<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cara sujud - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/cara-sujud/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Mar 2024 21:15:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>cara sujud - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3031-posisi-tumit-saat-sujud-apakah-direnggangkan-atau-dirapatkan.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2024 07:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sujud]]></category>
		<category><![CDATA[posisi tumit]]></category>
		<category><![CDATA[tumit]]></category>
		<category><![CDATA[tumit saat sujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan? Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan tidak boleh direnggangkan. Baik, sujud merupakan rukun sholat yang harus bertumpu pada 7 anggota badan yaitu: Wajah (meliputi dahi dan hidung), kedua telapak tangan, kedua lutup, kedua telapak kaki. Sebagaimana [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3031-posisi-tumit-saat-sujud-apakah-direnggangkan-atau-dirapatkan.html">Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</strong></h2>
<p>Beberapa kali kami mendapatkan pertanyaan terkait posisi tumit saat sujud, ada sebagian yang berpendapat harus dirapatkan dan tidak boleh direnggangkan.</p>
<p>Baik, sujud merupakan rukun sholat yang harus bertumpu pada 7 anggota badan yaitu: Wajah (meliputi dahi dan hidung), kedua telapak tangan, kedua lutup, kedua telapak kaki. Sebagaimana hadis dari Abdullah bin Abbas Radhiallahu &#8216;anhuma,</p>
<p class="arab">إذا سجد العبد سَجد معه سبعة أطراف. وجهُه وكفّاه وركبتاه وقدماه</p>
<p><em>“Jika seseorang sujud, maka hendaknya ia sujud dengan menapak atas tujuh anggota sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.”</em> (HR Muslim 491)</p>
<p>Perhatian kita adalah kalimat ركبتاه وقدماه dua telapak kaki, bagaimanakah kaifiyahnya. Dan jumhur ulama menyebutkan yang di maksud telapak kaki ini adalah jari kaki yang menghadap ke kiblat sebagaimana hadis dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab">وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ</p>
<p><em>(dalam posisi sujud) Nabi ﷺ menghadapkan jari-jari kakinya ke arah kiblat.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Hanya saja, bagaimana kondisi tumit saat sujud?</p>
<h3><strong>1. Pertama, Merapatkan Tumit</strong></h3>
<p>Pendapat ini dipegang berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibunda &#8216;Aisyah radhiallahu &#8216;anha</p>
<p class="arab">فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ</p>
<p><em>“Lalu aku pun mencari beliau, hingga tanganku menyentuh kedua telapak kaki beliau di tempat shalatnya, kedua telapak kaki beliau dalam kondisi tegak”</em> (HR. Muslim 486, Abu Dawud 879, Ibnu Majah 384, Ahmad 25655, dan selain mereka)</p>
<p>Hadis diatas masih bersifat ihtimal (umum) karena saat Ibunda &#8216;Aisyah memegang telapak kedua kaki Nabi bisa jadi renggang bisa jadi rapat, namun ada hadis lain dari Ibunda &#8216;Aisyah juga melalui jalur &#8216;Urwah bin Zubair,</p>
<p class="arab">فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَكَانَ مَعِى عَلَى فِرَاشِى ، فَوَجَدْتُهُ سَاجِدًا رَاصًّا عَقِبَيْهِ مُسْتَقْبِلاً بِأَطْرَافِ أَصَابِعِهِ الْقِبْلَةَ ،</p>
<p><em>“Aku mencari-cari Rasulullah ﷺ sebelumnya, beliau bersamaku di ranjangku. Ternyata aku dapati beliau dalam <a href="https://belajarsholat.com/1992-tata-cara-sujud-dan-bacaan-sujud.html" target="_blank" rel="noopener">keadaan bersujud</a> dengan menempelkan kedua tumitnya, sementara ujung jari jemari kakinya dihadapkan ke arah kiblat</em>. (HR Al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, 2/116)</p>
