<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tarawih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/tarawih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Mar 2024 02:05:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>tarawih - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 02:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Syafi'iyah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Gus Muhammad Kholil (Pengajar PP. Darussunnah Sragen) Dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua: Salat Nafilah Muthlaqah » Salat nafilah muthlaqah adalah salat sunah yang tidak terikat dengan waktu atau sebab, sehingga dapat didirikan kapan saja, kecuali pada waktu diharamkan salat, dengan jumlah yang tidak terbatas, dan dilakukan dua rakaat kemudian dua [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html">Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Gus Muhammad Kholil<br />
(Pengajar PP. Darussunnah Sragen)</strong></p>
<p>Dalam Madzhab Syafi&#8217;iyah Salat nafilah (sunah) terbagi menjadi dua:</p>
<h3><strong>Salat Nafilah Muthlaqah</strong></h3>
<p>» <strong>Salat nafilah muthlaqah</strong> adalah salat sunah yang tidak terikat dengan waktu atau sebab, sehingga dapat didirikan kapan saja, kecuali pada waktu diharamkan salat, dengan jumlah yang tidak terbatas, dan dilakukan dua rakaat kemudian dua rakaat dan seterusnya, atau empat rakaat lalu empat rakaat dan seterusnya atau ragam tata cara lainnya.<br />
Contoh: salat malam atau salat tahajud.</p>
<h3><strong>Salat Nafilah Muqayyadah</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah muqayyadah</strong> terbagi menjadi dua:</p>
<ol>
<li>Salat nafilah muqayyadah bil waqt: salat sunah yang terikat dengan waktu.<br />
Contoh: salat duha, salat idulfitri, salat iduladha, salat tarawih, salat witir, salat rawatib (qabliyyah dan ba&#8217;diyyah).</li>
<li>Salat nafilah muqayyadah bis sabab: salat sunah yang dilakukan karena suatu sebab.<br />
Contoh: salat tahiyat masjid, salat gerhana matahari atau bulan, salat istiska, salat istikharah, salat taubat, salat hajat.</li>
</ol>
<p><strong>Catatan:</strong> <em>salat nafilah muqayyadah selain terikat oleh waktu atau sebab, ia juga terbatas dalam jumlah rakaatnya dan dilaksanakan dengan tatacara tertentu, tidak semuanya bisa dikerjakan empat rakaat sekaligus dengan satu salam.</em></p>
<p><strong>Dari sudut yang lain, salat nafilah juga bisa dibagi menjadi dua:</strong></p>
<h3><strong>Salat nafilah maqshūdah li dzātihā.</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah maqshūdah li dzātihā</strong> adalah salat sunah tertentu yang ditujukan darinya zatnya, dan bukan ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat.<br />
Contoh: salat duha adalah salat sunah tertentu yang ditujukan darinya zatnya, dan bukan ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat, oleh karenanya salat duha tidak bisa digantikan dengan salat lainnya.</p>
<h3><strong>Salat nafilah maqshūdah li ghairihā.</strong></h3>
<p><strong>» Salat nafilah maqshūdah li ghairihā</strong> adalah salat sunah yang bukan ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi waktu atau tempat dengan salat.<br />
Contoh: salat tahiyat masjid adalah salat sunah yang tidak ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi tempat (masjid) dengan salat.<br />
Contoh lain: salat wudu adalah salat sunah yang ditujukan pada zatnya, tapi ditujukan untuk mengisi waktu (setelah berwudu) dengan salat.</p>
<h4><strong>Apa saja perbedaan antara salat tarawih dan salat malam menurut ulama syafi&#8217;iyah?</strong></h4>
