<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sunnah nabi - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sunnah-nabi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Feb 2026 03:27:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sunnah nabi - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/4152-hikmah-membaca-istighfar-setelah-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 03:23:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Doa & Dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[ampunan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir harian]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir setelah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar setelah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[kajian islam]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=4152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Membaca Istighfar Setelah Sholat Tanya: Ustadz, mengapa setelah sholat kita dianjurkan membaca istighfar? Dan apakah boleh membaca Alhamdulillah sebagai bentuk syukur karena telah menunaikan sholat? Jawab: Dalam beribadah, tentu setiap muslim ingin meraih amalan yang terbaik dan paling sempurna. Cara mencapainya adalah dengan berusaha semaksimal mungkin meneladani apa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Termasuk dalam [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/4152-hikmah-membaca-istighfar-setelah-sholat.html">Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Membaca Istighfar Setelah Sholat</strong></h2>
<p><strong>Tanya:</strong><br />
<em>Ustadz, mengapa setelah sholat kita dianjurkan membaca istighfar?</em><br />
<em>Dan apakah boleh membaca Alhamdulillah sebagai bentuk syukur karena telah menunaikan sholat?</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Dalam beribadah, tentu setiap muslim ingin meraih amalan yang terbaik dan paling sempurna. Cara mencapainya adalah dengan berusaha semaksimal mungkin meneladani apa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.</p>
<p>Termasuk dalam hal dzikir setelah sholat. Nabi ﷺ telah mengajarkan tata caranya, dan di antara sunnahnya adalah membaca istighfar terlebih dahulu.</p>
<p>Sebagaimana hadis dari Tsauban radhiallahu ‘anhu:</p>
<p class="arab">كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، إذَا انْصَرَفَ مِن صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ. قالَ الوَلِيدُ: فَقُلتُ لِلأَوْزَاعِيِّ: كيفَ الاسْتِغْفَارُ؟ قالَ: تَقُولُ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ</p>
<p>“Rasulullah ﷺ apabila selesai dari sholatnya, beliau beristighfar sebanyak tiga kali, lalu membaca: ‘Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam.’<br />
Al-Walid berkata: Aku bertanya kepada Al-Auza’i, ‘Bagaimana lafaz istighfar itu?’ Ia menjawab, ‘Ucapkan: Astaghfirullah, astaghfirullah.’” (HR. Muslim)</p>
<h3><strong>Apakah Boleh Langsung Membaca Alhamdulillah?</strong></h3>
<p>Secara logika, alasan bersyukur setelah sholat memang bisa diterima. Namun, ada alasan yang lebih kuat secara syariat, yaitu:</p>
<p>Dalam sholat, hampir tidak ada seorang pun yang terbebas dari kekurangan dan gangguan kekhusyukan. Karena itu, setelah sholat kita memohon ampun kepada Allah ﷻ atas kekurangan tersebut, agar sholat kita diterima.</p>
<p>Selain itu, dzikir pertama yang diajarkan Nabi ﷺ setelah salam adalah istighfar, bukan yang lainnya.</p>
<h3><strong>Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat</strong></h3>
<p>Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya,</p>
<p class="arab">ما الحكمة من الاستغفار بعد الصلاة؟<br />
الإجابة: الحكمة من الاستغفار بعد الصلاة، أن الإنسان لا يخلو من تقصير في صلاته؛ فلهذا شُرِع له أن يستغفر ثلاثاً ثم يقول:<br />
اللهم أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام،<br />
ثم يأتي بالأذكار الواردة عن النبي ﷺ.</p>
<p><strong>“Apa hikmah istighfar setelah sholat?</strong><br />
<em>Jawabannya, karena seorang manusia tidak mungkin terbebas dari kekurangan dalam sholatnya. Oleh sebab itu, disyariatkan baginya untuk beristighfar tiga kali, kemudian membaca: ‘Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam, tabaarakta ya dzal jalaali wal ikraam,’ lalu melanjutkan dzikir-dzikir yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ.” </em>(Majmū‘ Fatāwā wa Rasā’il Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)</p>
