<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bacaan Al-Fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/bacaan-al-fatihah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Jul 2024 14:48:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>bacaan Al-Fatihah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Syarat Membaca Al-fatihah (2)</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 14:45:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Lanjutan dari postingan Sebelumnya. Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah basmalah secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca basmalah saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa basmalah termasukdari Fatihah) karena Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama memasukkan basmalah sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah</strong></h2>
<p>Lanjutan dari postingan Sebelumnya.</p>
<ol start="7">
<li><strong>Membaca setiap ayat Fatihah. Termasuk ayat darinya adalah </strong><strong><em>basmalah </em></strong>secara pengamalan hukum, bukan keyakinan (artinya kita hanya wajib membaca <em>basmalah </em>saat membaca Fatihah, bukan kita wajib meyakini bahwa <em>basmalah </em>termasukdari Fatihah) karena Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>memasukkan <em>basmalah </em>sebagai bagian dari Fatihah. Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Hakim. Mereka berdua men<em>shohih</em>kan hadis tersebut. Tetapnya <em>basmalah </em>secara hukum sebagai salah satu dari ayat Fatihah cukup menurut <em>dzon </em>atau sangkaan, bukan keyakinan. Jumlah ayat Fatihah ada 7 (tujuh). Jumlah kalimahnya ada 29.</li>
</ol>
<ol start="8">
<li>Tidak melakukan <em>lahn </em>(kesalahan membaca) yang dapat merusak makna. Syarqowi mengatakan bahwa istilah <em>lahn </em>menurut Fuqoha mencakup merubah <em>i’rob </em>dan mengganti hurufsatu dengan huruf lain. Adapun <em>lahn </em>menurut ulama bahasa dan Nahwu berarti merubah <em>i’rob </em>dan keliru dalam <em>i’rob</em>.<br />
Yang dimaksud dengan <em>“lahn (kesalahan membaca) yang dapat merusak makna” </em>adalah memindah makna <em>kalimah </em>ke makna lain, atau menjadikan <em>kalimah </em>tidak memiliki makna sama sekali, kemudian <em>lahn </em>menjadi ‘الزاي’, atau meng<em>isybak tasydid </em>pada huruf <em>lam </em>/ل/ dari lafadz ‘الذين’ sekiranya seolah-olah mengeluarkan huruf <em>alif </em>setelahnya karena dapat merubah makna.</li>
</ol>
<ol start="9">
<li>Membaca Fatihah dilakukan pada saat rukun berdiri dalam sholat fardhu. Artinya disyaratkan melakukan bacaan Fatihah dengan setiap huruf-hurufnya pada saat berdiri atau gantinya (duduk, tidur miring, berbaring). Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat" href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a></li>
<li><em>Musholli </em>membuat dirinya sendiri mendengar seluruh huruf- huruf Fatihah saat membacanya ketika ia memiliki pendengaran sehat dan tidak ramai tempatnya.</li>
<li>Bacaan Fatihah tidak disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan <em>maslahat </em>sholat, seperti dzikir-dzikir yang telah disebutkan sebelumnya. Berbeda apabila dzikir yang menyela-nyela Fatihah memiliki hubungan dengan <em>maslahah </em>sholat, seperti bacaan <em>amin </em>karena <em>bacaan </em>imam, bacaan <em>fath</em> kepada imam meskipun bukan di saat membaca Fatihah.<br />
<em>Musholli </em>tidak membacakan <em>fath </em>kepada imam kecuali ketika imam berhenti dan diam. Adapun selama imam masih ragu atau bingung tentang ayat yang ia baca maka <em>makmum </em>tidak perlu membaca <em>fath </em>kepadanya, jika <em>makmum </em>membacanya maka bacaan Fatihah terputus. Akan tetapi, apabila waktu wholat mepet, dan imam masih ragu dan bingung tentang ayat yang ia baca, maka <em>makmum </em>membaca bacaan <em>fath </em>dan bacaan Fatihahnya tidak terputus.<br />
Saat membaca bacaan <em>fath</em>, wajib menyengaja membaca (<em>qiroah</em>) meskipun disertai menyengaja mengajari. Apabila <em>musholli </em>menyengaja mengajari saja, atau memutlakkan, atau menyengaja salah satu dari membaca dan mengajari, tetapi tidak jelas yang mana, maka sholatnya batal. Mengecualikan dengan &#8216;karena bacaan imam’ adalah bacaan dari selainnya meskipun <em>makmum lain </em>sehingga apabila <em>musholli </em>membaca <em>amin </em>atau bacaan <em>fath </em>karena bacaan dari selain imam maka Fatihahnya terputus.<br />
