<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cara berdiri - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/cara-berdiri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jul 2024 04:43:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>cara berdiri - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rukun Ketiga Bagian 2</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 04:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri wajib]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tepat waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang ketiga adalah berdiri (Bagian 2) Apabila musholli tiba-tiba tidak mampu berdiri di tengah-tengah sholat maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui, sebagaimana apabila di tengah-tengah sholat, tiba-tiba musholli menjadi mampu berdiri padahal sebelumnya tidak, maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui. Bagi ‘aajiz (musholli yang tiba-tiba tidak mampu berdiri, ia [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html">Rukun Ketiga Bagian 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Rukun Sholat yang ketiga adalah berdiri (Bagian 2)</h2>
<p>Apabila <em>musholli </em>tiba-tiba tidak mampu berdiri di tengah-tengah sholat maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui, sebagaimana apabila di tengah-tengah sholat, tiba-tiba <em>musholli </em>menjadi mampu berdiri padahal sebelumnya tidak, maka ia cukup melakukan berdiri yang ia mampui. Bagi <em>‘aajiz </em>(<em>musholli </em>yang tiba-tiba tidak mampu berdiri, ia diwajibkan membaca al-Fatihah pada saat ia turun (tidak berdiri) karena aktivitas sebelumnya (berdiri) lebih sempurna daripada aktivitas setelahnya (turun dari berdiri).</p>
<p>Berbeda dengan <em>qoodir </em>(<em>musholli </em>yang tiba-tiba mampu berdiri), maka bacaan al-Fatihah sebelum (ia berdiri) tidak mencukupinya karena ia telah mampu melakukan bacaan al-Fatihah dalam aktivitas (berdiri) yang lebih sempurna daripada sebelumnya. Apabila <em>qoodir </em>telah membaca sedikit al-Fatihah sebelum mampu berdiri maka ia wajib mengulanginya ketika ia telah mampu berdiri. Baca Juga artikel tentang : <a title="Cara Berdiri Sholat Yang Benar" href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a></p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri setelah membaca al-Fatihah</h3>
<p>maka wajib baginya berdiri tanpa <em>tumakninah </em>agar ia melakukan rukuk dari berdiri. Alasan <em>tumakninah </em>tidak diwajibkan adalah karena ia bukan tujuan pokoknya (melainkan tujuan pokoknya adalah berdiri).</p>
<p>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri pada saat ia melakukan rukuk dan sebelum <em>tumakninah </em>maka ia wajib menegakkan tubuh sampai batas rukuk agar bisa <em>tumakninah </em>terlebih dahulu. Apabila ia menegakkan tubuh, kemudian langsung rukuk saja secara sengaja dan tahu maka sholatnya batal.</p>
<h3>Apabila <em>musholli </em>mampu berdiri pada saat rukuk setelah <em>tumakninah </em>maka rukuknya telah sempurna.</h3>
<p>Apabila <em>musholli </em>tiba-tiba mampu berdiri pada saat <em>i’tidal </em>sebelum <em>tumakninah</em>, maka ia harus berdiri dan <em>tumakninah </em>terlebih dahulu. Begitu juga, apabila ia tiba-tiba mampu berdiri pada saat <em>i’tidal </em>setelah <em>tumakninah </em>dan ia menginginkan qunut di <em>i’tidal </em>dari rakaat akhir Subuh maka ia berdiri dan <em>tumakninah </em>terlebih dahulu.</p>
<p>Akan tetapi apabila ia tidak menginginkan qunut maka ia boleh berdiri. Apabila ia langsung qunut dalam keadaan duduk dengan sengaja dan tahu maka sholatnya batal karena ia melakukan qunut dengan duduk padahal ia mampu untuk berdiri. Batalnya sholat ini apabila duduknya lama, jika tidak lama maka tidak apa-apa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3713-rukun-ketiga-bagian-2.html">Rukun Ketiga Bagian 2</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 01:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Berdiri Sholat Yang Benar]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Berdiri Sholat Yang Benar Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ, حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ “Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;.” (QS. Al Baqarah: 238) Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullahu mengatakan, ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</strong></h2>
<p>Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ,</p>
<p class="arab">حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ</p>
