<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berdiri sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<atom:link href="https://belajarsholat.com/tag/berdiri-sholat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<description>Tuntunan Belajar Bacaan Shalat dan Gerakannya dari Jadwal Sholat Wajib Lima Waktu, Sholat Sunnah, Sholat Subuh, Shalat Tahajud, Sholat Dhuha</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jul 2024 04:36:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://belajarsholat.com/wp-content/uploads/2022/01/icon-75x75.png</url>
	<title>berdiri sholat - Belajar Cara Sholat Lengkap</title>
	<link>https://belajarsholat.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rukun Ketiga : Berdiri</title>
		<link>https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Academy Sholat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 04:22:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat fardhu]]></category>
		<category><![CDATA[sholat wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=3711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ketiga adalah : Berdiri Rukun sholat yang ketiga adalah berdiri bagi orang yang mampu dalam sholat fardhu. Pengertian berdiri disini adalah tegaknya tulang-tulang punggung musholli meskipun kepalanya ditundukkan, bahkan menundukkan kepada dihukumi sunah. Kewajiban berdiri sebagai rukun sholat adalah meskipun musholli harus memerlukan mu’in (jasa orang lain) yang harus ia sewa, dengan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html">Rukun Ketiga : Berdiri</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rukun Sholat yang Ketiga adalah :</p>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong>Berdiri </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Rukun sholat yang ketiga adalah berdiri bagi orang yang mampu dalam sholat fardhu. Pengertian berdiri disini adalah tegaknya tulang-tulang punggung <em>musholli </em>meskipun kepalanya ditundukkan, bahkan menundukkan kepada dihukumi sunah.</p>
<p>Kewajiban berdiri sebagai rukun sholat adalah meskipun <em>musholli </em>harus memerlukan <em>mu’in </em>(jasa orang lain) yang harus ia sewa, dengan catatan upah yang akan ia bayarkan berasal dari harta yang lebih dari harta yang diwajibkan dalam zakat fitrah. Kewajiban menyewa <em>mu’in </em>disini adalah di setiap kali bangun untuk setiap rakaatnya. Apabila <em>musholli </em>harus menyewa <em>mu’in </em>di seluruh sholatnya maka tidak diwajibkan atasnya menyewa <em>mu’in </em>tersebut. ATAU meskipun <em>musholli </em>harus menggunakan tongkat (Arab: <em>Ukazah</em>).</p>
<p>Perbedaan antara dua contoh di atas, yaitu kewajiban berdiri dengan menyewa <em>mu’in </em>dan kewajiban berdiri dengan tongkat, adalah bahwa menggunakan <em>mu’in </em>hanya diwajibkan di awal berdiri saja, sedangkan menggunakan tongkat diwajibkan di seluruh aktifitas berdiri dalam sholat, meskipun tongkat yang ia gunakan harus melalui peminjaman atau penyewaan yang ia mampu, seperti kasus dalam membeli air wudhu, bukan melalui penghibahan tongkat atau penghibahan harganya, maka tidak diwajibkan atas <em>musholli </em>untuk menerima penghibahan tongkat tersebut untuk dapat berdiri dalam sholat.</p>
<h3>Asal kewajiban rukun berdiri</h3>
<p>adalah sabda Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>kepada Imran bin Hushoin yang sedang menderita sakit bawasir, “Sholatlah dengan berdiri. Apabila kamu tidak mampu maka dengan duduk. Kemudian apabila kamu tidak mampu lagi maka dengan tidur miring.” Tiga cara keadaan ini (berdiri, duduk, tidur miring) diriwayatkan oleh Bukhori. Imam Nasai menambahkan keadaan keempat, yaitu “apabila kamu tidak mampu maka dengan tidur berbaring. Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai kemampuannya.”</p>
