<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sholat jamaah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/sholat-jamaah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Oct 2024 20:22:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>sholat jamaah - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sholat Ditanah Haram</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3838-sholat-ditanah-haram.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 03:12:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Madinah]]></category>
		<category><![CDATA[makruh]]></category>
		<category><![CDATA[Mubah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat dimekkah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat haram]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat makruh]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3838</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sholat ditanah Haram Mekkah Adapun sholat di 5 (lima) waktu ini nanti di tanah Haram Mekah, baik di masjidnya atau lainnya maka hukum sholatnya tidak dimakruhkan secara mutlak, karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan lainnya, “Hai anak cucu Abdul Manaf! Janganlah kalian melarang seorangpun yang towaf di Baitullah dan yang sholat disana kapanpun [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3838-sholat-ditanah-haram.html">Sholat Ditanah Haram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Sholat ditanah Haram Mekkah</h2>
<p>Adapun sholat di 5 (lima) waktu ini nanti di tanah Haram Mekah, baik di masjidnya atau lainnya maka hukum sholatnya tidak dimakruhkan secara mutlak, karena ada hadis yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan lainnya, “Hai anak cucu Abdul Manaf! Janganlah kalian melarang seorangpun yang towaf di Baitullah dan yang sholat disana kapanpun yang ia inginkan, baik malam atau siang.”</p>
<p>Yuk baca juga tentang <a title="Syarat Pertama Sah Sholat" href="https://belajarsholat.com/3639-syarat-pertama-sah-sholat.html">Syarat Pertama Sah Sholat</a></p>
<p>Akan tetapi sholat di tanah Haram di saat 5 (lima) waktu ini hukumnya khilaf aula karena keluar dari perbedaan pendapat yang dinyatakan oleh Imam Malik dan Abu Hanifah rodhiyallahu anhuma. Berbeda dengan tanah Haram Madinah, maka hukum sholat disana pada saat 5 (lima) waktu ini nanti hukumnya sama seperti yang lainnya, artinya, dimakruhkan.</p>
<h3>5 (lima) waktu yang dimaksud adalah;</h3>
<h4>1. Ketika permulaan terbit matahari sampai matahari naik ke atas sekitar satu tombak.</h4>
<p>Apabila ia telah naik setombak maka sholatnya sah secara mutlak. Panjang satu tombak adalah 7 (tujuh) dzirok menurut pandangan mata dengan ukuran dzirok anak adam. Adapun ulama yang menghitung setombak dengan ukuran 4 (empat) dzirok maka yang dimaksud adalah menurut ukuran dzirok tukang pandai besi.</p>
<h4>2. Ketika waktu istiwak,</h4>
<p>yaitu matahari tepat di tengah-tengah langit di selain hari Jumat, sampai tergelincir (zawal). Ketahuilah sesungguhnya waktu istiwak sangat sulit diketahui, bahkan hampir tidak diketahui sama sekali sampai matahari tergelincir, tetapi meskipun waktu istiwak sulit diketahui maka apabila musholli menjatuhkan takbiratul ihram pada waktu istiwak maka sholatnya tidak sah. Adapun waktu istiwak di hari Jumat maka melakukan sholat pada saat itu, meskipun musholli bukan orang yang menghadiri sholat Jumat, maka sholatnya tetap sah. Adapun sholat yang dilakukan di selain waktu istiwak, maka hukum sholat di hari Jumat adalah seperti hukum sholat di hari-hari lainnya.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3838-sholat-ditanah-haram.html">Sholat Ditanah Haram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waktu Sholat Isya</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3826-waktu-sholat-isya.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 19:54:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat 5 waktu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat isya']]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu-waktu Sholat Maktubah yuk baca juga tentang Waktu Sholat Maktubah Waktu Sholat Isya Awal waktu sholat Isyak adalah saat hilangnya awan merah. Akhir waktunya adalah saat terbitnya fajar shodik. Fajar shodik adalah fajar yang sinarnya melintang horizontal di ufuk timur. Lafadz‘ﺍﻷُﻓُﻖ’dengan dhommah pada huruffak (ﻑ) dan qof (ﻕ) berarti sisi-sisi langit dari arah timur. Mengecualikan dengan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3826-waktu-sholat-isya.html">Waktu Sholat Isya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Waktu-waktu Sholat Maktubah</h2>
<p>yuk baca juga tentang <a title="Waktu Sholat Maktubah" href="https://belajarsholat.com/3807-waktu-sholat-maktubah.html">Waktu Sholat Maktubah</a></p>
<h2>Waktu Sholat Isya</h2>
<p>Awal waktu sholat Isyak adalah saat hilangnya awan merah. Akhir waktunya adalah saat terbitnya fajar shodik.</p>
<p>Fajar shodik adalah fajar yang sinarnya melintang horizontal di ufuk timur. Lafadz‘ﺍﻷُﻓُﻖ’dengan dhommah pada huruffak (ﻑ) dan qof (ﻕ) berarti sisi-sisi langit dari arah timur. Mengecualikan dengan batasan fajar shodik adalahfajar kadzib, yaitu fajar yang sinarnya memanjang vertikal di ufuk timur, seperti ekor serigala, yang kemudian pada umumnya disusul dengan kegelapan. Setelah fajar kadzib hilang, beberapa saat kemudian baru disusul dengan munculnya fajar shodik yang vertikal atau menyebar sinarnya.</p>
<h3>Sholat Isyak memiliki 7 (tujuh) waktu, yaitu;</h3>