<p>Banyak sekali perbedaan di antara keduanya, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Salat tarawih termasuk salat nafilah muqayyadah bil waqt, ia hanya bisa dikerjakan setelah melaksanakan salat isya sampai terbit fajar sadik, apabila dikerjakan sebelum melaksanakan salat isya maka tidak sah, sedangkan salat malam termasuk salat nafilah muthlaqah, ia bisa dikerjakan kapan pun di waktu malam, walaupun sebelum melaksanakan salat isya.</li>
<li>Salat tarawih hanya berkaitan dengan malam-malam ramadan, sehingga tidak sah melaksanakan salat di selain malam ramadan dengan niat salat tarawih, sedangkan salat malam tidak hanya berkaitan dengan ramadan, sehingga bisa dilaksanakan di malam ramadan atau di malam bulan lainnya, bahkan bisa dilakukan walaupun setelah atau sebelum salat tarawih.</li>
<li>Salat tarawih terbatas pada dua puluh rakaat, artinya apabila seorang menambah sejumlah rakaat melebihi dua puluh rakaat dengan niat melaksanakan salat tarawih maka tidak sah, sedangkan salat malam tidak terbatas jumlah rakaatnya, walaupun seseorang melaksanakan seratus rakaat dalam semalam maka sah.</li>
<li>Salat tarawih harus dilakukan dua rakaat lalu dua rakaat dan seterusnya, apabila dilaksanakan empat rakaat sekaligus maka tidak sah menurut syafi&#8217;iyyah, dan tidak diutamakan menurut ulama lainnya, sedangkan salat malam bisa dilaksanakan dengan dua rakaat lalu dua rakaat, atau empat rakaat sekaligus, atau bahkan lebih dari itu sekaligus.</li>
<li>Salat tarawih disyariatkan berjemaah dalam melaksanakannya, dan boleh dilaksanakan munfarid (sendirian), sedangkan salat malam disunahkan salat sendirian, dan mubah (boleh) dilaksanakan berjemaah. Itu lah mengapa dalam riwayat-riwayat tentang salat malam Nabi, beliau melaksanakannya sendirian, bahkan tidak bersama dengan istrinya kecuali sesekali saja, berbeda halnya dengan salat tarawih, yg dilaksanakan berjemaah selama tiga malam, lalu beliau tidak melanjutkannya di malam berikutnya, karena khawatir akan diwajibkannya salat tarawih atas umatnya.</li>
<li>Salat tarawih lebih utama dilaksanakannya di masjid daripada di rumah atau tempat lainnya untuk menghidupkan syiar islam, sedangkan salat malam lebih utama dilaksanakannya di rumah.</li>
<li>Salat tarawih dalam melaksanakannya harus diniatkan sebagai &#8220;salat tarawih&#8221; atau &#8220;qiyām ramadan&#8221;, sedangkan salat malam cukup diniatkan sebagai &#8220;salat&#8221; saja, tidak harus diniatkan &#8220;salat malam&#8221; atau &#8220;salat tahajud&#8221;.</li>
<li>Salat tarawih termasuk salat nafilah maqshūdah li dzātihā, sehingga dalam niatnya bisa digabungkan dengan niat salat nafilah maqshūdah li ghairihā seperti salat malam, salat wudu, salat tahiyat masjid dll, tapi niat salat tarawih tidak bisa digabungkan dengan niat salat fardu atau salat nafilah maqshūdah li dzātihā seperti salat rawatib, salat witir dll, maka tidak sah apabila niat salat tarawih digabungkan dengan niat salat ba&#8217;diyyah isya. Sedangkan salat malam termasuk salat nafilah maqshūdah li ghairihā, oleh karenanya niat salat malam bisa digabungkan dengan niat salat apapun, maka sah menggabungkan antara niat salat malam dan niat salat ba&#8217;diyyah isya.</li>
<li>Salat tarawih disunahkan untuk men-jahr-kan (memperdengarkannya kepada orang lain) dalam membaca surah Al-Qur&#8217;an, sedangkan salat malam disunahkan untuk men-sir-kan (memperdengarkannya kepada diri sendiri dan tidak ke orang lain) atau ber-tawassuth (terkadang sir dan terkadang jahr) dalam membaca surah Al-Qur&#8217;an.</li>
