<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bacaan tasyahud - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/bacaan-tasyahud/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>bacaan tasyahud - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bacaan Ketika Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah Tasydid dalam Bacaan Tasyahud Fasal ini menjelaskan tentang jumlah tasydid dalam bacaan tasyahud dan tempat-tempatnya. Tasydid-tasydid tasyahud ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan tasyahud yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  tasyahud  awal  tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Jumlah</strong> <strong><em>Tasydid </em></strong><strong>dalam</strong> <strong>Bacaan</strong> <strong>Tasyahud</strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang jumlah <em>tasydid </em>dalam bacaan <em>tasyahud </em>dan tempat-tempatnya.</h3>
<p><em>Tasydid-tasydid</em> <em>tasyahud</em> ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  <em>tasyahud  awal  </em>tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling minimal, yaitu bacaan yang wajib dalam duduk akhir dan disunahkan sujud sahwi apabila ditinggalkan dalam duduk <em>tasyahud awal</em>.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Tasyahud Akhir Sholat" href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a></p>
<p>Romli  berkata  dalam  kitab  <em>Syarah  Minhaj,  </em>“Yang  lebih   utama  adalah  menambahi  lafadz ‘ﺍﻟﺴَﻴﱢﺪ’ karena  mengikuti  perintah.   Selain itu menambahi berita yang sesuai dengan kenyataan termasuk   salah satu sikap beradab. Oleh karena itu menambahi lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’ adalah lebih utama daripada tidak menambahinya.”</p>
<p>Suhaimi juga berkata, “Mengikuti perintah tidakbisa disebut sebagai hal yang lebih utama  daripada  sikap beradab karena kita mengatakan bahwa di dalam sikap beradab terdapat unsur mengikuti perintah  dan menambahi. Pendapat  <em>dzohir</em>nya  adalah bahwa yang lebih utama atau <em>afdhol</em> adalah menyebutkan juga lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’untuk selain Rasulullah.”</p>
<h3>Disunahkan berdoa setelah membaca <em>tasyahud akhir </em></h3>
<p>dengan bentuk  doa  apapun  yang  dikehendaki  <em>musholli</em>,  tetapi  yang  lebih utama adalah berdoa <em>ta’awudz </em>atau meminta perlindungan dari siksa dan fitnah-fitnah karena adanya hadis shohih, “Ketika salah satu dari kalian telah ber<em>tasyahud </em>(akhir) maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) hal, ia berdoa;</p>
<p><em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (1) siksa </em><em>kubur, (2) siksa api neraka,(3)fitnah hidup dan mati, dan(4)fitnah </em><em>Masih ad-Dajjal.</em></p>
<p>Syibromalisi mengatakan, “Dimakruhkan meninggalkan doa di atas. Doa tersebut sangat dianjurkan sekali karena sebagian ulama mewajibkannya. Umairah berkata bahwa Awzai berkata dalam kitab <em>al-Qut, </em>yaitu kitab yang men<em>syarah</em>i kitab <em>al-Minhaj </em>bahwa doa ini (doa berlindung  seperti  yang telah  disebutkan)  sangat  dianjurkan. Sesungguhnya ada hadis shohih yang memerintahkan berdoa dengan doa  ini   dan   sebagian  ulama   mewajibkannya.  Bahkan   Thowus memerintahkan   putranya   untuk   mengulangi   sholat   karena   ia meninggalkan doa tersebut. Hendaknya seorang <em>musholli </em>mengakhiri doanya  dengan  doa  di  atas  karena  berdasarkan  sabda  Rasulullah <em>shollallahu  ‘alaihi  wa  sallama  </em>‘ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻬُﻦﱠ ’.  (Maksudnya, jadikan  doa meminta perlindungan dari 4 perkara sebagai akhir bagi doa yang kamu panjatkan)”</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Bacaan Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3383-makna-bacaan-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 04:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Maha Besar]]></category>
		<category><![CDATA[arti sholawat]]></category>
		<category><![CDATA[arti takbir]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[sholawat]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wa Ash-Shalawât (Seluruh shalawat) ‌‌والصلوات ‌‌ثم عطف عليها الصلوات بلفظ الجمع والتعريف ليشمل كل ما أطلق عليه لفظ الصلاة خصوصًا وعمومًا فكلها لله لا تنبغي إلا له فالتحيات له ملكًا، والصلوات له عبودية واستحقاقًا فالتحيات لا تكون إلا له والصلوات لا تنبغي إلا له Setelah itu diathafkan lafaz &#8220;Ash-Shalawât&#8221; yang dipakai dalam bentuk jama&#8217; dan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3383-makna-bacaan-tasyahud.html">Makna Bacaan Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Wa Ash-Shalawât (Seluruh shalawat)</strong></h2>
<p class="arab">‌‌والصلوات</p>
<p class="arab">‌‌ثم عطف عليها الصلوات بلفظ الجمع والتعريف ليشمل كل ما أطلق عليه لفظ الصلاة خصوصًا وعمومًا فكلها لله لا تنبغي إلا له فالتحيات له ملكًا، والصلوات له عبودية واستحقاقًا فالتحيات لا تكون إلا له والصلوات لا تنبغي إلا له</p>
<p>Setelah itu diathafkan lafaz &#8220;Ash-Shalawât&#8221; yang dipakai dalam bentuk jama&#8217; dan makrifat supaya menunjukkan makna shalawat secara khusus dan umum. Seluruh shalawat hanyalah milik Allah. Penghormatan ditujukan kepada kerajaan-Nya sedangkan shalawat adalah realisasi ibadah dan penghambaan diri kepada-Nya. Jadi, penghormatan tidak pantas melainkan hanya kepada-Nya dan shalawat tidak layak kecuali untuk-Nya. Baca Juga Artikel Tentang : <a title="Bacaan Doa Tahiyat / Tasyahud Awal" href="https://belajarsholat.com/2008-bacaan-doa-tahiyat-tasyahud-awal.html">Bacaan Doa Tahiyat / Tasyahud Awal</a></p>
<h2><strong>Wa Ath-Thayyibât</strong></h2>
<p class="arab">‌‌والطيبات</p>
<p class="arab">‌‌ثم عطف عليها الطيبات كذلك، وهذا يتناول أمرين: الوصف والملك.</p>
<p class="arab">‌‌فأما الوصف فإنه سبحانه طيب، وكلامه طيب، وفعله كله طيب، ولا يصدر منه إلا الطيب، ولا يضاف إليه إلا الطيب، ولا يصعد إليه إلا الطيب فالطيبات له وصفًا وفعلاً وقولا ونسبة، وكل طيب مضاف إليه، وكل مضاف إليه طيب، فله الكلمات الطيبة والأفعال الطيبات، وكل مضاف إليه كبيته وعبده وروحه وناقته وجنته فهي طيبات.</p>
<p>Selanjutnya lafaz &#8220;Ath-Thayyibat&#8221; diathafkan pada lafaz &#8221; Ash-Shalawât. Dalam hal ini &#8220;Ath-Thayyibât&#8221; (segala kcbaikan) mencakup dua makna; sifat dan kerajaan.</p>
<p>Adapun makna sifat Allah adalah Zat Yang Maha baik, perkataan-Nya baik, pekerjaan-Nya baik, baginya tidak ada selain kebaikan, tidak ada yang disandarkan kepada-Nya selain kebaikan dan tidak ada yang bisa baik kepada-Nya melainkan amal perbuatannya yang baik.</p>
<p>Dengan demikian, &#8220;Ath-Thayibat&#8221; adalah sifat, perbuatan, perkataan dan penisbatan. Setiap hal yang baik disandarkan kepada-Nya dan segala sesuatu yang disandarkan kepada-Nya pastilah menjadi baik. Bagi-Nya seluruh perkataan yang baik dan seluruh perbuatan yang baik. Segala hal yang disandarkan kepada-Nya, semisal rumah-Nya, hamba-Nya, ruh-Nya, unta Nya dan surga-Nya menjadi sesuatu yang baik.</p>