<h3>Pertama adalah waktu fadhilah, yaitu seukuran waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat dan persiapan-persiapannya (bersuci dan lain-lain, seperti yang telah disebutkan).</h3>
<h3>Kedua adalah waktu ikhtiar, yaitu bermula dari awal waktu sampai sempurnanya 1/3 malam yang pertama.</h3>
<h3>Ketiga adalah waktu jawaz yang tidak dimakruhkan, yaitu bermula dari awal waktu sampaifajar kadzib.</h3>
<h3>Keempat adalah waktu jawaz yang dimakruhkan, yaitu bermula dari awal waktu sampai setelahfajar shodik yang pertama (yang sinarnya vertikal) hingga waktu yang cukup untuk melakukan sholat.</h3>
<h3>Kelima adalah waktu haram, yaitu ketika waktu sudah tidak lagi cukup untuk melaksanakan sholat.</h3>
<h3>Keenam adalah waktu dhorurot, yaitu akhir waktu setelah hilangnya mawanik dimana sisa waktunya masih cukup untuk takbiratul ihram dan lainnya (bersuci dan satu rakaat).</h3>
<h3>Ketujuh adalah waktu udzur, yaitu waktu Maghrib bagi orang yang menjamak takdim.</h3>
<p>Jangan lupa untuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3826-waktu-sholat-isya.html">Waktu Sholat Isya</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waktu Sholat Ashar</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3816-waktu-sholat-ashar.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 07:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat ashar]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat]]></category>
		<category><![CDATA[waktu sholat ashar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu-waktu Sholat Maktubah yuk baca juga tentang Waktu Sholat Maktubah Waktu Sholat Ashar ‌‌‌‌وأول وقت العصر إذا صار ظل كل شيء مثله وزاد قليلاً الشمس Awal  waktu  sholat  Ashar  adalah  ketika  bayangan  suatu benda  menjadi  sama  panjang  lebih  sedikit  dari  panjang  benda tersebut. Akhir   waktu   sholat   Ashar   adalah   ketika   terbenamnya matahari. ‌‌‌‌ولها سبعة أوقات ‌‌‌‌الأول وقت [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3816-waktu-sholat-ashar.html">Waktu Sholat Ashar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Waktu-waktu Sholat <em>Maktubah</em></strong></h2>
<p>yuk baca juga tentang <a title="Waktu Sholat Maktubah" href="https://belajarsholat.com/3807-waktu-sholat-maktubah.html">Waktu Sholat Maktubah</a></p>
<ol start="2">
<li><b> Waktu Sholat Ashar</b></li>
</ol>
<p class="arab">‌‌‌‌وأول وقت العصر إذا صار ظل كل شيء مثله وزاد قليلاً الشمس</p>
<p>Awal  waktu  sholat  Ashar  adalah  ketika  bayangan  suatu benda  menjadi  sama  panjang  lebih  sedikit  dari  panjang  benda tersebut. Akhir   waktu   sholat   Ashar   adalah   ketika   terbenamnya matahari.</p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">ولها سبعة أوقات </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">الأول وقت فضيلة وهو من أول الوقت إلى نصف مثله تقريبا بعد المثل الماضي في وقت الظهر </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والثاني وقت الاختيار فيستمر إلى مصير الظل مثليه غير ظل الاستواء إن كان عنده ظل </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والثالث وقت الجواز بلا كراهة فيستمر إلى اصفرار الشمس </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والرابع وقت الجواز بكراهة فيستمر إلى قريب غروب الشمس بحيث يبقى ما يسع الصلاة </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والخامس وقت الحرمة وهو تأخيرها إلى أن يبقى من الوقت ما لا يسعها </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والسادس وقت الضرورة وهو آخر الوقت بحيث تزول الموانع والباقي منه قدر التكبيرة فأكثر </span></p>
<p class="arab">‌‌‌‌<span style="font-weight: 400;">والسابع وقت العذر وهو وقت الظهر لمن يجمع جمع تقديم وزاد بعضهم وقت </span><span style="font-weight: 400;">الإدراك كما تقدم</span></p>
<h2>Sholat Ashar memiliki 7 (tujuh) waktu, yaitu;</h2>
<h4>Pertama  adalah  waktu  <em>fadhilah</em>,</h4>
<p>yaitu  dari  awal  waktu sampai kira-kira ½ lamanya waktu Ashar.</p>
<h4>Kedua adalah waktu  <em>ikhtiar</em>,</h4>
<p>yaitu dari awal waktu Ashar sampai waktu dimana bayangan suatu benda memiliki panjang dua kalinya dari panjang benda itu sendiri.</p>
<h4>Ketiga adalah waktu <em>jawaz </em>yang tidak dimakruhkan,</h4>
<p>yaitu dari awal waktu Ashar sampai terlihat kuning-kuningnya matahari.</p>
<h4>Keempat adalah waktu <em>jawaz </em>yang dimakruhkan,</h4>
<p>yaitu dari awal   waktu   Ashar    sampai   waktu   yang   hampir   mendekati terbenamnya matahari sekiranya waktu tersebut masih cukup untuk melaksanakan sholat Ashar.</p>
<h4>Kelima adalah waktu haram,</h4>
<p>yaitu dari awal waktu Ashar sampai mengakhirkannya hingga mencapai waktu yang tidak cukup untuk melaksanakan sholat Ashar.</p>
<h4>Keenam  adalah  waktu  <em>dhorurot</em>,</h4>
<p>yaitu  akhir  waktu Ashar dimana <em>mawanik </em>telah hilang, sedangkan waktu yang tersisa masih cukup untuk melakukan <em>takbiratul ihram </em>dan lainnya (bersuci dan satu rakaat).</p>
<h4>Ketujuh adalah waktu <em>udzur</em>,</h4>
<p>yaitu waktu Dzuhur bagi orang yang men<em>jamak</em> sholat Ashar dan Dzuhur dengan<em>jamak takdim</em>.</p>
<p>Sebagian   ulama   menambahi   waktu   <em>idrok</em><em>   </em>atau   <em>tab’ah</em>. Maksudnya adalah sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3816-waktu-sholat-ashar.html">Waktu Sholat Ashar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan Ketika Tasyahud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 07:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan surah]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan tasyahud akhir]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sah sholat]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah Tasydid dalam Bacaan Tasyahud Fasal ini menjelaskan tentang jumlah tasydid dalam bacaan tasyahud dan tempat-tempatnya. Tasydid-tasydid tasyahud ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan tasyahud yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  tasyahud  awal  tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Jumlah</strong> <strong><em>Tasydid </em></strong><strong>dalam</strong> <strong>Bacaan</strong> <strong>Tasyahud</strong></h2>