Sama seperti bacaan <em>amin </em>adalah <em>sujud tilawah </em>bersama imam. Artinya apabila <em>musholli </em>melakukan <em>sujud tilawah </em>bersama orang lain (bukan imamnya) dengan keadaan tahu dan sengaja maka sholatnya batal.</li>
</ol>
<ol start="12">
<li>Disyaratkan juga membaca Fatihah dengan Bahasa Arab, bukan terjemahannya dengan hahasa lain meskipun ia tidak mampu menggunakan Bahasa Arab. Begitu juga pengganti Fatihah harus dengan Bahasa Arab apabila penggantinya itu adalah Quran. Sedangkan apabila penggantinya bukan Quran, alias dzikir atau doa, maka <em>musholli </em>yang tidak mampu menggunakan Bahasa Arab boleh menerjemahkan dengan Bahasa lain.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah adalah bahwa <em>musholli </em>tidak membacanya dengan jenis bacaan <em>syadz </em>(langka) yang dapat merubah makna.</li>
<li>Disyaratkan juga dalam bacaan Fatihah tidak adanya <em>shorif.</em> Apabila <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tujuan memuji maka tidak mencukupinya karena adanya <em>shorif </em>yang berupa memuji. Melainkan ia harus membaca Fatihah dengan tujuan <em>qiroah </em>(membaca) atau memutlakkan.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3769-syarat-membaca-al-fatihah-2-2.html">Syarat Membaca Al-fatihah (2)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ar-rahman Ar-rahim</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jun 2024 00:34:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ar-Rahmân ar-Rahim (Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang) ‌‌‌‌‌‌الرحمن الرحيم ‌‌‌‌ ثم يشهد عند ذكر اسم &#8220;الرحمن&#8221; جل جلاله ربًا محسنًا إلى خلقه بأنواع الإحسان متحببًا إليهم بصنوف النعم، وسع كل شيء رحمة وعلمًا، وأوسع كل مخلوق نعمة وفضلا فوسعت رحمته كل شيء ووسعت نعمته كل حي، فبلغت رحمته حيث بلغ علمه، فاستوى على عرشه [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html">Ar-rahman Ar-rahim</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Ar-Rahmân ar-Rahim </strong>(Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang)</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌الرحمن الرحيم</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
ثم يشهد عند ذكر اسم &#8220;الرحمن&#8221; جل جلاله ربًا محسنًا إلى خلقه بأنواع الإحسان متحببًا إليهم بصنوف النعم، وسع كل شيء رحمة وعلمًا، وأوسع كل مخلوق نعمة وفضلا فوسعت رحمته كل شيء ووسعت نعمته كل حي، فبلغت رحمته حيث بلغ علمه، فاستوى على عرشه برحمته، وخلق خلقه برحمته وأنزل كتبه برحمته، وأرسل رسله برحمته وشرع شرائعه برحمته، وخلق الجنة برحمته، والنار أيضًا برحمته، فإنها سوطه الذي يسوق به عباده المؤمنين إلى جنته، ويطهر بها أدران الموحدين من أهل معصيته وسجنه الذي يسجن فيه أعداءه من خليقته.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<br />
فتأمل ما في أمره ونهيه ووصاياه ومواعظه من الرحمة البالغة، والنعمة السابغة، وما في حشوها من الرحمة والنعمة، فالرحمة هي السبب المتصل منه بعباده، كما أن العبودية هي السبب المتصل منهم به، فمنهم إليه العبودية ومنه إليهم الرحمة.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌ومن أخص مشاهد هذا الاسم شهود المصلي نصيبه من الرحمة الذي أقامه بها بين يدي ربه، وأهله لعبوديته ومناجاته، وأعطاه ومنع غيره وأقبل بقلبه وأعرض بقلب غيره وذلك من رحمته به</p>
<h2>Tatkala seseorang menyebut nama ar-Rahmân (yang Maha Pengasih)</h2>
<p>hendaklah dia menyaksikan betapa luhurnya Allah yang telah berbuat baik kepada para makhluk-Nya dengan berbagai macam kebaikan dan mencintai para makhluk-Nya dengan mencurahkan berbagai kenikmatan bagi mereka.</p>
<p>Kasih sayang dan ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, serta nikmat dan anugerahnya dicurahkan kepada semua makhluk-Nya. Kasih sayang-Nya tercurah kepada setiap sesuatu dan nikmat dati-Nya diberikan kepada semua makhluk hidup. Kasih sayang-Nya menjulang tinggi setinggi ilmu-Nya. Dia menetap di atas arsy dengan rahmat-Nya.</p>
<p>Dia menciptakan makhluk dengan rahmat-Nya. Dia menurunkan kitab dengan rahmat-Nya. Dia mengutus utusan dengan rahmat-Nya. Dia menentukan syariat dengan rahmat-Nya. Dia menciptakan surga dan neraka juga dengan rahmat-Nya.</p>
<p>Rahmat adalah cambuk-Nya yang menuntun orang-orang mukmin sehingga menuju ke surga Nya. Dengan rahmat-Nya pula orang-orang beriman yang melakukan maksiat dibersihkan dari noda dan dosa.</p>