<p>Yuk baca juga artikel tentang : <a title="Berdiri Setelah Tasyahud Awal Bangkit Menuju Rakaat Ketiga" href="https://belajarsholat.com/2196-berdiri-setelah-tasyahud-awal-bangkit-menuju-rakaat-ketiga.html">Berdiri Setelah Tasyahud Awal Bangkit Menuju Rakaat Ketiga</a></p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>al-Misbah </em>bahwa istilah ‘bawasir’ (ada yang menyebutnya dengan istilah <em>warom</em>) adalah penyakit bengkak yang menyerang bagian tubuh yang mana bengkak tersebut menerima cairan yang berasal dari pantat, dua buah pelir, bibir vagina, dan lain-lain. Apabila bengkak tersebut berada di pantat maka tidak disertai dengan mengembangnya otot-otot.</p>
<p>Ketahuilah sesungguhnya Sayyidina Imran termasuk salah satu sahabat besar Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama</em>. Ada yang mengatakan bahwa ketika ia sakit, para malaikat secara terang-terangan mengucapkan salam kepadanya. Kemudian ketika ia telah sembuh berkat doa Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>maka para malaikat pun tidak menampakkan diri mereka lagi. Oleh karena tidak bisa melihat malaikat lagi, Imran pun mengeluh kepada Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wa sallama </em>perihal terhalangnya mereka darinya.</p>
<p>Rasulullah menjelaskan, “Para malaikat terhalang darimu karena kesembuhanmu dari sakit.” Imran berkata, “Kalau begitu berdoalah kepada Allah agar mengembalikan sakitku.” Atas permintaannya, penyakit pun kembali menimpa Imran. Kemudian para malaikat kembali lagi menemuinya. Sebagai bentuk karomah baginya, doa pun dikabulkan ketika disertai menyebut namanya.</p>
<p>Yuk Subscribe <a title="Akun Youtube Belajar Sholat" href="https://www.youtube.com/belajarsholatofficial">Akun Youtube Belajar Sholat</a></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/3711-rukun-ketiga-berdiri.html">Rukun Ketiga : Berdiri</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</title>
		<link>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html</link>
					<comments>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Nur Faqih, S.Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 01:19:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gerakan Sholat]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri sholat]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Berdiri Sholat Yang Benar]]></category>
		<category><![CDATA[posisi berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat berdiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://belajarsholat.com/?p=1068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Berdiri Sholat Yang Benar Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ, حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ “Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;.” (QS. Al Baqarah: 238) Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullahu mengatakan, ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي [&#8230;]</p>
The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Cara Berdiri Sholat Yang Benar</strong></h2>
<p>Berdiri dikhususkan untuk sholat wajib. Sebagaimana firman Allah ﷻ,</p>
<p class="arab">حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ</p>
<p>“<em>Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu&#8217;</em>.” (QS. Al Baqarah: 238)</p>
<p>Syekh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy <em>rahimahullahu</em> mengatakan,</p>
<p class="arab">ذليلين خاشعين، ففيه الأمر بالقيام والقنوت والنهي عن الكلام، والأمر بالخشوع.</p>
<p>“Yaitu berdiri dengan tunduk dan khusyuk. Di dalamnya terdapat perintah untuk berdiri dan larangan dari berbicara (selain <a href="https://belajarsholat.com/posisi-tangan-sedekap-saat-shalat-1059.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>bacaan sholat</strong></a> -pent), serta perintah untuk khusyuk” (Tafsir as Sa’diy  1/106)</p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> bersabda,</p>
<p class="arab">صَلِّ قَائِمًا ، <strong>فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا </strong>، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ</p>
<p><em>“Sholatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka boleh dengan duduk. Jika tidak mampu duduk, boleh dengan berbaring.”</em> (HR. Muslim 394)</p>
