<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ketika sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/ketika-sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 16:50:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>ketika sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diam Sebentar dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 19:39:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[adab sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Belajarsholat]]></category>
		<category><![CDATA[Diam sebentar]]></category>
		<category><![CDATA[ketika sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Saktah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat malam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3860</guid>

					<description><![CDATA[<p>5. Saktah di antara Amin dan Suratan Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca amin dan suratan. Membaca suratan disunahkan di selain sholat jenazah dan selain sholat yang dilakukan oleh musholli yang faqid tuhuroini (yang tidak mendapati air dan debu) meskipun ia adalah orang junub. Asal kesunahan membaca suratan dapat dihasilkan dengan membaca basmalah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html">Diam Sebentar dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>5. Saktah di antara Amin dan Suratan</h2>
<p>Maksudnya, musholli disunahkan bersaktah (diam) di antara membaca amin dan suratan.</p>
<p>Membaca suratan disunahkan di selain sholat jenazah dan selain sholat yang dilakukan oleh musholli yang faqid tuhuroini (yang tidak mendapati air dan debu) meskipun ia adalah orang junub.</p>
<p>Asal kesunahan membaca suratan dapat dihasilkan dengan membaca basmalah dengan catatan tidak menyengaja kalau basmalah yang dibacanya tersebut merupakan awal dari Fatihah.</p>
<p>Kesunahan membaca suratan sudah dicukupkan dengan membaca awail-suwar, seperti; ‘ﺹ ,, ‘ﻕ ,, ‘ﻥ’, berdasarkan ketetapan bahwa awail-suwar merupakan ayat-ayat yang berkedudukan sebagai mubtadak atau khobar. Ketetapan ini didasarkan atas alasan bahwa awail-suwar merupakan satu ayat yang sebagian ayatnya dibuang.</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang <a title="Syarat Sah Kedua" href="https://belajarsholat.com/3643-syarat-sah-kedua.html">Syarat Sah Kedua</a></p>
<h3>Nawawi berkata;</h3>
<p>Sunahnya adalah musholli membaca Surat as-Sajdah secara lengkap di rakaat pertama dan Surat al-Insan secara lengkap di sholat Subuh di hari Jumat. Janganlah ia melakukan perbuatan yang dilakukan oleh kebanyakan imam masjid, yaitu hanya membaca satu ayat dari as-Sajdah dan satu ayat dari al-Insan disertai memanjangkan bacaan, tetapi ia hendaknya membaca dua Surat tersebut secara lengkap, secara pelan-pelan atau sedikit dipercepat dengan menetapi sifat tartil.</p>
<p>Ketika sholat Jumat, sunahnya adalah musholli membaca Surat al- Jumuah secara lengkap di rakaat pertama dan Surat al-Munafiqun secara lengkap di rakaat kedua, atau ia membaca Surat al-A’la di rakaat pertama dan Surat al-Ghosyiah di rakaat kedua. Masing- masing dari keduanya ini berdasarkan hadis shohih dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Musholli hendaknya menghindari membaca hanya sebagian ayat dari masing-masing Surat, melainkan ia membacanya secara lengkap, seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya.</p>
<p>Ketika sholat Id, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat Qof secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Qomar secara lengkap di rakaat kedua, atau bisa juga ia membaca Surat al- A’la secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al- Ghosyiah secara lengkap di rakaat kedua. Masing-masing keduanya ini berdasarkan hadis shohih dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Musholli hendaknya menghindari membaca hanya sebagian ayat dari masing-masing Surat, melainkan ia membacanya secara lengkap.</p>
<p>Ketika sholat sunah Subuh, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat al-Kaafirun secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Ikhlas secara lengkap di rakaat kedua, atau bisa juga ia membaca di rakaat kedua. Masing-masing dari keduanya ini berdasarkan teladan dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama.</p>
<p>Dalam sholat sunah Maghrib, sunahnya adalah bahwa musholli membaca Surat al-Kafirun secara lengkap di rakaat pertama dan membaca Surat al-Ikhlas secara lengkap di rakaat kedua. Selain itu, dua Surat ini juga disunahkan di baca di dalam dua rakaat sholat sunah towaf dan dua rakaat sholat istikhoroh.</p>
<p>Dalam sholat witir yang terdiri dari tiga rakaat, sunahnya adalah musholli membaca Surat al-A’la di rakaat pertama, membaca Surat al-Kafirun di rakaat kedua, dan membaca Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas di rakaat ketiga. Sampai sinilah kutipan dari Nawawi berakhir.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3860-diam-sebentar-dalam-sholat.html">Diam Sebentar dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Shalat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3339-nikmatnya-shalat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 May 2024 00:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan alquran]]></category>