<p style="text-align: right;">وأيضًا فمعاني الكلمات الطيبات لله وحده فإن الكلمات الطيبات تتضمن تسبيحه وتحميده وتكبيره وتمجيده والثناء عليه بآلائه وأوصافه فهذه الكلمات الطيبات التي يثنى عليه بها ومعانيها له وحده لا يشركه فيها غيره، كسبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك  ونحو سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبرونحو سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم</p>
<p class="arab">‌‌فكل طيب فله وعنده ومنه وإليه، وهو طيب لا يقبل إلا طيبًا، وهو إله الطيبين، وجيرانه في دار كرامته هم الطيبون.</p>
<p class="arab">‌‌فتأمل أطيب الكلمات بعد القرآن كيف لا تنبغي إلا لله، وهي «سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، ولا حول ولا قوة إلا بالله».</p>
<p class="arab">‌‌فإن «سبحان الله» تتضمن تنزيهه عن كل نقص وعيب وسوء، وعن خصائص المخلوقين وشبههم.</p>
<p class="arab">‌‌و «الحمد لله» تتضمن إثبات كل كمال له قولاً وفعلاً ووصفًا على أتم الوجوه وأكملها أزلًا وأبدًا</p>
<p>Demikian halnya dengan makna-makna yang terkandung dalam kalimat yang baik hanyalah milik Allah semata.</p>
<p>Kalimat yang baik memiliki arti bertasbih kepada-Nya, memuji-Nya, mengagungkan-Nya, memuja-Nya dan menyanjung-Nya atas segala nikmat dan sifat-sifat-Nya.</p>
<p>Kalimat-kalimat ini yang dipakai untuk memanjatkan pujian kepada-Nya, Dialah satu-satunya Tuhan dan tidak ada yang menyekutukan-Nya. Yang sama dengan kalimat ini adalah kalimat,</p>
<p><strong>Subhânakallâhumma wa bihamdika wa tabârakasmuka wa ta alâ jadduka wa là ilâha ghairuka</strong> (Mahasuci Engkau Ya Allah dan aku memuji-Mu. Sungguh luhur dan mulia nama-Mu. Hanya Engkaulah Yang Tunggal dan tiada Tuhan selain diri-Mu)</p>
<p>Juga sama dengan kalimat, Subhânallâhi walhamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâbu akbar, (Mahasuci Allah, segala puji hanya milik Allah. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah maha besar)</p>
<p>Juga semisal dengan kalimat Subhânallahi wa bihamdihi subhânallahil azhimi (Mahasuci</p>
<p>Allah, aku menyanjung-Nya. Mahasuci Allah lagi Maha agung) Setiap scsuatu yang baik adalah milik-Nya, di sisi-Nya, dari-Nya dan kembali kepada-Nya. Dialah Zat Yang Maha baik dan tidak mau menerima kecuali sesuatu yang baik pula. Dialah Tuhan dari orang-orang yang berbuat baik. Di sekitar-Nya di tempat kemuliaan-Nya adalah orang-orang yang baik.</p>
<p>Pikirkanlah kalimat terbaik setelah al-Qur&#8217;an yang tidak pantas kecuali kepada Allah. Kalimat itu adalah, Subhânallähu walhamdulillahi wa là ilâha illallâhu wallahu akbar wa la haula wa lâ quwwata illâ billahi (Mahasuci Allah, segala puji milik Allah, tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Allah Maha besar, tiada daya dan upaya melainkan dari Allah).</p>
<p>Kalimat Subhânalläh (Mahasuci Allah) mengandung makna menyucikan Allah dari segala kekurangan, cacat maupun keburukan, di samping juga menyucikan dati menyerupai makhluk dan sifat-sifat yang dimiliki makhluk-Nya.</p>
<p>Kalimat Alhamdulilläh (segala puji milik Allah) mengandung makna menetapkan segala kesempurnaan kepada-Nya, baik dalam perkataan, perbuatannya, maupun sifat-Nya semenjak zaman Azali dan selama-lamanya.</p>
<p class="arab">‌‌و «لا إله إلا الله» تتضمن انفراده بالإلهية، وأن كل معبود سواه فباطل، وأنه وحده الإله الحق وأنه من تأله غيره فهو بمنزلة من اتخذ بيتًا من بيوت العنكبوت يأوي إليه ويسكنه.</p>