<p>Syaih As-Sa‘di rahimahullah saat menjelaskan firma Allah ﷻ</p>
<p class="arab">ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</p>
<p><em>Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (&#8216;Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang</em>.(QS. Al-Baqarah: 199)<br />
Beliau menjelaskan:</p>
<p><em>“Istighfar dilakukan untuk menutup kekurangan yang terjadi pada diri seorang hamba dalam pelaksanaan ibadahnya dan kelalaiannya di dalamnya. Sedangkan dzikir kepada Allah merupakan bentuk syukur kepada-Nya atas nikmat taufik yang diberikan untuk melaksanakan ibadah yang agung ini. Demikianlah seharusnya sikap seorang hamba: setiap selesai dari ibadah, ia beristighfar atas kekurangannya dan bersyukur atas taufik Allah.</em></p>
<p><em>Bukan seperti orang yang merasa telah menyempurnakan ibadahnya dan seakan-akan berjasa kepada Rabb-nya. Orang seperti ini justru layak mendapatkan murka dan tertolaknya amal.</em></p>
<p><em>Adapun yang pertama, dialah yang lebih layak mendapatkan penerimaan amal dan taufik untuk amal-amal selanjutnya.”</em></p>
<p>Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmū‘ Fatāwā, beliau berkata:</p>
<p><em>“Istighfar mengantarkan seorang hamba dari perbuatan yang dibenci menuju perbuatan yang dicintai, dari amal yang kurang menuju amal yang sempurna. Istighfar juga mengangkat seorang hamba dari kedudukan yang rendah menuju kedudukan yang lebih tinggi dan lebih sempurna.</em></p>
<p><em>Seorang hamba yang beribadah dan mengenal Allah, setiap hari bahkan setiap saat akan bertambah ilmunya tentang Allah, pemahamannya terhadap agama, dan penghambaan kepada-Nya. Ia akan merasakan kekurangannya dalam menghadirkan hati pada maqam-maqam ibadah yang tinggi.</em></p>
<p><em>Oleh sebab itu, ia sangat membutuhkan istighfar siang dan malam, dalam setiap keadaan dan ucapan, karena di dalamnya terdapat berbagai maslahat, mendatangkan kebaikan, menolak keburukan, serta menambah kekuatan iman dan amal.”</em></p>
<h3><strong>Sunnahnya Membaca Istighfar</strong></h3>
<p>Tidak sepantasnya seorang hamba bersandar pada ketaatannya. Bahkan, hendaknya ia meyakini bahwa dalam ketaatannya terdapat kekurangan, dan bahwa ia belum menunaikannya dengan sebenar-benar pelaksanaan. Karena itu, ia hendaknya bersungguh-sungguh dalam beristighfar agar dapat menutupi kekurangannya.</p>
<p>Dalam hadis Tsauban radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ apabila selesai dari sholatnya—yaitu setelah salam—beliau beristighfar sebanyak tiga kali, sebagai bentuk tawadhu‘ dan penampakan penghambaan kepada Allah, meskipun dosa-dosa beliau telah diampuni, sekaligus sebagai pengajaran bagi umatnya.</p>
<p>Di dalamnya juga terdapat isyarat bahwa manusia tidak luput dari lintasan pikiran dan bisikan-bisikan yang mengganggu, sehingga seorang hamba tidak mampu melaksanakan ibadah dengan cara yang paling sempurna. Oleh karena itu, disyariatkan baginya <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener"><strong>istighfar</strong></a> sebagai penyempurna ibadah dan sebagai bentuk pemenuhan hak penghambaan.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/4152-hikmah-membaca-istighfar-setelah-sholat.html">Hikmah Membaca Istighfar Setelah Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Shalat Istisqa&#8217; (Meminta Hujan)</title>
		<link>https://belajarsholat.com/2680-tata-cara-shalat-istisqa-meminta-hujan.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Belajarsholat.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 22:28:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sholat Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[cara pelaksanaan shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[doa shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[hukum shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[istisqa']]></category>
		<category><![CDATA[meminta hujan]]></category>
		<category><![CDATA[niat shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[panduan shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[shalat istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[shalat meminta hujan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat sunnah istisqa]]></category>
