<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembatal Sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/category/pembatal-sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Jul 2023 07:26:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>Pembatal Sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hukum Tertidur saat Mendengarkan Khotbah Jumat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2518-hukum-tertidur-saat-mendengarkan-khotbah-jumat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 07:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Pembatal Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal sholat]]></category>
		<category><![CDATA[saat khotbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[tertidur sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tidur khotbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[tidur pembatal wudhu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tertidur Saat Khotbah Sholat Jumat, Batal Wudhunya?  Terkait tidur dibagi menjadi dua, yaitu; tidur berat dan tidur ringan Untuk tidur berat mayoritas madzhab bersepakat dapat membatalkan wudhu. Dalilnya hadis dari Shofwan bin &#8216;Assal radhiallahu &#8216;anhu, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفَرًا أَنْ لا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إِلا مِنْ جَنَابَةٍ ، وَلَكِنْ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2518-hukum-tertidur-saat-mendengarkan-khotbah-jumat.html">Hukum Tertidur saat Mendengarkan Khotbah Jumat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Tertidur Saat Khotbah Sholat Jumat, Batal Wudhunya? </strong></h2>
<p>Terkait tidur dibagi menjadi dua, yaitu; tidur berat dan tidur ringan</p>
<p>Untuk tidur berat mayoritas madzhab bersepakat dapat membatalkan wudhu. Dalilnya hadis dari Shofwan bin &#8216;Assal radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفَرًا أَنْ لا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إِلا مِنْ جَنَابَةٍ ، وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ</p>
<p>“Rasulullah ﷺ memerintahkan kami saat safar agar tidak melepaskan khuf (kaos kaki kulit) kami selama tiga hari tiga malam kecuali junub. Akan tetapi (tidak mencopotnya) pada saat buang air besar, air kecil dan tidur.” (HR. Tirmizi, no. 89, dinyatakan hasan oleh Al-Albany).</p>
<p>Adapun tidur ringan dalam madzhab Malikiyah tidak membatalkan wudhu baik itu dengan cara duduk atau berbaring. Dalam hal ini beberapa ulama seperti Abu Ubaid, Ibnu bin Baz dan Ibnu Utsaimin berpendapat yang sama. Dalilnya adalah hadis dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu,</p>
<p class="arab">أن الصَّحابة رضي الله عنهم كانوا ينتظرون العِشاء على عهد رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ حتى تخفِقَ رؤوسهم ثم يُصلُّون ولا يتوضؤون</p>
<p>“Para sahabat radhiallahu ‘anhum pernah menunggu sholat isya di masa Rasulullah ﷺ, sampai kepala mereka mematuk-matuk (karena ngantuk). Lalu mereka sholat tanpa mengulang wudhu.” (HR. Muslim)</p>
<p>Namun dalam <a href="https://belajarsholat.com/2452-pembatal-pembatal-wudhu-dalam-madzhab-syafiiyah-matan-abi-syuja.html" target="_blank" rel="noopener">Madzhab Syafi&#8217;iyah</a> tidur berat atau ringan membatalkan wudhu, TAPI tidak untuk tidur ringan JIKA dalam kondisi duduk selama pantat menempel di tanah (mutamakkin maq&#8217;adahu). Penegasan pendapat ini dengan dalil hadis dari Ali Bin Abi Thalilb radhiallahu &#8216;anhu</p>
<p class="arab">وِكَاءُ السَّهِ الْعَيْنَانِ فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ</p>
<p>Pengikat dubur itu adalah dua mata. Maka siapa yang tidur, hendaklah ia wudlu. (HR. Abu Daud 203)</p>
<p>Sudah kami bahas dalam artikel sebelumnya:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="TUwOzJUWXC"><p><a href="https://belajarsholat.com/2452-pembatal-pembatal-wudhu-dalam-madzhab-syafiiyah-matan-abi-syuja.html">Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah &#8211; Matan Abi Syuja</a></p></blockquote>
<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Pembatal-Pembatal Wudhu dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah &#8211; Matan Abi Syuja&#8221; &#8212; Belajar Cara Sholat Lengkap" src="https://belajarsholat.com/2452-pembatal-pembatal-wudhu-dalam-madzhab-syafiiyah-matan-abi-syuja.html/embed#?secret=6FKyLY6tqD#?secret=TUwOzJUWXC" data-secret="TUwOzJUWXC" width="500" height="282" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walaupun begitu masih ada beberapa pendapat yang mengatakan tidur dalam kondisi apapun tidak membatalkan wudhu, seperti pendapat sahabat Abu Musa al-Asy’ari dan Ibnu ‘Umar dan Sa’id ibn al-Musayyab radhiallahu &#8216;anhum.</p>
