;Utsaimin, bahwasanya perbuatan ini <strong>haram</strong> dan termasuk dosa besar, karena adanya ancaman keras dalam hadis tersebut.​</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga adab dan khusyuk dalam shalat. Mengangkat pandangan ke langit saat shalat adalah perbuatan yang dilarang, dengan ancaman serius bagi pelakunya. Oleh karena itu, sebaiknya pandangan diarahkan ke tempat sujud sebagai bentuk ketundukan dan konsentrasi dalam ibadah.​</p>
<p>Minanurrohman &#8211; Pengasuh BelajarShalat.com</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3987-hukum-shalat-memandang-keatas-langit-dan-plafon-rumah.html">Hukum Shalat Memandang Keatas Langit dan Plafon Rumah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 15:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[makruh shalat]]></category>
		<category><![CDATA[menoleh shalat]]></category>
		<category><![CDATA[tolah toleh shalat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Menoleh Dalam Shalat Menoleh dalam shalat memiliki beberapa jenis: Pertama: Menoleh hati, yaitu was-was dan gangguan setan yang mengganggu antara hamba dan shalatnya. Hampir tidak ada orang yang benar-benar selamat dari was-was ini. Hal ini mengurangi kesempurnaan shalat, dan pembahasan tentangnya akan dijelaskan pada bab Sujud Sahwi insya Allah. Kedua: Menoleh dengan kepala ke [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html">Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Menoleh Dalam Shalat</strong></h2>
<p>Menoleh dalam shalat memiliki beberapa jenis:</p>
<p><strong>Pertama: Menoleh hati</strong>, yaitu was-was dan gangguan setan yang mengganggu antara hamba dan shalatnya. Hampir tidak ada orang yang benar-benar selamat dari was-was ini. Hal ini mengurangi kesempurnaan shalat, dan pembahasan tentangnya akan dijelaskan pada bab <em>Sujud Sahwi</em> insya Allah.</p>
<p><strong>Kedua: Menoleh dengan kepala ke kanan atau ke kiri</strong>, dan jenis ini terbagi menjadi dua keadaan:</p>
<p><strong> Jika menoleh tanpa ada kebutuhan</strong>, maka hal ini hukumnya <em>makruh</em> menurut pendapat dalam mazhab, dan ini adalah pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Dalilnya adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,</p>
<p class="arab">سألت النبي صلى الله عليه وسلم عن الالتفات في الصلاة فقال: &#8221; هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العبد</p>
<p><em>&#8220;Aku bertanya kepada Nabi ﷺ tentang menoleh dalam shalat, maka beliau bersabda: &#8216;Itu adalah pencurian yang lakukan oleh setan dari shalat seorang hamba'&#8221;</em> (HR. Bukhari).<br />
Yang dimaksud dengan pencurian di sini adalah mengambil sesuatu dengan cepat.</p>
<p><strong> Jika menoleh karena ada kebutuhan</strong>, maka tidak mengapa. Ini juga merupakan pendapat dalam mazhab dan merupakan pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Dalil-dalilnya:</p>
<p>Hadits dari Sahl bin Hanzhaliyyah, ia berkata:</p>
<p class="arab">ثُوِّب بالصلاة يعني صلاة الصبح فجعل رسول الله يصلي وهو يلتفت إلى الشعب</p>
<p><em>&#8220;Telah dikumandangkan iqamah untuk shalat – maksudnya shalat Subuh – maka Rasulullah mulai shalat sambil menoleh ke arah lembah.&#8221;</em> (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim, dan beliau menshahihkannya).</p>
<p>Nabi ﷺ memerintahkan orang yang terkena was-was saat shalat untuk meludah ringan ke arah kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah, sebagaimana dalam Shahih Muslim dari hadits ‘Utsman bin Abil ‘Ash.<br />
Begitu pula menoleh yang dilakukan oleh Abu Bakar dan para sahabat saat Nabi ﷺ keluar menemui mereka di masa sakitnya, sebagaimana disebutkan dalam dua kitab shahih (Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam <em>Al-Mumti‘</em> (3/225):</p>
<p class="arab">ومن ذلك: لو كانت المرأة عندها صبيُّها، وتخشى عليه، فصارت تلتفت إليه، فإن هذا من الحاجة ولا بأس به</p>
<p><em>&#8220;Termasuk dalam hal ini: jika seorang wanita memiliki anak kecil di dekatnya, dan ia khawatir terhadap anak tersebut, lalu ia menoleh kepadanya, maka ini termasuk kebutuhan dan tidak mengapa.&#8221;</em></p>
<p><strong>Ketiga: Menoleh dengan seluruh tubuh</strong>, maka hal ini membatalkan shalat karena berarti ia telah meninggalkan arah kiblat. Ini adalah pendapat dalam mazhab dan merupakan pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Namun, jika dalam kondisi sangat takut, shalatnya tidak batal karena dalam keadaan seperti itu syariat membolehkan tidak menghadap kiblat, sebagaimana akan dijelaskan dalam bab <em>Shalat Khauf</em> (shalat dalam keadaan takut) insya Allah.</p>
<p>Begitu pula <a href="https://belajarsholat.com/2688-bacaan-imam-untuk-meluruskan-shaf.html" target="_blank" rel="noopener">orang yang shalat</a> di dalam Ka&#8217;bah, karena jika ia tidak menghadap ke satu arah, maka ia tetap menghadap ke arah lainnya.</p>
<p><strong>Jenis keempat: Menoleh dengan pandangan mata ke kanan dan kiri</strong>, maka hal ini juga makruh karena termasuk dalam larangan menoleh secara umum.</p>
<p>Ibnu Qayyim berkata:</p>
<p class="arab">الالتفات المنهي عنه في الصلاة قسمان: أحدهما: التفات القلب عن الله إلى غير الله، والثاني: التفات البصر، وكلاهما منهي عنه</p>
<p><em>&#8220;Menoleh yang dilarang dalam shalat terbagi menjadi dua jenis: Pertama, menoleh hati dari Allah kepada selain Allah; kedua, menoleh pandangan mata. Keduanya termasuk larangan.&#8221;</em> (<a href="https://islamqa.info/ar/answers/223305/%D9%83%D9%8A%D9%81-%D9%8A%D8%B5%D9%84%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85-%D9%88%D9%87%D9%88-%D8%AD%D8%A7%D8%B6%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%84%D8%A8-%D8%AE%D8%A7%D8%B4%D8%B9-%D8%BA%D9%8A%D8%B1-%D9%85%D9%86%D8%B4%D8%BA%D9%84-%D8%A8%D8%AE%D8%A7%D8%B1%D8%AC-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9#:~:text=%22%20%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%81%D8%A7%D8%AA%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%86%D9%87%D9%8A%20%D8%B9%D9%86%D9%87%20%D9%81%D9%8A%20%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9,%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%8A%D8%A8%20%22%20(%D8%B5%2020)%20." target="_blank" rel="noopener"><em>Al-Wabil Ash-Shayyib</em>, hlm. 20</a><strong>)</strong></p>
<p><strong>Disarikan dari tulisan Syaikh DR. Abdullah Bin Hamud Al Furaih, Makruh-makruh dalam Shalat, Alukah.net</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html">Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