<li>Salat tarawih disunahkan untuk mandi sebelum melaksanakannya, sedangkan mandi sebelum melaksanakan salat malam hukum asalnya mubah (boleh) saja.</li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3058-perbedaan-salat-malam-dan-salat-tarawih-dalam-madzhab-syafiiyah.html">Perbedaan Salat Malam dan Salat Tarawih dalam Madzhab Syafi’iyah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 09:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Seputar Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[witir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih? Sebagaimana kita tahu bahwa yang mustahab dalam sholat malam adalah mengakhirinya dengan sholat witir. Nabi ﷺ bersabda, اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا Akhirilah sholat malam kalian dengan witir. (HR. Bukhari 998, Muslim 749) Namun masalahnya ketika sholat tarawih diawal malam bersama imam, kita sudah mengerjakan sholat witir. Padahal witir [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html">Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</strong></h2>
<p>Sebagaimana kita tahu bahwa yang mustahab dalam sholat malam adalah mengakhirinya dengan sholat witir. Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا</p>
<p><em>Akhirilah sholat malam kalian dengan witir</em>. (HR. Bukhari 998, Muslim 749)</p>
<p>Namun masalahnya ketika sholat tarawih diawal malam bersama imam, kita sudah mengerjakan sholat witir. Padahal witir hanya boleh sekali dalam satu malam.</p>
<p>Dan Nabi ﷺ menegaskan,</p>
<p class="arab">لا وتران في ليلة</p>
<p><em>&#8220;Tidak ada dua witir dalam satu malam.&#8221;</em> (HR. Tirmidzi 470, An-Nasai 1679, Abu Dawud 1439)</p>
<p>Lalu bagaimana hukumnya sholat tahajud setelah sholat witir tarawih?</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam, para ulama membolehkan seseorang untuk sholat tahajud walau sudah sholat witir sebelumnya. Hanya saja dalam sholat tahajud tanpa perlu mengulang witir kembali, karena dalil menunjukkan sholat witir hanya dikerjakan sekali dalam semalam.</p>
<p>Ibnu Hazm rahimahullah berkata,</p>
<p class="arab">والوتر آخر الليل أفضل . ومن أوتر أوله فحسن , والصلاة بعد الوتر جائزة , ولا يعيد وتراً آخر اهـ</p>
<p>Dan witir diakhir malam itu lebih utama, dan siapa yang witir diawal malam itu bagus, dan sholat lagi setelah witir boleh tanpa harus mengulang witir lagi. (Al-Muhala 93. 92/2)</p>
<p>Imam An-Nawawi rahimahullah menuturkan</p>
<p class="arab">ﺇﺫﺍ ﺃﻭﺗﺮ ﺛﻢ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻧﺎﻓﻠﺔ ﺃﻡ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺟﺎﺯ ﺑﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻭﻻ ﻳﻌﻴﺪ ﺍﻟﻮﺗﺮ</p>
<p>“Jika seseorang telah sholat witir kemudian ingin mengerjakan sholat sunah lainnya di malam harinya, hukumnya boleh dan tidak makruh, tanpa mengulang lagi witir.&#8221; (Al-Majmu&#8217; 3/512)</p>
<h4><strong>Sholat Tarawih Tapi Tidak Mau Witir Bersama Imam</strong></h4>
<p>Penting untuk Anda yang sholat tarawih berjamaah, namun saat witir Anda memisahkan diri dari imam dengan alasan mau sholat tahajud. Simak baik-baik hadis dibawah ini.</p>
<p>Nabi ﷺ bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ</p>
<p><em>Barangsiapa yang sholat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya seperti sholat semalam penuh. (</em>HR. At-Tirmizi 806, Abu Dawud 1375, An-Nasai 1605, Ibnu Maja 1327)</p>
<p>Maka sholat tarawih bersama imam mempunyai fadhilah yang besar, dan Allah mencatatkan pahala atas hamba seperti sholat semalam suntuk. Sungguh rugi jika seseorang meninggalkan witir yang yang hanya 1-3 rokaat.</p>
<p>Adapun jika beralasan ingin sholat tahajud diakhir malam, kita bisa melaksanannya tanpa harus mengulang witir kembali.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2368-bolehkah-sholat-tahajud-setelah-sholat-tarawih.html">Bolehkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih?</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