<h4><strong>Lalu bagaimanakah hukum tertidur saat mendengarkan khotbah Jum&#8217;at?</strong></h4>
<p>Kondisi seseorang saat mendengarkan khotbah Jumat seperti para sahabat Nabi radhiallahu &#8216;anhum yang terkantuk-kantuk saat menunggu sholat &#8216;Isya&#8217; sebagaimana dalam hadis Anas bin Malik Radhiallahu &#8216;anhu diatas.</p>
<p>Maka wallahu a&#8217;lam, dalam kondisi ini tidak membatalkan wudhu dan selaras dalam madzhab Syafi&#8217;iyah yang dianut mayoritas muslim Indonesia.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2518-hukum-tertidur-saat-mendengarkan-khotbah-jumat.html">Hukum Tertidur saat Mendengarkan Khotbah Jumat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang Membatalkan Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/284-hal-hal-yang-membatalkan-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/284-hal-hal-yang-membatalkan-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2022 01:19:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pembatal Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[membatalkan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[yang membatalkan sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hal-hal yang Membatalkan Sholat Berikut adalah penjelasan hal-hal yang apabila dikerjakan akan membatalkan sholat: Mengerjakan perbuatan yang dilarang dalam sholat. Atau meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakan di dalam sholat. Makan dan Minum Ibnul Mundzir rahimahullahu mengatakan, أجمع أهل العلم على أن المصلي ممنوع من الأكل والشرب، وأجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم أن [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/284-hal-hal-yang-membatalkan-sholat.html">Hal-hal yang Membatalkan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hal-hal yang Membatalkan Sholat</strong></h2>
<p>Berikut adalah penjelasan hal-hal yang apabila dikerjakan akan membatalkan sholat:</p>
<ol>
<li><strong>Mengerjakan perbuatan yang dilarang dalam sholat.</strong></li>
<li><strong>Atau meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakan di dalam sholat.</strong></li>
</ol>
<h3><strong>Makan dan Minum</strong></h3>
<p>Ibnul Mundzir <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">أجمع أهل العلم على أن المصلي ممنوع من الأكل والشرب، وأجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم أن على من أكل أو شرب في الصلاة عامدا الإعادة</p>
<p>“Para ulama sepakat bahwa seorang yang tengah <a href="https://almanhaj.or.id/9578-keutamaan-shalat.html" target="_blank" rel="noopener">sholat dilarang makan dan minum</a>. Dan guru-guru kami juga berpendapat yang sama terkait batalnya sholat seseorang yang makan dan minum secara sengaja dan diwajibkan mengulang sholat.”</p>
<h3><strong>Berbicara Dengan Sengaja Membatalkan Sholat</strong></h3>
<p>Zaid bin Al Arqam <em>radhiyallahu ‘anhu</em> menceritakan,</p>
<p class="arab">كنا نتكلم في الصلاة يكلم الرجل صاحبه وهو إلى جنبه في الصلاة، حتى نزلت: {وقوموا لله قانتين}  فأمرنا بالسكوت ونهينا عن الكلام.</p>
<p>“Dulu beberapa dari kami masih berbincang dengan sebelahnya ketika sholat. Hingga turun ayat Allah <em>azza wajalla</em>,</p>
<p class="arab">وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ</p>
<p>“<em>Dan berdirilah untuk Allah dalam sholatmu bersama orang-orang yang khusyu</em>.”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p>Kemudian kami diperintahkan untuk diam ketika sholat.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></p>
<p>Ibnul Mundzir <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">أجمع أهل العلم على أن من تكلم في صلاته عامدا لكلامه، وهو لا يريد إصلاح شيء من أمرها أن صلاته فاسدة</p>
<p>“Para ulama sepakat bahwa tidak boleh berbicara secara sengaja dalam sholat. Bukan dalam rangka meluruskan yang keliru dalam sholat, maka sholatnya batal.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3">[3]</a></p>
<p><strong><em>Apakah Boleh Menjawab Salam Ketika Sholat?!</em></strong></p>
<p>Jabir bin Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah mengucapkan salam kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> dan beliau tidak menjawabnya dan hanya memberikan isyarat. Setelah selesai sholat beliau bersabda,</p>
<p class="arab">إنك سلمت آنفا ، وأنا أصلي</p>
<p>“Barusan engkau mengucapkan salam kepadaku, tapi aku tengah dalam sholat.”<a href="#_ftn4" name="_ftnref4">[4]</a></p>
<p>Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">لا ما هو منسوخ، المصلي يرد السلام بالإشارة، إذا سلم عليك؛ ترد عليه بالإشارة، هكذا بيدك، كأنك تصافح، أو برأسك، لا بأس، النبي كان يرد عليهم بالإشارة</p>
