<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hukum baca al fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/hukum-baca-al-fatihah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 14:32:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>hukum baca al fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 14:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah. Syarat-syarat membaca Fatihah dalam sholat ada 10 (sepuluh)], bahkan lebih banyak; yaitu; Tertib, yaitu musholli membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada. [Muwalah], yaitu musholli membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah.</p>
<p><strong>Syarat-syarat membaca Fatihah </strong>dalam sholat <strong>ada 10 (sepuluh)]</strong>, bahkan lebih banyak; yaitu;</p>
<ol>
<li>Tertib, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada.</li>
<li><strong>[</strong><strong><em>Muwalah</em></strong><strong>]</strong>, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat, meskipun hanya sedikit, seperti bacaan <em>hamdalah </em>ketika <em>musholli </em>bersin, dan meskipun disunahkan untuk dibaca saat di luar sholat, seperti menjawab <em>muadzin</em>, maka <em>muwalah</em>nya terputus dan <em>musholli </em>wajib mengulangi bacaan Fatihah-nya dan sholatnya tidak batal.
<p>Begitu juga dapat memutus <em>muwalah </em>Fatihah adalah apabila bacaan Fatihahnya disela-selai oleh bacaan <em>sholawat </em>atas Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</p>
<p></em>Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain atau <em>sholawat </em>atau bacaan lain seperti di atas, tetapi karena lupa, maka tidak memutus <em>muwalah</em>, sehingga <em>musholli </em>langsung dapat meneruskan bacaan Fatihahnya. Termasuk memutus <em>muwalah </em>bacaan Fatihah adalah bacaan <em>tasbih </em>oleh <em>musholli </em>karena ada orang lain yang meminta izin darinya.</li>
<li>Menjaga huruf-huruf Fatihah (<em>muro’atu hurufiha</em>). Jumlah awal huruf-hurufnya adalah 138 huruf dengan memasukkan <em>alif-alif washol </em>dalam hitungan. Adapun ketika huruf-huruf yang ber<em>tasydid </em>dihitung sendiri serta dua <em>alif </em>dari lafadz ‘صراط’ di dua tempat dan dua <em>alif </em>lafadz ‘الضآلين ’ maka jumlahnya menjadi huruf dengan mengikut sertakan <em>alif</em>. Apabila <em>musholli </em>menggugurkan atau menghilangkan satu huruf saja dari 155 atau 156 huruf tersebut maka sholatnya tidak sah.<br />
Silahkan baca juga artikel tentang : <a title="Syarat Membaca Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3559-syarat-membaca-al-fatihah.html">Syarat Membaca Al-fatihah</a></li>
</ol>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Dikatakan (<em>qiila</em>) bahwa huruf-huruf Fatihah yang tanpa diulang-ulang berjumlah 22 huruf, yaitu sama dengan jumlah tahun dimana lamanya al-Quran diturunkan. Hal ini merupakan sebuah rahasia atau hikmah yang indah. Begitu juga, Surat an-Naas memiliki jumlah huruf yang tidak diulang-ulang sebanyak 22 huruf. Permulaan al-Quran adalah huruf /ب/ dari lafadz ‘ بسم’ dan akhir hurufnya adalah huruf /س / dari lafadz ‘ الناس ’.</p>
<ol start="4">
<li>Menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah. Syaikhul Islam berkata dalam kitab <em>Fathul Wahab </em>bahwa kewajiban menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah berdasarkan alasan karena <em>tasydid </em>adalah <em>hai-at </em>(keadaan) huruf-huruf yang di<em>tasydid </em>itu sendiri sehingga kewajiban menjaga huruf-huruf bacaan Fatihah mencakup kewajiban menjaga <em>hai-ah</em>nya</li>
<li>Tidak diam lama secara mutlak tanpa <em>udzur </em>ketika membaca Fatihah. Sedangkan apabila ada <em>udzur</em>, seperti bodoh, lupa, lalai, atau gagap maka tidak apa-apa.</li>