<h3>Fasal ini menjelaskan tentang jumlah <em>tasydid </em>dalam bacaan <em>tasyahud </em>dan tempat-tempatnya.</h3>
<p><em>Tasydid-tasydid</em> <em>tasyahud</em> ada 21 (dua puluh satu). 5 (lima) dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling sempurna, yaitu bacaan  yang  apabila  ditinggalkan  di  duduk  <em>tasyahud  awal  </em>tidak disunahkan  melakukan  sujud  sahwi.  Dan  16  (enam  belas)  dari mereka berada di bacaan <em>tasyahud </em>yang paling minimal, yaitu bacaan yang wajib dalam duduk akhir dan disunahkan sujud sahwi apabila ditinggalkan dalam duduk <em>tasyahud awal</em>.</p>
<p>Baca juga artikel tentang : <a title="Tasyahud Akhir Sholat" href="https://belajarsholat.com/3739-tasyahud-akhir-sholat.html">Tasyahud Akhir Sholat</a></p>
<p>Romli  berkata  dalam  kitab  <em>Syarah  Minhaj,  </em>“Yang  lebih   utama  adalah  menambahi  lafadz ‘ﺍﻟﺴَﻴﱢﺪ’ karena  mengikuti  perintah.   Selain itu menambahi berita yang sesuai dengan kenyataan termasuk   salah satu sikap beradab. Oleh karena itu menambahi lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’ adalah lebih utama daripada tidak menambahinya.”</p>
<p>Suhaimi juga berkata, “Mengikuti perintah tidakbisa disebut sebagai hal yang lebih utama  daripada  sikap beradab karena kita mengatakan bahwa di dalam sikap beradab terdapat unsur mengikuti perintah  dan menambahi. Pendapat  <em>dzohir</em>nya  adalah bahwa yang lebih utama atau <em>afdhol</em> adalah menyebutkan juga lafadz‘ﺍﻟﺴﻴﺪ’untuk selain Rasulullah.”</p>
<h3>Disunahkan berdoa setelah membaca <em>tasyahud akhir </em></h3>
<p>dengan bentuk  doa  apapun  yang  dikehendaki  <em>musholli</em>,  tetapi  yang  lebih utama adalah berdoa <em>ta’awudz </em>atau meminta perlindungan dari siksa dan fitnah-fitnah karena adanya hadis shohih, “Ketika salah satu dari kalian telah ber<em>tasyahud </em>(akhir) maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) hal, ia berdoa;</p>
<p><em>Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari (1) siksa </em><em>kubur, (2) siksa api neraka,(3)fitnah hidup dan mati, dan(4)fitnah </em><em>Masih ad-Dajjal.</em></p>
<p>Syibromalisi mengatakan, “Dimakruhkan meninggalkan doa di atas. Doa tersebut sangat dianjurkan sekali karena sebagian ulama mewajibkannya. Umairah berkata bahwa Awzai berkata dalam kitab <em>al-Qut, </em>yaitu kitab yang men<em>syarah</em>i kitab <em>al-Minhaj </em>bahwa doa ini (doa berlindung  seperti  yang telah  disebutkan)  sangat  dianjurkan. Sesungguhnya ada hadis shohih yang memerintahkan berdoa dengan doa  ini   dan   sebagian  ulama   mewajibkannya.  Bahkan   Thowus memerintahkan   putranya   untuk   mengulangi   sholat   karena   ia meninggalkan doa tersebut. Hendaknya seorang <em>musholli </em>mengakhiri doanya  dengan  doa  di  atas  karena  berdasarkan  sabda  Rasulullah <em>shollallahu  ‘alaihi  wa  sallama  </em>‘ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻬُﻦﱠ ’.  (Maksudnya, jadikan  doa meminta perlindungan dari 4 perkara sebagai akhir bagi doa yang kamu panjatkan)”</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>
<p>&nbsp;</p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3795-bacaan-ketika-tasyahud.html">Bacaan Ketika Tasyahud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Dalam Sujud</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 19:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[haram sujud]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah sujud]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<category><![CDATA[wajib sujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3789</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kewajiban-kewajiban Dalam Sujud Fasal ini menjelaskan tentang hal-hal yang wajib dalam Sujud. Sujud menurut bahasa memiliki arti condong. Syarat-syarat sujud ada 7 (tujuh), bahkan lebih banyak, yaitu; Bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh. Syarat sujud pertama adalah bahwa sujud dilakukan dengan bertumpu pada 7 (tujuh) anggota tubuh, artinya 7 anggota ini harus menempel di [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html">Kewajiban Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kewajiban-kewajiban Dalam Sujud </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang hal-hal yang wajib dalam Sujud. Sujud menurut bahasa memiliki arti <em>condong. </em>Syarat-syarat sujud ada 7 (tujuh), bahkan lebih banyak, yaitu;</p>
<ol>
<li>
<h3>Bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh.</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud pertama adalah bahwa sujud dilakukan dengan bertumpu pada 7 (tujuh) anggota tubuh, artinya 7 anggota ini harus menempel di atas lantai atau tempat sholat. Dasar syarat ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>bersabda, “Saya diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada 7 anggota tubuh, yaitu [1] dahi, [2 dan 3] kedua tangan, [4 dan 5] kedua lutut, [6 dan 7] ujung jari-jari kaki (kiri dan kanan), dan aku tidak mengumpulkan pakaian dan rambut.” Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim</p>
<p>Baca juga artikel tentang <a title="Tumakninah Dalam Sujud" href="https://belajarsholat.com/3735-tumakninah-dalam-sujud.html">Tumakninah Dalam Sujud</a></p>