<p>Silahkan Baca Juga artikel Tentang : <a title="Mukjizat Nabi Saat Sholat Jamaah, Bisa Melihat Dari Punggung" href="https://belajarsholat.com/2693-mukjizat-nabi-saat-sholat-jamaah-bisa-melihat-dari-punggung.html">Mukjizat Nabi Saat Sholat Jamaah, Bisa Melihat Dari Punggung</a></p>
<h2>Renungkanlah perintah, larangan, wasiat, dan petunjuk-Nya!</h2>
<p>Semua didasari oleh kasih sayang yang sangat tinggi dan nikmat yang tiada terkira. Selain itu, di tengah-tengahnya terdapat kasih sayang dan nikmat dari-Nya. Rahmat adalah sebab yang menghubungkan dia dengan para hamba-Nya, sedangkan ibadah adalah sebab yang menghubungkan para hamba-Nya kepada-Nya Artinya, para hamba-Nya berhubungan kepada-Nya dengan perantara ibadah, sedangkan dia berhubungan dengan para hamba-Nya melalui kasih sayang-Nya.</p>
<p>Salah satu spesifikasi yang dimiliki oleh nama ini adalah orang yang sholat akan menyaksikan rahmat yang merupakan bagiannya, saat dia bisa melakukan sholat menghadap Tuhan-nya, dia bisa beribadah dan munajat kepada-Nya, serta dia diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada orang selainnya. Sehingga hatinya bisa menghadap kepada-Nya, sementara hati orang lain tidak bisa menghadap-Nya. Inilah salah satu rahmat Allah yang diberikan kepada orang itu.</p>
<h2><strong>Maliki Yaumiddin </strong>(Yang Menguasai Hari Pembalasan)</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌‌‌مالك يوم الدين</p>
<p class="arab">‌‌‌‌فإذا قال: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ} فهنا شهد المجد الذي لا يليق بسوى الملك الحق المبين فيشهد ملكًا قاهرًا قد دانت له الخليقة وعنت له الوجوه، وذلت لعظمته الجبابرة، وخضع لعزته كل عزيز، فيشهد بقلبه ملكًا على عرش السماء مهيمنًا لعزته تعنو الوجوه وتسجد وإذا لم تعطل حقيقة صفة الملك أطلعته على شهود حقائق الأسماء والصفات التي تعطيلها تعطيل لملكه وجحد له، فإن الملك الحق التام الملك: لا يكون إلا حيا قيومًا سميعًا بصيرًا مدبرًا قادرًا متكلمًا آمرًا ناهيًا مستويًا على سرير مملكته، يرسل إلى أقاصي مملكته بأوامره، فيرضى على من يستحق الرضا، ويثيبه ويكرمه ويدنيه ويغضب على من يستحق الغضب ويعاقبه ويهينه ويقصيه فيعذب من يشاء ويرحم من يشاء ويعطي من يشاء، ويقرب من يشاء، ويقصي من يشاء، له دار عذاب، وهي النار، وله دار سعادة عظيمة، وهي الجنة فمن أبطل شيئَا من ذلك، أو جحده وأنكر حقيقته فقد قدح في ملكه سبحانه وتعالى ونفى عنه كماله وتمامه، وكذلك من أنكر عموم قضائه وقدره فقد أنكر عموم ملكه وكماله، فيشهد المصلي مجد الرب تعالى في قوله: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}</p>
<h2>Ketika seseorang mengucapkan, Yang Menguasai Hari Pembalasan,</h2>
<p>maka dia akan menyaksikan keagungan yang tidak pantas disandang oleh selain penguasa yang sebenarnya dan hakiki. Dia akan menyaksikan penguasa vang sangat berkuasa. Semua makhluk akan berusaha untuk bisa dekat kepada-Nya, setiap wajah tertunduk di hadapan-Nya, setiap penguasa yang tiruan menjadi hina di hadapan-Nya, dan setiap orang yang berkedudukan tinggi merasa kecil di hadapan-Nya.</p>
<p>Dengan demikian, hatinya akan menyaksikan penguasa yang menguasai arsy di langit dan karna keluhuran-Nya para wajah bersimpuh dan bersujud. Jika seseorang tidak mengabaikan hakikat dari sifat Allah Yang Maha Menguasai, niscaya dia akan melihat hakikat nama-nama dan sifat-sifat Allah. Sedangkan orang yang mengabaikan hakikat ini, berarti dia mengabaikan dan menentang ke Maha kuasaan Allah.</p>
<p>Sebab, raja sesungguhnya yang memiliki kerajaan yang sempurna adalah raja yang Maha hidup, Maha Berdiri, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengurusi, Mahakuasa, Maha Berbicara, Maha Memerintah, dan Maha Melarang. Dia (Allah) berada di atas singgasana kerajaan-Nya, mengutus ke seluruh pelosok kerajaan-Nya untuk membawa perintah-Nya.</p>
<p>Dia akan meridhai orang yang berhak mendapat ridha lalu memberi pahala, memuliakan dan dekat dengan orang itu. Sebaliknya, dia akan murka terhadap orang yang pantas dimurkai lalu menyiksa, menghinakan dan berbuat keras terhadap orang itu. Dia menyiksa setiap orang yang dikehendaki-Nya dan menyayangi orang yang dikehendaki-Nya.</p>
<p>Dia memberi kepada orang yang dikehendaki-Nya, mendekat kepada orang yang dikehendak-Nya dan berbuat keras kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dia memiliki tempat penyiksaan yaitu neraka dan Dia memiliki tempat kebahagiaan yang tiada terkira yaitu surga. Siapa yang tidak memercayai atau mengingkari semua hakikat ini, berarti dia telah mencela kerajaan-Nya dan menafikan sifat-sifat kesempurnaan yang dimiliki-Nya.</p>