<p>Dalam hadis yang lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda,</p>
<p class="arab">وَصَلُّوا <strong>كَمَا رَأَيْتُمُونِي </strong>أُصَلِّي</p>
<p><em>“Sholatlah kalian sebagaimana melihat aku sholat.”</em> (HR. Bukhari 628)<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p>
<h3><strong>Wajib Menghadap Kiblat</strong></h3>
<p>Ketika sholat diwajibkan untuk menghadap kearah kiblat, hal ini sebagaimana yang diperintahkan Allah ﷻ dalam FirmanNya</p>
<p class="arab">فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ</p>
<p><em>Palingkanlah mukamu ke arah Al Masjidi Al haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya</em>. (QS Al-Baqoroh : 144)</p>
<h3><strong>Disunnahkan Pandangan Mata Ketempat Sujud</strong></h3>
<p>Saat posisi berdiri, ruku&#8217; dan duduk diantara dua sujud disunnahkan mata mengarah ketempat sujud. Adapun ketika tasyahud pandangan mata disunnahkan menghadap ke jari telunjuk kanan.</p>
<p>Pandangan mata mengarah ketempat sujud sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu &#8216;anha,</p>
<p class="arab">دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم الكعبة، وما خلَّفَ بصرُه موضعَ سجودِه</p>
<p>“Rasulullah ﷺ masuk Ka’bah, tidak melepas pandangannya dari tempat sujudnya sampai keluar darinya.” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<p>Pandangan mata ke tempat sujud tidak hanya ketika berdiri saja, tapi juga saat ruku&#8217;</p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستفتح الصلاة بالتكبير ، والقراءة بـ &#8221; الحمد لله رب العالمين &#8221; ، وكان إذا ركع لم يُشْخِص رأسَه ولم يُصوِّبْه ولكن بين ذلك</p>
<p>Dahulu Rasulullah ﷺ memulai <a href="https://belajarsholat.com/" target="_blank" rel="noopener">sholat dengan takbir</a>. Dan bacaan ‘Alhamdulillah rabil ‘alamin’ ketika beliau rukuk, tidak ke atas kepalanya dan tidak menunduk akan tetapi diantara itu.” (HR. Muslim, 498)</p>
<h3><strong>Pandangan Mata Ketika Duduk Tasyahud</strong></h3>
<p><a href="https://digitalseo.id/" target="_blank" rel="noopener">Hendaknya</a> pandangan diarahkan ke jari telunjuk kanan, sebagaimana hadis dari Abdullah Bin Zubair R<em>adhiallahu &#8216;anhu,</em></p>
<p class="arab">كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يضع يده اليسرى على ركبته اليسرى، وأشار بأصبعه لا يجاوز بصره إشارته</p>
<p>Biasanya rasulullah ﷺ meletakkan tangan tangan kirinya diatas paha kirinya, dan memberikan isyarat dengan jari telunjuk (kanan), dan tidak lepas <strong>pandangan beliau</strong> dari yang diisyaratkan. (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim dalam Shahihnya)</p>
<h3><strong>Ketika Sholat Tidak Mampu Berdiri</strong></h3>
<p>Jika ada udzur syar&#8217;i tidak bisa berdiri maka boleh posisi duduk ketika sholat, jika tidak bisa duduk, boleh dengan berbaring dst. Hal ini sebagaimana ketentuan Allah berikan dalam firmannya</p>
<p class="arab">فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p><em>“Maka bertakwalah kamu kepada Allah semampumu.&#8221;</em> (QS. At-Taghabun : 16)</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imran bin Husain radhiallahu &#8216;anhu</p>
<p class="arab">«صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ»</p>
<p>“<em>Sholatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka</em> <em>duduk, jika tidak mampu maka dengan </em><em>berbaring</em>” (HR. Bukhari 1117)</p>
<p>Adapun cara berdiri sholat yang benar dalam kondisi naik kendaraan, perang ataupun saat darurat lainnya insya Allah akan kami bahas pada tema selanjutnya.</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam.</em></p>
<p><strong>Ustadz Muhammad Nur Faqih, S.Ag dan Tim Redaksi Belajarsholat.com</strong></p>The post <a href="https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html">Cara Berdiri Sholat Yang Benar</a> appeared first on <a href="https://belajarsholat.com">Belajar Cara Sholat Lengkap</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://belajarsholat.com/1068-cara-berdiri-sholat-yang-benar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