<ol start="2">
<li>
<h2>Dahi Terbuka</h2>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah dahi terbuka kecuali apabila ada <em>udzur</em>, seperti adanya rambut yang tumbuh di atas dahi atau perban yang terbalut karena sakit sekiranya tidak memungkinkan untuk melepasnya. Apabila perban dipasang saat kondisi suci dari hadas dan dibawahnya tidak ada najis yang tidak di<em>ma’fu </em>maka tidak perlu mengulangi sholat. Sebaliknya, jika perban dipasang saat kondisi hadas atau di bawahnya ada najis yang tidak di<em>ma’fu </em>maka wajib mengulangi sholatnya. Lubang yang terbuka pada dahi dimana asalnya tertutup harus ditutupi.</p>
<p>Apabila pada dahi terdapat kulit kering hingga tidak dapat merasa jika disentuh maka sujud bertumpu padanya dihukumi sah dan tidak dituntut untuk menghilangkan kulit mati tersebut meskipun tidak ada kesulitan untuk menghilangkannya.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3>Menekan Dahi</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah menekan dahi saja dengan kepala, bukan menekan anggota-anggota sujud lain. Pengertian menekan disini adalah sekiranya berat kepala mengenai tempat sujud.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3>Tidak Menyengaja Selain Sujud</h3>
</li>
</ol>
<p>Syarat sujud berikutnya adalah bahwa <em>Orang yang sholat </em>turun untuk bersujud dengan menyengaja melakukan sujud. Oleh karena ituapabila <em>Orang yang sholat </em>merasa kaget hingga ia bersujud maka sujudnya tidak sah dan ia harus kembali mengulanginya.</p>
<p>Lafadz ’ dengan <em>dhommah </em>dan <em>fathah </em>pada huruf <em>haa</em> berartii <em>jatuh dari atas ke bawah</em>. Adapun apabila dengan <em>dhommah </em>saja maka berarti naik. Demikian disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em></p>
<ol start="5">
<li>
<h3>Tidak bersujud di atas benda yang <em>muttasil</em> yang ikut bergerak</h3>
</li>
</ol>
<p>karena gerakan <em>Orang yang sholat </em>saat berdiri. Apabila <em>Orang yang sholat </em>sholat dengan duduk, kemudian ia bersujud di atas benda yang tidak bergerak karena gerakannya saat duduk, akan tetapi benda tersebut akan bergerak andai ia sholat dengan berdiri maka tidak sah sujudnya. Termasuk benda yang <em>muttasil </em>yang bergerak karena gerakan <em>Orang yang sholat </em>adalah bagian tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, tidak sah bersujud di atas tangannya.</p>
<p>Adapun benda yang <em>munfasil,</em> seperti kayu atau sapu tangan di tangannya maka sah sujud di atasnya karena benda-benda tersebut tidak dianggap <em>muttasil </em>menurut <em>‘urf</em>. Begitu juga, ujung serban yang panjang sekali dihukumi sebagai benda yang <em>munfasil </em>sekiranya tidak ikut bergerak karena gerakan <em>Orang yang sholat</em>.</p>
<p>Yuk subcribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3789-kewajiban-dalam-sujud.html">Kewajiban Dalam Sujud</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sunnah Mengangkat Tangan</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3786-sunnah-mengangkat-tangan.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 18:57:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat witir]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah ab'ad]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah hai'ah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah-sunnah sholat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tempat-tempat yang Disunahkan Mengangkat Kedua Tangan dalam Sholat Fasal ini menjelaskan tentang tempat-tempat yang disunahkan mengangkat kedua tangan dalam sholat. Mengangkat kedua tangan merupakan salah satu sunah- sunah hai-ah sholat. Menurut keterangan yang dikatakan oleh Imam Syafii rahimahullah bahwa hikmah mengangkat kedua tangan adalah mengagungkan Allah ta’ala dari segi bahwa mengangkat kedua tangan menggabungkan 3 [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3786-sunnah-mengangkat-tangan.html">Sunnah Mengangkat Tangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Tempat-tempat yang Disunahkan Mengangkat Kedua Tangan dalam Sholat </strong></h3>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang tempat-tempat yang disunahkan mengangkat kedua tangan dalam sholat. Mengangkat kedua tangan merupakan salah satu sunah- sunah <em>hai-ah </em>sholat<em>. </em>Menurut keterangan yang dikatakan oleh Imam Syafii <em>rahimahullah </em>bahwa hikmah mengangkat kedua tangan adalah mengagungkan Allah <em>ta’ala </em>dari segi bahwa mengangkat kedua tangan menggabungkan 3 hal, yaitu keyakinan hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota tubuh. Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Posisi Tangan Ketika I’tidal" href="https://belajarsholat.com/1933-posisi-tangan-ketika-itidal.html">Posisi Tangan Ketika I’tidal</a></p>
<p>Ada yang mengatakan <em>qiila </em>bahwa hikmahnya adalah untuk menunjukkan sikap membuang atau melepaskan diri dari selain Allah <em>ta’ala </em>dan menghadapkan diri seutuhnya pada sholat yang sedang ia lakukan. Ada yang mengatakan <em>qiila </em>bahwa hikmahnya adalah untuk menghilangkan tabir penghalang antara hamba dan Tuhan-nya. Ada yang mengatakan <em>qiila </em>bahwa hikmahnya adalah selain dari yang telah disebutkan. Mengangkat kedua tangan disunahkan dalam 4 (empat) tempat, yaitu;</p>
<ol>
<li>
<h3>Ketika Takbiratul Ihram</h3>
</li>
</ol>
<p><em>Musholli </em>mengawali mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan permulaan membaca <em>takbir </em>dan selesai mengangkat mereka bersamaan dengan selesai membaca <em>takbir</em>. Al-Mahalli mengatakan bahwa <em>musholli </em>membaca <em>takbir </em>bersamaan dengan menurunkan kedua tangannya.</p>
