<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tasbih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/tasbih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Aug 2023 02:40:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>tasbih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sholat Sunnah Tasbih?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2551-sholat-sunnah-tasbih.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Aug 2023 02:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sunnah Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah tasbih]]></category>
		<category><![CDATA[tasbih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sholat Sunnah Tasbih? Terjadi perbedaan pendapat hukum sholat tasbih, sebagaiannya mensunnahkan sebagian lagi sholat yang tidak ada tuntunannya. Perbedaan hukum ini terjadi dikarenakan status hadis yang diriwayatkaan Abu Dawud dalam sunannnya, عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ &#8211; رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا &#8211; أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: &#8221; يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2551-sholat-sunnah-tasbih.html">Sholat Sunnah Tasbih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Sholat Sunnah Tasbih?</strong></h2>
<p>Terjadi perbedaan pendapat hukum sholat tasbih, sebagaiannya mensunnahkan sebagian lagi sholat yang tidak ada tuntunannya. Perbedaan hukum ini terjadi dikarenakan status hadis yang diriwayatkaan Abu Dawud dalam sunannnya,</p>
<p class="arab">عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ &#8211; رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا &#8211; أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: &#8221; يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أحبوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ، غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّة</p>
<p>“Dari Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib,<em> “Wahai Abbas, pamanku, mau tidak aku memberimu? Mau tidak engkau aku kasih? Mau tidak kamu mengerjakannya? Yaitu Sepuluh perkara bila engkau melakukannya maka Allah ampuni dosamu; yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tak dilakukan karena kesalahan dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah sholat empat rokaat, pada setiap rokaat engkau membaca Al-Fatihah dan surat lainnya. Ketika engkau telah selesai membaca di rokaat pertama dan engkau masih dalam keadaan berdiri engkau ucapkan subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illallahu wallahu akbar lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, ucapkan kalimat itu sepuluh kali saat kau ruku’. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’ (i’tidal), engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud, kau baca kalimat itu sepuluh kali dalam bersujud. Kemudian engkau angkat kepalamu dari bersujud, engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau bersujud (yang kedua), engkau baca kalimat tu sepuluh kali. Kemudian engkau angkat kepala, engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Itu semua ada tujuh puluh lima dalam setiap rokaat. Engkau lakukan itu dalam empat rokaat. Bila engkau mampu melakukannya setiap sehari sekali maka lakukanlah. Bila tidak maka lakukan setiap satu jum’at sekali. Bila tidak maka setiap satu bula sekali. Bila tidak maka setiap satu tahun sekali. Bila tidak maka dalam seumur hidupmu lakukan sekali.”</em></p>
<p><strong>Status hadis atas para ulama berbeda pendapat. Para ulama ahli tahqiq yang menshahihkan diantaranya; Ad-Daraquthni, Al Khatib Al Baghdady, Abu Musa Al Madaini, Abu Bakar bin Abu Dawud, Al-Hakim, As-Suyuti, Al Hafidz Ibnu Hajar, Al-Albani dll.</strong></p>
<p><strong>Adapun yang mendhaifkan; Ibnu Al-Jauzy, Sirajudin Al Qazwini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Imam Ahmad dll.</strong><br />
Sumber : https://www.islamweb.net/ar/fatwa/68015/</p>
<p>Adapun untuk pembaca belajarsholat jika mengambil pendapat tidak disyariatkannya sholat tasbih dengan mengikuti pendapat ulama yang mendhaifkan hadis diatas maka tidak perlu mengamalkannya, dan juga tidak perlu menyalahkan sebagian kaum muslimin yang mengamalkan sholat tasbih. Begitupun sebaliknya.</p>