<p class="arab">‌‌و «الله أكبر» تتضمن أنه أكبر من كل شيء وأجل وأعظم وأعز وأقوى وأقدر وأعلم وأحكم، فهذه الكلمات الطيبات لا تصلح هي ومعانيها إلا لله وحده</p>
<p>Kalimat La ilâha illallahu (tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah) mengandung makna mengesakan Allah sebagai Tuhan. Segala sesuatu yang disembah selain-Nya adalah batil. Dia-lah satu-satunya Tuhan yang haq, sedangkan seseorang yang bertuhankan selain-Nya seperti halnya seseorang yang menjadikan benalu sebagai tempat tinggalnya.</p>
<p>Dan kalimat Allahu akbar (Allah Maha besar) mengandung arti Dialah yang Maha besar, Maha tinggi, Maha agung, Maha mulia, Maha kuat, Maha kuasa, Maha Mengerti, dan Maha adil. Kalimat kalimat yang baik ini dan makna yang terkandung di dalamnya tidak pantas disandarkan kecuali kepada Allah semata. Subscribe <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3383-makna-bacaan-tasyahud.html">Makna Bacaan Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Duduk Tasyahud Awal</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2177-cara-duduk-tasyahud-awal.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2022 05:32:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[tahiyat awal]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2177</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Duduk Tasyahud Awal 1. Duduknya Iftirasy Duduk tahiyat awal dengan cara Iiftirasy. Dalilnya adalah hadis dari Wail Bin Hujr radhiallahu &#8216;anhu, قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ قُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَلَمَّا جَلَسَ يَعْنِي لِلتَّشَهُّدِ افْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى يَعْنِي عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى &#8220;Ketika aku tiba di Madinah, aku berkata; [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2177-cara-duduk-tasyahud-awal.html">Cara Duduk Tasyahud Awal</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Cara Duduk Tasyahud Awal</strong></h2>
<p><strong>1. Duduknya Iftirasy</strong></p>
<p>Duduk tahiyat awal dengan cara Iiftirasy. Dalilnya adalah hadis dari Wail Bin Hujr radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab">قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ قُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَلَمَّا جَلَسَ يَعْنِي لِلتَّشَهُّدِ افْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى يَعْنِي عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى</p>
<p>&#8220;Ketika aku tiba di Madinah, aku berkata; &#8220;Sungguh, aku benar-benar akan melihat bagaimana Rasulullah ﷺ sholat. Ketika duduk tasyahud beliau iftirasy membentangkan kaki kirinya dan meletakkan tangan kirinya -yakni di atas paha kirinya- serta menegakkan kaki kanannya.&#8221; (HR. Tirmizi 269)</p>
<p>Duduk Iftirasy yaitu dengan membentangkan telapak kaki kiri dan mendudukinya, lalu telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari dihadapkan kiblat.</p>
<p>Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu mengatakan,</p>
<p class="arab">من سُنَّةِ الصلاةِ، أنْ تنصِبَ القدمَ اليمنَى، واستقبالُهُ بأصابعِها القبلةَ، والجلوسُ على اليسرَى<br />
“</p>
<p>Di antara sunah ketika sholat adalah menegakkan kaki kanan lalu menghadapkan jari-jari ke arah kiblat dan duduk di atas kaki kiri.” (HR. An Nasa’i no. 1158, disahihkan Al-Albani )</p>