<p>Bajuri mengatakan bahwa permulaan mengangkat kedua tangan adalah bersamaan dengan membaca <em>takbir</em>. Sedangkan kebiasaan yang terjadi sekarang, yaitu kebiasaan mengangkat kedua tangan sebelum membaca <em>takbir </em>merupakan hal yang tidak sesuai dengan sunah meskipun banyak dari ahli ilmu yang melakukan kebiasaan ini.</p>
<p>Asal kesunahan mengangkat kedua tangan dapat dilakukan dengan cara bagaimanapun. Yang paling sempurna adalah <em>musholli </em>mengangkat kedua telapak tangan sejajar dengan kedua pundak. Bergerak mengangkat kedua tangan ini tidak membatalkan sholat meskipun ada satu gerakan lain yang ketiga yang berturut-turutan karena gerakan mengangkat kedua tangan merupakan anjuran, seperti yang difaedahkan oleh Syarqowi.</p>
<ol start="2">
<li>
<h3>Ketika Rukuk</h3>
</li>
</ol>
<p>Berikutnya, mengangkat kedua tangan disunahkan dilakukan ketika turun untuk melakukan rukuk. <em>Musholli </em>memulai mengangkat kedua tangan pada saat turun rukuk bersamaan dengan permulaan membaca <em>takbir </em>ketika mengawali turun. Ia tidak perlu melanggengkan mengangkat kedua tangan hingga sampai batas posisi rukuk karena ketika kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua pundaknya maka ia akan membungkukkan tubuh dengan kondisi kedua tangan terlepas atau tidak menempel pada kedua lutut. Adapun bacaan <em>takbir, </em>maka ia melanggengkannya hingga ia sampai pada posisi rukuk agar sholatnya tidak kosong dari dzikir. Dengan demikian permulaan <em>takbir </em>dan mengangkat kedua tangan untuk rukuk terjadi secara bersamaan dan berakhir tidak secara bersamaan.</p>
<ol start="3">
<li>
<h3>Ketika <em>I’tidal </em></h3>
</li>
</ol>
<p>Berikutnya, disunahkan mengangkat kedua tangan ketika bangun dari rukuk untuk menuju rukun <em>i’tidal</em>. <em>Musholli </em>memulai mengangkat kedua tangan bersamaan dengan permulaan mengangkat kepalanya. Ketika ia telah tegak berdiri maka ia melepaskan dan menurunkan kedua tangan secara pelan-pelan ke bagian bawah dadanya.</p>
<ol start="4">
<li>
<h3>Ketika Berdiri dari <em>Tasyahud </em></h3>
</li>
</ol>
<p>Berikutnya, disunahkan mengangkat kedua tangan ketika berdiri dari <em>tasyahud </em>pertama karena atas dasar <em>itbak </em>atau mengikuti Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. Apabila <em>musholli </em>sholat dengan posisi duduk maka ia disunahkan mengangkat kedua tangan ketika <em>takbir </em>setelah <em>tasyahud </em>pertama. Pengibaratan dengan kata <em>berdiri </em>hanya berdasarkan pada umumnya sholat dilakukan, yaitu dengan berdiri.</p>
<p><em>Musholli </em>tidak disunahkan mengangkat kedua tangan di selain 4 (empat) tempat ini, seperti berdiri dari duduk <em>istirahat </em>dan dari sujud. Adapun pendapat Syarqowi, “Berdiri dari duduk <em>istirahat </em>disunahkan mengangkat kedua tangan seperti yang di<em>nash </em>oleh Imam Syafii. Ini adalah menurut pendapat <em>mu’tamad,</em>” maka pendapatnya tersebut adalah <em>dhoif </em>(lemah). Syaikhuna Muhammad Hasbullah juga menjelaskan perkataan Syarqowi tersebut, kemudian ia berkata, “Pendapat <em>mu’tamad </em>adalah tidak disunahkan mengangkat kedua tangan saat berdiri dari duduk <em>istirahat</em>.” Apabila <em>musholli </em>tidak mengangkat kedua tangan di tempat-tempat yang dianjurkan untuk mengangkat, atau ia mengangkat kedua tangan di tempat-tempat yang tidak dianjurkan untuk mengangkat maka hukumnya makruh.</p>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Sulaiman al-Jamal meriwayatkan dari Ali <em>karromallahu wajhahu </em>dan <em>rodhiyallahu ‘anhu </em>bahwa makna lafadz النحر’ dalam firman Allah ’ (QS. Al-Kautsar: 2) adalah <em>musholli </em>mengangkat kedua tangannya dalam takbir sampai <em>nahr </em>(bagian atas dada).</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3786-sunnah-mengangkat-tangan.html">Sunnah Mengangkat Tangan</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Membaca Al-Fatihah</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 14:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[baca alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum baca al fatihah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah. Syarat-syarat membaca Fatihah dalam sholat ada 10 (sepuluh)], bahkan lebih banyak; yaitu; Tertib, yaitu musholli membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada. [Muwalah], yaitu musholli membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Syarat-syarat Membaca al-Fatihah </strong></h2>
<p>Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara wajib dalam membaca Fatihah.</p>
<p><strong>Syarat-syarat membaca Fatihah </strong>dalam sholat <strong>ada 10 (sepuluh)]</strong>, bahkan lebih banyak; yaitu;</p>
<ol>
<li>Tertib, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah sesuai dengan urutan- urutan ayat yang ada.</li>
<li><strong>[</strong><strong><em>Muwalah</em></strong><strong>]</strong>, yaitu <em>musholli </em>membaca Fatihah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat memisah antara ayat satu dan ayat berikutnya. Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain yang tidak ada hubungannya dengan sholat, meskipun hanya sedikit, seperti bacaan <em>hamdalah </em>ketika <em>musholli </em>bersin, dan meskipun disunahkan untuk dibaca saat di luar sholat, seperti menjawab <em>muadzin</em>, maka <em>muwalah</em>nya terputus dan <em>musholli </em>wajib mengulangi bacaan Fatihah-nya dan sholatnya tidak batal.