<p>Baik, terlepas perbedaan pendapat hukumnya berikut ini tatacara sholat tasbih sebagaimana pemaparan dalam hadis diatas. Sholat tasbih berjumlah 4 rokaat 2 kali salam dengan ketentuan:</p>
<p>1. Niat Shalat tasbih.<br />
2. Takbiratul ihram<br />
3. Membaca Al-Fatihah<br />
4. Membaca surat pilihan.<br />
5. Sebelum rukum membaca tasbih 15 kali dengan lafal</p>
<p class="arab">سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر</p>
<p>6. Ruku’, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali<br />
7. I&#8217;tidal, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali.<br />
8. Sujud pertama, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali.<br />
9. Duduk diantara dua sujud, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali.<br />
10. Sujud kedua, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali.<br />
11. Duduk istirahat sebelum berdiri, lalu membaca tasbih seperti diatas 10 kali.<br />
12. Lalu lakukan seperti rokaat pertama.<br />
13. Saat tahiyat, lalu membaca tasbih seperti diatas 100 kali.<br />
14. Salam.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2551-sholat-sunnah-tasbih.html">Sholat Sunnah Tasbih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Macam-macam Bacaan Ruku&#8217; dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2022 23:01:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan ruku']]></category>
		<category><![CDATA[bacaan ruku' sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara ruku']]></category>
		<category><![CDATA[cara rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[doa ruku']]></category>
		<category><![CDATA[ruku']]></category>
		<category><![CDATA[tasbih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1871</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Membaca Tasbih Dalam Ruku&#8217; Ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca tasbih saat ruku&#8217; dan sujud. Dalam madzhab hambali hukumnya wajib, jika ditinggalkan dengan sengaja batal sholat dan jika karena lupa maka wajib sujud sahwi. Senada menghukumi wajib adalah dari kalangan dzahiriah, Imam Daud Adz-Dzahiri, Ibnu Taimiyah, Ash-Shon&#8217;ani dan ulama muta&#8217;akhirin Syaikh Ibnu Baz dan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html">Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Membaca Tasbih Dalam Ruku&#8217;</strong></h2>
<p>Ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca tasbih saat ruku&#8217; dan sujud. Dalam madzhab hambali hukumnya wajib, jika ditinggalkan dengan sengaja batal sholat dan jika karena lupa maka wajib sujud sahwi. Senada menghukumi wajib adalah dari kalangan dzahiriah, Imam Daud Adz-Dzahiri, Ibnu Taimiyah, Ash-Shon&#8217;ani dan ulama muta&#8217;akhirin Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu &#8216;Utsaimin.</p>
<p>Sementara tasbih dalam ruku&#8217; dan sujud hukumnya sunnah menurut jumhur ulama dari madzhab Hanafiyah, Malikiyah, Syafi&#8217;iyah dan banyak kalangan fuqoha&#8217;.</p>
<p class="arab">قال القرطبيُّ: (وأمَّا التسبيح في الركوع والسجود فغيرُ واجبٍ عند الجمهور) ((تفسير القرطبي)) (1/172)</p>
<p>Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata, &#8220;Adapun tasbih dalam <a href="https://belajarsholat.com/hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat-1368.html" target="_blank" rel="noopener">ruku&#8217;</a> dan sujud bukan wajib menurut jumhur ulama.&#8221; (Tafsir Al-Qurthubi : 1/172)</p>
<p class="arab">وقال النَّوويُّ: (واعلَمْ أن التسبيح في الركوع والسجود سنَّة غيرُ واجب، هذا مذهب مالك، وأبي حنيفة، والشافعي رحمهم الله تعالى والجمهور، وأوجبه أحمدُ رحمه الله تعالى وطائفةٌ من أئمَّة الحديث؛ لظاهر الحديث في الأمْر به، ولقوله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: «صلُّوا كما رأيتموني أصلِّي»، وهو في صحيح البخاري) ((شرح النَّووي على مسلم)) (4/197).</p>
<p>Berkata Imam An-Nawawi rahimahullah, &#8220;Ketahuilah, sesungguhnya tasbih dalam ruku&#8217; dam sujud hukumnya sunnah, bukan wajib. Ini adalah pendapat madzhab Imam Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi&#8217;i rahimahumullah ta&#8217;ala dan pendapat jumhur. Dan hukumnya wajib menurut Ahmad rahimahullah dan sebagian imam ahlul hadits karena melihat hadits yan memerintahkannya, sebagaimana yang disabdakan Nabi ﷺ, &#8220;Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat.&#8221; hadist shohih Al-Bukhari.&#8221; (Syarhun An-Nawawi Hadis Muslim: 4/197)</p>