<p>Begitu pula orang yang mengingkari qadha&#8217; dan qadar-Nya secara global, berarti dia telah mengingkari kerajaan dan kesempurnaan-Nya secara global. Dengan demikian, seorang yang sholat menyaksikan keagungan Tuhan-nya yang terangkum dalam firman-Nya, Yang Menguasai Hari Pembalasan.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3468-ar-rahman-ar-rahim.html">Ar-rahman Ar-rahim</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyejuk Pandangan</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 00:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[adab ke masjid]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3446</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyejuk Pandangan ‌‌‌‌قرة العين ‌‌ وكما أن الصوم ثمرته تطهير النفس، وثمرة الزكاة تطهير المال، وثمرة الحج وجوب المغفرة، وثمرة الجهاد تسليم النفس التي اشتراها سبحانه من العباد، وجعل الجنة ثمنها فالصلاة ثمرتها الإقبال على الله، وإقبال الله سبحانه على العبد، وفي الإقبال جميع ما ذكر من ثمرات الأعمال؛ ‌‌ ولذلك لم يقل النبي صلى [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html">Penyejuk Pandangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Penyejuk Pandangan</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌قرة العين</p>
<p class="arab">‌‌<br />
وكما أن الصوم ثمرته تطهير النفس، وثمرة الزكاة تطهير المال، وثمرة الحج وجوب المغفرة، وثمرة الجهاد تسليم النفس التي اشتراها سبحانه من العباد، وجعل الجنة ثمنها فالصلاة ثمرتها الإقبال على الله، وإقبال الله سبحانه على العبد، وفي الإقبال جميع ما ذكر من ثمرات الأعمال؛</p>
<p class="arab">‌‌<br />
ولذلك لم يقل النبي صلى الله عليه وسلم جعلت قرة عيني في الصوم ولا في الحج والعمرة، وإنما قال: «وجعلت قرة عيني في الصلاة» ولم يقل بالصلاة إعلامًا بأن عينه إنما تقر بدخوله فيها، كما تقر عين المحب بملابسته لمحبوبه وتقر عين الخائف بدخوله في محل أمنه، فقرة العين بالدخول في الشيء أكمل وأتم من قُرة العين به قبل الدخول.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
ولما جاء إلى راحة القلب من تعبه ونصبه قال: «يا بلال أرحنا بالصلاة» (1)؛ أي أقمها لنستريح بها من مقاساة الشواغل، كما يستريح التعبان إذا وصل إلى منزله وقر فيه وسكن</p>
<p>Buah dari puasa adalah penyucian jiwa, buah dari zakat adalah penyucian harta. Sedangkan buah dari haji adalah ampunan dari Allah. Kemudian buah dari jihad adalah menyerahkan diri yang oleh Allah akan dibeli dengan bayaran berupa surga. Adapun buah dari ibadah sholat adalah seorang hamba dapat menghadap kepada Allah dan Allah akan melihat hamba itu.</p>
<p>Sedangkan dalam menghadap Allah terkandung segala macam buah dari ibadah-ibadah lainnya. Oleh karenanya, Nabi tidak mengatakan, dijadikan penyejuk pandanganku ada di dalam puasa, haji ataupun umrah. Akan tetapi Nabi mengatakan, Dijadikan penyejuk pandanganku ada di dalam sholat?</p>
<h2>Renungkan sabda beliau,</h2>
<p>Dijadikan penyejuk pandanganku di dalam sholat. Nabi mengatakan di dalam sholat, bukan mengatakan dengan sholat. Hal ini merupakan tanda bahwa Nabi akan merasakan pandangannya sejuk tatkala masuk ke dalam sholat. Sebagaimana pandangan mata seorang pecinta akan merasa sejuk tatkala menatap orang yang dicintainya, begitu halnya dengan orang yang takut akan merasa sejuk pandangannya tatkala dia masak ke dalam tempat yang aman. Kesejukan pandangan mata seseorang akan terasa lebih sempurna ketika dia sudah masuk daripada sebelum dia masuk.</p>
<p>Tatkala Rasulullah ingin memberikan istirahat pada hatinya dari kepayahan dan kepenatan, beliau berkata, Wahai Bilal, istirahatkanlah kita dengan sholat? Artinya, dirikanlah sholat supaya kita bisa beristirahat dari penatnya kesibukan sebagaimana seorang yang merasa penat ketika sampai di rumah dia akan merasa damai dan tenang. Baca Juga Artikel tentang : <a title="Keutamaan Doa Masuk Masjid" href="https://belajarsholat.com/1346-keutamaan-doa-masuk-masjid.html">Surat At-Taubah Latin dan Artinya</a></p>
<h2>Sholat Menciptakan Ketenangan</h2>
<p class="arab">‌‌‌‌راحة الصلاة</p>
<p class="arab">‌‌<br />