<li>Tidak diam sebentar saat membaca Fatihah yang mana <em>musholli </em>menyengaja memutus bacaan dengan diam sebentarnya tersebut. Berbeda apabila ia menyengaja memutus bacaan Fatihah tetapiia tidak diam maka bacaannya tidak batal. Perbedaan antara tidak batalnya menyengaja memutus bacaan Fatihah dan batalnya menyengaja memutus niat adalah bahwa niat merupakan salah satu rukun sholat yang wajib di<em>langgeng</em>kan secara hukum, sedangkan proses <em>melanggengkan secara hukum </em>tersebut tidak mungkin terjadi jika disertai dengan niatan memutus. Adapun membaca Fatihah tidak membutuhkan niat tertentu sehingga menyengaja memutusnya pun tidak berpengaruh.<br />
Lanjut kepostingan berikutnya.&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2926-kesalahan-huruf-bacaan-yang-menyebabkan-berubah-makna-dalam-al-fatihah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2024 10:01:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan baca al fatihah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah Lahn atau kesalahan dalam membaca Al-Quran terbagi menjadi dua, yaitu: &#8211; Lahn Khofiy (اَللَّحْنُ الْخَفِيُّ) adalah kesalahan tersembungi dan ringan dalam membaca Al-Quran dan masih bisa dimaafkan. Kesalahan ini hanya diketahui oleh ahli qiraah &#8211; Lahn Jaliy (اَللَّحْنُ الْجَلِيُّ) adalah kesalahan berat dalam bacaan Al-Quran yang [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2926-kesalahan-huruf-bacaan-yang-menyebabkan-berubah-makna-dalam-al-fatihah.html">Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah</strong></h2>
<p>Lahn atau kesalahan dalam membaca Al-Quran terbagi menjadi dua, yaitu:<br />
&#8211; Lahn Khofiy (اَللَّحْنُ الْخَفِيُّ) adalah kesalahan tersembungi dan ringan dalam membaca Al-Quran dan masih bisa dimaafkan. Kesalahan ini hanya diketahui oleh ahli qiraah<br />
&#8211; Lahn Jaliy (اَللَّحْنُ الْجَلِيُّ) adalah kesalahan berat dalam bacaan Al-Quran yang bisa berubah maknanya.</p>
<p>Kali ini kita akan membahas lahn jaliy dalam bacaan Al-Fatihah yang menyebabkan berubah makna. Jika kita kaitkan dengan hukum sholat, membaca Al-Fatihah merupakan RUKUN SHOLAT, adapun orang yang melakukan kesalahan ini maka mempunyai dua konsekuensi:</p>
<ol>
<li>Tidak berhak menjadi imam sholat bagi makmum yang fasih bacaannya, bahkan makmum wajib mufaraqah dan mengulang sholat.</li>
<li>Tidak sah sholatnya jika dia dengan sengaja tidak mau belajar Al-Fatihah dengan sungguh-sungguh. Adapun jika cadel atau masih proses belajar maka dimaafkan.</li>
</ol>
<p><strong>Baik berikut ini yang perlu diperhatikan saat membaca Al-Fatihah</strong></p>
<p>1. Ada 11 tasydid yang harus ditunaikan</p>
<p class="arab">الفاتحة (إحدى عشرة تشديدة) وذلك في: لله، ورب، والرحمن، والرحيم، والدين، وإياك، وإياك، والصراط، والذين، وفي الضالين ثنتان</p>
<p>Al-Fatihah ada 11 tasydid yaitu didalam, lillahi, rabbi, arrahmaani, arrohiimi, ad-diini, iyyaka, wa iyyaka, ash-shiraata, alladziina, adl-dloolliiina (ada 2). (Kasful Qina&#8217;: 1/337)</p>
<p>Jika ditambah bismillah ada 3 tasydid.</p>
<p>Karena tasydid merupakan huruf ganda, ketika huruf ditasydid dia terdiri dari 2 huruf. Maka apabila melakukan kesalahan (dalam tasydid) maka dia dia telah melakukan kesalahan dalam membaca surat.</p>
<p>2. Bergantinya Huruf dan Suku Kata</p>
<p>Kesalahan fatal lainnya adalah membaca Al-Fatihah tapi berubah huruf atau suku kata. Contohnya adalah:</p>
<p>&#8211; Iyya-ka (إِيَّاكَ) dibaca iyya-ki, &#8220;ki&#8221; disini merubah dzamir menjadi kata ganti perempuan.<br />
&#8211; An&#8217;am-ta (أَنْعَمْتَ) dibaca An&#8217;am-ti yang berubah dzamir menjadi kata ganti perempuan, atau an&#8217;am-tu yang jadi dzamir aku.<br />
&#8211; Waladl-dloolliin (وَلَا الضَّالِّينَ) huruf ضَّ diganti ظ maka berubahlah makna dari sebelumnya &#8220;yang disesatkan&#8221; menjadi &#8220;yang dilindungi&#8221;<br />
&#8211; Na&#8217;budu (نعبد) di baca Na&#8217;buda ( نعبدَ)<br />
&#8211; Alladziina (الَّذِيْن) di baca Alladiina (الَّدِيْن ) dengan huruf دال</p>
<p>Dan banyak lagi lainnya.</p>
<p>Maka untuk itu teruslah semangat mempelajari Al-Quran beserta hukum-hukumnya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2926-kesalahan-huruf-bacaan-yang-menyebabkan-berubah-makna-dalam-al-fatihah.html">Kesalahan Huruf Bacaan yang Menyebabkan Berubah Makna Dalam Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