<p>Walaupun terjadi perbedaan pendapat, namun mengamalkannya lebih utama karena itu lebih mendekatkan ketaqwaan.</p>
<p>Apakah begitu beratnya Anda mengucapkan kalimat mulia bertasbih kepada Allah ﷻ</p>
<h3><strong>Macam-macam Bacaan Ruku&#8217; dalam Sholat</strong></h3>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertama:</strong></span></p>
<p class="arab">سُبحان ربِّي العظيمِ</p>
<p><strong>Subhaana Rabbiyal &#8216;Adzimi</strong></p>
<p>Arti: “Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung.” (HR. Muslim 772)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Kedua:</strong></span></p>
<p class="arab">سُبُّوحٌ، قُدُّوسٌ، ربُّ الملائكةِ والرُّوحِ</p>
<p><strong>Subuuhun, Qudduusun, rabbul malaaikati warruuhi.</strong></p>
<p>Arti: “Maha Suci, Maha Qudus, Tuhan-nya para malaikat dan ar-Ruh ( nama lain Malaikat Jibril).&#8221; (HR. Muslim 487)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Ketiga:</strong></span></p>
<p class="arab">سبحانَك اللهمَّ ربَّنا وبحمدِكَ، اللهمَّ اغفِرْ لي</p>
<p>Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirly.</p>
<p><strong>Arti: &#8220;Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami, pujian untuk Engkau, Ya Allah ampuni kami.&#8221; (HR. Bukhari 794, Muslim 484)</strong></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Keempat:</strong></span></p>
<p class="arab">اللهمَّ لك ركَعْتُ، وبك آمَنْتُ، ولك أسلَمْتُ، خشَع لك سَمْعي، وبصَري، ومُخِّي، وعَظْمي، وعصَبي</p>
<p><strong>Allahumma laka roka&#8217;tu, wa bika amantu, wa laka aslamtu, khosya&#8217;a laka sam&#8217;i, wa bashoru. wa mukhkhy, wa &#8216;adzmi, wa &#8216;ashobi.</strong></p>
<p>Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku rukuk, dengan-Mu aku beriman, untuk-Mu aku berserah diri, kutundukkan kepada-Mu pendengaranku dan penglihatanku, pikiranku, tulang-tulangku dan urat syarafku”. (HR. Muslim 771)</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Kelima:</span></strong></p>
<p class="arab">سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِه</p>
<p><strong>Subhaanaka rabbiyal &#8216;adzimi wa bihamdi. (dibaca 3 X )</strong></p>
<p>Artinya: &#8220;Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan Pujian untuk-Nya. (Sunan Abu Daud/869, Sunan Ad-Daruquthni/342-342:1)</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Keenam dibaca waktu sholat malam:</strong></span></p>
<p class="arab">سُبحان ذي الجبَروتِ والملَكوتِ والكِبرياءِ والعظمةِ</p>
<p><strong>Subhana dzil jabaruut wal malakuut wal kibriyaa&#8217; wal &#8216;adzomahati</strong></p>
<p>Artinya: “Maha Suci Dzat yang memiliki Jabarut dan Malakut dan memiliki kedigdayaan dan keagungan.&#8221; (HR. Abu Daud 873, An-Nasai 1049, Ath-Thabrani dalam Ad-Du&#8217;a 544, dishahihkan An-Nawawi dalam Al-Adzkar 81 dll)</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com</strong></p>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html">Macam-macam Bacaan Ruku’ dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1871-macam-macam-bacaan-ruku-dalam-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum dan Tata Cara Ruku&#8217; dalam Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1368-hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1368-hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2022 15:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan ruku']]></category>
		<category><![CDATA[cara ruku']]></category>
		<category><![CDATA[cara ruku' dalam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[doa ruku']]></category>
		<category><![CDATA[ruku']]></category>
		<category><![CDATA[tasbih]]></category>
		<category><![CDATA[Tuma'ninah]]></category>
		<category><![CDATA[tumakninah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum dan Cara Ruku&#8217; Dalam Sholat Cara Ruku&#8217; dalam Sholat &#8211; Ruku&#8217; merupakan rukun sholat dan wajib dikerjakan bagi yang mampu. Ini sudah menjadi ijma&#8217; ulama. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, (وأجمع العلماء على وجوب الركوع- ) المجموع 3/396 Dan telah menjadi ijma&#8217; ulama atas wajibnya Ruku&#8217;. (Al-Majmu&#8217;: 3/396) Ibnu Qudamah rahimahullah, أمَّا الركوعُ فواجب بالنصِّ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1368-hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Ruku’ dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: left;"><strong>Hukum dan Cara Ruku&#8217; Dalam Sholat</strong></h2>