وتأمل كيف قال أرحنا بها ولم يقل أرحنا منها، كما يقوله المتكلف بها الذي يفعلها تكلفًا وغرمًا، فهو لما امتلأ قلبه بغيرها وجاءت قاطعة عن أشغاله ومحبوباته، وعلم أنه لا بد له منها فهو قائل بلسان حاله وقاله: نصلي ونستريح من الصلاة لا بها، فهذا لون وذاك لون آخر، فالفرق بين من كانت الصلاة لجوارحه قيدًا أو لقلبه سجنًا، ولنفسه عائقًا، وبين من كانت الصلاة لقلبه نعيمًا ولعينه قرة ولجوارحه راحة، ولنفسه بستانًا ولذة.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
1 &#8211; فالأول الصلاة سجن لنفسه وتقييد لها عن التورط في مساقط الهلكات وقد ينالون بها التكفير والثواب وينالهم من الرحمة بحسب عبوديتهم لله فيها.</p>
<p class="arab">‌‌2 &#8211; والقسم الآخر الصلاة بستان قلوبهم، وقرة عيونهم، ولذة نفوسهم، ورياض جوارحهم فهم فيها يتقلبون في النعيم.</p>
<p class="arab">‌‌<br />
فصلاة هؤلاء توجب لهم القرب والمنزلة من الله ويشاركون الأولين في ثوابهم ويختصون بأعلاه وبالمنزلة والقربة وهي قدر زائد على مجرد الثواب، ولهذا يعد الملوك من أرضاهم بالأجر والتقريب كما قال السحرة لفرعون {إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ * قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ} [الأعراف: 113، 114]</p>
<h2>Renungkan sabda Rasulullah,</h2>
<p>Tenangkanlah kami dengan Sholat. Beliau tidak mengatakan, tenangkanlah dari sholat, sebagaimana yang umumnya diucapkan orang yang melaksanakan sholat sekedar menggugurkan kewajiban dan merasakan sholat sebagai hal yang panas. Orang semacam ini hatinya dipenuhi dengan hal-hal selain sholat dan sholat baginya justru memutus dari kesibukan yang disenanginya. Sehingga seakan-akan dia mengatakan, &#8220;Kita melakukan sholat supaya bisa nyaman (bebas) dari sholat,&#8221; bukan merasa aman dengan adanya sholat.</p>
<p>Ada perbedaan sangat tajam antara orang yang melakukan sholat dengan anggota tubuh yang merasa dibelenggu, hati terasa dipenjara dan jiwa merasa tersiksa, dengan orang yang melakukan sholat dengan hati senang, pandangan matanya merasakan kesejukan, anggota badannya merasa nyaman dan jiwanya merasakan tenang dan tenteram.</p>
<ol>
<li>Bagi kelompok pertama, sholat seakan-akan menjadi penjara dan belenggu diri dari melakukan aktivitas yang merusakkan. Terkadang orang yang melakukan sholat seperti ini mendapatkan penghapusan dosa maupun pahala. Terkadang juga mendapatkan rahmat sesuai dengan kualitas ibadahnya kepada Allah.</li>
<li>Sedangkan bagi kelompok yang kedua, sholat adalah taman hati, penyejuk pandangan, kelezatan jiwa dan mengolahragakan anggota tubuh. Dengan demikian, bagi mereka sholat merupakan kenikmatan.</li>
</ol>
<p>Sholat yang dilakukan oleh orang-orang seperti ini menghasilkan kedekatan kepada Allah dan mendapatkan derajat di sisi-Nya. Mereka mendapatkan pahala yang sama dengan umat-umat terdahulu dan mempunyai keistimewaan dengan adanya derajat dan kedekatan kepada Allah. Kedua hal ini merupakan keistimewaan tersendiri daripada sekedar pahala. Oleh karenanya, seorang raja mengatakan kepada orang-orang yang memuaskannya bahwa mereka pantas mendapat balasan dan memiliki kedekatan kepadanya, sebagaimana tukang-tukang sihir memiliki kedekatan kepada Firaun. Yuk Subscribe : <a title="Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/@belajarsholatofficial/videos">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<h2>Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,</h2>
<p>Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir&#8217;aun mengatakan, &#8220;Apakah sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?&#8221; Firaun menjawab, &#8220;Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).(al-A&#8217;râf [7: 113-114)</p>
<p class="arab">‌‌<br />
1 &#8211; فالأول عبد قد دخل الدار والستر حاجب بينه وبين رب الدار فهو من وراء الستر فلذلك لم تقر عينه؛ لأنه في حجب الشهوات، وغيوم الهوى، ودخان النفس، وبخار الأماني، فالقلب عليل، والنفس مكبة على ما تهواه، طالبة لحظها العاجل.</p>
<p class="arab">‌‌2 &#8211; والآخر قد دخل دار الملك ورفع الستر بينه وبينه فقرت عينه واطمأنت نفسه، وخشع قلبه وجوارحه، وعَبَد الله كأنه يراه، وتجلى له في كلامه.</p>
<p class="arab">‌‌فهذه إشارة ما، ونبذة يسيرةٌ جدًا في ذوق الصلاة</p>
<ol>
<li>Kelompok pertama adalah seorang hamba yang masuk ke dalam rumah, sedangkan kelambu menjadi penghalangnya dati pemilik rumah itu. Artinya, dia hanya bisa berinteraksi di belakang kelambu sehingga pandangan matanya tidak menjadi sejuk. Sebab, dia dihalangi oleh penghalang berupa syahwatnya, keinginannya ibarat mendung, nafsunya ibarat asap, keinginannya ibarat asap tebal. Sehingga hatinya terkena penyakit dan jiwanya dikendalikan oleh hawa nafsunya dengan mengharapkan bagiannya sekarang juga.</li>