<p>Begitu juga dapat memutus <em>muwalah </em>Fatihah adalah apabila bacaan Fatihahnya disela-selai oleh bacaan <em>sholawat </em>atas Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</p>
<p></em>Apabila bacaan Fatihah disela-selai oleh dzikir lain atau <em>sholawat </em>atau bacaan lain seperti di atas, tetapi karena lupa, maka tidak memutus <em>muwalah</em>, sehingga <em>musholli </em>langsung dapat meneruskan bacaan Fatihahnya. Termasuk memutus <em>muwalah </em>bacaan Fatihah adalah bacaan <em>tasbih </em>oleh <em>musholli </em>karena ada orang lain yang meminta izin darinya.</li>
<li>Menjaga huruf-huruf Fatihah (<em>muro’atu hurufiha</em>). Jumlah awal huruf-hurufnya adalah 138 huruf dengan memasukkan <em>alif-alif washol </em>dalam hitungan. Adapun ketika huruf-huruf yang ber<em>tasydid </em>dihitung sendiri serta dua <em>alif </em>dari lafadz ‘صراط’ di dua tempat dan dua <em>alif </em>lafadz ‘الضآلين ’ maka jumlahnya menjadi huruf dengan mengikut sertakan <em>alif</em>. Apabila <em>musholli </em>menggugurkan atau menghilangkan satu huruf saja dari 155 atau 156 huruf tersebut maka sholatnya tidak sah.<br />
Silahkan baca juga artikel tentang : <a title="Syarat Membaca Al-fatihah" href="https://belajarsholat.com/3559-syarat-membaca-al-fatihah.html">Syarat Membaca Al-fatihah</a></li>
</ol>
<h3><strong>[FAEDAH] </strong></h3>
<p>Dikatakan (<em>qiila</em>) bahwa huruf-huruf Fatihah yang tanpa diulang-ulang berjumlah 22 huruf, yaitu sama dengan jumlah tahun dimana lamanya al-Quran diturunkan. Hal ini merupakan sebuah rahasia atau hikmah yang indah. Begitu juga, Surat an-Naas memiliki jumlah huruf yang tidak diulang-ulang sebanyak 22 huruf. Permulaan al-Quran adalah huruf /ب/ dari lafadz ‘ بسم’ dan akhir hurufnya adalah huruf /س / dari lafadz ‘ الناس ’.</p>
<ol start="4">
<li>Menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah. Syaikhul Islam berkata dalam kitab <em>Fathul Wahab </em>bahwa kewajiban menjaga <em>tasydid-tasydid </em>Fatihah berdasarkan alasan karena <em>tasydid </em>adalah <em>hai-at </em>(keadaan) huruf-huruf yang di<em>tasydid </em>itu sendiri sehingga kewajiban menjaga huruf-huruf bacaan Fatihah mencakup kewajiban menjaga <em>hai-ah</em>nya</li>
<li>Tidak diam lama secara mutlak tanpa <em>udzur </em>ketika membaca Fatihah. Sedangkan apabila ada <em>udzur</em>, seperti bodoh, lupa, lalai, atau gagap maka tidak apa-apa.</li>
<li>Tidak diam sebentar saat membaca Fatihah yang mana <em>musholli </em>menyengaja memutus bacaan dengan diam sebentarnya tersebut. Berbeda apabila ia menyengaja memutus bacaan Fatihah tetapiia tidak diam maka bacaannya tidak batal. Perbedaan antara tidak batalnya menyengaja memutus bacaan Fatihah dan batalnya menyengaja memutus niat adalah bahwa niat merupakan salah satu rukun sholat yang wajib di<em>langgeng</em>kan secara hukum, sedangkan proses <em>melanggengkan secara hukum </em>tersebut tidak mungkin terjadi jika disertai dengan niatan memutus. Adapun membaca Fatihah tidak membutuhkan niat tertentu sehingga menyengaja memutusnya pun tidak berpengaruh.<br />
Lanjut kepostingan berikutnya.&gt;&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></li>
</ol>The post <a href="https://belajarsholat.com/3764-syarat-membaca-al-fatihah-2.html">Syarat Membaca Al-Fatihah</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syarat Takbiratul Ihram</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 12:13:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara sholat]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[takbiratul ihram]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Syarat Takbiratul ihram Part 2 11 poin syarat takbiratul ihram Terdapat diartikel Sebelumnya, silahkan baca : Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan) Musholli mendengar seluruh huruf-huruf takbiratul ihram ketika ia memiliki pendengaran yang sehat dan kondisi saat ia sholat tidak ada penghalang, seperti ramai atau lainnya. Namun, apabila ada penghalang maka [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html">Syarat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Syarat Takbiratul ihram Part 2</h3>
<ol start="11">
<li>
<h4>11 poin syarat takbiratul ihram Terdapat diartikel Sebelumnya, silahkan baca : <a title="Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)" href="https://belajarsholat.com/329-cara-mengangkat-tangan-saat-takbiratul-ihram-dan-takbir-intiqal-takbir-perpindahan.html">Cara Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram dan Takbir Intiqal (Takbir Perpindahan)</a></h4>
</li>
<li><em>Musholli </em>mendengar seluruh huruf-huruf <em>takbiratul ihram </em>ketika ia memiliki pendengaran yang sehat dan kondisi saat ia sholat tidak ada penghalang, seperti ramai atau lainnya. Namun, apabila ada penghalang maka ia mengeraskan suaranya dengan ukuran keras yang andaikan ia tidak tuli maka ia dapat mendengarnya. <em>Musholli </em>yang menderita sakit bisu (bukan bawaaan lahir) wajib menggerak-gerakkan lisan, kedua bibir, dan anak lidah saat ber<em>takbir </em>dan rukun <em>qouli </em>lainnya, seperti <em>tasyahud</em>, <em>salam, </em>dan dzikir-dzikir lainnya. Apabila ia menderita sakit bisu karena bawaan lahir maka tidak wajib atasnya menggerak-gerakkan lisan, kedua bibir dan anak lidah saat ber<em>takbir </em>dan rukun <em>qouli </em>lainnya.</li>