<p>“(Sunah menjawab salam dengan isyarat ketika sholat -pent) tidak dihapuskan. Seorang yang tengah sholat menjawab salam dengan cara memberi isyarat. Seperti posisi tangan orang yang hendak bersalaman, atau dengan kepalanya, tidak masalah. Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> menjawab salam dengan isyarat.”<a href="#_ftn5" name="_ftnref5">[5]</a></p>
<h3><strong>Disibukkan Dengan Hal-</strong><strong>h</strong><strong>al Di Luar Sholat</strong></h3>
<p>Hal-hal tersebut meliputi Gerakan yang berlebihan di luar sholat atau perbuatan-perbuatan lain yang tidak berkaitan dengan sholat. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam asy Syaukani <em>rahimahullahu</em>,</p>
<p class="arab">وذلك مقيد بأن يخرج به المصلي عن هيئة الصلاة؛ كمن يشتغل مثلا بخياطة أو نجارة، أو مشي كثير، أو التفات طويل، أو نحو ذلك، وسبب بطلانها بذلك أن الهيئة المطلوبة من المصلي قد صارت بذلك الفعل متغيرة عما كانت عليه، حتى صار الناظر لصاحبها لا يعده مصليا.</p>
<p>“Ini dengan catatan bahwa seorang yang sholat tadi melakukan hal di luar perbuatan sholat. Seperti orang yang sibuk menjahit atau menenun atau berjalan atau berpindah yang cukup jauh, atau yang semisal dengannya. Sebab batalnya adalah bahwasanya perbuatan-perbuatan yang seharusnya dikerjakan di dalam sholat menjadi berubah dengan sebab hal tadi. Orang yang menyaksikan di dekatnya akan menyangka bahwa yang bersangkutan tidak sedang sholat.”<a href="#_ftn6" name="_ftnref6">[6]</a></p>
<h3><strong>Meninggalkan Syarat atau Rukun Sholat Dengan Sengaja</strong></h3>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> memerintahkan kepada orang yang sholatnya tidak baik untuk mengulang sholat,</p>
<p class="arab">ارجع فصل فإنك لم تصل</p>
<p>“<a href="https://belajarsholat.com/rukun-sholat-yang-wajib-diketahui-biar-tidak-batal-sholatnya-214.html" target="_blank" rel="noopener">Ulangi sholatmu</a>. Sesungguhnya engkau belum dikatakan sholat.”<a href="#_ftn7" name="_ftnref7">[7]</a></p>
<p>Syekh Shadiq bin Hasan <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">وإذا ترك الركن فما فوقه سهوا فعله، وإن كان قد خرج عن الصلاة، كما وقع منه -صلى الله تعالى عليه وآله وسلم- في حديث ذي اليدين (3)، فإنه سلم عن ركعتين ثم أخبر بذلك، فكبر وفعل الركعتين المتروكتين، وأما ترك ما لم يكن شرطا ولا ركنا من الواجبات فلا تبطل به الصلاة؛ لأنه لا يؤثر عدمه في عدمها، بل حقيقة الواجب ما يمدح فاعله ويذم تاركه، وكونه يذم لا يستلزم أن صلاته باطلة</p>
<p>“Jika orang yang sholat meninggalkan salah satu rukun atau lebih karena lupa, ia wajib untuk mengerjakan rukun tadi, sekalipun sudah berada di luar sholat. Sebagaimana yang terjadi di zaman Nabi Muhammad ﷺ, ketika beliau salam di rakaat yang kedua dan diberitahukan tentang hal tersebut, beliau kembali mengerjakan dua rakaat sisanya. Adapun meninggalkan selain rukun dan syarat seperti <em>waajibat ash </em>shalat (perkara-perkara wajib dalam sholat -pent) maka tidak membatalkan sholat. Karena ketiadaannya tidak menjadi indikasi ketidakabsahan sholat. Meski orang yang meninggalkan (<em>waajibat ash shalat</em>) tercela dan dipuji jika mengerjakannya, hal ini tidak lantas menjadikan sholatnya serta merta batal.”<a href="#_ftn8" name="_ftnref8">[8]</a></p>
<h3><strong>Tertawa di Dalam Sholat</strong></h3>
<p>Hal yang juga membatalkan sholat adalah tertawa ketika sholat. Bahkan Ibnul Mundzir <em>rahimahullahu</em> mengatakan bahwa hal tersebut merupakan ijmak para ulama.</p>
<p><strong>Artikel ini ditulis oleh Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag. (Beliau Lulusan STDI Jember Jurusan Hadis, Pengasuh Belajarsholat.com, Tanyahadis.com dan beliau aktif mengisi kajian-kajian ilmiyah di berbagai kota)</strong></p>
<p><strong>___________</strong><br />
<strong>Footnote:</strong></p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> QS. Al Baqarah: 238.<br />
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> HR. Bukhari 1200 dan Muslim 539.<br />
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3">[3]</a> Al Ausath 3/243.<br />
<a href="#_ftnref4" name="_ftn4">[4]</a> HR. Muslim 540.<br />
<a href="#_ftnref5" name="_ftn5">[5]</a> https://binbaz.org.sa<br />
<a href="#_ftnref6" name="_ftn6">[6]</a> Ad Durar al Bahiyyah 1/284.<br />
<a href="#_ftnref7" name="_ftn7">[7]</a> HR. Bukhari 757.<br />
<a href="#_ftnref8" name="_ftn8">[8]</a> Ar Raudhah an Nadiyyah 1/288.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/284-hal-hal-yang-membatalkan-sholat.html">Hal-hal yang Membatalkan Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/284-hal-hal-yang-membatalkan-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