		<category><![CDATA[hafal alqur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ketika sholat]]></category>
		<category><![CDATA[yuk baca]]></category>
		<category><![CDATA[yuk sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3339</guid>

					<description><![CDATA[<p>‌‌القراءة فإذا أخذ في قراءة القرآن فقد قام في مقام مخاطبة ربه ومناجاته، فليحذر كل الحذر من التعرض لمقته وسخطه أن يناجيه ويخاطبه وهو معرض عنه ملتفت إلى غيره، فإنه يستدعي بذلك مقته ويكون بمنزلة رجل قربه ملك من ملوك الدنيا فأقامه بين يديه، فجعل يخاطبه الملك وقد ولاه قفاه أو التفت عنه بوجهه يمنة [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3339-nikmatnya-shalat.html">Nikmatnya Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="arab">‌‌القراءة</p>
<p class="arab">فإذا أخذ في قراءة القرآن فقد قام في مقام مخاطبة ربه ومناجاته، فليحذر كل الحذر من التعرض لمقته وسخطه أن يناجيه ويخاطبه وهو معرض عنه ملتفت إلى غيره، فإنه يستدعي بذلك مقته ويكون بمنزلة رجل قربه ملك من ملوك الدنيا فأقامه بين يديه، فجعل يخاطبه الملك وقد ولاه قفاه أو التفت عنه بوجهه يمنة ويسرة، فما الظن بمقت الملك لهذا، فما الظن بالملك الحق المبين الذي هو رب العالمين وقيوم السماوات والأرض.</p>
<h2><strong>Membaca al-Qur&#8217;an</strong></h2>
<p>Ketika seorang muslim memulai membaca al Qur&#8217;an berarti dia sedang berdiri di tempat sedang berbicara berhadapan dengan Tuhan-nya dan bermunajat kepada-Nya. Oleh karenanya, bersikap hati hatilah dari mengundang murka dan kemarahan-Nya. Yakni dia bermunajat dan berbicara kepada-Nya tapi sejatinya dia berpaling dari-Nya dan berpaling pada selain-Nya. Baca Juga Artikel : <a title="Bacaan Al-Quran Imam Banyak Salah, Apakah Shalatnya Sah?" href="https://belajarsholat.com/2923-bacaan-al-quran-imam-banyak-salah-apakah-shalatnya-sah.html">Bacaan Al-Quran Imam Banyak Salah, Apakah Shalatnya Sah?</a></p>
<p>Dengan demikian, dia berarti mengundang murka-Nya. Sikap seperti ini seperti seseorang yang berada dekat dengan salah seorang raja di antara raja-raja dunia dan dia berdiri berhadapan dengannya. Lalu dia berbicara dengan sang raja berbalik dari hadapannya atau wajahnya berpaling dari sang raja ke arah kanan-kiri. Tidak diduga akan kemarahan sang raja dengan sikap ini. Lalu bagaimana dengan Maha Raja yang Maha benar dan Nyata, Dialah Pemilik semesta alam dan yang menegakkan langit dan bumi, Allah Ta’ala.</p>
<p class="arab">وليقف عند كل آية من الفاتحة ينتظر جواب ربه له وكأنه سمعه يقول: حمدني عبدي حين يقول: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} فإذا قال: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} وقف لحظة ينتظر قوله: «أثنى علي عبدي» فإذا قال: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} انتظر قوله: «مجدني عبدي» فإذا قال: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} انتظر قوله: «هذا بيني وبين عبدي» فإذا قال: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} إلى آخر انتظر قوله: «هؤلاء لعبدي ولعبدي ما سأل»</p>
<p>Hendaknya seorang muslim berhenti sejenak dari setiap membaca ayat dari surah al-Fâtihah menunggu jawaban dari Tuhan-nya. Seolah dia mendengar ketika Tuhan berkata, Hamadani ‘abdi(Hambaku Memujiku) ketika dia membaca alhamdulillahi rabbil alamin. Ketika Membaca Ar-rahman Ar-rahim, Berhentilah Sebentar menunggu Perkataan-Nya, Atsna Alayya ‘abdi (Hambaku Memujaku).</p>
<p>Ketika membaca Iyyaka Na’budu wa Iyya-ka nasta’in. Tunggulah Dia berfirman, Hadza baini wa baina ‘abdi(Ini antara Aku dan Hamba-Ku). Pada saat membaca Ihdina Ash-shirath al-mustaqim sampai akhir ayat, berhentilah sejenak dengarkan perkataan-Nya, Ha’ula’i Li’abdi wa li’abdi ma sa’ala (Mereka adalah hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta). Jangan Lupa Subscribe akun youtube kami : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<h2><strong>Nikmatnya Shalat</strong></h2>
<p class="arab">‌‌طعم الصلاة</p>
<p class="arab">ومن ذاق طعم الصلاة علم أنه لا يقوم غير التكبير والفاتحة مقامهما، كما لا يقوم غير القيام والركوع والسجود مقامها، فلكل عبودية من عبودية الصلاة سر وتأثير وعبودية لا تحصل من غيرها، ثم لكل آية من آيات الفاتحة عبودية وذوق ووجد يخصها</p>
<p>Orang yang merasakan nikmatnya shalat, dia akan tahu bahwa dia tidak melakukan takbir, membaca surah al-Fâtihah saja, demikian pula dia tidak melakukan rukuk, atau sujud saja, tetapi setiap aktivitas ibadah dari rangkaian ibadah shalat memiliki rahasia dan pengaruh ibadah yang tidak didapatkan dari selainnya. Sebagaimana setiap ayat dari ayat-ayat surah al-Fâtihah adalah ibadah, dan mengandung kenikmatan dan perasaan tersendiri yang dirasakan oleh orang yang membacanya.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3339-nikmatnya-shalat.html">Nikmatnya Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