<li>Sedangkan kelompok lainnya ibarat seseorang yang masuk ke dalam rumah raja. Kemudian penghalang yang menghalangi antara dirinya dengan raja itu disingkapkan. Sehingga pandangan matanya menjadi sejuk dan jiwanya menjadi tenang, hati dan anggota tubuhnya menjadi khusyuk. Dia menyembah Allah seakan-akan melihat Zat-Nya yang menampakkan diri melalui kalam-Nya.</li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3446-penyejuk-pandangan.html">Penyejuk Pandangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Baru Belajar Islam Tidak Hafal Al-Quran, Apa yang Harus Dibaca Saat Sholat?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2654-baru-belajar-islam-tidak-hafal-al-quran-apa-yang-harus-dibaca-saat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Sep 2023 22:15:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[tidak hafal quran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2654</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amalan Pengganti Untuk yang Tidak Bisa Menghafal/membaca Al-Quran Mualaf, Pemula, Baru Hijrah, Orang Tua yang Baru Belajar Sholat. Silahkan simak hadis ini, Dari Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu &#8216;anhu, جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْئًا فَعَلِّمْنِي مَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ قَالَ قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2654-baru-belajar-islam-tidak-hafal-al-quran-apa-yang-harus-dibaca-saat-sholat.html">Baru Belajar Islam Tidak Hafal Al-Quran, Apa yang Harus Dibaca Saat Sholat?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Amalan Pengganti Untuk yang Tidak Bisa Menghafal/membaca Al-Quran</strong></h2>
<p><strong>Mualaf, Pemula, Baru Hijrah, Orang Tua yang Baru Belajar Sholat. Silahkan simak hadis ini,</strong></p>
<p>Dari Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu &#8216;anhu,</p>
<p class="arab">جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ آخُذَ مِنْ الْقُرْآنِ شَيْئًا فَعَلِّمْنِي مَا يُجْزِئُنِي مِنْهُ قَالَ قُلْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَمَا لِي قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي فَلَمَّا قَامَ قَالَ هَكَذَا بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا هَذَا فَقَدْ مَلَأَ يَدَهُ مِنْ الْخَيْرِ</p>
<p>seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata; &#8220;Sesungguhnya aku tidak dapat mempelajari Al Qur&#8217;an sedikit pun, maka ajarilah aku sesuatu yang dapat memadai untukku sebagai gantinya.&#8221; Beliau bersabda: &#8220;Ucapkanlah; &#8220;<strong>SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH WALAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR WALAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL &#8216;ALIYYIL &#8216;AZHIIM</strong> (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada ilah yang hak kecuali Allah dan Allah Maha besar, tidak ada daya dan upaya kecuali kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung).&#8221; Laki-laki itu berkata; &#8220;wahai Rasulullah, ungkapan ini untuk Allah ﷻ, lantas (ungkapan) manakah yang untuk saya?&#8221; beliau bersabda: &#8220;katakanlah; &#8220;<strong>ALLAHUMMARHAMNII WARZUQNII WA&#8217;AAFINII WAHDINII</strong> (Ya Allah, rahmatilah aku, berilah aku rizki, kesejahteraan, dan petunjuk.&#8221; Ketika orang itu berdiri (shalat), maka dia memberi isyarat dengan tangannya seperti ini (yaitu membaca sambil menghitungnya) maka Rasulullah ﷺ bersabda: &#8221; Orang ini tangannya telah di penuhi dengan kebaikan.&#8221; (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani)</p>
<p><strong>KETERANGAN:</strong><br />
Secara ushul membaca Al-Fatihah adalah rukun sholat, tidak sah sholat tanpa Al-Fatihah, terkecuali ada sebab-sebab yang menghalanginya maka ada udzur untuk tidak membaca Al-Fatihah.</p>
<p>Contoh sebab-sebab udzur:</p>
<ol>
<li>Keterbatasan mental sehingga susah menghafal.</li>
<li>Baru belajar islam dan susah untuk menghafal.</li>
<li>dll.</li>
</ol>
<p>Jika seseorang hanya bisa Al-Fatihah dan tidak hafal surat lainnya, maka surat tambahan bisa diganti dengan doa diatas.</p>
<p>****</p>
<p>Jika Anda orang sibuk tidak bisa menghafal Al-Quran maka amalan ini bisa jadi pengganti untuk menyibukkan Anda dalam berdzikir kepada Allah ﷻ.</p>
<p>Namun tetaplah belajar membaca dan menghafal Al-Quran, jangan berpangku tangan !!</p>