<p><strong>2. Telapak Tangan Diletakkan Diatas Paha mengarah ke Qiblat, </strong><strong>Jari Tangan Kanan Menggenggam Sedangkan Jari Telunjuk Menunjuk Kedepan.</strong></p>
<p>Berdasar dari hadis Abdullah Bin Umar radhiallahu &#8216;anhuma,</p>
<p class="arab">كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخْذِهِ الْيُمْنَى وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخْذِهِ الْيُسْرَى</p>
<p>&#8220;Apabila beliau duduk dalam sholat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dan menggenggam semua jari jemarinya seraya menunjuk dengan jari yang dekat ibu jari (jari telunjuk) dan meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya.&#8221; (HR. Abu Daud 837)</p>
<p><strong>3. Memberi Isyarat Jari Telunjuk Kearah Qiblat</strong></p>
<p>Beberapa pendapat terkait mengisyaratkan jari telunjuk saat tasyahud.</p>
<p>&#8211; Dikalangan Syafi&#8217;iyah isyarat jari telunjuk dilakukan saat awal tasyahud, lalu jari telunjuk dinaikkan lebih tinggi saat syahadat tauhid, sebagaimana keterangan dari Hasyiah Al-Bujairimy Al-Khotib,</p>
<p class="arab">(يُشِيرُ بِهَا) أَيْ يَرْفَعُهَا مَعَ إمَالَتِهَا قَلِيلًا حَالَ كَوْنِهِ (مُتَشَهِّدًا) عِنْدَ قَوْلِهِ: إلَّا اللَّهُ لِلِاتِّبَاعِ. وَيُدِيمُ رَفْعَهَا وَيَقْصِدُ مِنْ ابْتِدَائِهِ بِهَمْزَةِ إلَّا اللَّهُ أَنَّ الْمَعْبُودَ وَاحِدٌ، فَيَجْمَعُ فِي تَوْحِيدِهِ بَيْنَ اعْتِقَادِهِ وَقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ</p>
<p>(Menunjuk jarinya) makudnya mengangkat telunjuk sambil sedikit memiringkan saat tasyahud hingga lafadz إلَّا اللَّهُ . Dan hendaknya mengangkat jari dan dan niatkan dalam hati saat dimulai pada permulaan huruf hamzah dari lafadz ‘Illallah (إلَّا اللَّهُ)’, bahwa Dialah satu-satunya tuhan yang berhak Disembah. Dan terkumpullah tauhid dalam dirinya baik antara keyakinan, ucapan dan perbuatan.</p>
<p>&#8211; Ada juga yang berpendapat dengan menggerak-gerakkan jari telunjuk berdasar dari hadis Wa&#8217;il bin Hujr radhiallahu &#8216;anhu, &#8220;Aku melihat cara sholat Rasulullah ﷺ. Kemudian aku melihat beliau ﷺ sholat&#8230;.</p>
<p class="arab">ثمَّ قعدَ وافترشَ رجلَهُ اليسرى ووضعَ كفِّهِ اليُسرى على فخذِهِ ورُكبتِهِ اليُسرى وجعلَ حدَّ مرفقِهِ الأيمنِ على فخذِهِ اليُمنى ثمَّ قبضَ اثنتينِ من أصابعِهِ وحلَّقَ حلقةً ثمَّ رفعَ إصبعَهُ فرأيتُهُ يحرِّكُها يدعو بِها</p>
<p>Beliau duduk diatas kaki kiri serta meletakkan telapak tangan kiri diatas paha dan lutut bagian kiri. Lalu beliau ﷺ meletakkan siku lengan kanan diatas paha kanan, lalu menggenggam dua jari sehingga menjadi melingkar, kemudian beliau mengangkat telunjuknya, aku melihat beliau mengerak-gerakan telunjuknya dan berdoa dengannya.&#8221; (secara ringkas). (HR. An-Nasai 1251)</p>
<p>Namun sebagian ulama memakruhkan perbuatan ini karena hadis dari Wa&#8217;il bin Hujr dhaif dan syaadz.</p>
<p><strong>4. Pandangan Mata Saat Tasyahud</strong></p>
<p>Disunnahkan pandangan diarahkan ke jari telunjuk kanan, sebagaimana hadis dari Abdullah Bin Zubair R<em>adhiallahu ‘anhu,</em></p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضع يده اليسرى على ركبته اليسرى، وأشار بأصبعه لا يجاوز بصره إشارته</p>
<p>Biasanya rasulullah ﷺ meletakkan tangan kirinya diatas paha kirinya, dan memberikan isyarat dengan jari telunjuk (kanan), dan tidak lepas <strong>pandangan beliau</strong> dari yang diisyaratkan. (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2177-cara-duduk-tasyahud-awal.html">Cara Duduk Tasyahud Awal</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