<li>Masuknya waktu sholat, yaitu ketika ber<em>takbiratul ihram </em>melakukan sholat <em>muaqqot</em>, baik fardhu atau sunah. Begitu juga sholat <em>dzu sabab</em>.</li>
<li>Melakukan <em>takbiratul ihram </em>dengan posisi menghadap Kiblat.</li>
<li>Tidak merusak salah satu huruf dari huruf-huruf <em>takbiratul ihram</em>. Dimaafkan bagi <em>musholli </em>yang <em>‘aami </em>mengganti huruf <em>hamzah </em>lafadz ‘ أكبر ’ dengan huruf /و/, seperti yang difaedahkan oleh Syarqowi dan Bajuri. Ditambahkan oleh Bajuri bahwa dimaafkan bagi <em>musholli </em>yang <em>‘aami </em>membaca <em>takbiratul ihram </em>dengan tidak men<em>jazm</em>kan (men<em>sukun</em>) huruf <em>raa </em>(ر) lafadz ‘أكبر ’. Mengakhirkan membaca <em>takbiratul ihram </em>bagi <em>musholli </em>yang menjadi <em>makmum </em>agar imam membacanya terlebih dahulu. Apabila <em>makmum </em>menyertakan (mem<em>bareng</em>kan) sebagian dari <em>takbiratul ihram</em>nya dengan <em>takbiratul ihram </em>imam maka status <em>makmum</em>nya (qudwah) dan sholatnya tidak sah.</li>
<li>Tidak adanya <em>shorif.</em> Dengan demikian, ketika <em>masbuk</em> yang mendapati imam dalam rukuk mengucapkan <em>takbir </em>satu kali dan ia menjatuhkan <em>takbir </em>tersebut di posisi yang mencukupi untuk membaca <em>Fatihah </em>dan ia hanya menyengaja <em>takbir </em>tersebut sebagai <em>takbiratul ihram </em>maka sholatnya sah. Berbeda apabila ia menyengaja <em>takbir </em>tersebut sebagai <em>takbiratul ihram </em>sekaligus <em>takbir </em>perpindahan rukun, atau sebagai <em>takbir </em>perpindahan saja, atau sebagai salah satu dari <em>takbiratul ihram </em>dan <em>takbir </em>perpindahan tetapi tidak jelas yang mana, atau memutlakkan, atau ragu apakah disengaja sebagai <em>takbiratul ihram </em>atau <em>tidak, </em>maka sholatnya tidak sah.</li>
</ol>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3759-syarat-takbiratul-ihram-2.html">Syarat Takbiratul Ihram</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Niat Sholat</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Aug 2024 12:02:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[niat sholat]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal wudhu]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>
		<category><![CDATA[takbir]]></category>
		<category><![CDATA[tasyahud awal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3755</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang muaqqotah (dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat rowatib, atau sholat sunah yang dzatu sabab (memiliki sebab), seperti sholat istisqo, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu; 1) Niat menyengaja melakukan sholat. 2) Menentukan sholat atau takyin. Dengan demikian, musholli menentukan qobliah [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol start="2">
<li>
<h2><strong> Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Sunah </strong></h2>
</li>
</ol>
<p>Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat sunah yang <em>muaqqotah </em>(dibatasi oleh waktu lain), seperti sholat <em>rowatib</em>, atau sholat sunah yang <em>dzatu sabab </em>(memiliki sebab), seperti sholat <em>istisqo</em>, maka wajib ada dua tingkatan dalam niat, yaitu;</p>
<h3>1) Niat menyengaja melakukan sholat.</h3>
<h3>2) Menentukan sholat atau <em>takyin</em>.</h3>
<p>Dengan demikian, <em>musholli </em>menentukan <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah </em>dalam sholat Dzuhur, Maghrib, dan Isyak karena masing-masing dari tiga sholat ini memiliki sholat sunah <em>qobliah </em>dan <em>ba’diah</em>. Berbeda dengan sholat sunah dalam sholat Subuh dan Ashar, maka hanya memiliki <em>qobliah </em>saja, sehingga <em>musholli </em>tidak perlu men<em>takyin</em>. Begitu juga, <em>musholli </em>wajib men<em>takyin fitri </em>dan <em>adha </em>dalam sholat sunah Id. Oleh karena itu, tidak cukup kalau ia hanya berniat melakukan sholat sunah Id saja (tanpa meniatkan <em>fitri </em>atau <em>adha</em>).</p>
<p><em>Musholli </em>juga wajib men<em>takyin syamsan </em>(matahari) atau <em>qomaron </em>(bulan) dalam sholat kusuf (gerhana). Yuk baca juga artikel tentang <a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<p>Dalam sholat sunah <em>muaqqotah </em>atau <em>dzatu sabab </em>tidak disyaratkan meniatkan sifat <em>nafliah </em>(kesunahan) karena <em>nafliah </em>sudah melekat pada dzat sholat sunah itu sendiri. Akan tetapi, meniatkan <em>nafliah </em>disini dihukumi sunah. Berbeda dengan meniatkan <em>fardhiah </em>maka <em>fardhiah </em>tidak melekat pada, misalnya, sholat Dzuhur, karena sholat Dzuhur terkadang fardhu dan terkadang tidak, seperti sholat Dzuhur yang dilakukan oleh shobi.</p>
<p>Apabila sholat sunah yang dilakukan adalah sholat sunah mutlak, artinya tidak dibatasi oleh waktu dan sebab, maka dalam niat hanya diwajibkan menyengaja melakukan sholat (الفعل قصد).Disamakan dengan sholat sunah mutlak adalah sholat sunah yang <em>dzu sabab </em>atau memiliki sebab tetapi dapat dicukupi oleh sholat lain, seperti sholat <em>tahiyatul masjid, sunah wudhu, istikhoroh, sholat ihram, towaf, </em>sholat masuk ke dalam rumah, sholat keluar darinya, dan lain-lain.</p>