<p>Ingat hadis ini,</p>
<p class="arab">وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ</p>
<p><em>Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.”</em> (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>**<br />
Mohon doanya agar segera selesai modul ABS <a class="x1fey0fg xmper1u x1edh9d7" href="https://kelas.belajarsholat.com">https://kelas.belajarsholat.com</a> , Silahkan bagikan kepada handai taulan yang mau belajar sholat untuk pemula. Semoga segera launching</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2654-baru-belajar-islam-tidak-hafal-al-quran-apa-yang-harus-dibaca-saat-sholat.html">Baru Belajar Islam Tidak Hafal Al-Quran, Apa yang Harus Dibaca Saat Sholat?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2022 14:03:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bacaan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Fatihah dalam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan Al-Fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Al-Fatihah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1212</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membaca Surat Al Fatihah di Setiap Rakaat Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat hukumnya wajib dan dan termasuk bagian dari rukun sholat. Berdasarkan hadis dari Ubadah bin ash Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ “Tidak sah sholat seorang hamba yang tidak membaca surat Al [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Membaca Surat Al Fatihah di Setiap Rakaat</strong></h2>
<p>Membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat hukumnya wajib dan dan termasuk bagian dari rukun sholat. Berdasarkan hadis dari Ubadah bin ash Shamit <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ</p>
<p><em>“Tidak sah sholat seorang hamba yang tidak membaca surat Al Fatihah di dalamnya.”</em> [HR. Bukhari 756]</p>
<p>Dalam hadis lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama</p>
<p class="arab">من صلَّى صلاةً لم يقرأْ فيها بفاتحةِ الكِتابِ، فهي خِداجٌ ,يقولُها ثلاثًا</p>
<p><em>Barang siapa yang didalam sholatnya tidak membaca pembuka Al-Quran (Al-Fatihah) maka sholatnya cacat. Dan beliau mengulanginya tiga kali.</em> (HR. Muslim 395)</p>
<p>Dalam Nailul Author خِداجٌ bermakna: Kurang/Cacat. Untuk itu, sejatinya sholat yang CACAT tidak disebut sholat yang benar. (Nailul Author, Asy-Syaukani 2/243).</p>
<p>Seorang yang sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun munfarid hendaknya memperhatikan bacaan surat Al-Fatihahnya. Barangsiapa sengaja meninggalkan satu huruf saja dalam <a href="https://belajarsholat.com/surat-al-fatihah-latin-dan-artinya-1152.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>surat Al-Fatihah</strong></a>, maka sholatnya tidak sah. Syeikh Sa’ad bin Ali Al Qahthani rahimahullahu menjelaskan,</p>
<p class="arab">فيها إحدى عشرة تشديدة، فإن ترك حرفا ولم يأت بما ترك لم تصح صلاته.</p>
<p>“Di dalam surat Al Fatihah terdapat 11 tasydid. Jika ia meninggalkan satu huruf saja dan tidak mengulanginya, maka sholatnya tidak sah.”[Arkaan ash Shalah Fii Dhaui al Kitaabi was Sunnati karya Syekh Sa’ad bin Ali al Qahthani 7-8]</p>
<h3><strong>Hukum Makmum Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat Jahriyah</strong></h3>
<p>Adapun makmum yang membaca Al-Fatihah dibelakang imam yang sholat jahriyah para ulama berbeda pendapat.</p>
<p><strong>Pendapat pertama, makmum tetap wajib membaca Al-Fatihah disetiap rakaat sholat sebagaimana keumuman dari hadis nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di atas.</strong></p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan “Perintah membaca Al-Fatihah telah ditetapkan bagi makmum (dalam shalat) jahriyah tanpa ada batasan. Hal itu sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dalam bab Qira’ah (bacaan)”.</p>
<p>Tirmizi, Ibnu Hibban dan yang lainnya menyebutkan sebuah riwayat Makhul dari Mahmud bin Rabi’ dari Ubadah</p>
<p class="arab">أَنَّ النَّبِيَّ &#8211; صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ &#8211; ثَقُلَتْ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ فِي الْفَجْرِ , فَلَمَّا فَرَغَ قَالَ : لَعَلَّكُمْ تَقْرَءُونَ خَلْفَ إِمَامِكُمْ ؟ قُلْنَا : نَعَمْ . قَالَ : فَلَا تَفْعَلُوا إِلا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ , فَإِنَّهُ لا صَلاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِهَا &#8221; ا.هـ .</p>