<p><strong>Cara Ruku&#8217; dalam Sholat</strong> &#8211; Ruku&#8217; merupakan rukun sholat dan wajib dikerjakan bagi yang mampu. Ini sudah menjadi ijma&#8217; ulama. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,</p>
<p class="arab">(وأجمع العلماء على وجوب الركوع- ) المجموع 3/396</p>
<p>Dan telah menjadi ijma&#8217; ulama atas wajibnya Ruku&#8217;. (Al-Majmu&#8217;: 3/396)</p>
<p>Ibnu Qudamah rahimahullah,</p>
<p class="arab">أمَّا الركوعُ فواجب بالنصِّ والإجماع؛ قال الله تعالى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا *الحج:77*، وأجمعت الأمَّة على وجوبه في الصَّلاة على القادر عليه. (المغني- 1/357)</p>
<p>&#8220;Adapun ruku&#8217; hukumnya wajib sesuai ketentuan Nash (Quran dan Hadis) serta ijma&#8217; ulama. Allah ta&#8217;ala berfirman, &#8220;Wahai orang-orang beriman ruku&#8217; dan sujudlah kalian.&#8221; (Al-Haj: 77)&#8221;, dan menjadi kesepakatan umat atas wajibnya ruku&#8217; dalam sholat bagi yang mampu.&#8221; (Al-Mughni: 1/357)</p>
<p>Ibnu Taimiyah Rahimahullah,</p>
<p class="arab">فإنَّ الله تعالى أوجب الركوع والسجود في الكِتاب والسنَّة، وهو واجب بالإجماع. (مجموع الفتاوى 22/566(</p>
<p>Sesungguhnya Allah ta&#8217;la telah mewajibkan ruku&#8217; dan sujud dalam kitab dan hadis, dan dia hukumnya wajib secara ijma&#8217;. (Majmu&#8217; Al-Fatawa: 22/566)</p>
<p>Banyak ulama lainnya yang menyatakan wajibnya ruku&#8217; dalam sholat. Diantaranya; Ibnu Mundzir, Ibnu Hazm, Ibnu Abdul Barr, Ibnul Arabi rahimahumullah.</p>
<h3><strong>Dalil-Dalil </strong><strong>Al-Quran dan Sunnah Tentang </strong><strong>Wajibnya Ruku&#8217; </strong></h3>
<p>Allah ta&#8217;ala berfirman</p>
<p class="arab">يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p><em>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman! Ruku&#8217;lah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.&#8221;</em> (QS. Al-Hajj: 77)</p>
<p>Hadis Nabi ﷺ ,</p>
<p class="arab">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلَ رَجُلٌ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ السَّلَامَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ فَصَلَّى ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ ثَلَاثًا فَقَالَ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ فَمَا أُحْسِنُ غَيْرَهُ فَعَلِّمْنِي قَالَ إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلَاتِكَ كُلِّهَا</p>
<p>Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ masuk ke dalam Masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk ke dalam Masjid dan sholat, kemudian orang itu datang dan memberi salam kepada Nabi ﷺ. Lalu Nabi ﷺ menjawab salamnya kemudian bersabda: “Kembali dan ulangilah sholatmu, karena kamu belum sholat!” Orang itu kemudian mengulangi sholat dan kembali datang menghadap kepada Nabi ﷺ sambil memberi salam. Namun beliau kembali bersabda: “Kembali dan ulangilah sholatmu karena kamu belum sholat!” Beliau memerintahkan orang ini sampai tiga kali dan akhirnya, sehingga ia berkata, “Demi Dzat yang mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Maka ajarilah aku.” Beliau pun bersabda: “Jika kamu mengerjakan sholat maka bertakbirlah, lalu bacalah ayat yang mudah dari Al Qur’an. Kemudian rukuklah hingga benar-benar rukuk dengan tenang, lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk, Setelah itu sujudlah sampai benar-benar sujud, Kemudian lakukanlah seperti cara tersebut di seluruh sholat (rakaat) mu.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Dari Abi Mas’ud Al-Anshory, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">لا تُجزئُ صلاةٌ لا يُقيمُ الرَّجُلُ فيها صُلْبَه في الرُّكوعِ والسُّجودِ</p>
<p><em>“Tidak dinilai sholat ketika seseorang tidak menegakkan punggungnya saat ruku’ dan sujud.”</em> (HR. At-Tirmidzy, An-Nasai, Ibnu Majah, Abu Dawud dengan lafadz صلاةُ الرجلِ حتى يُقيمَ ظهرَه, At-Tirmidzi mengatakan hadis ini Hasan Sahih)</p>