<p>Sebagian ulama hadis mempermasalahkan rawi yang bernama Yahya bin Ayyub al-Ghafiqi, yang menjadikan hadis diatas tidak bisa menjadi hujjah merapatkan tumit saat sujud. Namun ada juga ulama&#8217; yang berpendapat jika hadis jalur &#8216;Urwah diatas bukanlah hadis Syadz karena lafadz tersendiri bukan ziyadatuts tsiqah. Dalam hal ini sebagian besar asatidzah salafi Indonesia berpendapat sunnahnya merapatkan tumit saat sujud. [1]</p>
<h3><strong>2. Kedua, Merenggangkan Tumit</strong></h3>
<p>Dalilnya adalah hadis dari Abu Humaid</p>
<p class="arab">وَإِذَا سَجَدَ فَرَّجَ بَيْنَ فَخِذَيْهِ غَيْرَ حَامِلٍ بَطْنَهُ عَلَى شَىْءٍ مِنْ فَخِذَيْهِ</p>
<p><em>“Apabila sujud, beliau merenggangkan paha tanpa menempelkan perutnya pada pahanya sedikit pun.”</em> (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Ungkapan ‘merenggangkan kedua pahanya’ maksudnya adalah merenggangkan antara kedua pahanya, kedua lututnya dan kedua telapak kakinya.” Para ulama dalam mazhab Syafii berkata, ‘Merenggangkan antara kedua telapak kaki seukurang sejengkal.” (Nailul Authar, 2/297)</p>
<p>An-Nawawi rahimahullah berkata, “Asy-Syafii dan murid-muridnya berkata, ‘Disunahkan bagi orang yang sujud untuk merenggangkan antara kedua lututnya dan kedua telapak kakinya. Al-Qadhi Abu Thayib berkata dalam komentarnya, ‘Para ulama dalam mazhab kami berkata, ‘Hendaknya jarak antara kedua telapak kakinya seukuran sejengkal.” (Al-Majmu, 3/407)</p>
<h3><strong>Kesimpulan:</strong></h3>
<p>Bahwa salah satu yang menjadi rukun sujud menempelkan telapak kaki ke lantai. Adapun terkait posisi tumit bersifat afdhaliah yang boleh merapatkan tumit atau renggang berjarak sejengkal saat sujud.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><em>1. DR. Firanda Andirja dalam bukunya Bekal Sholat membuat pohon sanad saat takhrij hadis beliau lebih menguatkan hadis dari jalur &#8216;Urwah ini dan berpendapat merapatkan tumit lebih kuat.</em></p>
<p><em>Beberapa ulama kontemporer yang mempermasalahkan hadis diatas seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Bakr Abu Zaid, Syaikh Muqbil dll.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3031-posisi-tumit-saat-sujud-apakah-direnggangkan-atau-dirapatkan.html">Posisi Tumit Saat Sujud Apakah Direnggangkan atau Dirapatkan?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Sujud dan Bacaan Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1992-tata-cara-sujud-dan-bacaan-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2022 09:03:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rukun Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sujud]]></category>
		<category><![CDATA[cara sujud]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara sujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalil Wajibnya Sujud Sujud merupakan rukun dalam salat. Dalil yang menunjukkan bahwa sujud merupakan rukun sholat adalah firman Allah azza wajalla, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.”[1] Dan juga hadis Nabi Muhammad [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1992-tata-cara-sujud-dan-bacaan-sujud.html">Tata Cara Sujud dan Bacaan Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Dalil Wajibnya Sujud</strong></h3>
<p>Sujud merupakan rukun dalam salat. Dalil yang menunjukkan bahwa sujud merupakan rukun sholat adalah firman Allah <em>azza wajalla</em>,</p>
<p class="arab">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan</em>.”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1"><sup>[1]</sup></a></p>
<p>Dan juga hadis Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>,</p>
