Waliyullah yang Menjaga Hatinya
Pernahkah Anda mendengar kisah seorang sahabat yang tidak terkenal, tetapi Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa ia termasuk calon penghuni surga?
Kisah ini membuat Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma penasaran. Beliau ingin mengetahui amalan apa yang membuat sahabat tersebut memperoleh kabar gembira dari Rasulullah ﷺ. Akhirnya, Abdullah bin Amr meminta izin untuk menginap di rumahnya selama tiga hari.
Selama tiga hari itu, beliau memperhatikan setiap amalannya.
Namun, hasilnya justru mengejutkan.
Beliau tidak melihat sahabat tersebut memiliki amalan yang tampak istimewa. Tidak terlihat rajin shalat malam. Tidak pula dikenal sering berpuasa sunnah. Bahkan tilawahnya pun tidak tampak lebih banyak dibandingkan kebanyakan sahabat lainnya.
Lalu, apa rahasianya?
Ketika Abdullah bin Amr mengungkapkan alasannya menginap, sahabat itu pun berkata,
مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ، غَيْرَ أَنِّي لَا أَجِدُ فِي نَفْسِي غِلًّا لِأَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، وَلَا أَحْسِدُهُ عَلَى خَيْرٍ أَعْطَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ
“Tidak ada amalan lain selain yang engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah menyimpan ghil kepada seorang pun dari kaum muslimin, dan aku tidak pernah hasad terhadap nikmat yang Allah berikan kepada mereka.”
Mendengar jawaban itu, Abdullah bin Amr berkata,
“Inilah amalan yang membuatmu mencapai derajat tersebut. Dan inilah amalan yang berat dilakukan oleh kebanyakan manusia.”
Apa Itu Ghil?
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan di dalam hati kami rasa ghil terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)
Para ulama menjelaskan makna ghil dengan sangat indah.
Imam Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa ghil memiliki dua makna:
- Al-Ghisy, yaitu menyimpan niat buruk, memperdaya, atau bersikap tidak tulus terhadap orang lain (pendapat Muqatil).
- Al-‘Adawah, yaitu permusuhan yang tersimpan di dalam hati (pendapat Al-A’masy).
- Sedangkan Al-Wahidi dan Al-Baghawi menjelaskan bahwa ghil mencakup beberapa penyakit hati sekaligus, yaitu:
– Hasad.
– Kebencian.
– Dendam.
– Keinginan memperdaya atau tidak tulus kepada sesama.
Dengan kata lain, ghil adalah hati yang tidak bersih. Di luar tampak baik-baik saja, tetapi di dalamnya tersimpan iri, dengki, dendam, kebencian, atau berharap saudaranya kehilangan nikmat.
Pelajaran
Bisa jadi seseorang tidak dikenal manusia, tidak memiliki amalan yang tampak luar biasa, tetapi ia menjaga sesuatu yang jauh lebih sulit dijaga: hatinya.
Ia tidak sibuk menghitung nikmat orang lain.
Ia tidak bahagia ketika saudaranya tertimpa musibah.
Ia tidak sedih melihat orang lain mendapatkan karunia Allah.
Ia mendoakan saudaranya, memaafkan kesalahannya, dan tidur dengan hati yang bersih.
Barangkali inilah salah satu amalan yang sering diremehkan, padahal sangat berat dikerjakan dan sangat tinggi nilainya di sisi Allah.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari hasad, kebencian, dendam, dan ghil terhadap kaum muslimin.
اللهم طهر قلوبنا من الغل والحسد والبغضاء، واجعلنا من عبادك الصالحين