<h3><strong>Cara Ruku&#8217; dalam Sholat</strong></h3>
<p><strong>&#8211; Dalam hadis Abi Mas&#8217;ud radhiallahu &#8216;anhu diatas bahwa diantara syarat sahnya ruku&#8217; adalah dengan meluruskan punggung dalam kondisi tenang/tuma&#8217;ninah.</strong></p>
<p class="arab">قَال النَّوَوِيُّ: وَلَوْ زَادَ فِي الْهُوِيِّ ثُمَّ ارْتَفَعَ وَالْحَرَكَاتُ مُتَّصِلَةٌ وَلَمْ يَلْبَثْ لَمْ تَحْصُل الطُّمَأْنِينَةُ، وَلاَ يَقُومُ زِيَادَةُ الْهُوِيِّ مَقَامَ الطُّمَأْنِينَةِ بِلاَ خِلاَفٍ.</p>
<p>Imam Nawawi berkata, “Seandainya menambah merundukkan (kepala saat ruku&#8217;) kemudian berdiri, serta gerakannya bersambung maka belum tuma’ninah. Tambahan menunduk tersebut tidak menggantikan tuma’ninah tanpa ada perselisihan.” (Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab 3/409)</p>
<p>Artinya walaupun seorang dengan posisi kepala merunduk namun tidak tuma&#8217;ninah belum dinamakan ruku&#8217; sempurna.</p>
<p>Dari Wabishah Bin Ma&#8217;bad Al-Asady radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab">رأيتُ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يصلِّي فَكانَ إذا رَكَعَ سوَّى ظَهْرَهُ حتَّى لَو صُبَّ عليهِ الماءُ لاستقرَّ</p>
<p>&#8220;Aku melihat rasulallah ﷺ sholat, maka apabila beliau ruku&#8217; meratakan punggungnya, sampai seakan-akan jika diatas punggungnya dituangkan air tetap stabil (tidak tumpah-pent).&#8221; (HR. Ibnu Majah 719, dan disahihkan Al-Albani)</p>
<p><strong>&#8211; Telapak tangan diletakkan di lutut, dan jari-jari renggang saat memegang lutut.</strong></p>
<p><strong>&#8211; Menjauhkan lengan dari lambung.</strong></p>
<p><strong>&#8211; Posisi kepala lurus dengan punggung.</strong></p>
<p><strong>&#8211; Kepala tidak terlalu kebawah ataupun mendongak.</strong></p>
<p><strong>&#8211; Pandangan mata tidak berlebihan, dan lebih afdhal melihat tempat sujud.</strong></p>
<p>Hal ini sebagaimana dalam hadis dari Abu Humaid As Sa&#8217;idi radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab"><a href="https://www.dorar.net/feqhia/946/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%86%D9%8A:-%D9%85%D8%A7-%D9%8A%D9%82%D8%A7%D9%84-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%B1%D9%83%D9%88%D8%B9" target="_blank" rel="noopener">ثُمَّ يَرْكَعُ</a> وَيَضَعُ رَاحَتَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ يَعْتَدِلُ فَلَا يَصُبُّ رَأْسَهُ وَلَا يُقْنِعُ</p>
<p>&#8220;Lalu (Rasulullah ﷺ) ruku&#8217; dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua lutut, kemudian meluruskan (punggung dan kepala) tidak menundukkan kepala dan juga tidak mendongak.&#8221; (HR. Abu Daud: 627)</p>
<p>Hadis dari Aisyah radhiallahu &#8216;anha,</p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستفتح الصلاة بالتكبير ، والقراءة بـ ” الحمد لله رب العالمين ” ، وكان إذا ركع لم يُشْخِص رأسَه ولم يُصوِّبْه ولكن بين ذلك</p>
<p>Dahulu Rasulullah ﷺ memulai <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener">sholat dengan takbir</a> dan membaca ‘Alhamdulillah rabil ‘alamin’. Ketika beliau ruku&#8217;, kepalanya tidak mendongak dan tidak merunduk, akan tetapi diantara itu.” (HR. Muslim, 498)</p>
<p><strong>&#8211; Tidak boleh ruku&#8217; meletakkan telapak tangan di paha, atau dibawah lutut sehingga badan jadi lebih merunduk terlalu dalam.</strong></p>
<p>Dari Mush&#8217;ab bin Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash berkata,</p>
<p class="arab">ركعتُ، فجعلتُ يدي بين رُكبَتي، فنهاني أَبي، وقال: إنَّا كنَّا نفعلُ هذا فنُهِينا عنه، وأُمِرْنا أن نَضعَ أَيديَنا على الرُّكَبِ</p>
<p>Aku pernah ruku&#8217; dan aku meletakkan telapak tanganku di antara lutut (paha pent-), maka ayahku melarangnya. Dan beliau berkata, &#8220;Kami dulu melakukannya seperti ini dan dilarang melakukan seperti itu. Dan kami diperintahkan meletakkan telapak tangan kami diatas lutut.&#8221;. (HR. Bukhari 790, Muslim 535)</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Artikel ini masih banyak kekurangannya, kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com</strong></p>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1368-hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Ruku’ dalam Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1368-hukum-dan-tata-cara-ruku-dalam-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