		<category><![CDATA[sholat minta hujan]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara shalat istisqa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=2680</guid>

					<description><![CDATA[<p>Shalat Istisqa&#8217; (Meminta Hujan) Istisqa&#8217; adalah memohon kepada Allah ta&#8217;ala agar diturunkan hujan dengan rangkaian kaifiyah yang sudah ditetapkan dalam syariah. Shalat Istisqa&#8217; hukumnya sunnah menurut jumhur ulama&#8217;. Dalil-dalil anjuran shalat istisqa Dari Abdullah bin Zain bin &#8216;Ashiim berkata, رأيتُ النبيَّ ﷺ يومًا خرَج يَستسقي، قال: فحوَّل إلى الناسِ ظَهرَه، واستقبل القِبلةَ يَدْعو، ثم حوَّلَ [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/2680-tata-cara-shalat-istisqa-meminta-hujan.html">Tata Cara Shalat Istisqa’ (Meminta Hujan)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Shalat Istisqa&#8217; (Meminta Hujan)</strong></h2>
<p>Istisqa&#8217; adalah memohon kepada Allah ta&#8217;ala agar diturunkan hujan dengan rangkaian kaifiyah yang sudah ditetapkan dalam syariah. Shalat Istisqa&#8217; hukumnya sunnah menurut jumhur ulama&#8217;.</p>
<h3><strong>Dalil-dalil anjuran shalat istisqa</strong></h3>
<p>Dari Abdullah bin Zain bin &#8216;Ashiim berkata,</p>
<p class="arab">رأيتُ النبيَّ ﷺ يومًا خرَج يَستسقي، قال: فحوَّل إلى الناسِ ظَهرَه، واستقبل القِبلةَ يَدْعو، ثم حوَّلَ رِداءَه، ثم صلَّى لنا ركعتينِ، جهَر فيهما بالقِراءةِ</p>
<p>Aku melihat Nabi ﷺ di hari itu keluar untuk meminta hujan, lalu beliau membalikkan badannya membelakangi manusia dan menghadap kiblat sambil berdoa, kemudian beliau membalikkan selendangnya, lalu beliau mengimami kami dua rokaat, dengan mengeraskan bacaannya. (HR. Bukhari 1025, Muslim 894)</p>
<p class="arab">شَكَا النَّاسُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قُحُوطَ الْمَطَرِ فَأَمَرَ بِمِنْبَرٍ فَوُضِعَ لَهُ فِي الْمُصَلَّى وَوَعَدَ النَّاسَ يَوْمًا يَخْرُجُونَ فِيهِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ حِينَ بَدَا حَاجِبُ الشَّمْسِ فَقَعَدَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَكَبَّرَ ﷺ وَحَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ قَالَ إِنَّكُمْ شَكَوْتُمْ جَدْبَ دِيَارِكُمْ وَاسْتِئْخَارَ الْمَطَرِ عَنْ إِبَّانِ زَمَانِهِ عَنْكُمْ وَقَدْ أَمَرَكُمْ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ تَدْعُوهُ وَوَعَدَكُمْ أَنْ يَسْتَجِيبَ لَكُمْ ثُمَّ قَالَ { الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ } لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمْ يَزَلْ فِي الرَّفْعِ حَتَّى بَدَا بَيَاضُ إِبِطَيْهِ ثُمَّ حَوَّلَ إِلَى النَّاسِ ظَهْرَهُ وَقَلَبَ أَوْ حَوَّلَ رِدَاءَهُ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَيْهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ وَنَزَلَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَأَنْشَأَ اللَّهُ سَحَابَةً فَرَعَدَتْ وَبَرَقَتْ ثُمَّ أَمْطَرَتْ بِإِذْنِ اللَّهِ فَلَمْ يَأْتِ مَسْجِدَهُ حَتَّى سَالَتْ السُّيُولُ فَلَمَّا رَأَى سُرْعَتَهُمْ إِلَى الْكِنِّ ضَحِكَ ﷺ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ</p>
<p>&#8220;Orang-orang mengadu kepada Rasulullah ﷺ tentang musim kemarau yang panjang, maka beliau memerintahkan untuk meletakkan mimbar di tempat shalat (tanah lapang), lalu beliau berjanji kepada orang-orang untuk bertemu pada suatu hari yang telah di tentukan.&#8221; Aisyah berkata; &#8220;Maka Rasulullah ﷺ keluar ketika matahari mulai terlihat, lalu beliau duduk di mimbar, beliau ﷺ bertakbir dan memuji Allah Azza Wa Jalla, lalu bersabda: &#8220;Sesungguhnya kalian mengadu kepadaku tentang kegersangan negeri kalian dan keterlambatan turunnya hujan dari musimnya, padahal Allah Azza Wa Jalla telah memerintahkan kalian agar kalian memohon kepadanya, dan berjanji akan mengabulkan do&#8217;a kalian, kemudian beliau mengucapkan: &#8220;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dzat yang menguasai hari Pembalasan. (AlFatihah: 2-4). Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha kaya sementara kami yang membutuhkan, maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang di tetapkan.