<p>Sholat sunah mutlak tidak membutuhkan men<em>takyin </em>karena ia dimaksudkan pada kemutlakan. Dengan demikian, sholat sunah mutlak merupakan sholat yang dikecualikan dari sholat sunah yang memiliki sebab.</p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya tidak diperbolehkan men<em>jamak </em>(dengan artian menggabungkan) dua sholatan dengan satu niatan, meskipun sholat yang di<em>jamak</em>kan adalah sholat sunah <em>maqsud</em>. Adapun sholat sunah <em>ghoiru maqsud, </em>seperti <em>tahiyyatul masjid, istikhoroh, </em>sholat sunah <em>ihram, towaf, sunah wudhu, </em>atau <em>mandi, </em>maka diperbolehkan men<em>jamak</em>nya dengan sholat lain dengan satu niatan, baik di<em>jamak</em>kan dengan sholat sunah atau fardhu. Bahkan niat sholah sunah <em>ghoiru maqsud </em>tersebut dapat dihasilkan dan berpahala meskipun tidak diniatkan, seperti yang dikatakan olehSyarqowi.</p>
<p>Yuk Subscribe : <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3755-tingkatan-niat-sholat.html">Tingkatan Niat Sholat</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Niat Harus Ada</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 11:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[rukuk]]></category>
		<category><![CDATA[rukun sholat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat jamaah]]></category>
		<category><![CDATA[sholat sunnah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkara-perkara yang Mu’tabar (harus ada) dalam Niat Fasal ini menjelaskan tentang perkara-perkara yang mu’tabar (harus ada) dalam niat. Syeh Salim berkata; Niat memiliki 3 (‘ثلاث’) tingkatan. Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Fardhu Kemudian Mushonnif menjelaskan 3 tingkatan niat dengan perkataannya; Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat fardhu, meskipun fardhu kifayah, seperti sholat jenazah, sholat qodho dari [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html">Niat Harus Ada</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Perkara-perkara yang </strong><strong><em>Mu’tabar </em></strong><strong>(harus ada) dalam Niat</strong></h2>
<p><strong>Fasal ini </strong>menjelaskan tentang perkara-perkara yang <em>mu’tabar </em>(harus ada) dalam niat.</p>
<p>Syeh Salim berkata; Niat memiliki 3 (‘ثلاث’) tingkatan.</p>
<ol>
<li>
<h3><strong> Tingkatan-Tingkatan Niat dalam Sholat Fardhu </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Kemudian <em>Mushonnif </em>menjelaskan 3 tingkatan niat dengan perkataannya; Apabila sholat yang dilakukan adalah sholat <em>fardhu</em>, meskipun <em>fardhu kifayah, </em>seperti sholat jenazah, sholat qodho dari sholat wajib(<em>faaitah</em>), sholat <em>mu’aadah </em>(karena melihat asal sholatnya), atau <em>mandzuroh </em>(sholat yangdinadzarkan), maka wajib ada tiga perkara dalam niat, yaitu;</p>
<h4>1) Niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>atau menyengaja melakukan sholat yang dihadirkan oleh <em>musholli </em>dengan tujuan agar niat <em>qosdu </em>tersebut membedakan sholat dari perbuatan-perbuatan selain sholat.</h4>
<p>Tidak wajib meng<em>idhofah</em>kan atau menyandarkan niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>kepada Allah (لهِل) karena yang namanya ibadah tiada lain adalah karena-Nya. Akan tetapi menyandarkan niat <em>qosdu al-</em><em>fi’li </em>kepada Allah disunahkan agar makna ikhlas benar-benar nyata. dengan menghadap) ‘اِسْتِقْبَالَ القبلة، مُسْتـَقْبِلَ الْقِبـْلَة’ Disunahkan berniat Kiblat atau seraya menghadap Kiblat) dan meniatkan jumlah rakaat, seperti ‘ ِْينَتـَعْكَر’. Namun, apabila <em>musholli </em>meniatkan sholat Dzuhur dengan <em>tiga rakaat </em>atau <em>lima rakaat </em>maka sholatnya tidak sah.</p>
<p><a title="Hukum dan Tata Cara Niat Sholat" href="https://belajarsholat.com/288-hukum-dan-tata-cara-niat-sholat.html">Hukum dan Tata Cara Niat Sholat</a></p>
<h4>2) Menentukan sholat atau <em>takyin</em>, artinya menentukan apakah sholat Dzuhur, atau Ashar, atau Maghrib atau lainnya. Tujuan <em>takyin </em>ini adalah agar membedakan sholat yang ia lakukan dari sholat lainnya</h4>
<h4>3) Berniat <em>fardhiyah</em>, maksudnya melihat sifat ke<em>fardhu</em>an dan menyengajanya. Oleh karena itu, <em>musholli </em>melihat dan menyengaja kalau sholat yang ia lakukan itu <em>fardhu</em>.</h4>
<p>Tujuan tingkatan niatan ini adalah agar membedakan sholat fardhu yang ia lakukan dari sholat sunah. Berniat <em>fardhiah </em>tidak diwajibkan dalam sholatnya <em>shobi </em>(anak kecil yang belum baligh) karena sholatnya sudah dipastikan akan berstatus sebagai sholat sunah. Berbeda dengan sholat <em>mu’adah</em><em>, </em>maka niat <em>fardhiah </em>di dalamnya masih diperselisihkan(ada yang mengatakan wajib meniatkannya dan ada yang mengatakan tidak wajib). <em>Shobi </em>wajib berniat <em>fardhiah </em>dalam sholat jenazah karena tujuan sholatnya adalah agar menggugurkan tanggungan kewajiban mensholati jenazah dari orang-orang mukallaf, maka niat <em>fardhiah </em>dalam sholat jenazah yang dilakukan oleh <em>shobi </em>harus ada.</p>
<p>Dalam sholat <em>mu’adah </em>dan <em>mandzuroh </em>diwajibkan niat <em>fardhiah, </em>tetapi niat sifat <em>nadzar </em>dalam sholat <em>madzuroh </em>diposisikan di tempat niat <em>fardhiah </em>itu.</p>
<p>Yuk subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3752-niat-harus-ada.html">Niat Harus Ada</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