<p class="arab">ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا</p>
<p>“Kemudian sujudlah hingga benar-benar <em>thuma’ninah</em>.”<a href="#_ftn2" name="_ftnref2"><sup>[2]</sup></a></p>
<p>Serta konsensus para ulama, sebagaimana diungkapkan oleh Imam an Nawawi <em>rahimahullahu</em>,</p>
<p class="arab">والسجود فرضٌ، بنص الكتاب والسنن والإجماع</p>
<p>“Dan sujud merupakan rukun sholat. Berdasarkan dalil dari Alquran, hadis, dan ijmak.”<a href="#_ftn3" name="_ftnref3"><sup>[3]</sup></a></p>
<p>Ibnu Abdil Barr <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">وحجتُهم: أن عمل البدن كله فرضٌ؛ للإجماع على فرض القيام، والركوع، والسجود</p>
<p>“Para ulama bersepakat bahwa gerakan sholat semuanya wajib (rukun). Berdasarkan kesepakatan para ulama tentang wajibnya berdiri, ruku, dan sujud.”<a href="#_ftn4" name="_ftnref4"><sup>[4]</sup></a></p>
<h3><strong>Tata Cara Sujud</strong></h3>
<p><strong>a.</strong> <strong>Bertumpu Pada Anggota Sujud</strong></p>
<p>Sujud seseorang dikatakan benar<a href="#_ftn5" name="_ftnref5"><sup>[5]</sup></a> dan sesuai petunjuk Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em>, jika ia bertumpu pada tujuh anggota sujud yang disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, bahwa beliau mendengar Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama </em>bersabda,</p>
<p class="arab">إذا سجد العبد سَجد معه سبعة أطراف. وجهُه وكفّاه وركبتاه وقدماه</p>
<p>“Jika seseorang sujud, maka hendaknya ia sujud dengan menapak atas tujuh anggota sujud yaitu wajah, kedua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.”<a href="#_ftn6" name="_ftnref6"><sup>[6]</sup></a></p>
<p>Dalam hadis yang lain disebutkan,</p>
<p class="arab">لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ يُصِيبُ أَنْفَهُ مِنَ الأَرْضِ مَا يُصِيبُ الْجَبِينَ</p>
<p>“Tidak sempurna sholat seseorang sampai hidungnya menyentuh alas sujud sebagaimana dahinya.”<a href="#_ftn7" name="_ftnref7"><sup>[7]</sup></a></p>
<p><strong>b. </strong><strong>Meluruskan Kepala dan Jemari (Tangan dan Kaki) ke Arah Kiblat</strong></p>
<p>Disebutkan dalam sebuah hadis, Abu Said al Khudry <em>radhiyallahu ‘anhu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَ يَدَيْهِ غَيْرَ مُفْتَرِشٍ وَلَا قَابِضِهِمَا وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ</p>
<p>“Dan jika sujud maka beliau meletakkan tangannya dengan tidak menempelkan lengannya ke tanah atau badannya, dan dalam posisi sujud itu beliau menghadapkan jari-jari kakinya ke arah kiblat.”</p>
<p><strong>c. </strong><strong>Tidak Menempelkan Lengan Ke Lutut atau Alas</strong></p>
<p>Sebagaimana sebuah riwayat dari Abdullah bin Malik bin Buhainah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>,</p>
<p class="arab">أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا صلى فرج بين يديه حتى يبدو بياض إبطيه</p>
<p>“Bahwasanya Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> ketika sholat beliau merenggangkan kedua tangannya sampai nampak putihnya ketiak beliau.”<a href="#_ftn8" name="_ftnref8"><sup>[8]</sup></a></p>
<p><strong>d.</strong> <strong>Membaca zikir-zikir yang disunahkan ketika sujud, di antaranya:</strong></p>
<p><strong>1. Membaca,</strong></p>
<p class="arab">سبحان ربي الأعلى</p>
<p><em>Subhaana Rabbiyal a’laa</em></p>
<p>“Maha suci Rabbku yang Maha Tinggi.” (sebanyak 3 kali)<a href="#_ftn9" name="_ftnref9"><sup>[9]</sup></a></p>
<p><strong>2. Atau membaca,</strong></p>
<p class="arab">سبحان ربي الأعلى وبحمده</p>
<p><em>Subhaana Rabbiyal a’laa wa bihamdihi</em></p>
<p>“Maha suci Rabbku yang Maha Tinggi dan segala pujian hanya untuk-Nya.” (dibaca 3 X).&#8221; (HR. Abu Dawud 1/230 No. 870)</p>
<p><strong>3. Atau membaca</strong></p>