<p>“<em>Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;</em>.” (QS. Al Baqarah: 238)</p>
<p>Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي عن الكلام، والأمر بالخشوع.</p>
<p>“Yaitu berdiri dengan tunduk dan khusyuk. Di dalamnya terdapat perintah untuk berdiri dan larangan dari berbicara (selain <a href="https://belajarsholat.com/posisi-tangan-sedekap-saat-shalat-1059.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>bacaan sholat</strong></a> -pent), serta perintah untuk khusyuk” (Tafsir as Sa’diy  1/106)</p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p class="arab">صَلِّ قَائِمًا ، <strong>فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا </strong>، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ</p>
<p><em>“Sholatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka boleh dengan duduk. Jika tidak mampu duduk, boleh dengan berbaring.”</em> (HR. Muslim 394)</p>
<p>Dalam hadis yang lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda,</p>
<p class="arab">وَصَلُّوا <strong>كَمَا رَأَيْتُمُونِي </strong>أُصَلِّي</p>
<p><em>“Sholatlah kalian sebagaimana melihat aku sholat.”</em> (HR. Bukhari 628)<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p>
<h3><strong>Wajib Menghadap Kiblat</strong></h3>
<p>Ketika sholat diwajibkan untuk menghadap kearah kiblat, hal ini sebagaimana yang diperintahkan Allah ﷻ dalam FirmanNya</p>
<p class="arab">فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ</p>
<p><em>Palingkanlah mukamu ke arah Al Masjidi Al haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya</em>. (QS Al-Baqoroh : 144)</p>
<h3><strong>Disunnahkan Pandangan Mata Ketempat Sujud</strong></h3>
<p>Saat posisi berdiri, ruku&#8217; dan duduk diantara dua sujud disunnahkan mata mengarah ketempat sujud. Adapun ketika tasyahud pandangan mata disunnahkan menghadap ke jari telunjuk kanan.</p>
<p>Pandangan mata mengarah ketempat sujud sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu &#8216;anha,</p>
<p class="arab">دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم الكعبة، وما خلَّفَ بصرُه موضعَ سجودِه</p>
<p>“Rasulullah ﷺ masuk Ka’bah, tidak melepas pandangannya dari tempat sujudnya sampai keluar darinya.” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<p>Pandangan mata ke tempat sujud tidak hanya ketika berdiri saja, tapi juga saat ruku&#8217;</p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستفتح الصلاة بالتكبير ، والقراءة بـ &#8221; الحمد لله رب العالمين &#8221; ، وكان إذا ركع لم يُشْخِص رأسَه ولم يُصوِّبْه ولكن بين ذلك</p>
<p>Dahulu Rasulullah ﷺ memulai <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener">sholat dengan takbir</a>. Dan bacaan ‘Alhamdulillah rabil ‘alamin’ ketika beliau rukuk, tidak ke atas kepalanya dan tidak menunduk akan tetapi diantara itu.” (HR. Muslim, 498)</p>
<h3><strong>Pandangan Mata Ketika Duduk Tasyahud</strong></h3>
<p><a href="https://digitalseo.id/" target="_blank" rel="noopener">Hendaknya</a> pandangan diarahkan ke jari telunjuk kanan, sebagaimana hadis dari Abdullah Bin Zubair R<em>adhiallahu &#8216;anhu,</em></p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضع يده اليسرى على ركبته اليسرى، وأشار بأصبعه لا يجاوز بصره إشارته</p>
<p>Biasanya rasulullah ﷺ meletakkan tangan tangan kirinya diatas paha kirinya, dan memberikan isyarat dengan jari telunjuk (kanan), dan tidak lepas <strong>pandangan beliau</strong> dari yang diisyaratkan. (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<h3><strong>Ketika Sholat Tidak Mampu Berdiri</strong></h3>
<p>Jika ada udzur syar&#8217;i tidak bisa berdiri maka boleh posisi duduk ketika sholat, jika tidak bisa duduk, boleh dengan berbaring dst. Hal ini sebagaimana ketentuan Allah berikan dalam firmannya</p>
<p class="arab">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p><em>“Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampumu.&#8221;</em> (QS. At-Taghabun : 16)</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imran bin Husain radhiallahu &#8216;anhu</p>
<p class="arab">«صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»</p>
<p>“<em>Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka</em> <em>duduk, jika tidak mampu maka dengan </em><em>berbaring</em>” (HR. Bukhari 1117)</p>
<p>Adapun cara berdiri sholat yang benar dalam kondisi naik kendaraan, perang ataupun saat darurat lainnya insya Allah akan kami bahas pada tema selanjutnya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag dan Tim Redaksi Belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
