<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menoleh shalat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/menoleh-shalat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Apr 2025 15:36:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>menoleh shalat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 15:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[cara shalat]]></category>
		<category><![CDATA[makruh shalat]]></category>
		<category><![CDATA[menoleh shalat]]></category>
		<category><![CDATA[tolah toleh shalat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum Menoleh Dalam Shalat Menoleh dalam shalat memiliki beberapa jenis: Pertama: Menoleh hati, yaitu was-was dan gangguan setan yang mengganggu antara hamba dan shalatnya. Hampir tidak ada orang yang benar-benar selamat dari was-was ini. Hal ini mengurangi kesempurnaan shalat, dan pembahasan tentangnya akan dijelaskan pada bab Sujud Sahwi insya Allah. Kedua: Menoleh dengan kepala ke [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html">Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Hukum Menoleh Dalam Shalat</strong></h2>
<p>Menoleh dalam shalat memiliki beberapa jenis:</p>
<p><strong>Pertama: Menoleh hati</strong>, yaitu was-was dan gangguan setan yang mengganggu antara hamba dan shalatnya. Hampir tidak ada orang yang benar-benar selamat dari was-was ini. Hal ini mengurangi kesempurnaan shalat, dan pembahasan tentangnya akan dijelaskan pada bab <em>Sujud Sahwi</em> insya Allah.</p>
<p><strong>Kedua: Menoleh dengan kepala ke kanan atau ke kiri</strong>, dan jenis ini terbagi menjadi dua keadaan:</p>
<p><strong> Jika menoleh tanpa ada kebutuhan</strong>, maka hal ini hukumnya <em>makruh</em> menurut pendapat dalam mazhab, dan ini adalah pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Dalilnya adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,</p>
<p class="arab">سألت النبي صلى الله عليه وسلم عن الالتفات في الصلاة فقال: &#8221; هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العبد</p>
<p><em>&#8220;Aku bertanya kepada Nabi ﷺ tentang menoleh dalam shalat, maka beliau bersabda: &#8216;Itu adalah pencurian yang lakukan oleh setan dari shalat seorang hamba'&#8221;</em> (HR. Bukhari).<br />
Yang dimaksud dengan pencurian di sini adalah mengambil sesuatu dengan cepat.</p>
<p><strong> Jika menoleh karena ada kebutuhan</strong>, maka tidak mengapa. Ini juga merupakan pendapat dalam mazhab dan merupakan pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Dalil-dalilnya:</p>
<p>Hadits dari Sahl bin Hanzhaliyyah, ia berkata:</p>
<p class="arab">ثُوِّب بالصلاة يعني صلاة الصبح فجعل رسول الله يصلي وهو يلتفت إلى الشعب</p>
<p><em>&#8220;Telah dikumandangkan iqamah untuk shalat – maksudnya shalat Subuh – maka Rasulullah mulai shalat sambil menoleh ke arah lembah.&#8221;</em> (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim, dan beliau menshahihkannya).</p>
<p>Nabi ﷺ memerintahkan orang yang terkena was-was saat shalat untuk meludah ringan ke arah kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah, sebagaimana dalam Shahih Muslim dari hadits ‘Utsman bin Abil ‘Ash.<br />
Begitu pula menoleh yang dilakukan oleh Abu Bakar dan para sahabat saat Nabi ﷺ keluar menemui mereka di masa sakitnya, sebagaimana disebutkan dalam dua kitab shahih (Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Ibnu ‘Utsaimin berkata dalam <em>Al-Mumti‘</em> (3/225):</p>
<p class="arab">ومن ذلك: لو كانت المرأة عندها صبيُّها، وتخشى عليه، فصارت تلتفت إليه، فإن هذا من الحاجة ولا بأس به</p>
<p><em>&#8220;Termasuk dalam hal ini: jika seorang wanita memiliki anak kecil di dekatnya, dan ia khawatir terhadap anak tersebut, lalu ia menoleh kepadanya, maka ini termasuk kebutuhan dan tidak mengapa.&#8221;</em></p>
<p><strong>Ketiga: Menoleh dengan seluruh tubuh</strong>, maka hal ini membatalkan shalat karena berarti ia telah meninggalkan arah kiblat. Ini adalah pendapat dalam mazhab dan merupakan pendapat yang kuat – wallahu a‘lam.</p>
<p>Namun, jika dalam kondisi sangat takut, shalatnya tidak batal karena dalam keadaan seperti itu syariat membolehkan tidak menghadap kiblat, sebagaimana akan dijelaskan dalam bab <em>Shalat Khauf</em> (shalat dalam keadaan takut) insya Allah.</p>
<p>Begitu pula <a href="https://belajarsholat.com/2688-bacaan-imam-untuk-meluruskan-shaf.html" target="_blank" rel="noopener">orang yang shalat</a> di dalam Ka&#8217;bah, karena jika ia tidak menghadap ke satu arah, maka ia tetap menghadap ke arah lainnya.</p>
<p><strong>Jenis keempat: Menoleh dengan pandangan mata ke kanan dan kiri</strong>, maka hal ini juga makruh karena termasuk dalam larangan menoleh secara umum.</p>
<p>Ibnu Qayyim berkata:</p>
<p class="arab">الالتفات المنهي عنه في الصلاة قسمان: أحدهما: التفات القلب عن الله إلى غير الله، والثاني: التفات البصر، وكلاهما منهي عنه</p>
<p><em>&#8220;Menoleh yang dilarang dalam shalat terbagi menjadi dua jenis: Pertama, menoleh hati dari Allah kepada selain Allah; kedua, menoleh pandangan mata. Keduanya termasuk larangan.&#8221;</em> (<a href="https://islamqa.info/ar/answers/223305/%D9%83%D9%8A%D9%81-%D9%8A%D8%B5%D9%84%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85-%D9%88%D9%87%D9%88-%D8%AD%D8%A7%D8%B6%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D9%82%D9%84%D8%A8-%D8%AE%D8%A7%D8%B4%D8%B9-%D8%BA%D9%8A%D8%B1-%D9%85%D9%86%D8%B4%D8%BA%D9%84-%D8%A8%D8%AE%D8%A7%D8%B1%D8%AC-%D8%B9%D9%86-%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9#:~:text=%22%20%D8%A7%D9%84%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%81%D8%A7%D8%AA%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%86%D9%87%D9%8A%20%D8%B9%D9%86%D9%87%20%D9%81%D9%8A%20%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%84%D8%A7%D8%A9,%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%8A%D8%A8%20%22%20(%D8%B5%2020)%20." target="_blank" rel="noopener"><em>Al-Wabil Ash-Shayyib</em>, hlm. 20</a><strong>)</strong></p>
<p><strong>Disarikan dari tulisan Syaikh DR. Abdullah Bin Hamud Al Furaih, Makruh-makruh dalam Shalat, Alukah.net</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3981-tolah-toleh-dalam-shalat-antara-makruh-dan-membatalkan-shalat.html">Tolah-toleh Dalam Shalat Antara Makruh dan Membatalkan Shalat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