&#8221; kemudian beliau mengangkat kedua tangannya, dan senantiasa mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih ketiak beliau, kemudian beliau membalikkan punggungnya membelakangi orang-orang dan merubah posisi selendangnya, sedangkan beliau masih mengangkat kedua tangannya. Kemudian beliau menghadap ke orang-orang, lalu beliau turun dari mimbar dan shalat dua raka&#8217;at. Seketika itu Allah mendatangkan awan yang di sertai dengan gemuruh dan kilat, Maka turunlah hujan dengan izin Allah, beliau tidak kembali menuju masjid sampai air bah mengalir (di sekitarnya), ketika beliau melihat orang-orang berdesak-desakan mencari tempat berteduh, beliau tersenyum hingga terlihat gigi gerahamnya, lalu bersabda: &#8220;Aku bersaksi bahwa Allah adalah Maha kuasa atas segala sesuatu dan aku adalah hamba dan rasul-Nya.&#8221; (HR. Abu Dawud 1173, Ibnu Hibban 991, Al-Hakim 1/476)</p>
<h3><strong>Tata Cara Shalat Istisqa&#8217;</strong></h3>
<p><strong>1. Tidak Ada Adzan dan Iqomat</strong></p>
<p>Sebagaimana dalam shalat id tidak ada adzan dan iqamat, namun dianjurkan untuk mengumumkan kepada khalayak manusia.</p>
<p><strong>2. Bertempat di Tanah Lapang</strong></p>
<p><strong>3. Waktu Sholat Disunnahkan Seperti Waktu Shalat Hari Raya</strong></p>
<p class="arab">شَكَا الناسُ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم قُحوطَ المطرِ، فأمَرَ بمِنبَرٍ فوُضِعَ له في المصلَّى، ووعَد الناسَ يومًا يَخرُجونَ فيه، فخرَجَ عليه الصَّلاةُ والسلامُ حين بدَا حاجبُ الشَّمس، فقَعَدَ على المنبرِ فكَبَّر</p>
<p>Manusia mengeluhkan kepada Nabi ﷺ lamanya tidak ada hujan, lalu beliau memerintahkan untuk memasang mimbar untuk mendirikan shalat. Dan beliau menjanjikan hari kepada para shahabat agar bisa keluar semua. Maka Beliau ﷺ keluar ketika matahari terlihat, maka beliau duduk duduk diatas mimbar dan bertakbir. (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Al-Haakim)</p>
<p><strong>4. Shalat Istisqa&#8217; Dua Rokaat</strong></p>
<p class="arab">أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم خرَجَ إلى المصلَّى، فاستسقى فاستقبلَ القِبلةَ، وقلَب رداءَه، وصلَّى رَكعتينِ</p>
<p>Bahwasanya Nabi ﷺ keluar untuk shalat meminta hujan, dan beliau menghadap qiblat dan membalikkan selendangnya, lalu beliu shalat dua rokaat. (HR. Bukhari, Muslim)</p>
<p><strong>5. Sebagaimana shalat hari raya.</strong></p>
<p>Sifat shalatnya seperti shalat dua hari raya yaitu dengan mengeraskan bacaan, rokaat pertama takbir 7 kali, rokaat kedua takbir 5 kali, setelah salam disunnahkan untuk berkhotbah,</p>
<p class="arab">خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مُتَبَذِّلًا مُتَوَاضِعًا مُتَضَرِّعًا فَجَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَلَمْ يَخْطُبْ خُطْبَتَكُمْ هَذِهِ وَلَكِنْ لَمْ يَزَلْ فِي الدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ وَالتَّكْبِيرِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَمَا كَانَ يُصَلِّي فِي الْعِيدَيْنِ</p>
<p>Rasulullah ﷺ keluar dengan berpakaian sederhana dan tawadlu, serta merendahkan diri. Lalu beliau duduk di atas mimbar dan tidak berkhutbah seperti kalian, namun beliau senantiasa berdoa dan merendahkan diri serta bertakbir. Kemudian shalat dua rokaat sebagaimana beliau shalat pada dua hari raya.&#8221; (HR. An-Nasai&#8217;)</p>
<p>Adapun untuk khotbah boleh diawalkan atau diakhirkan.</p>
<p><strong>6. Imam Berdoa Saat Khutbah</strong></p>
<p>Disunnahkan imam berdoa saat khotbah dengan cara membalikkan badan menghadap qiblat, lalu membalikkan selendang atau sorban. Adapun lafadz-lafadz doa yang dikumandangkan sebagai berikut:</p>
<p class="arab">1. اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا</p>
<p>“Ya Allah turunkan hujan kepada kami. 3x” (HR. Bukhari, no. 1014, Muslim no. 897)</p>
<p class="arab">2. اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ</p>
<p>“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang lebat, yang terus-menerus, yang bermanfaat serta tidak membahayakan, yang datang dengan segera dan tidak tertunda” (HR. Abu Daud no.1169, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Daud)</p>
<p class="arab">3. اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا</p>
<p>“Ya Allah turunkan hujan kepada kami. 3x” (HR. Bukhāri No. 1013)</p>
<p><strong>7. Diperbolehkan Mengulang Shalat Jika Belum Terjadi Hujan.</strong></p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/2680-tata-cara-shalat-istisqa-meminta-hujan.html">Tata Cara Shalat Istisqa’ (Meminta Hujan)</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