<p>bahwa sesungguhnya terdengar oleh Nabi sallallahu’alaihi wasallam bacaan (seseorang) dalam sholat fajar. Ketika selesai, beliau berkata: “Sepertinya kalian membaca di belakang imam kalian?”. Kami menjawab: “Ya”. (Beliau) bersabda: “Jangan kamu lakukan (itu), selain (membaca) Fatihatul Kitab (Al-Fatihah), karena tidak sah sholat bagi seseorang yang tidak membacanya.”</p>
<p><strong>Pendapat kedua, dalam shalat jahriyah bacaan makmum ikut bacaan imam. Artinya makmum tidak perlu membaca surat Al-Fatihah di waktu imam membaca Jahr.</strong></p>
<p>Dalilnya adalah firman Allah:</p>
<p class="arab">( وإذا قُرِئ القرآن فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون ) الأعراف:204</p>
<p><em>“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.</em> (QS. Al-A’raf: 204)</p>
<p>Ibnu Hajar berkata: (Pendapat) yang menggugurkan bacaan Al-Fatihah dalam shalat jahriyah seperti pendapat Malikiyah berdalil dengan hadits</p>
<p class="arab">( وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا )</p>
<p>“Apabila (imam) membaca, maka kalian hendaknya diam”.</p>
<p>Ini adalah hadits shohih, diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari. Bagi orang yang mengatakan wajib (membaca) Al-Fatihah, mereka mengatakan bahwa (Al-Fatihah) dibaca setelah imam membaca Al-Fatihah dan sebelum memulai membaca surat (Al-Qur’an) lainnya. Atau dibaca ketika ada jeda imam sebentar. Ibnu Hajar berkata: “(Makmum hendaknya) diam ketika imam membaca dan membaca (Al-Fatihah) ketika (imam) diam”.</p>
<p class="arab">قال الشيخ ابن باز : المقصود بسكتات الإمام أي سكتة تحصل من الإمام في الفاتحة أو بعدها ، أو في السورة التي بعدها ، فإن لم يسكت الإمام فالواجب على المأموم أن يقرأ الفاتحة ولو في حال قراءة الإمام في أصح قولي العلماء . انظر فتاوى الشيخ ابن باز ج/11 ص/</p>
<p>Syekh Bin Baz berkata: Maksud jeda imam adalah jeda pada saat membaca Al-Fatihah, atau sesudahnya atau jeda saat membaca surat setelahnya. Seandainya imam tidak ada jeda, maka makmum tetap harus membaca Al-Fatihah meskipun saat itu imam dalam kondisi membaca, menurut pendapat yang kuat dari para ulama. (Silahkan lihat Fatawa Syekh Ibnu Baz, 11/221).</p>
<p>Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya seperti pertanyaan di atas, lalu dijawab: Yang benar di antara pendapat ulama adalah wajib membaca Al-Fatihah dalam shalat bagi munfarid (orang yang shalat seorang diri), imam dan makmun, baik shalat jahriyah maupun sirriyah, karena kebenaran dalil yang (menguatkan) akan hal itu dan dalil yang mengkhususkannya.</p>
<p>Adapun firman Allah dibawah ini Adalah bersifat umum,</p>
<p class="arab">( وإذا قُرِئ القرآن فاستمعوا له وانصتوا لعلكم ترحمون ) الأعراف /204</p>
<p><em>“Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat</em>”. (QS. Al-A’raf: 204)</p>
<p>Begitu juga sabda Rasulullah <em>sallallahu’alaihi wasallam,</em></p>
<p class="arab">( وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا )</p>
<p>“Kalau (imam) membaca, maka hendaknya kalian diam”.</p>
<p>Juga bersifat umum, (mencakup) bacaan Al-Fatihah dan lainnya. (keumuman dalil ini) dikhususkan dengan hadits:</p>
<p class="arab">( لا صَلاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ) رواه البخاري، الأذان/714</p>
<p>“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah).” Sebagai upaya untuk mengkompromikan dalil-dalil yang ada.</p>
<p>Adapun hadits :</p>
<p class="arab">(من كان له إمام فقراءة الإمام له قراءة )</p>
<p>“Siapa mengikuti imam (dalam shalat), maka bacaan imam adalah bacaan baginya.”</p>
<p>Adalah hadits lemah. Juga tidak dibenarkan pendapat yang mengatakan bahwa ucapan “Aamiin” bagi makmum terhadap bacaan imam dari surat Al-Fatihah dapat menggantikan bacaan Al-Fatihah.</p>
<p><strong>Referensi :</strong></p>
<ol>
<li><em>https://islamqa.info/ar/answers/10995/قراءة-الفاتحة-في-الصلاة</em></li>
<li><em>https://dorar.net/feqhia/923/المطلب-الأول:-حكم-قراءة-الفاتحة-في-الصلاة</em></li>
</ol>
<p><strong>TIM REDAKSI BELAJARSHOLAT.COM</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html">Membaca Surat Al-Fatihah Tiap Rakaat Merupakan Rukun Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1212-membaca-surat-al-fatihah-tiap-rakaat-merupakan-rukun-sholat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