<p class="arab">سبوح قدوس رب الملائكة والروح</p>
<p>سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ</p>
<p><em>Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuhi</em></p>
<p>“Mahasuci, Maha Qudus, Rabbnya para malaikat dan ruh -yaitu Jibril-.” (HR. Muslim 1/353 No. 487)</p>
<p><strong>4. Atau membaca,</strong></p>
<p class="arab">سبحانك اللهم ربنا وبحمدك، اللهم اغفر لي</p>
<p><em>Subhanakallahumma Rabbanaa wa bihamdika, allahumma ighfir lii</em></p>
<p>“Maha suci Engkau ya Allah, Rabb kami, segala pujian terhatur pada-Mu. Ampunilah aku.”<a href="#_ftn12" name="_ftnref12"><sup>[12]</sup></a></p>
<p><strong>5. Atau membaca</strong></p>
<p class="arab">اللهم لك سجْدتُ، وبك آمنت، ولك أسلمت، وأنت ربي، سجد وجهي للذي خلقه وصوَّره، فأحسن صوره، وشق سمعه وبصره، فـتبارك الله أحسن الخالقين</p>
<p><em>Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu, walaka aslamtu, wa anta Rabbii, sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu, fa ahsana shuwarahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, fatabaarakallahu ahsanul khaaliqin</em></p>
<p>“Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman dan berserah diri. Engkaulah Rabbku. Wajahku bersujud kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”<a href="#_ftn13" name="_ftnref13"><sup>[13]</sup></a></p>
<p><strong>6. Atau membaca</strong></p>
<p class="arab">سبحان ذي الجبروت والملكوت والكبرياء والعظمة</p>
<p><em>Subhaana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaai wal adzamati</em></p>
<p>“Maha suci Dzat yang menguasai dan maha memiliki, lagi maha agung.”<a href="#_ftn14" name="_ftnref14"><sup>[14]</sup></a></p>
<p>Dan bacaan-bacaan lain yang bersumber dari hadis-hadis Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em><a href="#_ftn15" name="_ftnref15"><strong><sup>[15]</sup></strong></a>.</p>
<p><strong>Penjelasan ini dirangkum oleh Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag. dan Tim Redaksi Belajarsholat.com</strong></p>
<p><strong>Kritik dan saran ilmiyah ke redaksi: admin @ belajarsholat.com</strong></p>
<p>_______</p>
<p><strong>Footnote:</strong></p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"><sup>[1]</sup></a> QS Al Hajj: 77.<br />
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2"><sup>[2]</sup></a> HR Bukhari 757.<br />
<a href="#_ftnref3" name="_ftn3"><sup>[3]</sup></a> Al Majmu’ 3/421.<br />
<a href="#_ftnref4" name="_ftn4"><sup>[4]</sup></a> At Tamhid 10/212<br />
<a href="#_ftnref5" name="_ftn5"><sup>[5]</sup></a> Di luar pembahasan mengenai hukum posisi tiap-tiap anggota sujud. Yang ingin kami ketengahkan adalah bagaimana Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> mengajarkan sujud.<br />
<a href="#_ftnref6" name="_ftn6"><sup>[6]</sup></a> HR Muslim 491.<br />
<a href="#_ftnref7" name="_ftn7"><sup>[7]</sup></a> HR. Ad Daruquthni dan Ath Thabrani.<br />
<a href="#_ftnref8" name="_ftn8"><sup>[8]</sup></a> HR. Bukhari 390.<br />
<a href="#_ftnref11" name="_ftn11"><sup>[11]</sup></a> HR. Muslim 487.<br />
<a href="#_ftnref12" name="_ftn12"><sup>[12]</sup></a> HR. Bukhari 817 dan Muslim 484.<br />
<a href="#_ftnref13" name="_ftn13"><sup>[13]</sup></a> HR. Muslim 771.<br />
<a href="#_ftnref14" name="_ftn14"><sup>[14]</sup></a> HR. Abu Dawud dan An Nasa’i dengan sanad yang sahih.<br />
<a href="#_ftnref15" name="_ftn15"><sup>[15]</sup></a> Bisa merujuk ke <em>Al Mausuah al Fiqhiyyah al Muyassarah fi Fiqhil Kitaabi was Sunnati al Muthahharah</em> 2/70.</p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1992-tata-cara-sujud-dan-bacaan-sujud.html">Tata Cara Sujud dan Bacaan Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
