<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tertib - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/tertib/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jul 2024 10:15:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>tertib - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rukun Terakhir Tertib</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3748-rukun-terakhir-tertib.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Aug 2024 10:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<category><![CDATA[tertib]]></category>
		<category><![CDATA[tumakninah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3748</guid>

					<description><![CDATA[<p>RUkun Sholat YAng Terakhir adalah : Tertib Rukun sholat yang terakhir adalah tertib pada rukun-rukun yang telah disebutkan, dan menjadikan masing-masing rukun sesuai dengan tingkatan urutannya yang mana menjadikannya secara demikian ini menunjukkan suatu perbuatan, dan menjatuhkan masing-masingnya sesuai dengan tingkatan urutannya yang mana menjatuhkannya secara demikian ini menunjukkan bentuk sholat, sedangkan bentuk sesuatu itu [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3748-rukun-terakhir-tertib.html">Rukun Terakhir Tertib</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>RUkun Sholat YAng Terakhir adalah :</h2>
<ol start="17">
<li>
<h3><strong>Tertib </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang terakhir adalah tertib pada rukun-rukun yang telah disebutkan, dan menjadikan masing-masing rukun sesuai dengan tingkatan urutannya yang mana menjadikannya secara demikian ini menunjukkan suatu perbuatan, dan menjatuhkan masing-masingnya sesuai dengan tingkatan urutannya yang mana menjatuhkannya secara demikian ini menunjukkan bentuk sholat, sedangkan bentuk sesuatu itu termasuk bagian dari sesuatu itu sendiri (yang sehingga tertib sholat itu disebut sebagai bagian dari sholat itu sendiri. Oleh karena ini, tertib dimasukkan sebagai salah satu rukun sholat.)</p>
<p>Dalil kewajiban tertib dan rukun sebelumnya (yaitu salam) adalah mengikuti Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>(ittibak) serta adanya hadis; <em>Sholatlah seperti kalian melihatku sedang sholat.</em></p>
<p>Tertib dapat digambarkan dalam rukun antara niat dan takbir, antara berdiri dan membaca Fatihah, dan antara duduk, membaca <em>tasyahud</em>, dan membaca <em>sholawat</em>, tetapi gambaran tertibnya dilihat dari segi permulaan (ibtidak), bukan akhir (intihak), karena adanya kewajiban menghadirkan niat sebelum takbir, mendahulukan berdiri daripada membaca Fatihah, dan mendahulukan duduk daripada membaca <em>tasyahud </em>dan <em>sholawat</em>, seperti yang dijelaskan oleh Syaikhuna Muhammad Hasbullah, dan juga tersebut dalam kitab <em>Tuhfatul Habib</em>. Namun, apabila dilihat dari segi rukun dan tempatnya, maka rukun niat, takbir, berdiri, membaca Fatihah, duduk, membaca <em>tasyahud </em>dan bersholawat tidak memiliki tingkatan urutan, melainkan mereka merupakan rukun-rukun yang dikecualikan dalam kewajiban tertib.</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya" href="https://belajarsholat.com/214-rukun-sholat-yang-wajib-diketahui-biar-tidak-batal-sholatnya.html">Rukun Sholat yang Wajib Diketahui, Biar Tidak Batal Sholatnya</a></p>
<h3>Apabila seorang <em>musholli </em>meninggalkan tertib secara sengaja,</h3>
<p>misalnya, dengan mendahulukan rukun <em>fi’li </em>satu daripada rukun <em>fi’li </em>lain, seperti ia bersujud sebelum rukuk, atau mendahulukan rukun <em>fi’li </em>satu daripada rukun <em>qouli, </em>seperti rukuk sebelum membaca Fatihah, atau mendahulukan rukun <em>qouli </em>satu daripada rukun <em>fi’li </em>atau <em>qouli, </em>seperti mendahulukan salam sebelum sujud, atau mendahulukan salam sebelum <em>tasyahud</em>, maka semuanya menyebabkan sholatnya batal. Adapun mendahulukan rukun <em>qouli </em>(selain salam) satu daripada rukun <em>fi’li </em>dan <em>qouli</em>, seperti mendahulukan <em>tasyahud </em>daripada sujud atau mendahulukan membaca <em>sholawat </em>daripada <em>tasyahud </em>maka tidak apa-apa, tetapi rukun yang didahulukan tidak dianggap dan wajib untuk diulangi dan dilakukan sesuai pada urutannya.</p>
<p>Adapun apabila <em>musholli </em>meninggalkan <em>tertib </em>karena lupa maka rukun setelah <em>matruk </em>(rukun yang dilakukan tidak sesuai pada tempat atau urutannya) sampai ia ingat dihukumi <em>laghwun </em>(tidak dianggap) karena <em>matruk </em>tersebut dilakukan tidak sesuai pada tempatnya. Apabila ia ingat <em>matruk </em>sebelum sampai pada rukun <em>matruk </em>di rakaat berikutnya maka ia wajib kembali melakukan <em>matruk </em>tersebut.</p>
<p>Apabila ia mengakhirkan untuk kembali ke <em>matruk </em>maka sholatnya batal. Apabila ia tidak ingat <em>matruk </em>sampai ia melakukan rukun <em>matruk </em>di rakaat berikutnya maka rakaat berikutnya itu menggantikan rakaat sebelumnya dimana ia meninggalkan tertib. Setelah itu ia menambal satu rakaat. <em>Musholli </em>melakukan sujud sahwi dalam semua kasus meninggalkan tertib karena lupa. Termasuk contoh kasusnya adalah</p>
<p>apabila ia salam tidak pada tempatnya karena lupa maka ia nanti sujud sahwi karena kesalahannya tersebut. Adapun apabila <em>musholli </em>meninggalkan salam atau baru ingat kalau ia meninggalkannya sebelum ada pemisah waktu yang lama maka ia segera melakukan salam tersebut dan tidak perlu sujud sahwi. Syarqowi memberikan faedah bahwa apabila pemisah waktunya terjadi dalam waktu yang lama sebab diam lama yang andaikan dilakukan secara sengaja itu tidak membatalkan maka ia tidak perlu sujud sahwi.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3748-rukun-terakhir-tertib.html">Rukun Terakhir Tertib</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
